
Tanpa aulia ketahui,seorang atasan bernama feri datang ke ruangannya.
"Bicara dengan siapa kamu aulia?"tanya feri menatap tajam ke arah aulia.
"Oh bapak mengangetkan aku saja,ini orang tuaku pak meminta saya untuk pulang kampung.
Bapak sama ibuk kangen katanya"jawab aulia berbohong.
"Ya sudah kamu cuti saja tidak apa-apa"ucap feri santai lalu berjalan mendekati aulia.
"Pak jangan terlalu dekat seperti ini,bagaimana kalau ada orang yang melihat kita"ucap aulia mencoba menjauhkan tangan feri yang akan menyentuh pahanya.
"Ayolah, kamu gak usah sok jual mahal aulia?.
Apa yang kamu inginkan tas baru atau sepatu?.
Nanti sore aku antar beli ya?"tanya feri yang membuat aulia yang semula cemberut menjadi tersenyum senang.
"Aku tidak ingin berbelanja itu semua pak,tas dan sepatu aku masih banyak yang belum aku pakai.
Aku minta cuti selama 2 minggu dan aku ingin pergi liburan ke luar negeri saja.
Apa saya bisa berangkat besok?"tanya aulia meminta ijin pada atasannya itu.
Feri menggelengkan kepalanya mendengar ucapan aulia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aulia sayang memangnya kamu sudah mempunyai paspor dan visa untuk keluar negeri.
Masalah uang saku sih bisa di atur tapi semua dokumen itu apa kamu sudah punya?"tanya feri memastikan.
"Aku belum punya pak,nanti habis pulang kerja aku akan langsung mengurusnya".
"Apa kamu pikir membuat semua itu besoknya langsung jadi.
Semua itu membutuhkan proses dan waktu aulia.
Apalagi pembuatan paspor bisa sampai seminggu baru jadi"terang feri.
"Terus bagaimana pak,saya ingin pergi ke paris dan bisa shopping di sana pasti menyenangkan"tutur aulia tersenyum tak sabar untuk segera ke negara impiannya itu.
"Bagaimana kalau kita liburan ke labuan bajo,ke lombok atau ke bali aja lebih dekat.
Apa kamu mau, pemandangan di sana juga tak kalah indah.
Kamu juga bisa shopping sepuas mu"ucap feri memberikan tawaran liburan yang lain.
"Ya sudah ke bali saja deh"jawab aulia tak antusias.
Feri tersenyum kemudian mengambil ponsel untuk membuka aplikasi travel memesan tiket pesawat dan booking kamar hotel untuk 2 orang.
"Aku sudah pesan 2 tiket pesawat dan kamar hotel untuk kita berdua"ucap feri.
"Kok berdua,aku kan hanya sendiri ke sana pak".
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri,aku akan menemani kamu liburan di bali.
Masalah pekerjaan kamu tidak perlu khawatir,biar aku yang urus semuanya.
__ADS_1
Besok pagi kita berangkat,aku jemput di kontrakan kamu ya?"tutur feri lalu pergi keluar ruangan aulia.
"Iya pak, terima kasih banyak"ucap aulia menatap kepergian pria itu meninggalkan ruangannya.
Aulia kembali bekerja tinggal beberapa jam lagi waktu untuk pulang.
Setelah pekerjaannya selesai aulia segera menuju ke kontrakannya.
Yang jadi tujuan utamanya adalah kamar mereka karena arman bilang ia menyembunyikan berkas dan atm itu di sebuah laci.
Aulia kembali mengingat-ingat dimana letak laci tersebut.
"Laci rahasia di bawah ranjang!
Ehmm pasti ada di bawah kasur, coba aku bongkar kasurnya dulu"ucap aulia lalu mengangkat kasur dan memindahkannya.
Ia melihat di bagian ujung bawah terdapat laci yang terbuat dari kayu.
"Apa laci ini yang mas arman maksud?"gumam aulia.
Aulia menarik laci tersebut lalu menemukan buku tabungan serta atm dan surat berharga lainnya.
"Ternyata banyak juga aset yang arman miliki,sialan kamu mas sengaja menyembunyikan ini semua dariku.
Harusnya dengan semua ini kita bisa beli rumah sendiri dan gak harus tinggal di kontrakan kecil kayak gini"gerutu aulia merasa sangat kesal.
Aulia lantas memasukkan semua barang berharga tersebut ke dalam tas kerja yang ia bawa.
"Aku harus ke atm dulu nih"gumam aulia segera naik kedalam mobilnya.
Aulia tersenyum setelah ini ia akan pindah ke rumah baru dan tentu saja akan menukar mobilnya yang lama dengan mobil yang lebuh bagus.
"Aku harus belanja baju dan perlengkapan lain untuk aku bawa besok ke bali?"gumam aulia menjalankan mobilnya menuju mall.
Pada malam hari aulia baru selesai berbelanja lalu kembali pulang ke rumah kontrakannya.
Setelah memesan makanan lewat online aulia,ia segera mengisi perutnya dengan makanan enak dan pergi tidur.
Aulia tak sabar ingin segera pergi berangkat berlibur besok pagi.
***Kring kring kring
Ponsel aulia berbunyi,aulia pun terbangun dan meraih ponselnya lalu mematikan alarmnya.
Aulia segera beranjak dari tempat tidurnya untuk segera mandi dan bersiap-siap.
Sebelum berangkat ia menyeduh minuman sereal untuk mengganjal perutnya.
Tin tin tin
Suara klakson mobil feri sudah berada di depan kontrakannya.
Aulia segera memasukkan kopernya di bagasi belakang dan ia segera masuk ke dalam mobil.
Mereka berdua segera meluncur ke bandara karena jarak yang cukup jauh sekitar 1 jam perjalanan.
Setelah sampai di bandara mereka mencari makanan di area situ.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa aulia sayang?"tanya feri sambil menggandeng tangan aulia.
"Aku terserah pak,yang penting makanannya enak.
Soalnya aku sudah lapar sekali"jawab aulia.
"Baiklah aku ada rekomendasi restoran enak di sini.
Ayo ikut aku ke sana"ajak feri berjalan bersama aulia.
Seorang wanita berkaca mata hitam menggunakan masker mengamati dua orang yang tengah bergandengan tangan itu.
Matanya membulat karena mengenal salah satu dari mereka.
"Bukankah itu papa!.
Tapi siapa wanita itu,kenapa mereka terlihat sangat mesra?"ucap wanita itu.
**Hari yang di tunggu telah tiba, saatnya persidangan arman di lakukan.
Arman merasa resah karena aulia tidak mengabarinya sampai sekarang.
Bahkan saat ini aulia pun tidak datang di sana.
"Kenapa aulia kenapa dia belum datang padahal sidang akan di lakukan sebentar lagi"gumam arman sambil mengacak rambutnya frustasi.
Arman yang di bawa ke pengadilan mencoba menemui dan berbicara pada ocha.
"Cha tunggu dulu"panggil arman menarik lengan ocha.
"Apa yang kamu lakukan arman, lepaskan tangan istriku?"ucap adrian tak terima.
"Kamu gak perlu ikut campur adrian,aku hanya ingin berbicara dengan ocha sebentar"ucap arman.
"Cha aku mohon, kamu cabut tuntutan itu ya?"ucap arman memelas.
"Tidak mas,aku tidak ingin mencabut tuntutan ini,kamu sudah merugikan perusahaan.
Aku akan tetap melanjutkan kasus ini!"ujar ocha tegas.
"Kamu tidak kasian melihatku di sini cha, makanan dan tempat di sini sangat tidak nyaman.
Aku minta maaf atas semua perbuatanku,aku akan kembalikan uang perusahaan tapi jangan buat aku berada di dalam penjara ini lagi"ucap arman memohon.
"Itu sudah konsekuensi yang harus kamu jalani mas?"ucap ocha.
"Jalani lah hukuman beberapa tahun ke depan di dalam penjara"timpal adrian.
"Sombong sekali kamu adrian,aku yakin kalian tidak akan hidup bahagia karena ocha itu mandul jadi kamu gak akan mendapatkan keturunan darinya"cibir arman tak terima.
"Jaga bicaramu arman,aku akan buktikan kalau ocha tidak mandul seperti yang kamu bilang"jawab adrian tak terima.
"oh ya,memang kenyataannya selama lima tahun ini aku dan ocha tidak memiliki anak.
Bahkan aku yang baru menikah dengan aulia sebulan saja dia sudah hamil anakku".
"Kamu pasti akan menyesal adrian".
__ADS_1