
"Kenapa sih tamu bulanannya datang, pas aku baru pengen," ucap Bisma kali dengan spontans.
Kanaya hanya menggeleng, "Memang siklusnya gitu, aku harus gimana coba?" tanyanya kali ini kepada suaminya.
"Harus banget yah?" Seolah pria itu masih tidak rela dengan siklus bulanan dari istrinya itu.
Entah justru kini Kanaya benar-benar tertawa, "Makanya seminggu kemarin aku free, kamunya yang sibuk banget. Sekarang, uring-uringan sendiri kan?"
Tidak mengelak, memang setiap wanita memiliki siklus bulanannya sendiri-sendiri. Hanya saja bagi Bisma kali ini, mengapa siklus itu harus datang saat dirinya begitu merindukan Kanaya.
Hingga akhirnya Bisma pun mendesah pelan, "Ya sudah deh, aku sabar … hanya saja aku bakalan pusing banget," akunya kali ini.
Sementara Kanaya memilih memejamkan matanya, dia sepenuhnya mendengar gumaman suaminya. Hanya saja, Kanaya juga tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa bersabar saja.
***
***Tiga hari kemudian … ***
"Sayang, aku pusing banget loh," keluhnya kini kepada Kanaya.
Lagi, Kanaya hanya tertawa, "Sabar … baru juga hari yang ketiga," jawabnya.
"Berapa lama lagi?" tanya Bisma yang seakan terlihat tidak bisa bersabar lebih lama.
"Empat hingga lima hari lagi," jawab Kanaya.
Bisma pun seolah lemas, pasrah, hanya bisa menunggu. Dirinya harus lebih banyak bersabar.
Kanaya kemudian menggenggam tangan suaminya itu, "Sabar dulu… kan dulu waktu aku masa nifas, kamu kuat nahan lama loh, Mas. Kok sekarang uring-uringan kayak gini sih?" tanya Kanaya kepada suaminya itu.
“Enggak tahu, mungkin memang aku baru kangen sama aku aja Sayang,” ucapnya kali ini.
“Kamu kalau kayak gini kayak ABG aja sih Mas, gak bisa nahan,” ucap Kanaya lagi.
Bisma kemudian tertawa, “Enggak tahu Sayang, kan ya yang tahu cuma kamu. Yang pegang Kartu AS-ku kan ya cuma kamu Sayang, tidak ada yang lain,” sambung Bisma.
__ADS_1
Kemudian Kanaya pun beringsut dan membawa dirinya untuk memeluk Bisma, menghirupi aroma Woody yang menyegarkan dan memberikan efek tenang itu, Kanaya hanya diam mendengarkan detak jantung suaminya yang berdetak seirama.
“Mas …,” dipanggilnya lah suaminya itu.
“Hmm, apa Bundanya Aksara?” tanya Bisma kini.
Kemudian Kanaya menggelengkan kepalanya, “Enggak, aku juga kangen saja sih sama kamu,” jawabnya kini.
“Mau liburan? Sama Aksara?” tanya Bisma kemudian.
Perlahan Kanaya pun mengurai pelukannya dan kemudian menatap wajah suaminya itu, “Boleh … yuk, mau kemana Mas?” tanyanya kini kepada Bisma.
“Maunya kamu di dalam negeri atau di luar negeri?” tanya Bisma kini.
“Aku sih ngikut kamu saja Mas, ke mana saja asalkan sama kamu, aku mau kok,” jawabnya.
Bisma kemudian tampak berpikir, ada beberapa kota yang terlintas untuk dia kunjungi dengan istrinya saat ini. Hanya saja, karena membawa Aksara maka mereka juga harus memikirkan kenyaman Aksara yang masih Batita (bawah tiga tahun).
“Ke Bandung saja yuk Mas? Sekalian nanti nyamperin Giselle dan Gibran, gimana mau enggak?” tanya Kanaya kini kepada Bisma.
Kanaya pun mengangguk, “Oke, siap … aku pilihkan hotel yang viewnya bagus ya Mas, biar betah di hotel. Sekali pun gak bisa kemana-mana, tetapi kalau hotelnya viewnya bagus kan ya sudah enak tuh, sama kamu biar enggak uring-uringan,” goda Kanaya dengan terkekeh geli.
Bisma pun tertawa, “Terserah kamu, aku ngikut Ibu Negara saja, asalkan kita sama-sama senang. Aksara juga senang. Nanti aku cari tempat wisata yang cocok lah buat Aksara, wisata edukasi. Maaf ya Sayang, kalau punya baby jalan-jalannya cari yang wisata edukasi, gak bisa yang wisata romantis,” ucap Bisma.
Kanaya kemudian menganggukkan kepalanya, “Enggak apa-apa, kan ya sekarang kita fokus dengan Aksara dulu. Menstimulasi dia, biar tumbuh optimal di semua aspek. Sekarang sih, bagiku Aksara nomor satu,” ucap Kanaya dengan sungguh-sungguh.
“Benar Sayang, seminggu yang lalu aja, aku merasa bersalah banget sama Aksara. Akan tetapi, lihat dia udah sehat, bisa berbicara walau pun belum jelas, aku udah senang. Semoga nanti di ulang tahunnya yang kedua, Aksara sudah makin lancar yah bicaranya. Kalau pas ulang tahun yang kedua, Aksara bicaranya belum ada peningkatannya kita ke terapis anak ya Sayang, biar Aksara ikut terapi bicara,” jelas Bisma kali ini.
Kanaya mendengarkan penjelasan Bisma dengan sepenuh hati, “Oke Mas, aku juga menunggu saat Aksara bisa bicara lancar. Semoga saja nanti Aksara bisa cepet lancar bicara. Mas, tetapi katanya kalau anak kecil itu jalannya yang lebih dahulu, bicaranya belakangan ya? Nah, Aksara kita ini kan ya jalannya duluan,” ucap Kanaya.
Bisma kemudian mengangguk, “Katanya orang sih begitu, tetapi perkembangan anak pada dasarnya bisa berbeda-beda kok. Ada juga yang anak bisa berjalan dan sekaligus bisa berbicara, tetapi memang beberapa bulan lalu respons nya Aksara kurang, bicaranya juga belum jelas, jadi doaku semoga Aksara segera berkembang kemampuan responsifnya dan bicaranya.”
“Iya Mas, semoga …,” jawab Kanaya.
Sebagai orang tua Kanaya dan Bisma hanya ingin yang terbaik untuk perkembangan Aksara. Jika pun ada kelambatan dalam grafik perkembangannya, maka Bisma dan Kanaya pun akan mengupayakan untuk bisa memaksimalkan tumbuh kembang Aksara.
__ADS_1
...🍃🍃🍃...
Dear My Bestie,
Aku mau promosikan karya beberapa teman sesama Author. Jika berkenan silakan mampir ya..
Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam) karya Author Febyanti.
Kembalinya Sang Putri karya Author Syashi.
Nikah Kontrak Dengan Duda 40+ karya Aisy Arbia.
Terima kasih ya semuanya..
Love U All,
Kirana
__ADS_1