
Memiliki anak lagi bukan hanya Kanaya dan Bisma yang harus bersiap diri. Akan tetapi, mereka berdua juga harus mempersiapkan Aksara menjadi seorang Kakak. Beberapa psikolog berkata bahwa jarak yang ideal antara anak pertama hingga anak kedua di antara dua hingga lima tahun. Jarak yang tidak terlalu jauh, membuat hubungan Kakak dan Adik akan menjadi lebih dekat. Sementara jika jarak keduanya terlalu jauh akan terjadi gap yang besar.
Di saat di sulung sudah besar dan dirinya merasa dewasa, memiliki mainannya sendiri, adiknya baru saja lahir. Bisa saja si Sulung menganggap bahwa adiknya tak ayal hanya sebagai pengganggu dan tukang berisik di rumah. Tak ingin mendapati hubungan yang jauh antara Aksara dengan adiknya nanti yang terpaut usia hampir 8 tahun. Kanaya dan Bisma pun benar-benar mempersiapkan putranya itu menjadi seorang Kakak.
Di waktu senggang, Aksara dan Kanaya akan mengajak Aksara mengobrol dan melibatkan putranya itu dalam setiap fase kehamilan Kanaya.
“Mas Aksara baru ngapain?” tengok Kanaya kali ini ke kamar Aksara.
Terlihat saat pintu dibuka, rupanya Aksara sedang membaca sebuah buku. Anak itu terlihat begitu serius membaca buku Ensiklopedia di meja belajarnya. Terlihat punggung Aksara dengan sebuah buku yang berada di atas meja dan Aksara begitu serius membaca buku yang menyimpan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan itu.
“Baru membaca, Bunda … ada apa?” tanya Aksara. Anak itu sembari menoleh ke arah pintu, di mana sekarang Bundanya tengah berjalan ke arahnya.
Perlahan Kanaya pun masuk ke dalam kamar Aksara, dan duduk di tepi ranjang milik putranya itu.
“Bunda kangen kamu,” ucap Kanaya kali ini.
Mungkin bagi orang tua akan merasa sungkan mengatakan kata-kata afeksi kepada anak, terlebih saat anaknya adalah laki-laki yang sudah cukup besar. Akan tetapi, semua itu tidak berlaku di keluarga Bisma. Kanaya dan Bisma selalu mengucapkan kata-kata sayang kepada Aksara. Sebab, bahasa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan cinta dan perasaan.
Aksara yang mendengar ucapan dari Bundanya pun perlahan tersenyum, “Aksara juga kangen kok sama Bunda,” akunya. Anak itu terlihat malu-malu, tetapi nyatanya juga membalas juga ucapan kangen dari Bundanya.
“Awal bulan nanti, Bunda akan cek up ke Dokter Indri lagi. Mas Aksara temenin Bunda yah?” ajak Kanaya kali ini kepada Bundanya.
__ADS_1
“Iya Bunda … sore kan Bunda? Kalau siang kan Aksara sekolah,” balas Aksara kali ini.
“Iya sore kok Sayang … sama seperti dulu waktu periksa adik bayi,” sahut Kanaya.
Tujuan Kanaya mengajak Aksara pun adalah satu satu cara supaya Aksara kian dekat dan sayang dengan adiknya nanti. Mendekatkan si sulung dengan adiknya bisa dimulai saat adiknya masih berada di dalam kandungan. Itu yang sedang Kanaya upayakan sekarang ini.
“Siap Bunda … nanti Aksara temenin kok. Dulu waktu hamil Aksara, berarti Bunda hanya periksa sama Ayah yah?” tanya Aksara kini kepada Bundanya.
“Benar, Nak … dulu waktu hamil kamu, Bunda periksanya cuma sama Ayah,” balasnya.
Kanaya lantas berdiri, berjalan menuju salah satu lemari penyimpanan yang berada di dalam kamar Aksara. Lantas mengambil buku catatan pemeriksaan kehamilan lengkap dengan hasil foto-foto USGnya dan menyerahkannya kepada Aksara.
Memori bagaimana dulu dia mengandung Aksara seakan kembali berputar kembali. Waktu 7 tahun memang lama, tetapi sekarang Allah kembali titipkan kebahagiaan dan kepercayaan kepadanya dan Bisma. Tentu untuk kali ini, Kanaya akan lebih berhati-hati lagi.
Aksara terlihat tersenyum menatap setiap foto-foto yang diberikan oleh Bundanya itu. Bahkan Aksara juga membaca setiap catatan yang dituliskan Dokter Indri di buku catatan pemeriksaan kehamilan itu.
“Dulu Aksara sekecil ini ya Bunda,” ucap Aksara dengan tiba-tiba.
Kanaya pun menganggukkan kepalanya, “Iya Nak … dulu kamu begitu kecil. Namun, seiring dengan bertambahnya waktu kamu terus bertumbuh di dalam rahim Bunda. Sampai tiba waktu bersalin, akhirnya Bunda dan Ayah bisa menyambut kelahiranmu dengan penuh syukur dan sukacita,” cerita Kanaya lagi kali ini.
“Terima kasih banyak, Bunda,” ucap Aksara kali ini. “Terima kasih sudah melahirkan dan merawat Aksara,” ucap Aksara lagi.
__ADS_1
Tidak terasa air mata Kanaya berkaca-kaca mendengar ucapan terima kasih dari putranya itu. Ucapan terima kasih yang begitu sederhana, tetapi mengandung sejuta makna bagi Kanaya.
“Bunda boleh enggak memeluk Mas Aksara?” tanya Bunda Kanaya kali ini.
Aksara pun menganggukkan kepalanya. Anak itu segera memeluk Bundanya. Membiarkan sang Bunda memeluknya dengan penuh kasih sayang. Aksara sangat tahu bahwa dari pelukan yang diberikan Bundanya saat ini, dirinya bisa merasakan bahwa Bundanya sangat menyayangi dirinya.
“Bunda, jangan bersedih yah … kemarin Ayah bilang, kalau wanita sedang hamil jangan menangis dan bersedih,” ucap Aksara kali ini.
Ada kekehan disertai isakan saat Kanaya memeluk putranya itu, “Ayah sudah memberitahu kamu banyak hal ya Mas Aksara?” tanya Kanaya kini.
Ada anggukan samar dari Aksara, “Iya … kata Ayah, kalau Ayah sedang bekerja, Aksara harus menjaga Bunda di rumah,” balasnya lagi.
Ya, Tuhan … hati Kanaya justru begitu haru mendengar ucapan dari putranya itu. Aksara benar-benar seorang anak yang baik dan begitu pengertian. Sikap Aksara kali ini membuat Kanaya merasa lega. Bahkan di usia yang baru 7 tahun, Aksara justru terlihat begitu dewasa. Kanaya bersyukur karena ada karakter-karakter yang baik dalam diri Aksara. Kanaya berharap hingga putranya dewasa nanti, Aksara akan tetap menjadi seorang anak yang baik dan membanggakannya di masa depan.
“Terima kasih banyak Mas Aksara … jadi, Mas Aksara siap menjadi kakak kan?” tanya Kanaya kali ini.
“Iya, siap … hanya saja nanti kalau adiknya sudah lahir, situasinya akan berbeda dan berubah Bunda. Jadi, ajari Aksara juga yah untuk menjadi Kakak yang baik,” pinta Aksara kali ini.
Ya, saat anaknya masih di dalam perut Bundanya, masih tidak terlihat beradaptasi akan terasa mudah. Akan tetapi, saat adiknya sudah lahir dan sudah ada di depan matanya akan situasinya akan jauh berbeda. Untuk itu, Aksara pun meminta kepada Bundanya untuk mengajarinya menjadi Kakak yang baik. Kata baik sendiri bermakna luas, tetapi Kanaya juga akan menjabarkan kata yang bermakna luas ke dalam tindakan-tindakan sederhana yang bisa langsung dimengerti oleh Aksara.
Kanaya begitu lega, Aksara siap menjadi seorang Kakak. Sepenuhnya ucapan Aksara benar bahwa dirinya masih butuh belajar dan beradaptasi. Untuk itu, Kanaya dan Bisma akan mengajari Aksara dengan perlahan. Mempersiapkan Aksara menjadi seorang Kakak sejak dini.
__ADS_1