
Adrian terpaksa datang untuk menemui arman di tahanan.
Karena menurut dokter keadaan aulia semakin melemah mungkin dengan kehadiran suaminya bisa menjadi penyemangat hidup aulia kembali.
"Sayang aku tinggal ke rutan dulu ketemu dengan arman ya.
Kamu di sini aja sama ayah dan bunda"pamit adrian sebelum pergi meninggalkan rumah sakit.
"Iya mas kamu hati-hati di jalan ya"ucap ocha mencium punggung tangan suaminya.
Lalu pria itu membalas dengan kecupan di kening istrinya tak lupa ia mengusap sebentar perut buncit sang istri.
"Ocha lebih baik kamu duduk aja, jangan berdiri terus?"pinta sang bunda melihat ocha cukup lama berdiri.
"Iya bunda,aku lebih nyaman berdiri sambil sesekali jalan kayak gini kalau kebanyakan duduk perutku gak nyaman"jawab ocha.
"Iya bunda paham di usia kehamilan trimester ketiga ini pasti tidur kamu juga kurang nyaman ya.
Tapi nak kamu udah periksa kenapa perut kamu ukurannya lebih besar dari biasanya.
Apa berat badan kamu bertambah banyak?"tanya bunda nur belum mengetahui kehamilan kembar putrinya.
"Atau kamu hamil kembar nak?"timpal ayah bastian.
Ocha tersenyum dan mengangguk terpaksa memberitahu orang tuanya.
"Maaf ya ayah bunda,ocha sama mas adrian berencana memberikan kejutan ini kalau aku hamil anak kembar nanti pas lahiran.
Tapi jangan kasih tau orang tua mas adrian dulu ya"pinta ocha tersenyum sambil mengusap perutnya yang buncit.
"Iya nak kamu gak perlu khawatir soal itu,akhirnya kita akan punya cucu dua sekaligus yah"ujar bunda nur sumringah.
"Iya bunda,ayah seneng banget gak sabar menantikan kelahiran mereka berdua"timpal ayah bastian tak kalah antusias.
"Ocha nanti kamu lahiran operasi aja ya biar tidak terlalu beresiko"pinta bunda nur.
"Iya bun,mas adrian juga menyuruhku untuk melakukan operasi aja pas udah waktunya melahirkan".
"Hasil usg si kembar cewek atau cowok nak?".
"Kita sengaja tidak melihat jenis kelamin bayi bun, karena mas adrian benar-benar ingin menjadi kejutan kita semua".
"Oh tidak masalah yang penting kalian sehat,bunda akan belikan kebutuhan bayi yang netral aja agar bisa di pakai cewek atau cowok juga".
"Terima kasih bunda, perjuangan seorang ibu ternyata tidak mudah"ujar ocha memeluk sang ibu.
"Iya sayang walaupun kamu melahirkan secara caesar itu juga sebuah perjuangan antara hidup dan mati.
Kamu harus belajar jadi ibu hebat untuk anak-anakmu nanti".
**Sesampainya di rutan adrian duduk sambil menunggu arman datang.
Arman begitu penasaran siapa pria yang mengunjunginya hari ini.
Dengan berjalan di iringi seorang sipir arman memasuki sebuah ruangan dan melihat ada seorang pria tengah duduk di kursi sambil menunduk.
Arman berjalan mendekati pria itu,lalu adrian yang menyadari kedatangan arman pun segera mendongak dan memperhatikan pria yang memakai kaos tahanan yang sedang berdiri di depannya.
__ADS_1
"Adrian,untuk apa kamu ke sini?.
Apa kamu mau membebaskanku dari tahanan jahanam ini?"tanya arman ketus.
"Tentu saja tidak,aku hanya ingin memberitahumu kalau istrimu sedang kritis.
Mintalah ijin sipir untuk mengunjungi istrimu di rumah sakit"pinta adrian.
"Aku sebenarnya penasaran aulia sakit apa dia hanya bilang sakit parah tapi tidak memberitahu penyakit apa yang ia derita?"ujar arman penasaran.
Adrian akhirnya menceritakan semua penyakit yang di alami oleh aulia.
Perasaan arman antara sedih dan kecewa mendengar kenyataan soal aulia.
"Aku akan segera menemui aulia di rumah sakit,terima kasih adrian kamu telah memberitahuku.
Aku sebenarnya terpaksa datang ke sini kalau bukan karena ocha dan kedua orang tuanya aku tidak mau"ujar adrian ketus.
"Aku paham kamu pasti sangat membenciku.
Maafkan aku adrian seandainya waktu bisa di putar kembali aku tidak akan menyia-nyiakan perempuan baik seperti ocha"terang arman penuh penyesalan.
"Jangan membahas hal itu,ocha sudah sangat bahagia denganku sekarang.
Jangan menyesali pilihanmu sendiri".
Adrian segera bangkit dan berjalan keluar ruangan tanpa berpamitan dulu dengan arman.
**Sementara di rumah sakit aulia saat ini sudah siuman namun masih dalam keadaan lemah.
Seluruh badanku rasanya sakit sekali"rintih aulia lirih.
"Di luar ada keluarga anda bu aulia,jadi anda tidak sendirian di sini"tutur suster.
"Di mana mereka sus,aku ingin bertemu dengan mereka sekarang?"pinta aulia.
"Baiklah saya akan panggilkan mereka untuk masuk ke sini?".
Aulia menatap kepergian sang suster ia merasa hidupnya tak lama lagi.
Ia ingin meminta maaf kepada pihak keluarga dan orang-orang yang telah ia sakiti waktu dulu.
Pintu terbuka ayah bastian dan bunda nur masuk ke dalam ruangan itu.
Sementara ocha masih di luar menunggu kedatangan suaminya dulu.
"Aulia bagaimana keadaanmu sekarang?"tanya bunda nur berdiri di dekat ranjang pasien.
"Seperti yang ibu lihat,maafkan semua kesalahanku ya bu.
Aku memang anak gak tau diri sudah menyakiti keluargaku sendiri"ujar aulia sambil meneteskan air matanya.
"Kami sudah memaafkan kesalahan kamu aulia, semoga kamu bisa menjadi lebih baik dan segera sehat kembali".
"Ayah maafkan kesalahanku,aku benar-benar menyesal"ucap aulia mengalihkan pandangannya kepada ayah bastian yang hanya diam.
Ayah bastian hanya mengangguk kepalanya tak menjawab apapun.
__ADS_1
Pintu terbuka nampak seorang perempuan yang tengah hamil masuk ke dalam kamar rawat aulia.
"Kak ocha"panggil aulia lirih ia tak percaya sang kakak ternyata sedang hamil besar.
"Iya, bagaimana keadaan kamu.
Sudah merasa baikan?"tanya ocha tersenyum.
Aulia menggenggam tangan ocha lalu ia meneteskan air matanya kembali.
"Kakak maafkan semua kesalahanku selama ini.
Ini semua sudah menjadi karma buat aku kak,aku tidak pantas di panggil adek oleh kamu yang sangat baik kepadaku"ujar aulia lirih.
"Yang lalu biarlah berlalu aulia,sekarang kamu fokus sama kesehatan kamu aja".
"Aku merasa umurku tidak lama lagi kak,sebelum aku pergi aku ingin minta maaf sama kakak.
Karena sikapku sangat buruk sama kakak".
"Kakak hamil,aku seneng lihat kakak bisa hamil"ujar aulia lirih.
"Jelas bisa kan yang mandul itu arman bukan ocha.
Segera bertobat aulia selagi masih ada waktu untukmu"timpal adrian ketus.
"Iya aku mengakui banyak kesalahan yang telah aku perbuat"jawab aulia menundukkan kepalanya.
Tok tok tok
Semua pandangan mereka beralih kepada pria yang baru datang di ruangan itu.
"Selamat siang semuanya"ucap pria itu lalu ia berjalan mendekati ranjang aulia.
Seorang pria berpakaian tahanan yang di dampingi oleh seorang petugas sipir.
Siapa lagi kalau bukan arman.
Ia hari ini di ijinkan untuk menjenguk istrinya di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan kamu aulia, kenapa kamu gak cerita soal penyakit kamu sekarang?"tanya arman.
"Maafkan aku mas,sesungguhnya aku malu dan merasa berdosa sama kamu.
Mungkin ini akibat dari perbuatanku telah mengkhianati kamu selama di dalam tahanan.
Aku melakukan ini karena aku butuh uang dan kesepian hidup sendiri"terang aulia dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu bahkan sudah tidur dengan beberapa pria selama aku di penjara aulia.
Dulu aku mengkhianati istriku ocha sekarang giliran aku di khianati oleh istriku sendiri.
Ternyata rasanya sangat sakit".
Arman yang semula menunduk lantas mendongak menatap ke arah ocha yang sedang berdiri di samping adrian.
Melihat hal itu adrian meraih pinggang ocha lalu merapatkan tubuh keduanya.
__ADS_1