
Rupanya tidak membutuhkan waktu lama bagi Bisma untuk mengetahui apa yang terjadi. Jujur saja, Bisma begitu geram dengan siapa yang sudah melakukan sebuah kejahatan cyber dengan menguak kembali masa lalu istrinya. Tanpa menunggu waktu lama, Bisma pun menelpon saudaranya yang saat itu adalah Mahasiswa Teknologi dan Pendidikan. Tama, adalah nama saudara Bisma itu.
"Sebentar ya Sayang, aku mau telepon saudara aku dulu." ucap Bisma yang mengurai sejenak pelukannya dari istrinya dan mulai menelpon saudaranya itu sejenak.
Setelahnya Bisma segera mencari kontak saudara itu dan segera menekan ikon gambar telepon berwarna hijau di handphonenya.
"Halo Tama ..." sapa Bisma kepada saudaranya itu ketika panggilan selulernya telah terhubung.
"Ya, halo Mas ... ada apa tumben telepon aku." sahut Tama melalui panggilan telepon itu.
"Begini Tam, aku mau minta tolong. Kamu bisa enggak bantuin?" tanya Bisma terlebih dahulu.
Dalam pikirannya sekarang ini, Bisma mengira bahwa Tama cukup handal di bidang IT, sehingga dia memang membutuhkan orang yang bisa membersihkan jejak digital dari postingan yang mencemarkan nama baik istrinya itu.
"Ada apa emangnya Mas?" sahut Tama dengan penasaran.
__ADS_1
Bisma menghela napasnya sejenak, sebelum mulai berbicara. "Begini, ada sebuah akun yang mengunggah masa lalu istriku. Coba kamu lihat di situs homepage Jaya Corp dan postingan di media sosial dengan tagging Jaya Corp dan Kanaya Salsabilla, nama istriku. Di sana, ada sebuah akun yang melakukan pencemaran nama baik dengan mengunggah foto-foto masa lalu istriku dan menyebarkan berita fiktif. Apa bisa kamu membersihkannya?" ceritanya kepada Tama.
Di seberang sana, mulailah Tama mengutak-atik dengan laptopnya. Berusaha membersihkan kekacauan yang disebar oleh sebuah akun itu. Tidak membutuhkan waktu lama, unggahan di kolom situs homepage Jaya Corp sudah bisa diturunkan, kemudian untuk postingan di media sosial, Tama melaporkannya kepada pihak pemilik media sosial untuk tidak menyebarluaskan berita tersebut.
"Sudah Mas Bisma ... yang kabar di situs sudah bisa diturunkan. Yang di media sosial tunggu dulu. Ngomong-ngomong dulu Mbak Kanaya memang sebesar itu ya Mas?" tanya Tama dengan penasaran.
"Iya ... tapi itu kan dulu. Apa ada yang salah?" tanyanya kembali kepada Tama.
"Tidak Mas ... tidak kok. Aku cuma bertanya. Oke Mas, ditunggu ya. Jika sudah benar-benar bersih aku kasih tahu. Aku juga akan mencari tahu akun tersebut, Mas." ucap Tama kepada Bisma.
Setelahnya, mulailah Bisma memeluk lagi istrinya itu. "Sudah selesai Sayang ... ada sebuah akun yang mengunggah foto-fotomu di masa lalu, dan menyebarkan berita tidak baik katanya kamu bisa di posisimu sekarang ini karena kamu adalah mantan menantu CEO Jaya Wardhana." cerita Bisma pada akhirnya.
Bisma pun memegangi bahu Kanaya, "Kamu tenang saja, tadi aku tuh telepon saudaraku yang kuliah di IT gitu buat menurunkan postingan itu. Sudah kamu tenang, kita hadapi bersama-sama ya."
Ucapan Bisma membuat Kanaya mengangguk, dia yakin bahwa bersama dengan suaminya, dia bisa mendapatkan kekuatan lebih untuk menghadapi setiap cobaan yang ada di hadapannya sekarang ini.
__ADS_1
...🍁🍁🍁...
Sementara itu di Jaya Corp, Papa Jaya pun turut mendengar desas-desus yang terjadi hari ini terkait dengan masa lalu Kanaya dan juga kabar yang menyebutkan bahwa Kanaya bisa menjadi Direktur Keuangan bukan karena kompetensi yang dia miliki, tetapi karena posisi Kanaya sebagai mantan menantu.
Oleh karena itulah, Papa Jaya selaku Direktur Utama pun cukup murka. Dengan cepat, dia memanggil seluruh Direksi dan memberitahukan fakta yang sebenarnya.
"Siang semuanya, pertemuan kali ini cukup mendadak karena adanya desas-desus yang cukup menghebohkan secara internal di Jaya Corp yaitu terkait Kanaya, Direktur Keuangan. Saya sampaikan, Kanaya bisa sampai di tahap ini karena dia memang mampu dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Posisinya sebagai mantan menantu saya tidak berarti apa pun. Oleh karena itu, saya selalu Direktur Utama Jaya Corp mengharap setiap dewan direksi untuk bisa menyampaikan kabar yang sesungguhnya. Minta semua staf bekerja dengan benar, menggunakan waktu mereka untuk bekerja dengan tanggung jawab. Saya mempekerjakan mereka dan menggaji mereka bukan untuk menggosipkan Kanaya yang sudah saya angkat sebagai anak angkat saya." ucap Papa Jaya dengan tegas.
Mendengar himbauan yang diberikan dari Papa Jaya, para dewan direksi pun mengangguk. Usai pertemuan terbatas itu, mulailah para direksi menyampaikan kepada seluruh staf di divisi masing-masing untuk berhenti menggunjingkan Kanaya.
...🍁🍁🍁...
Kembali di apartemen Bisma dan Kanaya, keduanya sama-sama duduk tentunya dengan pikiran masing-masing. Bisma masih menunggu unggahan yang menyeret nama istrinya itu benar-benar bisa dikendalikan bahkan rekam jejaknya bisa dihapus. Sementara Kanaya juga berputar-putar dengan siapa orang yang berusaha untuk menjatuhkannya itu.
Menyadari kekalutan Kanaya, Bisma pun mulai mengeluarkan suaranya, "Sudah ... tidak perlu dipikirkan. Aku akan selesaikan semuanya. Aku akan membersihkan kasus ini dan memulihkan nama baik kamu." ucapnya dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Sementara Kanaya perlahan mengangguk, "Iya Mas ... terima kasih karena sudah menemani dan mensupportku." jawabnya dengan tulus.
Jika bukan Bisma yang menjadi suaminya, mungkin saja justru Kanaya larut dalam masalahnya dan berita miring yang menimpanya. Akan tetapi, Bisma, suaminya itu benar-benar mensupportnya dan selalu ada buatnya.