
Masih berada di kediaman Bunda Hesti dan Ayah Tirta lantaran semalam memang Kanaya dan Bisma menginap di sana. Pagi hari Bisma telah bangun terlebih dahulu. Pria itu memilih mengamati istrinya yang masih terlelap.
Senyuman terbit begitu saja di sudut bibir Bisma. Pria itu merapikan anakan rambut yang menutupi wajah Kanaya.
"Aku tahu terkadang kamu tidak bisa menerima keadaan. Hanya saja justru di mataku, kamu menjadi wanita yang begitu hebat dan bisa bertahan di dalam berbagai situasi dan kondisi yang sebenarnya membuatmu tidak nyaman. Aku tahu bahwa menerima keputusan dari Papa Jaya semalam sangat sukar untukmu, hanya saja saat kamu menerima tanggung jawab yang besar itu, aku yakin bahwa aku bisa melakukannya dengan sangat baik," ucap Bisma dalam hatinya sendiri.
Mungkin selama ini orang menilai bahwa Kanaya itu rapuh. Akan tetapi, Bisma sendiri adalah saksi mata bahwa istrinya itu adalah wanita yang begitu kuat.
Wanita yang pernah merasakan kehilangan dalam hidup. Wanita yang pernah mengecap berbagai kepahitan dalam hidup. Bisma adalah saksi bagaimana Kanaya bisa memotivasi dirinya sendiri dan kemudian bangkit. Banyak fase dalam hidup ini yang dilalui Kanaya, bahkan ujian yang berat juga pernah Kanaya rasakan. Sehingga Bisma yakin bahwa istrinya itu adalah wanita yang kuat.
Hingga tidak berselang lama, rupanya Kanaya pun mengerjap. Kelopak mata wanita itu tampak bergerak-gerak perlahan. Hingga sayup-sayup, mata itu terbuka. Sudah jelas hal yang ditangkap pertama kali oleh retina mata Kanaya adalah suaminya itu.
"Pagi Mas," sapa Kanaya dengan suaranya yang serak khas orang bangun tidur.
"Pagi Sayang … kamu sudah bangun?" tanya Bisma dengan begitu lembut kepada istrinya itu.
"Hmm, iya … kamu sudah bangun sejak tadi?" tanya Kanaya kepada suaminya itu.
Bisma perlahan menggelengkan kepalanya, "Enggak … baru saja bangun kok," balasnya.
"Kok aku enggak dibangunin sih?" tanya Kanaya kali ini.
Kembali Bisma menggelengkan kepalanya dan memberikan senyuman di sudut bibirnya, "Bumil perlu banyak istirahat. Jadi gak apa-apa, Sayang," balas Bisma.
"Cuma malu Mas, ini kan di rumah mertua. Jangan sampai dikatain menantu malas karena bangun kesiangan," balas Kanaya.
Bisma terkekeh mendengar perkataan istrinya itu, "Tidak masalah, Bunda juga tahu kalau menantunya ini baru berbadan dua."
Kanaya lantas menyibak selimutnya, hendak menuju kamar mandi untuk sekadar menggosok gigi dan cuci muka. Setelah itu, dia akan turun ke bawah untuk membantu Bunda Hesti menyiapkan sarapan.
"Mas, aku turun ke bawah dulu yah," pamit Kanaya kepada suaminya.
Bisma pun menganggukkan kepalanya, "Iya, mau dianterin enggak?" tanyanya kini.
__ADS_1
"Isshss, cuma turun ke bawah aja dianterin. Aku bisa sendiri kok," balas Kanaya.
Dengan cepat Kanaya pun turun dari kamar suaminya dan menuju ke dapur. Ternyata di sana Bunda Hesti sudah berada di dapur.
"Pagi Bunda," sapa Kanaya kepada mertuanya itu.
"Pagi Nay, kamu sudah bangun? Istirahat saja enggak apa-apa. Ibu hamil gak usah capek-capek," ucap Bunda Hesti pagi itu.
"Enggak capek kok Bunda … lagian semalam Naya juga langsung tidur kok. Dibantuin apa nih Bunda?" tanya Kanaya kepada mertuanya itu.
"Bantuin nyeduh Teh saja, Naya. Sama buatkan kopi untuk Ayahmu," balas Bunda Hesti.
Kanaya pun segera memanaskan air, menaruh Teh tubruk di dalam sebuah poci, dan begitu air sudah mendidih, Kanaya lantas menyeduh Teh itu. Hingga aroma Teh yang harum memenuhi seisi dapur pagi itu. Tidak lupa Kanaya menyeduhkan kopi dalam segelas cangkir keramik untuk Ayah Tirta.
Usai tugas yang diberikan Bunda Hesti sudah Kanaya lakukan, perlahan Kanaya memilih membantu menata peralatan makan di meja makan. Tanpa disuruh, Kanaya sudah bisa melakukan pekerjaannya.
Setelahnya para anggota keluarga mulai turun dan bersiap untuk sarapan. Ada Aksara yang langsung memeluk Bundanya itu.
"Bunda, semalam Aksara bobok duluan," ucapnya.
Sementara itu, melihat semua orang sudah bersiap untuk memulai sarapan, Bisma beranjak sejenak dari tempat duduknya. Pria itu mengambil sesuatu dari tasnya yang sudah berada di ruang tamu.
Susu Ibu hamil.
Rupanya, Bisma mengambil susu khusus untuk ibu hamil dalam kemasan UHT itu untuk istrinya.
“Sayang, kamu minum ini saja yah … mulai dikurangi minum Tehnya. Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak minum yang mengandung kafein,” jelas Bisma kepada istrinya itu.
Mengamati interaksi putranya dengan Kanaya yang terlihat begitu perhatian, Bunda Hesti pun tersenyum.
“Istri yang baru hamil memang membutuhkan perhatian lebih. Dijaga baik-baik ya Bisma … dijaga Naya dan debaynya,” pesan Bunda Hesti kepada putranya itu.
“Iya Bunda … pasti Bisma akan menjaga Kanaya, Aksara, dan debay ini,” balas Bisma.
__ADS_1
Aksara pun turut mengamati sikap Ayahnya yang begitu manis dan perhatian itu lantas berjalan untuk duduk di sisi Ayahnya.
“Itu susu apa Ayah? Aksara boleh minta?” tanya Aksara dengan begitu polosnya.
Mungkin saja Aksara pikir bahwa semua susu UHT adalah susu untuk anak-anak. Padahal sekarang ada juga susu UHT untuk wanita hamil dan susu UHT untuk manula.
Dengan cepat Bisma menggelengkan kepalanya, “Tidak boleh ya Nak … itu susu khusus Bunda yang sedang hamil. Mengandung asam folat biar Bunda dan adik kamu sehat,” jelas Bisma dengan perlahan kepada putranya itu.
Aksara pun perlahan menganggukkan kepalanya, “Oke Ayah … lain kali belikan susu untuk Aksara yah,” pintanya kali ini. “Belikan dua ya Ayah,” lanjut Aksara lagi sembari mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk angka dua.
Bisma pun tersenyum sembari mengusapi puncak kepala putranya itu, “Iya … nanti Ayah belikan susu buat Aksara. Yuk, sekarang sarapan dulu yah. Isi perutnya dengan makanan yang bergizi supaya kamu tumbuh sehat,” ucap Bisma kepada putranya.
Kanaya turut tersenyum mengamati suami dan putranya. Hati Kanaya benar-benar terasa begitu menghangat. Sebab, Bisma benar-benar sosok yang baik hati dan perhati. Pria yang berhasil menyentuh hatinya. Pria yang mencintainya tanpa pamrih, Pria yang selalu setia mendampinginya. Dalam hatinya, Kanaya berharap bahwa Aksara nanti akan tumbuh menjadi pria yang baik, setia, dan penyayang seperti suaminya itu.
...🍃🍃🍃...
Dear My Bestie,
Aku sekaligus mau menginformasikan bahwa cerita ini akan segera berakhir dalam akhir minggu ini yah.
Namun, jangan khawatir ... kalian yang masih ingin melihat kisah keluarga Kanaya dan Bisma bisa segera meluncur di Novelku yang berjudul Aksara untuk Arsyilla.
Mengisahkan pertemuan kembali Aksara dengan Arsyilla di waktu dewasa. Jadi, aku tidak akan mempertemukan keduanya di novel ini yah. Kisah manis dan banyak misteri box menanti kamu semua loh. 😘
Sementara, aku sudah launching Novel terbaru juga berjudul Hasrat Terlarang Sang Istri. Ada pasangan Marsha dan Melvin yang menunggu dukungan kalian loh.
Yuk, bantu ramaikan yuk. Selalu dukung yah... yang sudah mampir, tinggalkan jejak dan komentar yah. 😘😘
Love U,
__ADS_1
Kirana🧡🧡