Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Karma Itu Ada


__ADS_3

Yuni termasuk teman rekan aulia yang baru di kantor regan dia tak tahu sifat asli dari aulia.


Tapi ia sering mendengarkan aulia bercerita kalau ia memiliki suami dan di penjara karena di tuduh melakukan penggelapan uang di perusahaan milik tempatnya bekerja dulu.


Yuni hanya percaya saja apa yang di katakan oleh aulia karena memang aulia selama sebulan ini tidak menunjukkan sikap buruk.


Regan bergegas menuju loket untuk membayar semua administrasi aulia.


Untung saja uang yang ia pegang saat ini cukup untuk membayar semuanya.


Karena kartu kredit regan di pegang oleh sang istri karena ketahuan melakukan pengeluaran yang cukup banyak entah untuk apa.


Seva pernah menanyakan hal itu pada regan,namun regan enggan untuk menjawab dan memilih mengalihkan pembicaraan.


"Yuni, bagaimana keadaan aulia?.


Apa dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan?"tanya regan yang baru kembali.


"Belum pak, mungkin sebentar lagi dokter selesai memeriksa aulia?"ucap yuni.


Regan mengangguk lalu melihat ponselnya sudah tidak ada lagi foto aulia di sana karena istrinya sudah mulai mencium kedekatannya dengan wanita lain.


Seva jelas kenal dengan aulia karena memang aulia adalah adik angkat ocha.


Mereka pun juga sering bertemu pada beberapa acara keluarga.


Regan menghembuskan nafasnya kasar,ia tak ingin bermain api di belakang istrinya lagi.


Apalagi saat ini istrinya sedang hamil buah cintanya.


Pintu UGD terbuka dokter yang sama keluar dari ruangan itu.


"Keluarga dari pasien aulia?"ucap dokter.


"Iya dok, bagaimana keadaan aulia?"tanya regan mendekati dokter.


"Kami telah melakukan USG di rahim bu aulia ternyata terdapat gumpalan seperti tumor namun jinak itu yang menyebabkan sering timbul rasa sakit pada saat tertentu.


Kami sarankan untuk melakukan tindakan operasi pembersihan rahim secara medis yang benar"terang dokter muda itu.


"Lakukan saja dokter,saya setuju"jawab regan.


"Tapi pak,kami akan melakukan pengangkatan rahim pada bu aulia karena gumpalan itu sudah menyebar luas di dalam rahimnya"lanjut dokter.


"Apa pengangkatan rahim,jadi apa resiko kalau rahim di angkat.


Apa aulia tidak bisa hamil lagi?"tanya regan ingin tahu.


"Benar pak, setelah rahim bu aulia di angkat pasien tidak akan bisa mengandung lagi".


"Bagaimana ini?"gumam regan bingung.


Yuni pun hanya menggigit bibir bawahnya mendengar penjelasan dokter itu.


Aulia masih cukup muda dan masih produktif untuk memiliki anak.


Lantas bagaimana nasibnya nanti setelah rahimnya di angkat.

__ADS_1


Otomatis aulia menjadi perempuan cacat yang tak bisa mengandung.


Setelah berfikir beberapa saat regan dengan berat hati menyetujui tindakan dokter.


Sebenarnya ia ingin menanyakan hal ini pada arman tapi ia rasa tak perlu karena itu akan membuang waktu yang lama.


Sementara aulia merasa menderita jika terus di biarkan begini terus.


"Baik dokter lakukan yang terbaik untuk aulia?"jawab regan.


Yuni pun mengangguk karena ia yakin ini keputusan yang tepat.


Ya walaupun ke belakangnya aulia akan shock mengetahui tak ada rahim di dalam perutnya.


"Baik pak,kami akan segera mempersiapkan semuanya"pamit dokter lalu pergi meninggalkan mereka.


Regan terduduk lemas di dekat kursi UGD,ia sedang memikirkan biaya operasi aulia.


Sementara kartu kreditnya di pegang oleh sang istri.


Mau tak mau regan harus menemui istrinya dan menjawab semua pertanyaan istrinya.


"Yun, kamu tolong tunggu di sini dulu ya.


Aku mau pulang dulu,ada perlu sebentar?"ucap regan sebelum pergi.


"Baik pak"jawab yuni singkat.


**Hari ini ocha sudah di perbolehkan untuk pulang.


Adrian memutuskan untuk tinggal sementara di rumah orang tua ocha.


"Iya sayang,aku tak tega melihatmu kecapekan dan tidak ada teman selama aku bekerja nanti"ucap adrian tersenyum sambil mengelus tangan ocha yang ada di genggamannya.


"Iya mas, nanti kalau aku bosan dan merasa baikan.


Aku boleh kan pergi ke kantor cuma sekedar memantau perusahaan saja"ucap ocha.


"Tentu saja sayang,aku percaya kamu bisa jaga dirimu dan bayi kita dengan baik"ucap adrian mengusap perut rata istrinya.


"Mas kenapa kita belum jalan?"tanya ocha bingung karena memang cukup lama mereka sudah berada dalam mobil.


"Ah iya aku lupa, baiklah kita pulang sekarang"jawab adrian tersenyum.


Adrian melajukan mobilnya dengan sangat lambat.


Bahkan banyak kendaraan yang menyalip mereka di jalan raya.


"Mas yakin kita akan berkendara lambat seperti ini terus?"tanya ocha menatap wajah adrian.


"Ehmm aku cuma takut sayang, perutmu terguncang karena jalannya tidak rata".


"Mas,aku gak apa-apa.


Kalau kamu khawatir nanti kita beli bantal untuk menyangga perutku agar lebih aman.


Tapi kalau kita mengemudi dengan kecepatan ini terus mungkin 2 jam kita baru sampai rumah"ucap ocha terkekeh.

__ADS_1


"Hehehe baik sayang,nanti aku akan suruh rendi untuk membeli semua perlengkapan yang kamu perlukan.


Jadi kamu gak perlu pergi untuk membeli sendiri"ucap adrian lalu menambahkan kecepatan mobilnya.


"Iya mas, segitu khawatirnya ya mas kamu sama aku dan calon bayi kita"ucap ocha.


"Tentu saja sayang,ini kehamilan pertama kamu kata dokter itu cukup rawan apalagi mereka kembar.


Aku sangat bahagia sayang,terima kasih telah mau berjuang bersamaku sampai saat ini"terang adrian.


"Aku yang berterima kasih sama kamu mas,kamu sabar menunggu ku.


Dan aku tak menyangka ternyata aku bisa hamil"ucap ocha tersenyum haru.


"Aku dari dulu percaya kamu bisa hamil sayang dan terbukti semua itu benar"ucap adrian mengecup punggung tangan istrinya.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di depan rumah ocha.


Adrian segera turun dan berlari untuk segera membukakan pintu mobil ocha


.


"Hati-hati sayang"ucap adrian membantu istrinya untuk turun lalu menutup pintu mobil dengan sebelah kakinya.


Ocha tersenyum senang dari pertama menikah adrian tak pernah berubah selalu bersikap manis dan perhatian padanya.


Namun sekarang terlihat semakin perhatian mungkin karena mengetahui dirinya sedang hamil muda.


"Assalamualaikum bunda,ayah?"panggil ocha.


"Wa'alaikumsalam ocha sayang ayo masuk?"ucap bunda nur.


"Sini duduk dulu,ayahmu sudah menanti kedatangan kalian dari tadi.


Ayah,ocha sudah datang?"teriak bunda nur memanggil suaminya yang berada di dapur.


Ayah bastian datang dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi dan satu gelas susu.


"Nak,kamu sudah datang.


Papah senang banget dengar adrian telpon kemarin memberitahu soal kehamilan kamu nak?"ujar ayah bastian.


"Iya yah,ocha juga seneng banget.


Ini anugerah dari tuhan yang paling indah"jawab ocha.


"Ini nak,kamu minum ya susunya mumpung masih hangat?"ujar ayah bastian.


"Mulai perhatian dan posesif ini ayah kamu cha" ujar bunda nur terkekeh.


"Ini susu buat ocha yah?"tanya ocha memperhatikan gelas yang ia pegang.


"Iya nak, kemarin pas kami dengar kamu hamil kebetulan kita di supermarket lagi belanja jadi kita belikan susu kehamilan untuk kamu"ucap ayah bastian.


"Ini susu dulu juga bunda minum waktu bunda mengandung kamu nak,rasa coklat enak banget dan gak bikin eneg bagus untuk nutrisi ibu hamil"ucap bunda nur memberitahu.


"Terima kasih bunda dan ayah"ucap ocha lalu segera meminum susu itu yang rasanya tidak terlalu manis.

__ADS_1


Hanya meminum susu beberapa teguk,ocha segera membekap mulutnya dan berlari.


"Sayang kamu kenapa?".


__ADS_2