My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 14


__ADS_3

Plakkkk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Agra hingga pipinya memerah


membentuk telapak tangan ara, Ara benar-benar terkejut dengan ciuman tiba-tiba Agra, ada rasa yang aneh menjalar di tubuhnya


“bapak keterlaluan ....” Agra yang mendapat tamparan hanya bisa


mengelus pipinya yang memerah dengan senyum kecutnya


“saya mengundurkan diri ...” Ara menatap tajam Agra, perasaannya benar-benar kacau, ia pun mengambil tasnya yang sempat


terjatuh dan membuka pintu, dan berlari menyusuri lorong  tanpa memperhatikan sekeliling menuju ke pintu lift,


“Ara kamu kenapa?’ tanya salah satu karyawan yang tak sengaja


berpapasan dengan Ara, karena tanpa sengaja Ara menabraknya sehingga dia tahu jika Ara sedang menangis


Tapi bukannya menjawab pertanyaan rekan kerjanya , ia turus saja


berjalan tanpa mempedulikan sekeliling hingga mendapat tatapan bingung dari


para rekannya yang melihat karena jam sudah menunjukkan jam pulang kantor, hingga lift pun terlihat ramai


Setelah sampai di depan lift , ara ikut antri bersama karyawan yang lain,  ia segera memencet angka satu,


menuju ke lantai bawah, dan beberapa saat lift pun terbuka


Untung saja tak perlu menunggu waktu lama lift terbuka , ara pun menumpahkan air mata


sejadi-jadinya setelah keluar dari lift, ia mendudukkan tubuhnya di pojok ruangan, kakinya


terasa lemas tak mampu lagi menopang tubuhnya


Hikhikhik


 


"dia jahat sekali ....."


"apa salahku ..."


"memangnya dia pikir aku gadis murahan yang bisa di cium siapa saja ...."


hikhikhik


Ara pun terus menangis sambil memegangi dadanya dan tangan satunya


mengusap kasar bibirnya


 

__ADS_1


 


“Ara kau tidak papa?” seorang pria menghampirinya yang terlihat baru keluar dari lift VIP


“saya nggak papa pak, permisi ...” Ara pun meninggalkan pria itu ,


pria itu adalah Rendi ia menatap khawatir pada Ara, pandangannya masih tak mau


beralih dari punggung Ara , hingga Ara masuk kedalam taksi


“sebenarnya apa sih yang terjadi ...?” Rendi pun akhirnya


memutuskan untuk memasuki mobilnya dengan seorang supir yang dsudah berdiri di samping mobil


Rendi tampak menggeser layar ponselnya hendak melakukan panggilan


"hallo ..."


"....."


"selidiki apa yang terjadi dengan tuan muda seharian ini"


"....."


Rendi menutup ponselnya, dan menatap pak sopir yang sudah ikut masuk ke dalam mobil


"kita ke rumah besar"


 


“arhg ....” Agra melempar benda-benda yang ada di atas meja, rasa marah bercampur kecewa menjalar di dirinya, ia kecewa pada dirinya sendiri


“kenapa aku bisa kelewatan ....” Agra mengacak rambitnya frustasi,


ia pun menghempaskan dirinya di salah satu kursi dan meletakkan kepalanya di


kepala


“dia pasti benci sekali pada aku,” kini suaranya sudah mulai


melunak, tidak lagi meledak-ledak seperti tadi "bodoh sekali aku ini" Agra memukul-mukul kepalanya di atas meja


 ia berdiam untuk beberapa lama dan mencoba menemnangkan diri


Setelah dirasa suasana hati lebih membaik, ia pun membenarkan


tampilannya yang sempat berantakan


 


 

__ADS_1


Ia pun keluar dari ruangan dan menuju meja salah satu staf ,


kemudian mengambil gagang telpon untuk di hubungkan pada ruang lain


“hallo ...”


“iya pak.”


“bereskan ruang rapat, dan bawakan minuman dingin ke ruangan saya”


“baik pak, saya kerjakan.”


Agra pun menutup sambungan telponnya, sedang staf yang ada di


hadapannya tak berani menatap bosnya itu


Setelah selesai dengan urusannya , Agra pun segera masuk ke


ruangannya


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


tuh kan ...., bingung sendiri .... jadi repot sendiri kan .....


makanya jangan asal comot agra .....


hehehe ....


gimana reader sudah nentuin belum akhirnya bagaimana .....

__ADS_1


kasih coment ya .....


__ADS_2