
Di tempat yang berbeda, Sandra tampak kesal karena pertemuannya yang tidak disengaja kemarin dengan Kanaya. Di dalam pikirannya, Kanaya lah yang justru telah bersalah dan menghancurkan hidupnya, sehingga wanita itu pun sangat membenci Kanaya.
Beberapa Bulan yang Lalu …
Memang benar jika Sandra berani bermain api di belakang Darren. Bahkan aksinya dengan sang fotografernya dipergoki oleh Darren secara langsung. Saat itu, karena emosi Sandra pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Darren. Bahkan usai kepergian Darren dari apartemennya, Sandra pun tetap melanjutkan percintaannya dengan sang fotografer tersebut.
Selang satu minggu, rupanya Darren kembali datang ke apartemen Sandra. Bukan untuk meminta maaf, tetapi pria itu datang untuk meminta ATM yang selama ini dia berikan untuk Sandra, tidak hanya itu Darren pun mengancam akan mengambil semua yang sudah dirinya berikan kepada Sandra. Sebagai seorang wanita dengan gaya hidup yang tinggi tentu saja kucuran rupiah yang diberikan Darren setiap bulannya sangat berarti untuk Sandra. Saat Darren menghentikan aliran danannya, itu artinya Sandra harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Terlintas dalam pikiran Sandra untuk mengajak Darren berbaikan, dengan motif supaya dia bisa mendapatkan kembali kartu ajaib dari Darren tersebut.
“Babe, bisakah aku minta maaf? Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi kan?” bujuk Sandra saat itu kepada Darren.
Biasanya Darren akan mudah termakan dengan bujuk rayunya yang manis, karena itulah kali ini pun Sandra kembali menggunakan ucapan manisnya untuk merayu Darren dan mengharapkan pria itu akan kembali ke sisinya.
“No. Aku tidak bisa kembali bersamamu lagi.” sahut Darren dengan menunjukkan wajah datarnya saat itu.
__ADS_1
Merasa rayuannya tidak berhasil, Sandra berusaha menarik perhatian Darren dengan cara lain. Dia sangat mengenal Darren, karena itu dia mencoba dengan cara yang tentunya disukai Darren, dan selama ini cara itu tidak pernah gagal.
Tanpa aba-aba, Sandra duduk di pangkuan Darren, wanita itu membuka sendiri kemeja yang dia kenakan hingga menunjukkan bagian atas tubuhnya kepada Darren. Setelahnya, Sandra mencoba menciumi pipi, bibir, hingga leher Darren. Tangannya bergerilya ke sana kemari, hingga terhenti pada bagian utama tubuh pria itu. Menggenggamnya erat dan menggerakkannya perlahan. Akan tetapi, di atas sana Darren justru sama sekali tidak bereaksi sama sekali. Biasanya, apa yang Sandra lakukan selalu bisa meruntuhkan benteng pertahanan seorang Darren.
Godaannya tidak berhenti, Sandra turun dari pangkuan Darren, dia justru memasukkan bagian utama milik Darren itu ke dalam rongga mulutnya. Benar-benar layaknya seorang wanita penggoda, tetapi Darren pun tidak bereaksi sama sekali. Setelahnya, dengan tiba-tiba, Darren justru mendorong kedua bahu wanita itu, hingga Sandra pun terjatuh ke lantai.
“Stop! Hentikan semua Sandra. Kali ini aku justru jijik denganmu.” ucap Darren sembari menaikkan celananya dan kemudian dia hendak pergi begitu saja meninggalkan Sandra.
Akan tetapi, sebelum Darren pergi, Sandra dengan cepat menahan pergelangan tangan pria itu. “Hanya dalam waktu beberapa minggu, kamu sudah berubah drastis, Darren. Dulu kamu yang memujaku dan selalu terpuaskan dengan diriku, sekarang kamu justru memperlakukanku dengan sangat buruk. Kau memperlakukanku seperti seorang ******.” ucap Sandra dengan berurai air mata.
Wanita itu pun mendesis, "Isshss, pria yang dulu menjadikan wanita ini sebagai penghangat ranjangnya, justru sekarang membuang wanita ini. Sok suci sekali!" ucap Sandra yang merasa begitu kesal dengan Darren.
Di sisi lain, Darren justru hanya berdiri mematung. Ucapan Sandra pun ada benarnya. Dulu rasanya, dia begitu gila setiap kali bertemu dengan Sandra. Rasanya ingin segera menyalurkan hasratnya dengan mantan terindahnya itu. Merogoh kocek jutaan rupiah pun rela dia lakukan asalkan hasratnya tersalurkan. Akan tetapi, saat pria itu menyadari kesalahannya dan justru terpikir pada seorang gadis yang akhir-akhir ini menyita pikirannya, Darren justru kian merasa bersalah.
"Maafkan aku Sandra, tetapi aku tidak akan lagi menyentuhmu. Aku sadar, sikapku ini salah. Lebih baik, kita akhiri saja di sini. Hiduplah dengan baik dan jangan menjual tubuhmu itu." ucap Darren.
__ADS_1
Sandra terasa hatinya bergemuruh dengan setiap kata-kata yang diucapkan Darren. "Pria berengsek! Bahkan dulu pun, kamu terpuaskan oleh tubuh ini. Sialan!" umpatnya kali ini yang sudah tidak bisa tertahan lagi. "Apa yang membuatmu membuangku seperti ini? Katakan!" ucapnya dengan sedikit berteriak.
Perlahan Darren pun menoleh, "Kanaya. Mantan istriku itu yang membuatku sadar bahwa selama ini aku sudah banyak menyakitinya. Akan kulakukan apa saja untuk bisa mendapatkannya kembali. Bahkan semua yang kumiliki akan kupertaruhkan asalkan aku bisa rujuk kembali dengan Kanaya, aku akan membayar semua kesalahanku padanya." ucap Darren kemudian pria itu menghempaskan tangan Sandra begitu saja dan pergi keluar dari apartemen Sandra.
Flashback off
***
Sejak saat itu,Sandra berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membuat perhitungan dengan Kanaya. Ya, baginya Kanaya adalah penyebab Darren meninggalkannya dan memperlakukannya layaknya wanita ******.
Sehingga ketika ada kesempatan datang, ingin sekali rasanya Sandra melancarkan aksinya untuk menyakiti Kanaya entah itu secara verbal mau pun tidakkan nyata.
"Saat ini kamu boleh sedikit bersenang-senang Kalkun Jelek. Tunggu sampai suatu saat bahwa kamu akan menangis, semua kebahagiaan itu akan sirna dari hidupmu karena kamu memang tidak layak untuk bahagia." ucap Sandra dengan memincingkan kedua matanya.
“Aku akan mencari cara yang lain untuk membuat perhitungan denganmu, Kanaya. Sebab, karena kamulah Darren benar-benar meninggalkanku. Hanya karena kalkun jelek sialan sepertimu yang membuat Darren tidak lagi terpesona dengan kecantikan dan tubuhku. Tunggu pembalasanku.” gumamnya dengan berusaha menyusun berbagai cara untuk bisa menyelakai Kanaya.
__ADS_1