My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Selalu menuduhku


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malamnya yang cukup


menyesalkan bagi sanaya, ia tidak langsung menuju ke kamarnya, ia memilih masuk


ke kamar saudara kembarnya tanpa ijin.


“kalau masuk permisi!” ucap sagara tanpa menatap


kearah Nay, ia memilih tetap fokus dengan buku yang ada di tangannya.


Sanaya nyelonong saja masuk dan duduk di atas tempat


tidur, ia segera merebahkan tubuhnya di sana.


“Sudah gue bilang, jangan tiduran di kamar cowok!”


keluh sagara dengan mata tajam menatap Sanaya, ia meletakkan bukunya dan hampir


menarik kaki Sanaya agar turun.


“Apaan sih Gara, lo kan saudara gue, nggak pa pa


kali sekali-kali kita tidur satu kamar!”


“Lo sudah bukan anak kecil lagi Nay, usia lo sudah


tujuh belas tahun, jadi stop bersikap seperti anak kecil!”


“Resek lo!”


Sagara kembali duduk saat sanaya juga duduk, ia


mendekatkan kursinya dan duduk tepat di depan sanaya, “Ada apa?”


“Gue yakin Ariel yang nyembunyiin seragam gue dan


menaruhnya di pagar!”


“Jangan asal tuduh!”


“Gue nggak asal tuduh, lo lihat kan giman dia sama


gue!”


Karena itu gue nggak mau melakukan kesalahan yang sama, mungkin yang gue lakukan di waktu kecil adalah sebuah kesalahan dan sekarang gue harus menyelesaikannya …., batin


Sagara, ia menatap saudara kembarnya itu. Saudara kembarnya masih sangat polos,


dia tidak mengerti cara menyelidiki sesuatu, atau dia terlalu percaya dengan


perkataan orang lain.


Ia mengusap kepala Sanaya, ia berharap saudaranya


itu akan tetap menjadi saudara kecilnya yang manja.


“Aku akan membantumu!”


“Punya nomornya Ariel nggak?”


“Nggak, buat apa?”


“Gue mau labrak dia sekarang juga!”


“jangan jadi cewek bar bar …, tidurlah jangan ganggu, gue harus belajar, besok lo bisa pakek uang sakuku kalau kau mau!”


“Nggak ahhh, met tidur Sagara …!”


Sanaya mengusap kedua pipi Sagara dan keluar dari


kamar saudara kembarnya. Ia berjalan cepat masuk ke dalam kamarnya, ia menatap


seragam yang tergantung di balik pintunya. Membaca kembali tag nama di baju


itu.


“Aditya Banu! Namanya lucu ya …!”


Ia segera mengambil baju itu, melepaskannya dari


gantungan dan membawanya kembali keluar kamar. Saat hampir sampai di tempat


cuci baju, ia berpapasan dengan mom nya.


“Ada apa ke sini sayang? Kok belum tidur?”


“Nggak pa pa mom, Nay mau mencuci baju seragam Nay!”


Mendengar putrinya ingin mencuci baju, mom Ara

__ADS_1


mengerutkan keningnya. Ia merasa belum terlalu mengantuk tapi kenapa rasanya


seperti mimpi. Mendengar putrinya akan mencuci baju, ada yang aneh kayaknya.


“Nay …, mom nggak mimpi kan?”


“Nggak mom, ini baju temen Nay, kalau nggak nay cuci


sekarang, Nay nggak bisa mengembalikan besok dong!”


“Ohhhh …, gini aja deh, di kembalikan lusa saja ya,


biar mom kasih ke binatu dan di cuci, kamu tidur saja!”


“beneran ma?”


“Iya sayang …!”


“terimakasih ya mom!”


Sanaya memeluk mom nya lalu menyerahkan baju itu dan


kembali ke kamarnya. Ia menang harus segera tidur karena jangan sampai terlambat, bisa dapat hukuman dua kali kalau sampai itu terjadi.


***


Pagi ini seperti biasa, Abimanyu sudah menunggu


Sagara dan Sanaya di depan rumah. Logikanya bisa di tebak kalau satu terlambat


pasti lainnya juga ikut terlambat, tapi ternyata ada yang salah.


“bagaimana kemarin bisa terlambat?” tanya Abimanyu


saat mobil sudah berjalan meninggalkan rumah itu.


“Bukan hal yang besar!”


“Mudah-mudahan seperti itu!”


Mobil itu akhirnya sampai juga di area sekolah,


seperti biasa Nay akan memilih untuk turun sendiri di depan. Ia tidak mau


terlihat begitu mencolok dengan datang bersama Sagara dan Abimanyu.


Setelah bel berbunyi, anak-anak mulai masuk ke dalam


ucapan selamat pagi dari para guru yang mengajar.


Sanaya sebenarnya bukan anak yang bandel, ia hanya


kurang punya keinginan untuk belajar. Menurutnya belajar itu sungguh membuatnya


capek. Ia bahkan sering melupakan PR nya.


Bell istirahat berbunyi, ada hal penting yang ingin


ia lakukan.


“Mau ke mana Nay?” tanya Riska saat tiba-tiba Sanaya


meninggalkan bangkunya tanpa mengajaknya.


“Gue mau bikin perhitungan!”


“Perhitungan apa?”


“Nanti lo juga tahu, kalau mau ke kantin ke kantin sendiri aja, nggak usah nungguin gue!”


Ia segera berlalu begitu saja menuju ke kelas Sagara,


tapi kali ini bukan Sagara yang ia cari.


“Ada yang liat Ariel nggak?” tanya Sanaya pada salah


satu anak yang masih berada di dalam kelas itu.


“Kalau nggak salah tadi ke ruang guru mau ambil


seragam!”


“Makasih ya!”


Sanaya berjalan begitu cepat menuju ke ruang guru,


dari kejauhan abimanyu bisa melihat Sanaya berjalan terburu-buru.


Nay mau ke mana? Batinnya sambil menjawab pertanyaan

__ADS_1


teman yang ada di depannya. Memang kalau di area sekolah mereka bertiga jarang


terlihat bersama-sama.


Mereka mencoba berbaur dengan teman-teman yang


lainnya, di sekolah mereka juga memilih ekstra yang berbeda-beda.


Walaupun berbicara dengan teman-temannya, tapi mata


Abimanyu terus mengawasi kemana Sanaya pergi.


“Ariel!” panggil Sanaya saat sudah menemukan anak


itu, untung saja Ariel belum sampai di ruang guru.


“Ada apa?”


Srekkkkkkk


Sanaya menarik tangan Ariel dan membawanya ke tempat


sepi.


Ariel berusaha untuk melepaskan genggaman tangan


Sanaya, “Ada apa sih Nay?”


Sanaya tampak memperhatikan sekitar, tidak ada


siapapun. Ia pun melepaskan tangan Ariel.


“Lo kan yang udah membuang seragam gue kemarin?”


tanya Sanaya sambil meletakkan jari telunjuknya di depan wajah Ariel.


“Jadi lo nuduh gue?”


“Iya …, siapa lagi kalau bukan lo, lo yang selalu bikin gara-gara sama gue! Sejak dulu ..!”


“Lo ngaca dong …, bukan gue yang bikin gara-gara


tapi lo .., lo selalu nuduh tanpa bukti …!”


“Kurang bukti apa lagi coba, baru juga ada di


sekolah ini satu hari dan lo udah bikin ulah …!”


“Gue nggak terima ya lo terus nuduh gue, lo bisa gue


laporin sama guru karena melakukan tuduhan palsu!”


“Apanya yang palsu, ada buktinya, ada saksinya


juga!”


“Ya udah lo datangin saksi lo ke sini!”


Abimanyu yang mengetahui jika Ariel dan Sanaya sudah


pasti akan bertengkar pun segera menghampiri mereka.


“Berhenti…!” ia berdiri di antara dia gadis itu,


menghadap ke arah sanaya.


“Lo jangan ikut campur Abi …!” ucap Sanaya yang


kesal karena Abimanyu selalu ikut campur.


“Bisa berhenti atau aku yang akan memaksamu


berhenti!”


Ucapan Abimanyu berhasil membuat Sanaya terdiam, ia


tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Abimanyu tapi ia lebih suka jaga-jaga.


“Ariel, pergilah …!” perintah Abimanyu, walaupun


terpaksa ia tetap mau meninggalkan mereka.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2