
Setelah pria itu pergi, oma Ratih menatap Sanaya.
"Selamat sore oma!" sapa Sanaya sebelum ia sempat duduk. Kalau duduk berarti harus menunggu perintah juga, walaupun tidak galak tapi oma Ratih cukup membuat siapapun yang berhadapan dengannya serasa pengen kabur.
"Kesini lah, duduk sama oma!" ucap oma Ratih sambil mengayunkan tangannya mempersilakan Sanaya untuk duduk di depannya.
Sanaya pun segera duduk di gazebo taman bersama omanya. Gazebo itu terbuat dari kayu dengan atap genting, cukup nyama untuk menikmati udara taman pagi atau sore hari. Di tengah gasebo itu juga terdapat sebuah meja kecil yang juag terbuat dari kayu dengan warna cat coklat tua.
Oma Ratih menatap cucunya itu, seakan dia sudah punya ilmu membaca pikiran membuat Sanaya segera menunduk.
"Kamu hanya tahu sebagian dari kebenarannya sayang!" ucap oma Ratih, walaupun ada kata sayang di akhir ucapanya tapi nyatanya kata itu tidak membuat suasana menjadi hangat.
Sanaya segera mendongakkan kepalanya, menegakkan wajahnya berusaha keras untuk bisa berhadapan dengan omanya.
"Sanaya ingin tahu!"
Oma Ratih tersenyum, senyum yang tiba-tiba membuat sekitar semakin dingin. Seakan angin saja kesulitan untuk berhembus hingga membuat keringat Sanaya membasahi pelipisnya. Dia benar-benar persis seperti ibu suri yang ada dalam drakor kesukaan Sanaya. Kejam dan mematikan, bahkan kekuasaan ratu dan raja tidak ada apa-apanya di banding kekuasaan ibu suri.
Jangan menakuti aku seperti itu oma ...., kau benar-benar ingin menguliti ku saja ....
Rasanya menyesal mendongakkan kepalanya, ia ingin segera kembali menunduk saja, tapi nyatanya lehernya pun tak mampu di gerakkan.
"Kamu memang sudah besar, sudah waktunya untuk tahu!"
Tidak sabar oma ...., tapu tetap saja Sanaya hanya berani bicara dalam hati.
"Dengarkan oma baik-baik, dan semoga kamu tidak menganggap ini sebagai pembelaan oma!"
Maksudnya pembelaan dalam hal apa oma?
"Kamu tahu wanita yang baru saja kami temui?"
"Mamanya Abi dan Ariel, oma!"
"Iya, beda ayah!"
"Oma tahu semuanya?" tanya Sanaya dan oma Ratih menganggukkan kepalanya.
Lalu Sagara? Ia heran kenapa oma sampai detik ini masih membiarkan Sagara dekat dengan Ariel sedangkan dirinya tidak.
"Dia adalah mantan tunangan papa kamu sebelum oma memilih mama kamu!"
Mantan tunangan papa? Sanaya benar-benar terkejut dengan kenyataan baru ini.
"Begitu banyak kejahatan yang sudah ia perbuat, hingga membuat oma memilih untuk memisahkan papa kamu dengan wanita itu!"
Oma Ratih pun menceritakan semuanya tentang wanita bernama Viona itu. Termasuk mengenai bagaimana Abimanyu dan Ariel bersaudara.
__ADS_1
"Tapi oma, Abimanyu tidak punya hubungan apapun dengan kesalahan mamanya kan oma?"
"Iya kamu benar, salah jika kamu menganggap oma menjauhkan kalian karena Abimanyu adalah putra Viona!"
"Lalu?"
"Oma memilih Aditya dari pada Abimanyu untuk mendampingi kamu karena Abimanyu harus mendampingi Gara. Setelah oma bertemu dengannya beberapa waktu lalu sebelum acara pertunangan itu, dia sudah memilih Sagara!"
"Maksud oma?"
Flashback back on
Beberapa bulan yang lalu, oma Ratih memanggil Abimanyu khusus untuk menemuinya seorang diri.
Oma Ratih tahu jika Abimanyu memiliki kedekatan khusus dengan Sanaya. Sebelum semuanya terlambat, oma Ratih pun ingin menanyakan langsung pada anak itu.
"Selamat malam nyonya, anda memanggil saya?"
"Iya, duduklah!"
Abimanyu pun duduk di sofa yang ada di ruang kerja oma Ratih. sofa yang ukurannya lebih panjang dari sofa yang di duduki oleh oma Ratih.
Oma Ratih mengambil secangkir teh hangatnya dan mulai menyesapnya. Asap masih sedikit mengepul, mungkin masih hangat karena wanita itu tidak terlihat kepanasan.
Wanita dengan gaun selutut berwarna hitam itu membuatnya semakin terlihat anggun dengan model rambut blush. Meskipun kerutan halus sudah banyak memenuhi wajah wanita itu, tapi masih tetap terlihat cantik.
Anak laki-laki itu masih terlihat tegap dan sedikit gugup. Tangannya sibuk memainkan jarinya agar sedikit mengurangi rasa gugupnya.
"Saya tahu perasaanmu terhadap Sanaya!"
Jedarrrrr
Ucapan itu seakan seperti sambaran petir. Abimanyu sampai menegakkan kepalanya menatap wanita itu, tapi tidak lama. Ia segera kembali menunduk.
"Maafkan saya nyonya!"
"Bukan itu masalahnya! Saya tidak masalah kamu dekat dengan siapapun termasuk Sanaya!"
Tiba-tiba seperti oase di tengah gurun pasir, dingin membasahi hati Abimanyu.
"Tapi ....!"
Seketika oase itu mengering mendengar kata tapi, tidak mungkin semudah itu untuk mendapatkan cintanya itu. Apalagi ini adalah Sanaya, cucu dari nyonya besar finityGroup. Pasti banyak para anak pengusaha yang sederajat dengannya menginginkan menjadi pasangan Sanaya.
"Kamu harus memilih antara Sagara atau Sanaya! Kamu tidak boleh serakah!"
Abimanyu mengerutkan kening nya, "Maksud nyonya?"
__ADS_1
"Kamu boleh mendapatkan Sanaya, dengan syarat tentunya! Kamu harus melepaskan jabatan mu sebagai tangan kanan Sagara dan berjuang untuk mendapatkan Sanaya. Dan saya akan mencari pengganti mu untuk Sagara!"
"Pengganti?"
"Iya, Sagara membutuhkan orang yang benar-benar mementingkan dia di banding apapun sampai dia benar-benar bisa berdiri di atas kakinya sendiri, termasuk Sanaya. Sagara punya tanggung jawab besar setelah ini, dan banyak sekali bahaya yang mungkin mengintai dirinya.
Dan Sanaya pun juga seperti itu, saya tidak mau dia mereka terabaikan karena tugasmu! Saya juga butuh orang yang bisa menjaganya dan bukan memanfaatkannya!"
Abimanyu masih terdiam, ia mencoba mencerna ucapan oma Ratih.
Butuh dua orang yang berbeda, dan aku harus memutuskannya ....
"Sekarang, saya memberi kesempatan besar untuk mu, memilih dan kamu tidak bisa memilih dua-duanya! Sagara atau Sanaya?"
Benar-benar keputusan berat bagi anak seusia Abimanyu. Cintanya atau janjinya, hatinya atau pengabdiannya, dua-duanya adalah pilihan yang sangat berat, tapi benar kata oma Ratih, dia tidak boleh serakah.
"Saya memilih Sagara, nyonya!"
Maafkan aku Nay ..., mungkin nanti saat Sagara sudah bisa berdiri dengan kakinya sendiri aku akan memperjuangkan mu, tapi saat ini ijinkan aku memperjuangkan prinsip ku ...
Flashback off
"Benarkan Abi mengatakan hal itu oma?" Sanaya benar-benar tidak percaya. Ia sedikit kecewa karena bukan dia yang di perjuangkan tapi Gara.
Tapi di sisi lain, ia juga merasa bangga dengan keputusan Abimanyu, itu menunjukkan kalau Abimanyu memiliki prinsip yang kuat. Kedatangannya ke rumah besar itu dari awal adalah karena Sagara, bukan dirinya. Sudah sepatutnya dia memang memilih Sagara.
"Kamu bisa tanyakan langsung padanya serta alasannya! Oma hanya mengatakan apa yang oma ketahui darinya!"
"Berarti Aditya? Maksud Nay ini bukan perjanjian bisnis?"
"Oma tidak perlu memperluas kekuatan finityGroup karena di dalam pun finityGroup group sudah punya orang-orang handal dan dapat di percaya. Jika kamu mengganggap pertunangan ini adalah perjanjian bisnis, kamu salah besar, sayang!"
"Lalu apa yang membuat oma memilih Aditya?"
Bersambung
...sudah mampir belum nih? dia novel adaptasi komik milik kak yoolook culture yang berjudul Nona melawan dengan tuan muda? Ayo yang belum mampir, di favorit dulu aja ya, ntar di baca kalau udah banyak. Yang pengen baca komik nya juga bisa, di akunnya author yoolook culture kalau baca novelnya di akun aku ya....
yang ini nih sampulnya!
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1