
Membutuhkan setidaknya delapan jam perjalanan udara dari Jakarta menuju Dubai, sebelum menuju tempat honeymoon mereka berdua. Kali ini, Kanaya dan Bisma sama-sama menjatuhkan pilihan untuk menikmati perjalanan bulan madu mereka ke Turki. Beberapa kota pun akan menjadi destinasi bagi keduanya mulai dari Istanbul hingga Cappadocia. Jika beberapa pasangan muda memilih melakukan perjalanan bulan madu ke Benua Eropa, Bisma dan Kanaya memilih untuk mengunjungi satu-satunya negara yang masuk dalam dua benua itu. Ya, Turki merupakan negara transkontinental karena wilayahnya termasuk dalam bagian Benua Eropa dan Asia sekaligus. Oleh karena itulah, Kanaya dan Bisma memilih mengunjungi negeri yang indah ini.
Akan tetapi, sebelum tiba di kota Istanbul, keduanya harus transit terlebih dahulu di Kota Dubai selama 3,5 jam. Kini keduanya, memilih bersantai sejenak di Dubai International Airport (DXB), sebuah bandar udara tersibuk di dunia itu. Saat itu, suhu udara di Dubai begitu panas di kisaran 36 hingga 42° celcius. Seolah matahari bersinar dengan begitu teriknya di kota itu.
“Kita sudah di Dubai, mau jalan-jalan sebentar? Jalan-jalan di sekitar bandara aja sih, karena waktu kita enggak banyak.” Bisma menawarkan kepada Kanaya untuk berjalan-jalan sejenak.
“Boleh … kita mau ke mana? Aku beneran enggak tau arah, aku ngikutin kamu aja. Namun, ini kenapa panas banget. Bandara itu sudah menggunakan AC, tetapi rasanya terik banget di sini. ” ucap Kanaya yang mengaku tidak tau arah saat itu sekaligus dia mengeluh karena Dubai terasa begitu panas.
Bisma pun tersenyum dan terus menggandeng tangan istrinya, “Ada aku … bersamaku, kamu pasti aman. Kamu bawa sunscreen kan? Jika membawanya, pakailah terlebih dahulu. Atau mau aku bantu pakaikan?” tanya pria itu kepada istrinya.
Dengan cepat Kanaya pun menggelengkan kepalanya, "Ada di dalam koper, sementara kopernya dipindahkan ke bagasi pesawat menuju Istanbul kan? Jadi aku tidak membawanya." ucapnya yang memang tidak membawa sunscreen di dalam sling bagnya.
Mengetahui bahwa istrinya tidak membawa sunscreen, Bisma berniat mengajak Kanaya menuju Dubai Duty Freee, mungkin saja di sana Kanaya ingin membeli beberapa barang.
Kemudian, keduanya keluar dari pintu kedatangan menuju Dubai Duty Free yang merupakan surga perbelanjaan yang begitu terkenal di dunia. Mengapa Dubai Duty Free itu menjadi surga perbelanjaan, yang pertama karena kualitasnya yang baik, dan yang kedua adalah harganya yang jauh lebih terjangkau. Oleh karena itu, banyak orang yang melancong hingga ke Dubai untuk membeli berbagai barang branded dengan harga yang lebih murah.
“Kamu mau belanja? Itu ada banyak tas, sepatu, atau parfum. Barang branded dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di Eropa. Semua brand terkenal juga ada, belilah.” ucap Bisma sembari terus menggandeng tangan istrinya itu.
__ADS_1
Dengan cepat Kanaya justru menggelengkan kepalanya, “Enggak … aku enggak suka belanja.”
Kanaya memang orang tidak suka belanja, dan dia termasuk wanita yang lebih membeli barang berdasarkan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan. Mendengar jawaban Kanaya, Bisma justru tertawa. “Beli saja Sayang … Mas belikan semuanya yang kamu mau.” jawabnya sembari terkekeh geli.
Sementara Kanaya justru mengerucutkan bibirnya, “Ishhss, apaan sih Dok … yang panggil Mas, siapa coba?” sanggah Kanaya. Entah kenapa dirinya justru tampak mengerjai Bisma.
Merasa Kanaya yang masih memanggilnya dengan panggilan yang begitu formal, Bisma hanya geleng-geleng kepala. "Kalau kamu tidak membiasakannya, selamanya kamu akan sungkan. Cinta datang karena terbiasa, begitu juga panggilan sayang itu ada karena terbiasa." sahut pria itu.
Melihat Kanaya yang hanya diam, Bisma kemudian berjalan tepat di sisi Kanaya. Satu tangannya meraih tangan Kanaya dan menggenggamnya erat. Pria itu lantas berbisik, "Biasakan untuk bersikap biasa kepadaku. Kamu mau makan? Sebelum terbang lagi menuju Istanbul. Kota ini sangat indah, banyak orang ingin jalan-jalan ke Dubai. Sayangnya kita cuma transit selama 3,5 jam. Andai di sini lebih lama, aku akan mengajakmu ke Burj Khalifa dan ke Palm Jumeirah, pasti akan sangat menyenangkan." ucap pria itu dengan begitu meyakinkan.
Ya, ikon kota Dubai adalah Burj Khalifa. Menara yang terletak di kota Dubai ini memiliki ketinggian 828 meter. Dengan ketinggian yang sedemikian rupa membuat Burj Khalifa menjadi bangunan tertinggi di dunia yang pernah di buat oleh manusia. Dubai dan Burj Khalifa seolah tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ingat Dubai pasti akan ingat dengan Burj Khalifa dan sebaliknya.
“Yakin? Enggak keberatan aku ajak ke manapun? Iya, kapan-kapan kita atur waktu bersama lagi.” tanyanya kepada istrinya.
“Enggak … aku mau kok.” sahut Kanaya lagi.
Kemudian Bisma berhenti di sebuah outlet yang berada di bandara Dubai yang menjual berbagai beraneka make-up untuk wanita, “Sebentar ya …” ucap pria itu kemudian memasuki outlet tersebut.
__ADS_1
Tidak sampai lima menit, Bisma telah keluar dengan membawa sebuah sunscreen untuk istrinya, “Kamu butuh ini, di panas bukan? Jangan sampai kulitmu terbakar.” ucapnya sembari menyerahkan sebuah sunscreen kepada Kanaya. “Juga ini … aku harap kamu suka.” ucapnya lagi dengan menyerahkan sesuatu kepada Kanaya.
“Lipstik?” tanya Kanaya seolah tak percaya dengan pemberian suaminya yang adalah sebuah lipstik.
Bisma pun mengangguk, “Itu ada tulisannya Kiss Proof. Berarti kan aman buat kiss kan?” tanyanya sembari menatap Kanaya.
“Ya ampun Mas … jadi kamu beli ini hanya karena tulisannya yang kiss proof?” tanya Kanaya kepada suaminya. Entah kenapa tiba-tiba suaminya menjadi sosok yang lucu, tertarik dengan labe kiss proof di lipstik itu.
Sungguh dia tidak percaya bahwa suaminya harus repot-repot membelikan sebuah lipstik dengan embel-embel kiss proof itu.
Bisma pun mengangguk, “Iya … ayo nanti kita coba.” sahutnya dengan cepat. “Atau kamu pilihan warna yang lain? Aku akan belikan semua lipstik itu buat kamu.”
Kanaya hanya geleng kepala melihat suaminya itu, ternyata ada sisi lucu dan kocak dalam diri suaminya itu, “Euhm, anyway … makasih ya Mas Bisma. Walaupun aku yakin, kamu beli ini karena niatan tersembunyi.”
Pria itu tersenyum sembari menggaruk belakang lehernya yang sebenarnya tidak gatal, “Enggak … aku cuma penasaran dan ingin uji coba aja. Itu beneran kiss proof atau enggak.” sahutnya dengan menunjuk bagian pada lipstik itu yang bertuliskan kiss proof.
“Kalau setelah uji coba dan ternyata enggak kiss proof gimana?” tanya Kanaya seketika.
__ADS_1
Pria itu hanya tertawa, “Enggak masalah juga sih. Minimal kan kita sudah mencoba. Toh, kalau pun tidak kiss proof enggak masalah, yang penting kita berdua kissable.” jawab pria itu dengan sekenanya. Jawaban yang membuat Kanaya mengerucutkan bibirnya dan merasa agak sebal dengan suaminya itu.