My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 42


__ADS_3

Matahari pagi sudah menerobos celah-celah horden kamar , dua


manusia yang saling berpelukan itu enggan untuk membuka matanya


Ara menggerakkan tubuhnya, tapi seperti tertahan oleh sesuatu ,


sesuatu yang besar yang sedang mengungkung tubuh mungilnya, perlahan ia membuka


matanya , ada bayangan orang lain di hadapannya


 Ia berusaha membuka matanya


yang begitu berat, setelah matanya terbuka ia benar-benar terkejut, karena


masih tak percaya dengan apa yang di lihat, ia kembali menutup matanya, hingga


berkali-kali


“aku sedang tidak bermimpi kan?” gumamnya bertanya pada dirinya


sendiri, ia kembali mengucek ucek matanya, tapi benar apa yang ia lihat adalah


benar, sebuah kebenaran, bu7kan mimpi ataupun fatamorgana


“kenapa ada pak Agra, kenapa aku memeluknya? Dan ini dia juga


memelukku” gumam Ara kembali sambil menunjuk tangan kekar agra yang melingkar


sempurna di perutnya


Kemudian ingatannya berputar kembali pada kejadian  kemarin,


“oh ..., ya ampun ..., aku sudah menikah” Ara terkejut sambil


menutup mulutnya supaya Agra tidak sampai terbangun,  ia baru ingat jika kemarin ia telah menikah


dengan bosnya, dan pria yang sedang memeluknya adalah bosnya


“aaaaah.......” Ara pun berteriak tapi segera menutup kembali


mulutnya dengan kedua tangannya


“apa sih berisik ....” Agra yang belum bangun jadi ikut terbangun


karena teriakan Ara, membuatnya  membuka


mata dengan begitu malas


“haaaahhhhh .....” ternyata reaksi Agra pun sama, bukan Cuma


berteriak tapi Agra juga mendorong tubuh Ara


Bruggg


“auhg ...., sakit ...” saking kerasnya Agra mendorong Ara, Ara pun


hingga terjatuh dari tempat tidur, lagi-lagi jatuh


“kamu ...? ngapain di kamarku?”


“haduh ..., ngipi apa aku hingga terjatuh dua kali gara-gara


suamiku” Ara pun bangun dari lanntai sambil mengelus pantatnya yang sakit


“suami ....?” Agra pun kemudian mengingat-ingat jika benar jika Ara


sekretarisnya itu kini sudah menjadi istrinya


“jangan bilang bapak lupa ingatan juga ...., kita udah nikah pak,

__ADS_1


nih buktinya” Ara begitu kesal sambil menunjukkan sebuah cincin yang melingkar


di jari manisnya


“iya, iya, siapa juga yang lupa, aku Cuma terkejut saja” Agra


berkilah


“sakit tau pak ....” Ara masih mengerucutkan bibirnya sambil


mengelus pantatnya yang ngilu karena harus beradu dua kali dengan lantai, belum


sembuh ngilunya tadi malam kini harus di tambah lagi


“sorry sorry, gue nggak sengaja, lagian kamu ngagetin”


Tok tok tok


Perdebatan mereka pun terhenti saat pintu kamarnya di ketuk dari


luar, agra segera menyingkap selimutnya dan duduk di tepi tempat tidur


sedangkan Ara segera berlari ke dalam kamar mandi


“masuk ...” Agra pun menyuruh orang yang berada di luar kamar untuk


masuk


“selamat pagi pak” ternyata Rendi yang masuk


“ada apa?”


“ini sudah jam 09.00 pak, seharusnya satu jam lalu anda melakukan


meeting dengan mr Jovan dari Singapura”


“benarkah? Kenapa kau tak membangunkanku?” Agra mengeluh pada Rendi


“syukurlah .....” agra segera memegang dadanya lega


“apa jadwalku sebelum itu?”


Kemudian Rendi menunjukkan beberapa pekerjaan yang harus di


selesaikan oleh Agra


“tapi bukankah ini tanggung jawab ibu?” Agra protes pada satu point


pekerjaaannya


“nyonya menyuruh anda untuk menyelesaikannya pak”


“kenapa ibu suka sekali memerasku” gerutu agra


Tak berapa lama Ara pun keluar dari ruang ganti sudah rapi dengan


pakaian kerjanya


“eh ada pak Rendi” Ara pun menyapa rendi yang masih menunggu Agra


di sisi sofa tempat Agra duduk sambil memeriksa beberapa berkas


“selamat pagi nona Ara”


“berhenti jangan memandang istriku seperti itu” saat mata Agra


tanpa sengaja melihat Rendi yang sedang memperhatikan Ara “lo keluar dulu, gue


mau mandi”

__ADS_1


“baik pak” Rendi pun segera meninggalkan kamar Agra


Agra pun beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi, tapi sebelum


melewati pintu kamar mandi, Agra menghentikan langkahnya


“hey ....” Agra memanggil ara yang sedang sibuk menisir rambutnya


tapi karena tidak memanggil nama Ara enggan untuk menoleh


Agra yang kesal karena di abaikan segera mendekat dan menarik


tangan Ara hingga tubuh ara terpental di tubuhnya


“A-ada apa ?” Ara begitu gugup saat berada begitu dekat dengan Agra


“kau yang ada apa? Kenapa mengabaikanku?” agra menatap tajam pada


Ara


“aku tidak mengabaikanmu” ara mencoba bersikap biasa saja


“aku memanggilmu”


“tapi aku punya nama pak”


“oh ...,jadi begitu ..., baiklah” agra mengalah untuk menghindari


perdebatan yang cukup panjang jika sampai berdebat dengan Ara


“dengarkan aku, mulai hari ini jangan terlalu dekat dengan Rendi”


“kenapa?”


“bisa tidak sih kamu tidak usah terlalu banyak bertanya, merepotkan


sekali” Agra pun melepas genggaman tangannya pada Ara


“dan satu lagi, mulai hari ini jangan panggil pak, memang aku


bapakmu apa”


“trus aku harus panggil apa?”


“terserah,


lazimnya seorang istri memanggil suaminya, kamu mengerti?” Ara pun hanya bisa


mengangguk walaupun ia masih bingung dengan maksud Agra, Agra pun benjalan


meninggalkan Ara dan menghilang dari balik pintu kamar mandi


-


-


-


-


-


-


-


SEPERTI YANG SUDAH AKU BILANG DI EPISODE SEBELUMNYA, AUTHOR MOHON BANGET KALAU NGASIH LIKE DAN KOMENTAR JANGAN DI JAMA' YA, KASIH PADA MASING-MASING EPISODE


BIAR AUTHORNYA TAMBAH SEMANGAT NULIS

__ADS_1


 


 


__ADS_2