My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Extra part 10


__ADS_3

Hari ini Roy dan Salman akan pulang ke Jakarta. Mereka sudah cukup lama meninggalkan Jakarta.


Awalnya Ara ngotot ingin ikut menjemput ayahnya, tapi mengingat keadaannya Ara yang belum terlalu baik, Agra pun menolaknya.


"Tidak bisa sayang ....."


"Kenapa?"


"Kasihan sama Gara dan Nay , mereka masih sangat kecil, tidak mungkin kan kamu akan mengajak atau meninggakannya di rumah."


Mendengar penjelasan dari suaminya, Ara tampak menimang-nimang dan memikirkan ulang.


"Lalu siapa yang akan menjemput ayah, bby ...?"


"Jangan khawatir, paman Salman sudah meminta Rendi dan Frans untuk menjemput mereka, nanti kalau keadaannya sudah memungkinkan kita bisa berkunjung ke sana, atau meminta ayah untuk datang ke sini ..."


"Baiklah kalau begitu ....."


"Nah ...., gitu dong jangan ngambek sayang ....!"


Akhirnya yang menjemput Roy dan Salman adalah Rendi dan Nadin. Ara hanya bisa berharap semoga segera ia bisa bertemu dengan ayahnya.


***


Setelah menunggu beberapa hari kepulangan Roy, Ayahnya itu tak juga datang berkunjung, ya mungkin ayahnya sedang sibuk karena telah meninggalkan toko dalam waktu yang lama.


"Sayang kenapa termenung di sini?" tanya Agra yang baru saja pulang dari kerja. Agra selalu pulang lebih awal akhir-akhir ini.


Agra mencuim kening istrinya dan segera menghampiri kedua malaikat kecilnya.


"Ah ...., kesayangan ayah ...., bagaimana kabar kalian? tidak menyusahkan bunda kan?" ucap Agra sambil menghujani ciuman pada Sagara dan Sanaya.


"Jangan di ganggu bby ...., Gara dan Nay baru saja tidur."


"Ahhh ...., ini nggak adil ..,, kamu bisa seharian bersama dengan mereka, tapi saat aku pulang mereka sudah tidur ....!" keluh Agra.


Ara tak begitu menanggapi candaan Agra, membuat Agra segera menatap istrinya.


"Kamu kenapa sayang? Ada yang kamu sembunyikan dari suami kamu ya?" tanya Agra, ia pun memengang kedua pipi Ara.


"bby .... boleh aku tanya

__ADS_1


sesuatu padamu " ucap Ara sambil menatap suaminya yang entah kenapa akhir-akhir ini begitu tampan.


"iya kamu bisa tanya apa saja sayang, .. kamu mau tanya apa istriku?" ucap Agra sambil menatap kedua malaikat kecilnya yang sedang tertidur pulas di ranjang bayinya.


"Bby.... , kamu lihat sekarang aku sudah tak menarik seperi dulu, aku punya dua anak yang harus aku urus, aku sering mengabaikanmu, mengabaikan penampilanku ...., apakah suatu saat kau akan bosan padaku dan mencari yang lain?"


"sayang .. kok tiba-tiba kamu bilang


seperti itu ?" tanya Agra, ia begitu terkejut dengan pertanyaan istrinya itu.


"Ya karena saya takut ..., saya takut saat melihat pria di luar sana, setelah mereka berhasil, mereka tidak memikirkan perasaan istrinya, mencari yang lebih dari istrinya ....."


"Kamu nggak percaya dengan cinta suamimu ini ....?"


"Bukan seperti itu bby ...., ini berat buat aku yang bukan siapa-siapa dan harus menjadi istri seseorang sepertimu ...."


"Apa kamu menyesal karena memilihku menjadi suamimu?" Agra tampak mengerutkan keningnya.


"Nggak ...., bahkan aku malah bersyukur, tapi rasanya aku tidak rela keluarga kecilku hancur karena sebuah nama besar, kalau boleh memilih ...,, lebih baik kita menjalani hidup sederhana yang penting kedamaian dan kebahagiaan, dari pada hidup seperti ini tapi hati saya hancur?"


Agra pun tersenyum, ia beralih menatap istrinya dan memegang tangannya.


"Sayang ... suamimu bukan orang seperti itu,


"Ketika hidup kita sangat penting kamulah yang selalu mengerti ....., sabar dan trus berdoa ...., kamulah yang selalu menjadi penenang dalam hidup saya ......"


"Tapi lihatlah aku sekarang bby ...., kumel dan nggak terawat, kamu sekarang sudah menjadi tuan muda yang kaya dengan perusahaan besar yang kau pegang di mana-mana ....." ucap Ara, ia sangat tidak percaya diri dengan penampilannya sekarang, apalahi paska melahirkan, berat badannya bertambah. Ia hanya di rumah dengan dasternya.


"Sayang ....., kamu tidak pernah


mengkomplent, menuntut, apapun di dalam hidupku ,


hidup ku yang sederhana ini adalah sebuah keberuntungan bisa bersama denganmu ......"


"Terimakasih bby...., karena cintamu yang besar ini, membuat ku menjadi percaya diri kembali ..."


"Asal kamu tahu sayang ...., sejauh yang aku tahu di akhirat ...., satu istri saja adalah tanggung jawab besar ...., apalagi berdua .. saya tidak tahan tanggung jawabnya.


Saat aku sukses seperri ini ....., itulah saat di mana aku membahagiakanmu ... aku akan selalu berusaha, jangan sampai menyakitimu sayang ....., karena keberhasilannya


Suami di belakangnya adalah istri yang soleha dan hebat .. itu yang kamu cintai ..."

__ADS_1


Ara tersenyum mendengar penuturan suaminya, ia tidak menyangka kehidupan tang keras di masa lalu menjadikan suaminya pribadi yang gigih dan bertanggung jawab.


"Aku bangga punya


suami seperti kamu , bby ..."


Agra pun segera meraih temkuk Ara dan mencium keningnya dengan sangat lembut dan lama.


Setelah puas mencium kening istrinya, Agra pun segera memeluknya.


"Aku begitu beruntung memiliki suami sepertimu, bby ...., tetaplah seperti ini .....!"


Setelah romantis-romantisan bersama istrinya, Agra pun segera meraih ponselnya, ia kencari kontak Roy, ayah mertuanya. Agra tahu jika beberapa hari ini ia begitu memikirkan ayahnya. Tapi Agra juga maklum jika ayah mertuanya itu rak kunjung berkunjung, karena berdasarkan laporan anak buahnya beberapa hari ke depan toko ayah mertuanya itu mendapatkan banyak orderan, karena beberapa orderan yang tertunda satu minggu yang lalu, selama di tinggal ke Samarinda. Anak buah Roy tidak mungkin berani melakukan pengiriman barang tanpa persetujuan dari Roy.


"Iya ayah ...., assalamualaikum ....!"


"Bagaimana kabar kalian ....?"


"Baik yah ...., maaf yah sebenarnya Agra menelpon ayah, untuk mengundang ayah datang ke rumah ...., karena putri ayah ini sudah tak sabar ingin bertemu dengan ayah ....!" ucap Agra sambil melirik Ara yang masih bergelayut manja padanya.


"Iya ayah senang ...., ayah pasti akan datang, ayah juga akan mengenalkan kalian pada seseorang ...., ayah juga minta maaf karena tidak bisa hadir di acara syukuran Sagara dan Sanaya."


"Tidak apa ayah, yang penting ayah sehat, ya sudah kami tunggu besok di di rumah ya ....!"


"Iya ...., ayah usahakan besok datang agak sorean ....!"


"Biar sopir saja nanti yang jemput ayah ....!" ucap Agra lagi sebelum menutup sambungan telponnya.


"Apa tidak merepotkan?"


"Tidak yah ...., kami malah senang jika ayah mau menerimanya ....!"


"Baiklah ...., ayah akan datang besok sore, setelah adik kalian pulang dari kuliah ...."


"Baik ayah ....., selamat malam .....!"


"Selamat malam ...."


Sambungan telpon pun terputus, Agra kembali menatap Ara.


"Bagaimana, kamu senang sayang ....?"

__ADS_1


"Kamu memang suami yang terbaik pokoknya ....!"


"Iya ...., siapa dulu dong istrinya ....., oh iya sayang hari ini aku meminta Rendi buat datang ke sini, jadi nanti langsung istirahat saja nggak usah nungguin aku ya ...!" ucap Agra dan Ara pun hanya mengangguk.


__ADS_2