
Keesokan harinya, saat jam makan siang tiba. Kanaya memilih untuk mengunjungi Daycare tempat Aksara dititipkan di sana. Memberi lebih banyak waktu untuk Aksara, sekalipun hanya menyuapi Aksara makan siang, membacakan buku, dan juga menidurkan Aksara, tetapi Kanaya mau melakukannya untuk menstimulasi perkembangan Aksara.
“Sini Aksara Sayang, ikut Bunda yuk … coba dong Aksara panggil Bunda. Bun … da,” ucap Kanaya yang sedang berusaha melatih Aksara untuk menirukan ucapannya.
Anak yang berusia 1 tahun itu biasanya akan bisa menirukan ucapan orang tuanya bukan? Oleh karena itulah, Kanaya meminta Aksara untuk mengikuti ucapannya. Dimulai dari memanggil Bunda, Ayah, dan Aksara.
Akan tetapi, Aksara tampaknya tidak tertarik. Anak itu sudah sedang semangat-semangatnya belajar berjalan. Secara fisik, Aksara memang sangat aktif. Akan tetapi, kemampuan verbalnya (bicara) belum baik.
“Ayo Aksara, coba dong panggil Bundanya, Bun … da,” ucap Kanaya lagi yang seolah memang harus lebih bersabar untuk menstimulasi Aksara.
Nyatanya bayi yang berusia 1 tahun justru mengoceh dengan bahasa bayi yang hanya dia ketahui sembari bermain air liurnya sendiri.
Kanaya tersenyum, baginya tidak ada salahnya dia mencoba dan menstimulasi Aksara dengan sabar. Lagipula, kata suaminya kemarin memang harus lebih fokus dan juga terus-menerus menstimulasi Aksara.
Hingga akhirnya, Aksara mulai terlihat tantrum (rewel) dan mengucek matanya. Mungkin dia juga sudah lelah bermain dan belajar berjalan seharian. Oleh karena itu, Kanaya segera memberinya ASI dan menidurkannya. Baru setelah Aksara benar-benar terlelap, Kanaya kembali lagi ke Jaya Corp.
Sekalipun sering kali Kanaya lebih capek karena harus bolak-balik dari Jaya Corp ke Daycare, tetapi Kanaya tetap mau melakukannya karena dia ingin Aksaranya juga mencapai tumbuh kembang yang maksimal dan optimal.
***
Hampir sepekan Kanaya selalu mengunjungi Aksara di Daycare setiap siang. Sementara, hari ini adalah hari Sabtu, dan keluarga kecil itu pun memilih untuk berkumpul di rumah. Family time di dalam rumah.
Bisma kali ini yang memegang Aksara terlebih dahulu karena Kanaya sedang membantu Bi Sari yang memasak di dapur. Sehingga, Ayah muda itu melihat mengajak Aksara merumput di taman belakang rumah.
“Aksara, mau latihan berjalan ya? Yuk, belajar berjalan sama Ayah yah … pakai baby walker dulu ya, Nak. Didorong pelan-pelan,” ucap Bisma yang sembari berjalan di belakang Aksara yang tengah mendorong baby walker.
__ADS_1
Yayaya … aaaa …
Celotehan dari Aksara sembari mendorong baby walker itu di taman yang sengaja ditanami rumput untuk menstimulasi Aksara. Sebab, merumput bagus untuk bayi yang tengah belajar berjalan. Sebab, saat anak bersentuhan dengan aspek alam seperti rumput, pasir, kerikil, dan tanah bisa menstimulasi saraf-saraf di kakinya.
Selain itu, Bisma juga tetap mengawasi Aksara, memastikan tidak ada benda-benda asing itu dimakan oleh Aksara. Sebab, biasanya bayi sering mengambil sesuatu dan memasukkan ke dalam mulutnya. Berani kotor itu baik bagi Bisma, karena jika anaknya mau merumput, menyentuh tanah dan tidak merasa jijik, justru saraf-saraf di tangan dan kakinya akan lebih distimulasi. Pasir, tanah, dan rumput bisa membantu perkembangan motorik dan sensoruk anak. Si Kecil juga menjadi lebih kuat dan mengenali pijakan-pijakan yang alami. Berjalan tanpa mengenai alas kaki juga bisa membuatnya lebih sehat.
“Ayah dan Aksara baru ngapain nih?” tanya Kanaya yang kini mulai menyusul suami dan anaknya itu.
“Baru earthing time, Bunda,” sahut Bisma sembari masih membantu Aksara untuk belajar berjalan.
Earthing time adalah mengenal anak pada alam. Tujuannya bukan hanya membuat Si Kecil dekat dengan alam, tetapi juga ada manfaat yang baik untuk Si kecil sendiri. Sebab jam biologis manusia ternyata harus disesuaikan dengan denyutan alam. Denyutan alam ini yang mengatur ritme kehidupan makhluk hidup yang ada di Bumi. Salah satu contoh earthing seperti yang dilakukan Bisma sekarang ini, yaitu membiarkan Aksara berjalan-jalan di atas rumput tanpa menggunakan alas kaki. Terkadang anak yang menangis saat menginjak rumput dan merasa geli di telapak kakinya, padahal rumput yang kita injak bisa merefleksi saraf di telapak kaki kita.
“Belajar berjalan sama Ayah ya Nak?” ucap Kanaya yang kini menghampiri Aksara dengan mengusap kepala Aksara dengan lembut.
Yayayayaa … aa …. Aaa …
“Semoga semakin bertambah usianya Mas Bayi, semakin pinter bicaranya ya. Bisa memanggil Ayah dan Bunda,” ucap Kanaya yang memangku Aksara perlahan dan mencium kedua pipi Aksara.
Bisma tersenyum menatap istrinya itu, “Iya Bunda, pelan-pelan nanti Aksara bisa bicara dan memanggil Ayah dan Bundanya. Nanti kalau sudah dewasa, jadi teman ngobrolnya Ayah. Temenin Ayah nonton Moto GP ya, Nak.” Bisma berbicara dengan mengusap puncak kepala Aksara.
“Jadi temannya Bunda juga ya Mas Bayi, ngobrol sama Bunda,” sahut Kanaya yang rupanya juga ingin lebih dekat dengan Aksara.
“Tenang Sayang, kalau cuma ngobrol sama aku kan bisa, ada Mas Bisma di sini yang selalu mau memberikan telinganya untuk mendengarkan ceritamu dan keluh kesahmu,” jawab Bisma yang kali ini merangkulkan tangannya ke bahu Kanaya.
Kanaya pun tersenyum, melihat suaminya itu, “Makasih Ayah, sudah selalu jadi pasangan terbaik buatku,” ucap Kanaya yang tentu sangat bersyukur karena suaminya benar-benar pria yang baik.
__ADS_1
“You are welcome, Bunda,” jawab Bisma dengan tersenyum menatap Kanaya.
Hingga akhirnya Aksara yang semula berada di pangkuan Kanaya kini kembali berdiri, dan menunjuk-nunjuk dengan jari telunjuk. Usai itu, Aksara justru memilih merangkak di taman itu.
“Yaah, malahan merangkak.” Kanaya tertawa melihat Aksara yang kini justru merangkak kesana-kemari.
Rupanya Bisma turut mengikuti Aksara merangkak, hingga Ayah dan Anak itu terlihat begitu kompak dan Aksara tertawa-tawa karena melihat Ayahnya yang seolah mengejarnya di belakang.
“Ya ampun, kalian kompak banget sih,” teriak Kanaya yang merasa bahwa Bisma dan Aksara terlihat begitu kompak.
Kebahagiaan itu sangat sederhana hanya melihat suami dan anaknya yang sedang melakukan earthing time saja bisa membuat Kanaya tertawa hingga terbahak-bahak, sudut matanya pun hingga mengeluarkan buliran air mata. Saking bahagianya dia melihat Ayah Bisma dan Aksara yang begitu kompak.
“Sudah siang Mas, masuk yuk … mataharinya kian terik,” ajak Kanaya kali ini karena melihat hari yang semakin siang dan matahari di atas sana kian terik.
Akan tetapi, rupanya Aksara masih ingin merangkak dengan Ayahnya. Oleh karena itu, Bisma pun menuruti apa yang diinginkan anaknya.
“Aksaranya masih pengen main, Bunda,” jawab Bisma yang masih menuruti permintaan Aksara.
Kanaya pun menggelengkan kepalanya, “Ah, kalian ini kalau disuruh main-main gitu kompak banget sih. Klop banget sih Ayah sama anak,” ucap Kanaya kali ini karena memang suaminya dan Aksara terlihat begitu klop.
“Sepuluh menit lagi ya Bunda, Bunda masuk dulu saja. Nanti kami susul,” sahut Bisma pada akhirnya yang meminta Kanaya untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
Akhirnya Kanaya pun mengangguk, “Oke, Bunda masuk duluan yah … Ayah, jangan lupa mencuci bersih kaki dan tangan Aksara ya Yah, digantiin juga pakaiannya ya.” Kanaya mengingatkan suaminya untuk mencuci bersih tangan dan kaki Aksara ketika masuk ke rumah.
Earthing Time itu penting, tetapi juga menjaga kebersihan supaya tetap sehat itu juga sama pentingnya. Oleh karena itu, Kanaya pun mengingatkan suaminya untuk membersihkan bagian kaki dan tangan Aksara usai bermain di taman.
__ADS_1
“Oke Bunda …” sahut Bisma yang memastikan bahwa tentu dia akan membersihkan badan Aksara usai bermain.