
Kurang lebih Bisma menambah waktu satu hari bagi Kanaya untuk menginap di Rumah Sakit karena luka Caesar yang dialami oleh istrinya. Sekalipun Kanaya merajuk dan ingin segera pulang ke apartemennya, tetapi Bisma tetap bersikeras bahwa istrinya itu masih membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya.
“Mas, aku pengen kembali ke apartemen,” rajuknya dengan menatap wajah suaminya yang duduk di tepi brankar Rumah Sakit itu.
“Sabar Sayang … tambah satu hari aja. Lagipula, baru beberapa saat yang lalu kamu bisa berjalan. Pemulihan untuk Ibu yang melakukan operasi Caesar lebih lama Sayang … kalau kamu melahirkan normal, satu jam setelah melahirkan kamu bisa berjalan. Akan tetapi, karena kamu Caesar jadi tolong sabar dulu.” Bisma menjelaskan kepada istrinya yang tengah merajuk itu.
Kanaya sudah tampak berkaca-kaca, buliran air mata sudah tampak menggenang di pelupuk matanya. “Aku enggak betah di sini …,” ucapnya lagi yang mengakui bahwa dirinya merasa tidak betah di Rumah Sakit.
“Apa yang membuat kamu tidak betah? Suamimu ada di sini, Aksara juga ada di sini.” Bisma kembali bertanya dan menyatakan bahwa sesungguhnya tidak ada alasan bahwa tidak ada alasan bagi Kanaya untuk merasa tidak betah karena suami dan anaknya ada di sampingnya.
“Enakan di apartemen kita … lagian makanan di sini hambar, aku enggak suka. Aku sudah kangen dengan kamar di apartemen,” jawabnya.
Mungkin aja jawaban yang terkesan kekanak-kanakan, tetapi memang saat berada di Rumah Sakit ada rasa ingin segera keluar dan kembali ke kediaman kita. Itu juga yang dirasakan Kanaya. Dia ingin kembali ke apartemennya.
Perlahan Bisma menatap wajah istrinya itu, “Sabar … perpanjangan sehari tidak hanya membuatmu berbaring di ranjang ini saja. Aku sudah atur supaya mengikuti Kelas Neonatal. Jadi sekalian kita belajar caranya merawat bayi, cara memandikan, merawat tali pusarnya, dan lain-lain. Sehari ini aja, besok siang kita kembali ke apartemen.”
Apa yang disampaikan oleh Bisma memang ada benarnya, itu semua karena mereka berdua adalah orang tua baru yang harus belum berpengalaman merawat bayi yang baru saja lahir. Sehingga dengan mengikuti kelas Neonatal akan membantu mereka untuk bisa merawat Aksara dengan baik.
“Ya sudah … tetapi, besok beneran pulang ke apartemen ya.” Kanaya kali ini mengalah, tetapi dia tetap ingin besok bisa segera ke apartemennya.
“Iya-iya … besok kita kembali ke apartemen.” Bisma mengiyakan permintaan dari istrinya itu.
***
Menjelang siang, seorang perawat pun datang untuk memberikan Kelas Prenatal kepada Bisma dan Kanaya.
"Selamat siang Bu Kanaya dan Dokter Bisma," sapa salah satu perawat itu kepada Kanaya dan juga Bisma.
"Ya, siang ..." Bisma dan Kanaya menjawab nyaris bersamaan.
__ADS_1
"Saya akan memberikan Kelas Neonatal kepada Ibu Kanaya ya." Perawat itu mengatakan tujuannya datang ke kamar Kanaya adalah untuk memberikan Kelas Neonatal kepada Kanaya dan Bisma.
"Nah, Neonatal itu fase kehidupan bayi yang dialami hingga usia 28 hari pertama sejak kelahirannya. Dalam keadaan neonatal, bayi masih harus menyesuaikan keadaan yang berada di luar rahim. Sementara itu, orang tua baru masih sering kebingungan dan takut dalam mengambil sikap. Kesalahan orang tua itu biasanya takut untuk mencoba, padahal kalau sudah mencoba dan sudah terbiasa pasti bisa," penjelasan perawat itu yang mendapatkan anggukan dari Kanaya dan Bisma.
Setelah memberikan sedikit penjelasan kepada Kanaya dan Bisma, mulailah perawat itu mengajarkan teknik-teknik merawat bayi yang baru lahir mulai dari cara mengganti diapers, cara memandikan bayi, cara menyendawakan bayi setelah meminum ASI, dan bagaimana cara menggendong bayi dari usia baru lahir hingga usia 3 bulan.
Kanaya dan Bisma pun sama-sama memperhatikan setiap pelajaran yang disampaikan oleh perawat tersebut.Tidak jarang, kedua orang tua baru itu sama-sama mengangguk dan tangannya seolah bergerak mengikuti cara yang dilakukan oleh sang perawat.
"Jadi, bagaimana Bu Kanaya? Ada yang masih belum paham?" tanya perawat tersebut setelah memberikan seluruh teknik merawat bayi yang baru saja lahir.
"Keliatannya bisa sih ... cuma memang harus latihan supaya terbiasa. Soalnya, ini pengalaman pertama saya, jadi takut." Kanaya mengatakan bahwa memang dia tidak memiliki pengalaman dan itulah yang membuatnya takut.
Perawat itu pun kemudian tersenyum, "Semakin sering merawat babynya, nanti akan semakin terlatih dan bisa semakin terampil kok Bu," jawabnya.
Setelahnya, rupanya Aksara pun terbangun dan bayi itu menangis. Kanaya tampak pelan-pelan berjalan dan menggendong bayinya itu.
"Nah, cara gendongnya sudah benar ya Bu Kanaya. Kemudian, bayi itu menangis pasti karena ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Coba Ibu Kanaya cari tahu apa yang membuat si Adik menangis?" tanya perawat itu kepada Kanaya.
"Euhm, ini diapersnya penuh deh." jawab Kanaya sembari tertawa karena dia merasakan bagian pantat Aksara yang basah.
"Nah, benar Bu ... jadi merawat bayi baru lahir tidak hanya melakukan cara-cara yang sudah saya praktikkan tadi, tetapi butuh kepekaan juga. Sekarang, Ibu Kanaya belajar sekalian menggantikan diapersnya ya." Rupanya si perawat sekaligus meminta Kanaya untuk praktik.
Kanaya pun mengangguk, "Oke ... ayo Nak, kita ganti diapers dulu ya. Anak Bunda diapersnya sudah penuh ya." ucapnya yang mengajak Aksara untuk mengobrol.
Perlahan dia menidurkan Aksara di atas tempat tidur, melepas diapers perekat yang dikenakan bayi baru lahir itu, kemudian menggantinya dengan diapers yang baru.
"Sudah selesai ..." Ibu muda itu berbicara dengan menunjukkan senyuman di wajahnya.
"Bagus Bu ... nanti sore kita akan memandikan si baby dan Ibu Kanaya yang akan memandikan babynya ya. Kelas Neonatal kali ini sampai di sini. Jangan merasa takut ya Bu, dengan terus berlatih dan mencoba sudah pasti setiap Ibu bisa merawat bayi mereka yang baru lahir," pesan terakhir dari perawat itu kepada Kanaya ketika dia hendak meninggalkan kamar yang ditempati Kanaya itu.
__ADS_1
Setelah itu Bisma pun mendekat dan mengacungkan dua ibu jarinya kepada istrinya itu, "Kamu hebat Sayang ... benar, banyak berlatih pasti nanti terampil kok mengasuh dan merawat Aksara."
Kanaya kemudian mengangguk, "Iya Mas ... walaupun aku takut sebenarnya. Tubuh dia sekecil ini, semungil ini, terlihat rapuh. Jadinya aku hati-hati banget," jawabnya.
"Berarti benar ya, Aksara nangis karena tidak nyaman dan sekarang setelah berganti diapers dia sudah tenang. Menjadi orang tua baru menyenangkan juga ya Sayang." Bisma kembali berbicara dan kali ini dia tengah berusaha mengangkat bayinya dan menggendongnya perlahan.
"Anak Ayah diapersnya sudah ganti ya ... sudah nyaman sekarang. Lucu banget sih kamu, Aksara." ucapnya sembari menggendong putranya itu.
...🍃🍃🍃...
Dear My Bestie,
Aku membuat karya baru nih. Dengan cerita yang tak kalah seru. Mampir yuk ke cerita yang juga akan terbit setiap hari ini.
• Aksara Untuk Arsyilla
Mengisahkan Aksara dewasa yang kembali bertemu dengan Arsyilla. Sekian tahun berlalu, tetapi keduanya justru bertemu dalam One Night Stand yang tak disengaja.
• Rahim Sewaan Mr. CEO
Kisah pilu berdampingan dengan sosok Sara Valeria. Nyaris menjadi korban pemerkosaan ketika dirinya bekerja, hingga takdir membawanya bertemu Belva Agastya yang menolongnya dengan tujuan ingin menyewa rahimnya.
Yang sudah mampir, tinggalkan jejak yahh...
Love U All,
__ADS_1
Kirana💓💓