
Ocha tak begitu khawatir tentang penggelapan uang di perusahaannya karena ia sudah menyewa detektif dan beberapa orang yang akan membantu melacak siapa orang tersebut.
"Ehmm ocha kedatanganku ke sini untuk menanyakan jawaban kamu.
Apa kamu mau menjadi istriku?"tanya adrian sembari menatap ocha yang duduk di depannya.
Dengan berbagai pertimbangan dan keyakinan penuh ocha mengangguk.
Wajah adrian berbinar ia mendekati ocha dan memasangkan cincin lamaran yang sudah ia bawa.
"Terima kasih cha,kamu mau menerimaku.
Aku akan buktikan perkataanku untuk selalu menjagamu dan setia selamanya padamu"terang arman dengan perasaan lega.
"Akhirnya kita jadi berbesan ya pak bastian"ucap pak baskoro merasa lega.
"Iya pak,aku yakin adrian pria yang baik untuk ocha"jawab ayah bastian.
"Kita adakan pernikahannya minggu depan saja"timpal bu diana antusias.
"Apa tidak terlalu cepat jeng?"ujar bunda nur.
"Tidak jeng lebih cepat lebih baik".
"Apa kalian berdua setuju menikah minggu depan?"tanya pak baskoro.
"Aku siap kapanpun,ocha bagaimana denganmu?"tanya adrian.
"Aku setuju tapi aku ingin acara pernikahan sederhana saja,karena ini pernikahan keduaku.
Aku takut mas arman tak terima dan merusak rencana pernikahan kita"jelas ocha.
"Apa yang di katakan ocha itu benar,arman orang yang nekat dan licik"timpal adrian.
"Tidak masalah,yang penting pernikahan kalian sah di mata hukum dan agama".
Tepat pukul sembilan malam keluarga adrian berpamitan untuk pulang.
Kini ocha resmi bertunangan dengan adrian.
**Pagi hari ocha berangkat ke kantor karena mendapat info penting dari detektif yang ia sewa.
Ocha menunggu orang-orang itu di dalam ruangannya sembari mengerjakan beberapa berkas.
Tok tok tok
"Masuk"jawab ocha memperhatikan ada 2 orang detektif beserta lisa dan doni memasuki ruangannya.
"Bu ocha saya menemukan siapa tikus kantor yang bertanggung jawab atas penggelapan uang perusahaan.
Tenyata orang itu adalah pak arman ia sengaja membayar seseorang untuk meretas akun file perusahaan.
Pak arman juga menggunakan akun pak yudi untuk menutupi kejahatannya"ujar salah satu detektif itu.
"Cha ini bukti rekaman yang sesungguhnya dan file yang sudah di hapus ternyata masih ada salinannya.
Kita harus jebloskan arman ke penjara,dia pria licik baru dua bulan bekerja berani sekali menggelapkan dana perusahaan"cibir lisa.
"Aku setuju,kita ada bukti kuat untuk melaporkan kasus ini ke pihak hukum.
Biar arman itu jera mendapatkan hukuman yang setimpal"ucap ocha.
Kedua detektif itu keluar lebih dulu sementara lisa dan doni masih ada di sana.
__ADS_1
"Cha aku punya pengacara hebat untuk membantu kita menangani kasus ini"ujar doni.
"Aku akan meminta tolong hendra saja kak,dia juga sudah membantuku menangani kasus perceraianku dulu"terang ocha.
"Hah si genit hendra memang tidak di ragukan lagi kinerjanya.
Tapi dia suka sekali menggoda mu cha?"timpal lisa.
Ocha tersenyum tapi ia puas dengan hasil kinerja pengacara bernama hendra itu.
Tak menunggu lama ocha menghubungi hendra mengajaknya untuk bertemu dan menyerahkan bukti kecurangan arman padanya.
"Halo cha ada apa kamu meneleponku?".
Apa kamu merindukanku?.
Maaf ya aku akhir-akhir ini sibuk sekali jadi tak sempat menghubungimu"ucap hendra panjang lebar.
"Aku perlu bantuanmu hen,bisa kita bertemu?"tanya ocha.
"Tentu saya bisa,aku akan menemui di kantor.
Tunggu lah lima belas menit lagi aku sampai"ucap hendra langsung mematikan panggilan.
Ocha hanya menggelengkan kepalanya,ia yakin hendra bisa membantu untuk menangani kasus ini.
Tok tok tok
"Siapa ya,masuk?"ucap ocha.
"Halo ocha cantik,janda kembangku?"ucap hendra langsung duduk di kursi depan ocha.
"Hendra aku kali ini tak ingin bercanda,aku membutuhkan bantuan mu?"ujar ocha sudah sangat hafal dengan sikap hendra.
Ocha menceritakan semua kejadian yang terjadi di kantornya dan menyerahkan bukti yang sudah ia dapatkan.
"Aku yakin bukti ini cukup kuat untuk menjebloskan arman ke penjara.
Arman itu ternyata pria gak tau diri,sudah bagus di terima kerja di sini pakai acara korupsi segala"cibir hendra kesal.
"Apakah kamu bisa membantuku sekarang hen?"tanya ocha.
"Tentu saja serahkan semua padaku,cha kamu belum memberikan janjimu untuk mencium ku sampai saat ini"ucap hendra tanpa malu.
Mata ocha melotot dan menatap tajam ke arah hendra.
"Jangan menatapku begitu cha,aku takut jadinya.
Apalagi kalau adrian sampai tau aku menggoda calon istrinya bisa di gorok leherku"ucap hendra terkekeh.
"Bagaimana kamu bisa tau hal itu?"tanya ocha penasaran.
"Cincin yang kamu pakai itu belinya sama aku.
Adrian bingung milih jadi aku yang milih modelnya.
Aku balik ke kantor ya cha,kalau ada informasi lagi aku langsung menghubungimu ucap hendra membuka pintu lalu berjalan ke luar.
"Bukankah itu pengacara kurang ajar itu?"ucap arman melihat hendra keluar dari ruangan ocha.
"Mau apa dia ke sini, pasti mau godain ocha?"gumam adrian lalu mendekati hendra.
"Wah sang pengacara handal,sedang apa kamu di sini?"ucap arman menghadang jalan hendra.
__ADS_1
"Oh ternyata kamu pria gak tau diri,apa yang kamu lakukan di sini.
Ah aku lupa kamu bekerja jadi bawahan mantan istrimu sekarang"cibir hendra terkekeh.
"Jangan sembarangan bicara kamu, sebentar lagi aku akan lebih kaya dari ocha"ujar arman.
"Oh ya lihat saja nanti?"jawab hendra berlalu meninggalkan arman dengan terus menatap tajam ke arahnya.
**Sebelum pulang arman mendapat telpon dari aulia.
Untuk menjemput dirinya di tempat kerjanya.
Sesampainya di depan kantor aulia arman turun menunggu di dekat mobilnya.
"Kamu pulang bareng siapa?"tanya sinta pada aulia ketika mereka jalan bersama keluar dari kantor.
"Sama suamiku lah,siapa lagi?"jawab aulia sembari merapikan rambutnya.
"Jadi dia suami mu aulia,aku kira dia cuma temanmu saja?"ujar sinta.
"Lalu pria tua yang selalu menjemputmu itu siapa?"tanya sinta penasaran.
"Bukan siapa-siapa,kamu gak perlu tau urusanku"jawab aulia ketus.
Aulia segera berjalan dahulu menghampiri arman yang sudah menunggunya.
"Mas kamu sudah lama di sini?"tanya aulia sembari mengecup pipi arman.
"Gak sayang aku baru sampai kok,kita pulang sekarang ya?"ujar arman.
"Mas kita mampir dulu ya,ada tas terbaru keluaran Gucci"ujar aulia dengan wajah memelas.
"Tas kamu kan banyak yang belum kepakai kenapa beli lagi".
"Mas ini kemauan anak kamu lo,kamu mau anak kamu jadi ileran?"ucap aulia dengan bibir cemberut.
Arman menghembuskan nafasnya perlahan terpaksa ia menuruti kemauan istrinya.
**Ketika ocha sedang berada di dapur ia melihat ponselnya berdering.
Tertera nama hendra di layar lalu ocha segera mengangkat panggilan itu.
"Halo hen?".
"Halo cantik,kamu lagi apa?".
"Aku lagi di kamar,ada kabar apa hen?".
"Ah padahal aku ingin membahas hal lain tapi ya sudah lain kali saja.
Ini mengenai laporan kasus kecurangan di perusahaanmu oleh arman sudah di proses semuanya hanya menunggu arman di jemput polisi saja"jelas hendra.
"Wah benarkah, baguslah ini berita bagus.
Biar mas arman mendapatkan hukuman dari perbuatannya itu".
"Memang pria seperti dia pantas di hukum cha.
Cha aku boleh tanya sesuatu gak?".
"Tanya apa hen?".
"Apa alasan kamu menerima lamaran adrian,apa kamu sudah mencintainya?.
__ADS_1
Kalau belum lebih baik kamu menikah denganku saja?".