
Hendro tersenyum kedua pria yang duduk di hadapannya saat ini sepertinya bisa di andalkan karena mereka juga menginginkan kehancuran perusahaan milik keluarga bastian.
Seorang pelayan datang membawa beberapa botol minuman.
"Bagus,bagus sekali.
Produk lokal milik keponakanku itu pasti kurang di minati sekarang di perusahaan.
Setelah perusahaan lengah aku akan lebihnya mudah untuk menguasainya"ucap hendro tersenyum smirk.
"Saya tidak menyangka anda tega melakukan ini pada keponakan anda sendiri?"ucap bara terkekeh.
Hendro tidak menjawab itu ia mengajak rekan bisnisnya itu untuk minum.
"Mari kita bersulang"ucap hendro sambil mengangkat gelasnya.
"Bersulang"ucap mereka berempat kompak.
Mata regan berbinar setelah melihat botol wine itu masih terisi penuh.
Setelah dekat dengan sang ayah sikap regan berubah drastis.
Yang dulu sosok penyayang keluarga kini ia sudah tak peduli lagi.
Bahkan pria itu tak memikirkan anak dan istrinya.
Regan sering pulang malam dan bahkan tidak pulang dengan alasan pekerjaan.
Namun justru ia memilih bermain dan bermalam di rumah seorang wanita baru yang baru ia kenal beberapa hari ini.
Meskipun sang istri mulai curiga tapi ia seolah menutup mata hanya mementingkan kesenangannya sendiri.
**Keesokan harinya ocha berada di kantor lalu lisa masuk dan membawa laporan produk baru yang mereka jual semakin menurun.
"Lisa,ini gak bisa di biarkan.
Kita harus cari cara untuk bangkit kembali?"ujar ocha.
"Aku masih memikirkan caranya cha, tapi masih belum menemukan solusi yang tepat"jawab lisa.
"Aha aku punya ide lis, tolong kamu panggil kak doni ke ruanganku.
Aku membutuhkan pendapat dan masukan kalian untuk rencanaku nanti"pinta ocha.
Tok tok tok
Ocha mendengar suara ketukan pintu kembali.
"Masuk".
"Cha kita harus segera menindak lanjuti masalah ini"ujar doni.
"Kak doni benar,aku punya ide kalau kita sewa endors untuk memasarkan produk kita kembali kita pertahankan kualitas produk kita aja kak.
Kita ambil sedikit untung saja dengan memberikan promo pada konsumen"ujar ocha.
__ADS_1
"Setuju cha, mereka pasti tau produk kita berkualitas.
Apa lagi banyak di antara mereka sudah merasa cocok dengan produk kita"ucap doni.
"Biar aku yang menghubungi pihak endors untuk mengatur semuanya cha"timpal lisa.
"Apa lagi banyak di temukan produk palsu cha, mereka sengaja mengirim dari china di pasar gelap sehingga mendapatkan produk murah dan di jual dengan harga rendah"terang lisa.
"Biarkan mereka menerima akibat dari perbuatannya,mas adrian bilang perusahaan pak bara hari ini sedang di datangi polisi.
Karena di ketahui melakukan hal itu tanpa ijn resmi"terang ocha.
"Rasain tuh si tua bangka gak kapok-kapoknya cari masalah sama perusahaan kamu cha.
Aku berharap para polisi segera menangkap pelakunya"ucap lisa geram.
Setelah melakukan diskusi mereka segera bekerja kembali.
Tepat pada jam makan siang ocha masih berada di dalam ruangannya.
Namun tiba-tiba lisa datang ke ruangannya sambil setengah berlari.
"Ocha,cha"panggil lisa dengan nafas terengah-engah.
"Lisa,kamu kenapa lari-larian begitu?.
Ini minum dulu"ucap ocha menyodorkan minuman kepada lisa.
Lisa segera duduk di sofa dan menerima gelas ocha.
Mana remote tivi mu cha"tanya lisa sembari mencari remote tivi yang berada di atas rak.
"Nah ini dia"ucap lisa setelah berhasil menemukan remote tivi lalu menyalakannya.
***Berita siang ini para polisi telah menangkap pelaku pengiriman kosmetik dari china.
Perusahaan X terbukti melakukan pengiriman gelap dari China mereka bekerja sama untuk memasarkan produk di jakarta dan sekitarnya.
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti dan menangkap beberapa orang yang terlibat di dalamnya.
Pemilik perusahaan dan anggota di perusahaan akan di mintai keterangan lebih lanjut***
"Lisa,itu bukannya perusahaan milik pak bara?"tanya ocha memperhatikan layar di depannya.
"Kamu benar ya,jadi dugaanku benar mereka sengaja mengirim barang dari luar negeri.
Kita tahu sendiri barang kosmetik yang kita pakai menggunakan bahan berkualitas tinggi jadi sesuai dengan harga dan hasil yang di dapatkan.
Tapi para konsumen lebih memilih membeli produk mereka karena mereka juga melakukan promo besar-besaran"terang lisa.
"Bukankah itu pak bara dan pak faris mereka ikut di gelandang ke kantor polisi"ujar ocha masih mengenali dua orang dan beberapa lainnya memakai masker.
"Akhirnya pelaku kejahatan itu sudah di tangkap, setelah ini kita harus lebih waspada pada pihak lain yang ingin menjatuhkan perusahaanmu cha"ucap lisa.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lisa,aku dan ayah sudah bersusah payah membangun perusahaan ini dari nol.
__ADS_1
Dan semua itu atas bantuan dari kamu dan kak doni juga"ucap ocha seraya memeluk lisa.
"Aku pun bangga cha perusahaanmu yang semula kecil hingga jadi berkembang seperti sekarang"ucap lisa membalas pelukan sahabatnya itu.
**Di tempat lain hendro sedang uring-uringan karena perusahaan faris dan bara terlibat melakukan pengiriman melalui pasar gelap.
"Ah sialan ternyata mereka semua melakukan cara licik untuk menyaingi perusahaan ocha.
Padahal aku sangat berharap pada mereka bisa membantu menghancurkan perusahaan milik keluarga bastian"ucap hendro kesal sambil melempar semua barang yang ada di ruangannya
.
Mendengar suara gaduh di ruangan atasannya,sang sekretaris segera mengeceknya.
Tok tok tok
Karena tak ada jawaban akhirnya sekretaris hendo itu masuk mata melotot melihat ruangan bosnya seperti kapal pecah.
"A-pa yang terjadi pak?"tanya sekretaris itu ragu.
"Kenapa kamu bisa masuk ke dalam ruangan ku tanpa ijin.
Dimana sopan santunmu,apa kamu mau di pecat dari pekerjaanmu sekarang?"ucap hendro dengan nada tinggi.
"Ma-maafkan saya pak,saya sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban.
Saya permisi"ucap sekretaris itu berbalik badan dan berjalan ke arah pintu.
"Tunggu siapa yang menyuruhmu keluar?".
Sang sekretaris menghentikan langkahnya lalu berbalik dengan ragu.
"Bapak memanggil saya?"tanyanya menunduk.
"Iya,kamu suruh OB membersihkan ruanganku sekarang.
Aku akan pergi keluar sebentar untuk menenangkan diri"ucap hendro berjalan keluar meninggalkan ruangannya.
Hendro memang mempunyai sebuah persewaan mobil dan jasa angkut barang cukup besar.
Namun ia yang tak terima karena kakaknya memiliki perusahaan lebih besar darinya.
Hendro menuju sebuah cafe di dekat kantornya sambil menyulut rokok di temani dengan kopi hitam yang ia pesan.
Ia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi sang putra.
Sudah beberapa kali panggilan darinya tak di jawab oleh regan.
Hendro semakin kesal di saat seperti ini justru putranya menghilang.
"Anak kurang ajar,kemana saja dia sekarang masih jam makan siang kenapa tidak mengangkat panggilanku"ucap hendro tanpa sadar menggebrak meja di depannya.
Kebetulan suasana cafe di sana cukup ramai sehingga perhatian mereka tertuju pada hendro yang sedang naik darah.
"Apa kalian lihat-lihat,mau cari masalah denganku hah?"ujar hendro dengan sedikit berteriak.
__ADS_1
Para pengunjung cafe melihat kelakuan hendro mengira pria itu gila karena menggerutu dan marah-marah tidak jelas.