Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Graduations Day


__ADS_3

Jika sebelumnya, Bisma yang mengejutkan Kanaya dengan tiba-tiba pulang ke Jakarta dan mempersiapkan sebuah lamaran unik khas seorang Dokter. Kali ini, Kanaya pun berniat untuk memberikan kejutan bagi Bisma. Bahkan jauh-jauh Kanaya sudah menyampaikan idenya itu kepada Ayah Tirta dan Bunda Hesti.


Tanpa sepengetahuan Bisma, Kanaya pun turut serta pergi dengan Ayah Tirta dan Bunda Hesti ke Singapura. Bahkan Kanaya juga sudah meminta cuti dari perusahaan sebanyak tiga hari untuk menemani Ayah Tirta dan Bunda Hesti.


“Ayah dan Bunda, tolong bantu Naya ya … semoga saja Dokter Bisma tidak tahu. Besok Kanaya juga akan datang ke tempat wisuda sendiri. Berharap, Dokter Bisma akan terkejut. Kejutan wisuda buat Dokter Bisma.” ucapnya kepada Ayah Tirta dan Bunda Hesti dengan memberitahukan idenya untuk keesokan harinya.


Bunda Hesti pun tertawa, “kamu memang nakal, Naya … bagaimana nanti kalau Bisma sudah sebel terlebih dahulu karena melihat kami datang hanya berdua dan tidak ada kamu di sana?” Tanya Bunda Hesti kepada Kanaya.


Kanaya pun tersenyum, “nanti Kanaya akan meminta maaf dan menjelaskan kepada Dokter Bisma kok Bunda. Kan ya Naya ingin bikin surprise buat Dokter Bisma.” ucapnya sembari menyusun ide-ide itu di dalam otaknya.


Sementara Ayah Tirta dan Bunda Hesti pun tertawa melihat keusilan Kanaya. Sebagai orang tua, mereka pun mendukung saja dengan rencana yang sudah disusun oleh Kanaya.


Keesokan Harinya di Singapura …


National University of Singapore (NUS) adalah kampus tempat di mana Bisma tengah menghadiri wisudanya. Pria itu sudah siap dengan mengenakan toga di badannya. Tersenyum bahagia menunggu dinyatakan dirinya dinyatakan lulus dari program spesialisasi yang tengah dia ambil.


Pria itu tersenyum lebar saat melihat Ayah Tirta dan Bunda Hesti datang bersamaan dan merayakan hari kelulusannya. “Ayah dan Bunda, terima kasih sudah dibelain datang sampai ke Singapura.” ucap Bisma yang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada kedua orang tuanya.


Pria itu lantas langsung mengedarkan pandangannya, mencari-cari barang kali ada orang yang dia nantikan juga datang bersama dengan Ayah dan Bunda, tetapi orang yang dia harapkan tidak tiba. Membesarkan hatinya sendiri, Bisma hanya berpikir mungkin saja Kanaya memang sedang sibuk. Terlebih, calon istrinya itu memang Direktur Keuangan di Jaya Corp, sudah pasti jam terbang Kanaya sangat tinggi, banyak pekerjaan dan laporan keuangan yang harus dia cek.

__ADS_1


Dengan hati yang tidak sepenuhnya bahagia, Bisma memasuki aula tempat wisuda diselenggarakan. Berbaur dengan para wisudawan dan wisudawati lainnya, pria itu mengikuti setiap jalannya prosesi wisuda.


Tanpa Bisma ketahui, di aula yang cukup ramai itu ada Kanaya yang sejak awal turut melihat prosesi wisuda dari awal hingga akhirnya. Di dalam hatinya pun, Kanaya merasa bangga dengan pencapaian Bisma, bisa kuliah dan lulus tepat waktu di Kampus yang digadang-gadang sebagai universitas rangking 1 di Asia itu. Hingga wisuda hampir berakhir, dan Bisma sudah keluar dari aula guna mencari kedua orang tuanya. Di rasa Kanaya adalah waktu yang tepat bagi Kanaya untuk keluar, dan menampakkan dirinya kepada Bisma.


Gadis itu berjalan perlahan, membawa sebuah balon bertuliskan Happy Graduations Dokter Bisma, berharap sedikit kejutan yang dia siapkan bisa menjadi hadiah kecil bagi Dokter Bisma. Perlahan, Kanaya terus berjalan hingga akhirnya, satu tangannya terulur guna menepuk bahu Bisma dari belakang. Tepukan bahu yang membuat pria itu menoleh seketika.


“Happy graduations Dokter Bisma ….” ucapnya tersenyum sembari mengulurkan sebuah balon di tangannya itu.


Menyadari bahwa sosok yang sudah dia nantikan sejak tadi kini berada di depan matanya, Bisma lantas merengkuh tubuh Kanaya dalam pelukannya begitu cepat dan erat. Sementara Kanaya hanya terkekeh dan berusaha mengurai pelukan Bisma itu.


“Jadi kamu sengaja mengerjaiku ya?” Tanya Bisma yang telah mengurai pelukannya, tetapi kedua tangannya tampak menggenggam erat tangan Kanaya dengan begitu eratnya.


Dengan cepat Bisma mencubit hidung Kanaya, “bikin sebel tahu enggak sih … aku berharap itu kamu datang kemari bersama Ayah dan Bunda. Kamu tahu bagaimana perasaanku saat kamu tidak datang?”


Kanaya hanya mengedikkan bahunya dan masih berusaha menahan tawanya, “Bagaimana perasaan kamu?”


“Sebel, sedih, tetapi aku berusaha menerima karena wanita yang paling aku cintai ini kan seorang Direktur Keuangan Jaya Corp. Aku pikir kamu begitu sibuk, sampai tidak bisa menghadiri wisudaku.” sahut Bisma.


Kanaya pun menggelengkan kepalanya, “tanpa sepengetahuanmu, aku sebenarnya sudah di Singapura sejak semalam bersama Ayah dan Bunda. Hanya saja, aku sengaja pura-pura masih berada di Jakarta. Bahkan kami pun terbang dari Jakarta ke Singapura dengan pesawat yang sama.” cerita Kanaya pada akhirnya. Tidak ada lagi yang dia tutup-tutupi karena memang tujuannya datang ke Singapura untuk memberikan kejutan kepada Bisma.

__ADS_1


“Sekali lagi Happy Graduations ya Dok ….” ucap Kanaya saat ini. Masih terdengar bagaimana dia memanggil Bisma lengkap dengan profesinya.


Menyadari bahwa mungkin saja, Kanaya masih belum terbiasa, maka Bisma membiarkannya. Pria itu hanya mengangguk dan mengacak gemas puncak kepala Kanaya, “makasih ya buat kejutannya. Aku benar-benar terkejut.” balas pria itu sembari tertawa.


Bisma kemudian menjeda ucapannya, dia kembali menatap Kanaya, “pulang dari Singapura, setibanya di Jakarta, aku akan meminangmu, Nay … itu keinginanku setelah selesai dengan semua ini.”


“Sekolah tinggi-tinggi kok impiannya cuma menikah sih Dok?” Tanya Kanaya sembari mengerucutkan bibirnya.


Bisma hanya tersenyum, “semua sudah kucapai dalam hidup. Hal selanjutnya yang ingin kucapai adalah menunaikan tugas mulia dari Allah, menikahimu. Beribadah melalui pernikahan.” ucap Pria itu dengan begitu tenang.


Sementara di satu sisi, Kanaya hanya tergelak dalam tawa sembari menggelengkan kepalanya. Cita-cita yang dari seorang Dokter Bisma, usai mendapatkan ijazah dia lantas mengejar untuk mendapatkan Ijab sah.


“Amin. Semoga Allah dengar yang kita cita-citakan bersama.” jawab Kanaya dengan tersenyum menatap Dokter Bisma. Hatinya terasa begitu hangat mendengar saat pria itu ingin menunaikan tugas mulia dari Allah, beribadah melalui pernikahan. Sekian dekatnya hari yang sudah direncanakan bersama, Kanaya senantiasa mengucapkan rasa penuh syukur karena kebahagiaan yang Tuhan selipkan dalam hidupnya kali ini benar-benar indah.


Kemudian keduanya menghampiri Ayah Tirta dan Bunda Hesti yang sama-sama tertawa melihat Bisma dan Kanaya, "gimana kejutannya berhasil tidak?" tanya Bunda Hesti kepada Kanaya.


Gadis itu hanya tersenyum, "mungkin 50% Bunda, karena Dokter Bisma terlebih dahulu kesal karena mengira Naya tidak datang. Padahal kita berangkat dari Jakarta satu pesawat dan bersama-sama ya Bunda." ucapnya sembari terkekeh geli.


"Bisma senang kok Ayah dan Bunda ... terima kasih. Dengan hadirnya kalian bertiga, rasanya Bisma semakin bahagia. Merayakan hari kelulusan bersama orang-orang yang Bisma cintai." ucapnya sembari tersenyum.

__ADS_1


Terlepas dari semua kekesalan yang semula dia rasakan, tetapi Bisma pun sangat bahagia sekarang melihat Ayah Tirta, Bunda Hesti, dan juga Kanaya yang berdiri mengelilinginya. Hadir untuk menambah kebahagiaan di hari spesialnya.


__ADS_2