My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2(23)


__ADS_3

Akhirnya masalah yang menimpa Rendi berhasil dengan baik, walaupun banyak hal harus di korbankan.


Rendi tidak lagi menjadi tangan kanannya, tapi walaupun seperti itu pria dingin itu tidak menjauh sepenuhnya dari Agra.


Ia mengirimkan seseorang sebagai pengawal pribadinya yang akan menghubungkannya dengan Rendi. Dr. Frans juga sering mengunjunginya, pria cuek itu lebih suka menghabiskan waktunya tanpa terikat dengan apapun, mungkin itulah yang membuat dr. Frans betah ngelajang walaupun dua sahabatnya sudah menikah.


Setelah acara wisuda Nadin. Agra sudah jarang bertemu dengan Rendi, sepertinya sahabatnya itu lebih suka menutup diri, atau membatasi diri darinya.


"Bby jangan lupa hari ini aku ada reoni dengan teman SMA ku, jadi jangan datang terlambat!" pesan Ara membuat Agra sedikit kesal, bukan kesal dengan Ara tapi dia kesal dengan orang-orang yang akan di temui Ara nanti.


"Bisa tidak meeting hari ini dipercepat saja?" tanya Agra pada sekretarisnya.


"Maaf pak, tapi jadwal meeting anda hari ini cukup padat, anda akan bisa selesai meeting sekitar pukul 8 malam!"


"Andai saja , bang Divta atau Rendi di sini, aku pasti akan meminta mereka menggantikan ku, tapi hari ini .....!" Agra hanya bisa memegangi keningnya kesal.


"Ya sudah kirim saya jas yang senada dengan yang dipakai istri saya di acara reuninya nanti!"


"Baik pak!"


Mereka pun akhirnya menuju ke ruang meeting, hari ini merupakan hari paling sibuk,ia harus menghadiri meeting di tiga tempat dalam sehari ini.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺


Ara sedang sibuk mempersiapkan penampilannya dengan sebaik-baiknya. Ini untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak bertemu dengan teman-teman SMA nya.


Walaupun tidak ada yang istimewa, tapi dia cukup terpancing untuk melihat reaksi teman-temannya setelah sekian tahun.


Dulu dia hanya gadis cupu dengan kaca mata tebal, tak punya banyak teman. hanya beberapa saja yang mengenalnya itu pun tak begitu dekat.


Walaupun dalam setiap ujian nilainya selalu di atas teman-temannya, tapi hal itu tak membuat Ara memiliki banyak teman.


Memang berbeda sekali dengan adiknya, Nadin yang ceria dan suka bicara memudahkan dia untuk mendapatkan teman.


"Mom ....., mom mau ke mana?" tanya Sanaya yang melihat mominya sedang merias wajahnya.


"Mom mau reuni, nggak pa pa ya , kalau mom tinggal sebentar nanti, mom janji nggak Sampek malam banget, mom sudah pulang!"


"Nay nggak boyeh itut ya?"


"Jangan dulu ya sayang, kan di sana cuma ada orang dewasa, nanti kita jalan-jalan bareng sama papi pas akhir pekan!"


"Hoye ....., hoye ....!" sorak Sanaya sambil berlari meninggalkan kamar mominya.

__ADS_1


Setelah Sanaya pergi, kini gantian jagoan kecil yang masuk.


"Ada apa bang?" tanya Ara saat melihat putranya itu tak juga bicara setelah masuk.


"Mom ...., kenapa cantik cekali ...., Cagala nggak cuka kalau mom dandannya cantik cantik ....!"


Ara mendekat ke putranya itu, ia jongkok supaya dengan mudah meraih putranya itu.


"Kenapa seperti itu, bang?"


"Nanti kalau mom dandannya cantik-cantik ...., mom bica di ambil Olang!"


Perkataan Sagara berhasil membuat Ara reflek memeluk putranya. Ia tidak menyangka jika putranya akan seposesif itu padanya dan Sanaya. Dia benar-benar mirip seperti papinya.


Bersambung


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2