Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Panggilan Baru


__ADS_3

Usai melakukan pemeriksanaan kehamilan, Kanaya pulang dengan rasa bahagia di hatinya. Terlebih saat pemeriksaan tadi, untuk pertama kali dia bisa mendengarkan detak jantung babynya. Rasanya, wanita itu merasa bahagia dan penuh haru di saat yang bersamaan.


Dengan mendengar detak jantung dari babynya yang masih berada di dalam kandungan semakin menguatkan Kanaya bahwa kini dia tengah menjalani fase untuk menjadi wanita seutuhnya dan sepenuhnya. Ya, mengandung dan melahirkan adalah fase utama dan juga terpenting dalam kehidupan seorang wanita, oleh karena itulah Kanaya pun mensyukuri setiap tahap dalam kehamilannya itu.


"Alhamdulillah banget si baby dalam keadaan sehat ya Sayang." ucap Bisma sembari mengucap perut istrinya itu.


Sekarang pria itu memiliki kebiasaan baru sejak istrinya positif hamil yaitu menciumi perut istrinya menjadi hobi baru bagi Bisma. Bahkan terkadang, pria itu juga melakukan sounding atau mengajak bayinya berbicara.


Pemandangan yang begitu indah bagi Kanaya, dalam dirinya Kanaya yakin bahwa Bisma akan menjadi sosok ayah yang hebat dan luar biasa bagi anaknya kelak.


"Iya Mas ... tadi kamu rekam enggak Mas, yang hasil USG di monitor tadi?" tanyanya kepada suaminya.


Sebab biasanya para pasangan yang melakukan pemeriksanaan ke Dokter Kandungan akan merekam hasil USG melalui monitor dengan kamera handphone mereka.


Mendengar pertanyaan dari Kanaya, Bisma pun mengangguk. Pria itu lantas memberikan handphonenya kepada Kanaya, "Itu Sayang ... kenapa?" tanyanya kepada Kanaya.


"Aku masih pengen dengar detak jantung baby kita, Mas ... terharu banget aku tadi." ungkapnya kepada suaminya itu bahwa dia begitu terharu bisa mendengarkan detak jantung bayinya saat melakukan pemeriksaan tadi.


Mulailah Kanaya mendengar lagi penjelasan Dokter Indri dan juga suara denyut jantung dari bayinya. Lagi-lagi Kanaya pun meneteskan air matanya. Hatinya membuncah dengan kebahagiaan, tidak menyangka bahwa dia bisa merasakan denyut jantung dari janinnya.

__ADS_1


Bisma pun mendekati dan mengusapi air mata yang jatuh di pipi istrinya itu. "Sekarang istriku ini jadi mellow ya." ucapnya dengan begitu lembut.


Sementara Kanaya pun tertawa, "Rasanya ajaib banget Mas ... dulu waktu pertama kali periksa, aku udah pengen dengar detakan jantungnya. Sekarang bisa mendengar untuk pertama kali rasanya luar biasa banget. Kenapa dalam hidupku momen romantis dan dramatis selalu berjalan beriringan. Aku senang banget dan terharu." pengakuannya kali ini kepada suaminya itu.


Bisma pun tersenyum, "Sini aku peluk ... aku juga terharu banget tadi." sahutnya.


"Mas, nanti kalau babynya sudah lahir, dia manggil kita apa Mas?" tanya Kanaya kepada suaminya itu.


Calon orang tua baru biasanya juga akan berdiskusi dengan pasangannya untuk memutuskan panggilan mereka setelah menjadi orang tua nanti. Itu pun yang sedang dilakukan Kanaya dan Bisma saat ini.


"Kamu pengennya apa Sayang? Aku ngikut kamu saja." jawab Bisma.


Mulailah Kanaya berpikir dan mencari-cari nama panggilan bagi mereka setelah menjadi orang tua nanti. Wanita itu pun mulai bergumam.


"Kamu nyamannya dipanggil apa Sayang?" lagi Bisma justru bertanya kepada Kanaya.


Ya, panggilan yang diputuskan hendaknya juga sebuah panggilan yang membuat pribadi itu sama-sama nyaman. Lagipula apa pun anaknya memanggilnya kelak, esensi dari panggilan itu tetaplah sebuah predikat bahwa sekarang mereka berdua telah menjadi orang tua.


Kembali Kanaya mulai berpikir hingga matanya tampak bergerak-gerak, keningnya pun sedikit berkerut yang menandakan bahwa dia tengah berpikir. "Euhm, bagaimana kalau Ayah dan Bunda saja Mas?"

__ADS_1


Bisma pun mendengarkan ucapan istrinya itu, dia pun mulai bergumam, "Ayah Bisma dan Bunda Naya? Oke Sayang ... keliatannya cocok kok. Aku suka-suka saja sih dipanggilan Ayah. Kamu suka enggak dipanggil Bunda?" tanyanya lagi kepada istrinya itu.


Kanaya pun mengangguk, "Suka kok Mas. Jadi deal ya, nanti baby kita ini akan memanggil kita Ayah dan Bunda ya. Deal?"


"Deal Sayang ..."


Keduanya pun lantas sama-sama tertawa, tidak menyangka bahwa tidak lama lagi keduanya akan menjadi orang tua untuk anaknya nanti. Bahkan sekadar menyiapkan panggilan baru saja rasanya begitu indah dan membuat keduanya begitu bahagia.


“Ayah …” kali ini Kanaya tiba-tiba memanggil suaminya itu dengan sebutan Ayah.


Sudah tentu saja Bisma pun menoleh dan satu tangannya bergerak untuk membelai sisi wajah istrinya itu, “Iya … apa Bunda?” sahut pria itu sembari tersenyum manis kepada istrinya.


“Aneh enggak sih Mas?” tanya Kanaya lagi kepada suaminya itu.


“Ya kalau awal-awal aneh itu kan wajar Sayang … kalau terbiasa nanti juga udah enggak aneh kok. Bayangkan saja Sayang, saat anak kita mulai bisa berbicara dan memanggil kita berdua dengan sebutan Ayah dan Bunda, justru membuat hati kita penuh kebahagiaan. Ucapan pertamanya dan cara dia memanggil kita dengan sebutan Ayah dan Bunda dengan matanya yang bening pasti sangat menyenangkan.” ucap pria itu yang seolah turut membayangkan bagaimana anaknya kelak akan memanggil dirinya dan istrinya dengan sebutan Ayah dan Bunda.


Kanaya pun mengangguk, “Iya … nanti lama-lama juga akan terbiasa kok. Iya, aku jadi membayangkan bagaimana anak kita nanti memanggil kita dengan sebutan Ayah dan Bunda, pasti aku bakalan seneng banget, Mas … uhm, kira-kira baby kita cowok atau cewek ya Mas? Kamu pengennya punya baby cewek atau cowok Mas?” tanyanya kali ini kepada suaminya.


“Bagiku mau cewek atau cowok tidak masalah Sayang … yang penting aku memiliki buah hati. Mau cewek atau cowok di mata mereka tetap sama, mereka tetap anakku, anak kita.” ucapnya dengan sungguh-sungguh. “Yang penting kamu sehat, babynya juga sehat. Nanti usia kehamilan 19 - 20 minggu bisa ketahuan jenis kelaminnya Sayang. Waktu cek up lagi, kita minta Dokter Indri untuk melihat lagi aja.”

__ADS_1


Kanaya pun dengan cepat mengangguk, “Iya Mas … aku juga pengen tahu aja sih dia cewek atau cowok. Namun, apa pun itu aku enggak masalah. Yang penting punya satu dulu ya Mas.” ucap Kanaya seolah bernegosiasi dengan suaminya.


“Iya … satu asal kita asuh dan besarkan dengan baik-baik, kelak menjadi anak yang menjaga nama baik orang tuanya, dan mengejar mimpinya, itu sudah cukup Sayang.” ucap Bisma dengan menaruh pengharapan bahwa anaknya kelak bisa menjadi anak yang baik, menjaga nama baik kedua orang tuanya, dan mengejar mimpinya.


__ADS_2