My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2(6)


__ADS_3

Seusai acara akad nikah Nadin dan Rendi, Agra dan Ara segera meninggalkan rumah sakit. Agra meminta pak Mun untuk mengantar Ara terlebih dulu pulang, sedangkan ia memilih memanggil p ngawalnya yang lainnya untuk menjemputnya di rumah sakit.


"Kamu hati-hati ya sayang, nggak usah mampir ke mana-mana, langsung ke rumah!" ucap Agra saat Ara sudah masuk ke dalam mobil.


"Iya bby ...., emang aku mau ke mana?" protes Ara.


"Sebentar ....!" sebelum mobil Ara melaju, Agra malah kembali masuk ke mobil yang di tumpangi Ara.


"Katanya mau ke kantor, kok ikut masuk?" tanya Ara heran.


"Aku melupakan sesuatu!" ucap Agra santai sambil menatap istrinya yang bingung itu.


"Apa?"


Cup


Agra segera mengecup bibir istrinya, Ara yang terkejut segera mendorong tubuh suaminya.


"Ada apa?" tanya Agra tak terima dengan penolakan istrinya,


"Ada pak Mun bby!" ucap Ara sambil matanya menunjuk pak Mun yang sedang duduk di balik kursi kemudi, pipi Ara sudah memerah karena malu dengan ulah suaminya.


"Pak Mun saja nggak masalah!"


"Aku malu ....!" bisik Ara.


"Apa aku harus ijin pak Mun dulu?" tanya Agra dengan entengnya.


Sebelum Agra benar-benar melakukan apa yang di katakan, Ara segera meraih wajah suaminya dan mendaratkan ciuman di bibir suaminya, dan saat akan melepaskan ciumannya, Agra malah menahan tengkuk Ara hingga ia sulit untuk bergerak. Ara mengutuki kebodohannya sendiri karena sudah memancing suami mesumnya itu.

__ADS_1


Setelah cukup lama ciuman itu berlangsung, Agra baru melepaskan tengkuk Ara, pak Mun sudah biasa melihat tingkah Agra yang seperti itu, sudah bukan hal yang mengherankan, ia hanya pura-pura tidak tahu dan merasa tidak ada.


"Sudah cukup untuk sekarang, kita lanjut nanti sayang!" ucap Agra sambil keluar dari mobil, ia menutup kembali pintu mobil dan melambaikan tangan, mengantarkan kepergian mobil istrinya.


Mobil yang akan mengantar Agra ke perusahaan juga sudah siap, Pengawalnya segera membukakan pintu untuknya, ia sedikit membetulkan jasnya dan masuk ke dalam mobil.


Sesampai di kantor, ia langsung di sambut oleh Divta. Abangnya itu terlihat begitu geram, ia sampai mengekori Agra dari depan hingga ruangan Agra.


"Darimana saja sih, aku telpon tidak di angkat, dan si balok es itu juga, kemana dia? Bisa-bisanya kalian ngulang berjamaah ...., untung tadi Davina membantuku!"


Agra menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap Divta."Davina?"


"Iya ...., ternyata dia bisa di andalkan juga ya!"


"Bagus deh ...., jadi kan ada kelebihannya juga dia!"


"Selamat siang pak!" ucapnya sambil menundukkan kepala.


Dua orang itu hanya membalasnya dengan senyum dan berlalu begitu saja, begitulah nasib bawahan, sudah begitu jauh ia menyiapkan senyum semanis mungkin tapi balasannya hanya sebuah senyum yang mungkin di sadari atau tidak.


Agra segera duduk di kursinya , sedang Rendi duduk di depan meja kerja Agra.


"Sekarang jawab pertanyaanku, dari mana saja kau?" tanya Divta.


Agra menghembuskan nafas beratnya, seperti menahan sesuatu agar tidak kelepasan keluar dari mulutnya.


"Aku dari rumah sakit?"


"Dari rumah sakit, ada apa? Apa keadaan Nadin memburuk?" tanya Divta bertubi-tubi, sepertinya dia sangat khawatir.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa ...., tadi cuma ada urusan sedikit di sana!"


"Hehhh ...., aku sudah khawatir, ya sudahlah aku ke ruangan ku dulu, nanti ada kunjungan dari perusahaan Z, bersiaplah ....!"


Divta segera beranjak dari duduknya, ia berjalan meninggalkan Agra , tapi saat langkahnya hampir mencapai pintu, Agra segera menghentikannya.


"Bang!"


Divta menoleh. "Ada apa?"


"Aku harap setelah ini Abang bisa bahagia!"


Divta mengerutkan keningnya, mencoba mencerna ucapan adiknya. "Maksudnya?"


"Apapun yang terjadi, jangan pernah berubah. Tetaplah jadi bang Divta yang sekarang!"


"Tentu saja lah ...., memang aku akan berubah apa, ada-ada aja kau ini, aku pergi!"


Setelah Divta benar-benar meninggalkannya, Agra kembali mengeluarkan nafas beratnya. Ia benar-benar khawatir kedepannya semuanya tidak akan sama lagi, setelah hubungan yang cukup hangat ini, dia takut akan lenyap kembali.


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2