
Aulia mengepalkan kedua tangannya melihat kedekatan antara nia dan feri.
Lalu ia berjalan untuk mendekati keduanya.
"Hey wanita ular,masih berani kamu dekati pak feri?"bentak aulia pada nia.
"Kamu wanita gak tau diri,sudah punya suami masih aja godain suami orang.
Dasar wanita gak tau malu?"cibir nia tak mau kalah.
"Cukup aulia ini di kantor jangan buat keributan kalau kamu gak mau di pecat dari sini?"ucap feri.
"Pak feri kenapa selalu belain dia sih?.
Dan kenapa blokir nomerku segala?"tanya aulia kesal.
"Ini semua pasti gara-gara kamu"ucap aulia lagi lalu mendorong tubuh nia.
Feri berusaha menjauhkan aulia dari nia agar tidak terjadi pertengkaran.
"Lebih baik kalian segera masuk dan bekerja"ucap feri berjalan mendahului keduanya.
"Mas feri nanti pulangnya bareng ya?"ucap nia mengedipkan sebelah matanya ke arah feri.
"Sialan"umpat aulia menatap kepergian feri dan aulia masuk ke dalam kantor lebih dulu.
**Surya Corp saat ini sudah menjadi perusahaan yang bonafit di Indonesia.
Produknya laku keras di pasaran dan kini pak bastian sudah menyerahkan semua tanggung jawab perusahaan kepada ocha.
Pak bastian dan ibu nur hanya tinggal berdua karena ocha tinggal bersama adrian di rumah baru yang adrian beli sebelumnya.
Ketika asyik menonton berita di televisi ponsel bastian berdering.
Tertera sebuah nama di ponsel itu nama hendro ada di sana.
"Mau apa hendro telepon?"gumam bastian lalu segera mengangkat panggilan itu.
"Halo,ndro?".
"Halo kak,apa kabar?".
"Aku baik,ada ndro tumben sekali kamu menanyakan kabarku.
Padahal kemarin kita baru saja bertemu".
"Tidak,aku cuma mengucapkan selamat sama kakak karena sudah berhasil membuat Surya Corp sebesar sekarang".
"Tentu saja,itu karena kerja keras ocha dna di bantu oleh doni,lisa dan adrian mantuku".
"Apa kakak lupa,regan juga ikut membantunya, betul kan?".
"Tentu saja benar,regan membantu karena regan memang bekerja di sana bukan?".
Mendengar jawaban kakaknya membuat hendro geram dan mematikan panggilan itu sepihak.
Lalu ia berniat untuk menghubungi sang putra yang masih berada di kantor.
Regan yang sedang duduk di depan komputer tiba-tiba mendengar ponselnya berdering.
Ternyata sang ayah yang menelpon dengan segera ia mengangkat teleponnya.
"Halo regan".
"Halo pah,ada apa papah jam segini meneleponku?".
"Apa kamu sudah pikirkan permintaan ayah?".
"Tidak yah, sampai kapan ayah seperti ini?".
__ADS_1
"Kamu harus turuti permintaan papah regan,kalau kamu tidak bisa merebut perusahaan ocha maka papah sendiri yang akan bertindak.
Dan satu lagi kamu tidak akan mendapatkan harta sepeserpun dari papah".
Regan berfikir sejenak ia tak mau hidup miskin.
"Hem baiklah pah,regan usahakan!".
"Bagus,lakukan segera?"ucap hendro puas mendengar ucapan regan lalu mematikan panggilannya.
Regan terdiam bingung harus melakukan apa.
Lantas ia berjalan menuju jendela dan menyalakan sebatang rokok dan menyesapnya sampai habis.
Terlintas sebuah ide agar dia bisa menguasai perusahaan milik ocha.
Meskipun ia nanti harus berhadapan dengan adrian dan teman-teman ocha yang telah membantunya di perusahaan.
Regan pun segera menghubungi papahnya untuk membicarakan rencananya dan bertemu dengan sang papah.
Pria itu tersenyum menyeringai setelah mematikan panggilan telepon.
**Nia keluar lebih dulu menunggu jemputan dari feri.
Karena feri ada tugas di luar nia memilih menunggu di depan sambil bermain ponselnya.
Dari kejauhan aulia melihat nia sedang duduk di depan namun tak lama ia melihat kedatangan mobil feri.
Ketika nia masuk ke dalam mobil feri,aulia bergegas mengambil mobilnya untuk membuntuti mobil feri.
Setelah 30 menit dalam perjalanan mobil feri sampai di depan rumah.
Aulia lantas berhenti mengamati feri dan nia dari kejauhan.
"Papah bawa kuncinya kan?"tanya nia karena jam segini mamahnya masih berada di butik.
"Jadi mereka tinggal satu rumah,sialan.
Ini gak bisa di biarkan?"umpat aulia emosi karena feri tinggal serumah dengan lelaki pujaannya.
Ketika akan menyusul ke dalam rumah,aulia mendapatkan telpon dari atasannya.
"Halo,aulia kamu di mana?"tanya pak rudi atasan aulia.
"Halo pak,ada apa.
Saya lagi di perjalanan pulang"jawab aulia.
"Kamu ke kantor sekarang,tadi uang yang kamu setorkan ke kantor itu kurang"ucap rudi.
"Apa pak, kenapa bisa kurang.
Tadi saya hitung pas?"jawab aulia menyangkal.
"Lebih baik kamu ke kantor dan jelaskan secara langsung kepada saya?"titah pak rudi.
"Baiklah pak, saya ke kantor sekarang?".
Setelah panggilan itu terputus aulia memukul stir nya karena kesal.
"Bagaimana uang setoran itu bisa hilang, sedang dirinya tadi menghitung uang itu pas.
Siapa yang mengambil uang itu?"ucap aulia bertanya-tanya.
Aulia sengaja melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai di kantornya.
Buru-buru aulia pergi ke ruangan pak rudi di lantai dua.
Tok tok tok
__ADS_1
"Pak rudi,ini saya aulia?".
"Masuk aulia, silahkan duduk?"ucap rudi.
"Lihat ini laporan dari nasabah hari ini dan aku hitung uang itu kurang 2 juta rupiah"terang rudi menyodorkan berkas pada aulia.
"Tapi pak,tadi saya hitung uangnya pas.
Saya yakin ada orang yang mengambil uang itu?"ucap aulia.
"Kalau pas gak mungkin saya panggil kamu ke sini aulia?".
"Kalau gak di ambil oleh orang berarti di ambil tuyul pak.
Kan tuyul suka nyolong duit"ucap aulia.
"Ngaco kamu,selama ini tidak ada hal-hal seperti itu.
Pokoknya saya gak mau tau,kamu ganti uang 2 juta itu"timpal rudi.
"Tapi pak,saya gak bawa uang sebanyak itu,besok saya ganti"jawab aulia.
"Baiklah paling lambat besok penyetoran uangnya jadi pasti kamu menggantinya besok aulia"ujar rudi.
Aulia mengangguk terpaksa mengganti uang tersebut.
**Keesokan paginya ocha sarapan bersama dengan suaminya.
"Sayang, nanti habis pulang kerja kita jalan-jalan dulu ya"ajak adrian.
"Iya mas,maaf ya mas.
Aku cuma buat roti isi untuk sarapan kita soalnya aku buru-buru ada briefing pagi"ujar ocha.
"Gak apa-apa sayang,ini juga sudah cukup.
Ayo kita berangkat, sebelum kita telat ke kantor?"ucap adrian menggandeng tangan istrinya.
Sebelum masuk mobil ocha mendapatkan telpon dari regan.
"Siapa sayang yang telpon?"tanya adrian.
"Om regan mas,aku angkat telepon dulu".
Adrian mengangguk sambil berdiri di dekat istrinya.
"Halo om regan?".
"Halo ocha,om mau ijin hari ini libur.
Om merasa gak enak badan hari ini"ucap regan.
"Oh begitu baiklah, semoga om cepat sembuh ya?".
"Iya cha,terima kasih".
Setelah telepon berakhir,ocha bergegas masuk ke dalam mobil.
Seperti biasa adrian hanya mampir sebentar mengantar istrinya ke kantor lalu ia segera pergi menuju kantornya sendiri.
Briefing pagi ini membahas produk baru mereka minggu ini mengalami penurunan.
"Cha penurunan penjualan produk itu karena ada perusahaan kompetitor yang menjual produk yang sama dengan harga lebih rendah?"ujar lisa.
"Tapi apa mereka tidak rugi menjual barang di bawah harga pasaran?"tanya ocha.
"Aku dengar perusahaan mereka mengimpor barang dari luar negeri jadi dapat harga murah cha"terang doni.
Ocha memijat pelipisnya persaingan bisnis memang selalu ada,apalagi di saat dia berada di atas semakin banyak ujian yang akan ia hadapi.
__ADS_1