Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Mulai Goyah


__ADS_3

Pagi ini aulia sudah mulai bekerja seperti biasa di kantor milik regan.


"Aulia bagaimana keadaanmu apa kamu sudah benar-benar sembuh?"tanya yuni.


"Sudah kok,aku udah merasa baikkan.


Aku gak boleh bermanja-manja dengan alasan sakit ku ini yun.


Mau makan apa kalau aku tidak bekerja?"jawab aulia.


"Ya aulia kita memang harus belajar hidup mandiri tidak harus mengandalkan suami saja".


"Kalau aku hanya bekerja begini terus kapan aku kaya?"batin aulia.


"Sepertinya aku harus mencari pekerjaan lain yun?".


"Maksud kamu,kamu akan keluar dari kantor pak regan?".


"Bukan mungkin aku mencari pekerjaan tambahan, beberapa hari lagi aku harus membayar sewa kontrakan"ujar aulia.


"Oh oke aku dukung kamu saja,aku lihat kamu menyewa rumah kontrakan yang cukup luas pasti biayanya juga cukup mahal kan?"tutur yuni.


"Aku gak bisa tinggal di rumah yang terlalu sempit yun,kayak kontrakan lama aku dulu terlalu kecil.


Kamar mandi aja harus gantian sama yang lain,bisa telat masuk kerja kan".


"Iya iya sih, aku pulang duluan ya.


Aku harus mengantar pesanan makanan ke pelanggan"ucap yuni.


Karena memang sudah waktunya pulang kerja,yuni memiliki pekerjaan part time sebagai kurir pengantar makanan di sebuah restoran.


"Yuni tunggu,apa kamu masih bekerja sebagai pengantar makanan?"tanya aulia.


"Iya kalau aku tidak sibuk aku ambil kerja sampingan sebagai kurir makanan online.


Ya lumayanlah aulia walaupun penghasilan yang aku dapat tidak terlalu banyak.


Tapi bisa untuk tambahan uang makan"terang yuni.


Setelah kepergian yuni,aulia hanya diam tak menyadari keberadaan seseorang yang baru keluar dari ruangannya.


"Aulia kamu belum pulang?"tanya regan.


"Oh pak regan,aku sebentar lagi pulang kok".


"Kenapa kamu melamun,apa bekas operasi kemarin masih sakit?".


"Kadang-kadang masih terasa sakit pak".


"Oh lebih baik kamu rutin meminum obat dari dokter agar lukanya cepat pulih.


Aku permisi pulang duluan"ucap regan lalu segera meninggalkan kantornya.


"Sepertinya pak regan memang sudah tak memperdulikan aku lagi.


Gini nih tipe pria suami takut istri, apa-apa harus ijin istrinya.


Padahal kan dia yang cari uang, sementara istrinya hanya di rumah aja.


Pria berhati lembek,cemen"umpat aulia kesal.


**"Revan,apa kamu yakin mau menikahi aku?"tanya hera.

__ADS_1


Saat ini memang keduanya sudah tinggal bersama di sebuah apartemen milik revan sendiri yaitu pemberian dari sang ayah saat ulang tahun beberapa tahun yang lalu.


"Tentu saja,apa yang kamu khawatirkan honey?"jawab revan.


"Tapi orang tuamu sangat membenciku,aku gak mau setelah menikah tinggal dengan mereka.


Pasti aku akan di siksa dan di perlakukan seperti anak tiri selama kamu tidak ada"ucap hera.


"Bundaku tidak seperti itu, buktinya ia sangat menyayangi istri kak adrian".


Tok tok tok


"Buka woy,jangan melakukan hal-hal yang tidak baik di dalam"teriak seseorang dari luar.


"Benar buka pintunya,kalau tidak mau pintu ini akan kami dobrak".


"Revan,itu siapa kok kayaknya rame-rame di luar?"ucap hera sedikit takut.


"Kamu tenang aja,biar aku lihat dulu di luar?".


Revan segera membuka pintu nampak ada beberapa orang sedang berdiri di depan pintu apartemennya.


"Ini ada apa ya pak?"tanya revan.


"Apa kamu tidak tau, aturan untuk tinggal di apartemen sini tidak boleh membawa pasangan yang bukan suami istri untuk tinggal bersama.


Kami lihat anda sudah beberapa hari yang lalu membawa seorang perempuan.


Apa itu istri anda?"tanya seorang pria paruh baya yang tinggal di apartemen itu juga.


"Bukan,dia tunangan saya.


Tapi kami akan menikah minggu depan"terang revan.


"Kami tidak mau tahu,anda sudah melanggar peraturan di sini.


"Apa hak anda mengusir saya,ini apartemen milik saya sendiri.


Jadi saya bebas melakukan apapun di dalam?"ucap revan mencoba mengelak ucapan pria itu.


"Apa kamu tidak membaca peraturan itu,lihatlah dengan baik dan baca.


Bahkan semua penghuni di sini sudah sejak dulu menaati peraturan yang ada"tunjuk pria itu pada beberapa lembar kertas yang menempel pada lorong-lorong di dinding sepanjang apartemen.


Mata hera membulat,ia kira itu hanya sebuah pajangan tapi ternyata mereka menjalankan aturan itu.


"Kayaknya kita salah tinggal di tempat ini revan?"bisik hera.


Revan hanya diam selama berbulan-bulan tinggal bersama dengan hera di apartemen di new york tidak ada orang lain yang ikut campur seperti ini.


"Baiklah saya akan menikah dengan tunangan saya besok pagi"putus regan.


Semua orang mengangguk mencoba mempercayai ucapan revan lalu membubarkan diri.


"Aku harus menemui orang tuaku dulu,kamu tetap di sini gak perlu takut"pinta revan sebelum pergi.


Revan segera mengambil kunci mobil dan bergegas ke rumah orang tuanya.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit revan sudah sampai di rumah orang tuanya.


Karena jam masih menunjukkan pukul tujuh malam,ia yakin orang tuanya masih belum tidur.


"Assalamualaikum bunda ayah".

__ADS_1


"Revan".


"Untuk apa kamu ke sini lagi, kalau kamu masih kekeh ingin tetap berhubungan dengan perempuan itu lagi.


Jangan menginjakkan kaki di rumah ini lagi"ucap bunda diana geram.


"Bunda,kali tolong dengarkan revan dulu.


Besok revan aku menikah dengan hera,karena orang-orang yang tinggal di sekitar apartemen sana menyuruh revan untuk segera menikah"terang revan.


"Apa yang kamu lakukan sampai mereka mengatakan itu?"timpal baskoro.


"Apa kamu mengajak wanita murahan itu tinggal bersama di apartemen?"tanya bunda diana.


"Bagaimana bunda bisa tau?"batin revan.


"Jawab revan?"teriak sang bunda.


Revan hanya menjawab dengan anggukan.


"Anak kurang ajar.


Plak!


Ayah baskoro kembali murka dengan sikap putra keduanya itu dan menampar pipi revan lagi.


"Untuk apa kalian kumpul kebo di apartemen sana.


Apa perempuan itu tidak memiliki tempat tinggal?".


"Keluarga hera tinggal di surabaya bunda,jadi dia sendirian di jakarta".


"Pantas saja kamu di usir dari sana, karena ketahuan tinggal bersama wanita murahan itu"cicit bunda diana.


"Revan ke sini ingin meminta restu pada kalian besok revan akan menikahi hera".


"Sampai kapanpun ayah dan bunda tidak akan menyetujui hubunganmu dengan wanita itu revan"teriak ayah baskoro lalu memegang dadanya yang terasa sakit.


Akkkhhh!!


Bruk!


"Ayah bangun,ini semua gara-gara kamu revan penyakit jantung ayahmu jadi kambuh"ucap bunda diana sangat murka.


Revan langsung membawa tubuh ayahnya di bantu oleh seorang supir pergi ke rumah sakit.


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan ayah,bunda tidak akan memaafkan kamu revan"ucap bunda diana lalu segera masuk ke dalam mobil di susul oleh revan yang hanya terdiam juga mengkhawatirkan keadaan orang tuanya.


Baskoro memang memiliki riwayat penyakit jantung,kalau ia merasa sangat emosi membuat jantungnya memompa lebih cepat dari biasanya.


Mereka segera membawa baskoro ke ruang UGD.


Revan terus mengikuti sampai di depan pintu ruang UGD.


"Untuk apa kamu masih peduli dengan ayahmu,apa kamu masih menganggap kami sebagai orang tua?.


Lebih baik kamu pergi dari sini dan memilih perempuan yang kamu cintai itu.


Jangan harap kamu akan mendapatkan harta sepeserpun dari kami?"ucap diana perasaannya saat ini sangat kacau ia sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya di dalam.


Revan hanya diam sementara dirinya baru lulus dari kuliahnya di new york dan belum bekerja.


Setelah menikah dengan hera bagaimana nasibnya ke depannya nanti.

__ADS_1


Lagipula ia belum terlalu yakin hera itu hamil anaknya karena ia merasa saat melakukan itu pertama kali dengan hera sudah tidak lagi perawan.


Sejak pacaran dengan kakaknya pun hera berselingkuh dengan pria lain siapa tahu ia sudah tidur dengan beberapa pria sebelumnya.


__ADS_2