Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Buah Tangan untuk Arsyilla


__ADS_3

Menjelang akhir acara mereka di Singapura, kali ini Kanaya dan Bisma mengajak Aksara menuju ION Orchard Mall yang berada di Orchard Road, Singapura. Tujuan mereka kali ini tentu adalah untuk berbelanja dan membeli oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang ke Indonesia nanti. Sekaligus, Kanaya akan memenuhi permintaan Aksara yang ingin memberikan oleh-oleh untuk Arsyilla.


“Kita belanja ya Bunda?” tanya Aksara sembari berjalan bersama Bundanya itu. Tentu Aksara bertanya karena sekarang mereka mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan yang besar dan megah di Singapura.


ION Orchard Mall sendiri memang menjadi pilihan bagi warga Singapura dan para wisatawan untuk membeli sejumlah barang branded di sana. Berbagai merek kelas dunia bisa didapatkan di ION Orchard Mall.


“Iya Nak … kita belikan oleh-oleh untuk keluarga Eyang, keluarga Oma dan Opa, dan juga buat Arsyilla yah,” ucap Kanaya kali ini. Lantaran mereka akan segera pulang ke Jakarta, sehingga tidak ada salahnya untuk membeli oleh-oleh bagi keluarga, Arsyilla, dan buat teman-teman Aksara yang berada di Panti Asuhan.


“Belikan untuk Bu Lisa dan teman-teman Aksara di Panti Asuhan boleh tidak Bunda?” tanya Aksara.


Dengan cepat Kanaya pun menganggukkan kepalanya, “Iya … boleh. Nanti kita belikan oleh-oleh untuk mereka semua,” balas Kanaya.


Sekadar membelikan oleh-oleh tentu bukan masalah besar bagi Kanaya dan Bisma. Keduanya adalah pasangan yang memiliki pekerjaan yang baik dan stabil secara finansial, terlebih posisi Kanaya sebagai Direktur Keuangan dan Bisma sebagai Dokter Spesialis Anak sudah tentu tidak menjadi masalah besar untuk membelikan berbagai buah tangan.


“Aksara kalau pengen sesuatu juga beli saja … Ayah akan belikan untuk Aksara,” ucap Bisma kali ini.


Tidak mungkin mereka membelanjakan banyak hal untuk keluarga dan teman-teman Aksara, tetapi tidak membelikan sesuatu untuk Aksara. Untuk itu, Bisma pun juga menawarkan kepada putranya itu untuk membeli sesuatu.


“Iya Ayah … terima kasih,” jawabnya.


Setelahnya, rupanya Aksara segera mengajak Kanaya dan Bisma menuju sebuah store yang menjual berbagai mainan anak. Di sana, Aksara menuju ke berbagai boneka princess dan tentu yang dia cari sekarang adalah Princess Aurora.

__ADS_1


“Dia memprioritaskan untuk Arsyilla terlebih dahulu, Mas,” gumam Kanaya dengan lirih di telinga suaminya.


Bisma yang juga memperhatikan putranya pun tertawa, “Biarkan saja Sayang … namanya juga sayang. Mau bagaimana lagi,” balas Bisma dengan lirih.


“Kalau dewasa mereka bertemu dan menikah gitu kelihatannya seru ya Mas … karena mereka sudah saling sayang dari kecil,” balas Kanaya kali ini.


Bukannya berpikir yang tidak-tidak, hanya saja Kanaya hanya membayangkan jika putranya saat dewasa nanti akan menikah dengan Arsyilla tentu akan begitu lucu.


“Biarkan Aksara bertemu dengan jodohnya sendiri, Sayang … sama seperti aku yang menemukanmu. Jika berjodoh pasti akan bertemu,” balas Bisma.


Jika Kanaya memikirkan yang lucu jika suatu saat putranya akan berjodoh dengan Arsyilla. Sementara Bisma yang lebih realistis hanya berharap bahwa Aksara akan menemukan jodohnya sendiri. Sama seperti asam di gunung dan garam di luat, jika memang berjodoh tentulah akan bertemu dengan sendirinya.


Hingga tidak berselang lama, Aksara datang dan membawa beberapa kotak mainan berisi boneka Princess Aurora dan menunjukkannya kepada Bunda Kanaya.


Kanaya pun lantas tersenyum, putranya begitu excited memilihkan buah tangan untuk Arsyilla. Kanaya lantas mengangguk sebagai tanda menyetujui pilihan putranya itu.


“Iya … tiga boneka ini untuk Syilla?” tanya Kanaya.


“Iya … semuanya untuk Syilla. Pasti Syilla akan senang sekali mendapatkan hadiah dari Aksara. Sama belikan cokelat dan caramel untuk Syilla ya Bunda … Syilla suka sekali caramel,” ucap Aksara lagi.


“Aksara tidak beli mainan untuk kamu sendiri?” tanya Bisma kali ini.

__ADS_1


Rupanya Aksara tampak menggelengkan kepalanya, “Tidak Ayah … Aksara tidak usah beli mainan. Ayah belikan Aksara buku saja ya,” pinta Aksara kali ini.


“Iya … nanti Ayah belikan buku yang banyak buat Aksara. Nanti Ayah bikinkan perpustakaan untuk Aksara di rumah mau tidak?” tawar Bisma kali ini.


“Mau … mau Yah. Yee, nanti Aksara bisa punya banyak buku dan belajar. Biar Aksara makin pintar,” balas Aksara yang begitu suka karena Ayahnya akan membuatkan perpustakaan untuknya.


Aksara tidak hanya membelikan mainan untuk Arsyilla, tetapi dia juga membelikan aneka cokelat untuk Arsyilla dan teman-temannya di Panti Asuhan. Kanaya sendiri juga memberikan sesuatu kepada Bu Lisa sebagai tanda terima kasihnya karena Bu Lisa sudah sangat baik dan mengasuh Aksara selama ini.


“Kamu tidak beli sesuatu untuk dirimu sendiri Sayang?” tawar Bisma kali ini kepada Kanaya.


Pikirnya mumpung mereka berada di pusat perbelanjaan, siapa tahu Kanaya ingin membeli sesuatu sehingga Kanaya bisa segera membelikan.


Akan tetapi, Kanaya pun menggelengkan kepalanya, “Tidak … tidak perlu Mas … semuanya masih ada. Bisa membelikan oleh-oleh untuk keluarga kita dan teman-teman Aksara saja aku sudah begitu senang,” balasnya.


“Sekali-kali membelanjakan uang untuk diri sendiri tidak masalah Sayang … suamimu ini bisa membelikan kamu apa pun,” balas Bisma.


Kanaya pun tersenyum menatap wajah suaminya itu, “Makasih Mas … hanya saja sekarang aku sudah kecukupan dengan semuanya. Memiliki Aksara kembali, aku sudah begitu senang. Aku ingin menginvestasikan sejumlah uang untuk Aksara kelak. Supaya saat dia dewasa nanti, hidupnya tercukupi. Selain itu, aku ingin membantu anak-anak di Panti Asuhan, sama seperti keluarga Pak Radit yang begitu baik dan dia bisa menyentuh hati Aksara yang masih sekecil itu,” balas Kanaya.


“Kalau itu pasti Sayang … kita juga sudah membahasnya bersama bahwa kita akan menjadi donatur tetap untuk Panti Asuhan Kasih Ibu. Tidak masalah, memberi dengan tulus hati, Sayang … sebab memberi tidak perlu menunggu saat kita kaya. Kita bisa memberi sekarang dengan apa yang kita miliki,” balas Bisma.


Saat Bisma dan Kanaya tengah berbicara, rupanya Aksara kembali dan membawa sebuah sticker yang berwarna merah muda dan berisi beberapa karakter Princess Aurora. Anak itu terlihat excited dan memberikan sticker yang lucu itu kepada Bunda Kanaya.

__ADS_1


“Bunda … tambah sticker ini untuk Syilla yah,” teriak Aksara lagi.


Kanaya dan Bisma pun sama-sama tertawa, dalam hatinya mereka penasaran seperti apa Arsyilla itu sehingga bisa membuat Aksara begitu menyayanginya. Rasanya Kanaya dan Bisma ingin bisa bertemu dengan gadis kecil bernama Arsyilla itu. Bahkan mereka berpikir, mungkin jika memiliki bayi lagi dengan jenis kelamin perempuan akan lebih baik karena Aksara terlihat menyayangi Arsyilla. Mungkin saja Aksara bisa menjadi seorang figur Kakak yang baik bagi adiknya nanti.


__ADS_2