
Usai dari Farmhouse di kawasan Lembang, Bisma, Kanaya, dan Aksara kini menyambangi salah satu kafe instagramable di kota Bandung. Cakrawala Sparkling Restaurant menjadi tempat yang dipilih keluarga kecil itu. Di kafe ini terdapat ruangan ajaib yang bernama 'Galaxy' yang membuat suasana santai bagaikan berada di alam terbuka dengan beratapkan gugusan bintang yang indah.
"Kafe aja sekarang bagus-bagus ya Mas," ucap Kanaya yang seolah terpana dengan desain kafe yang asri dan instagramable itu.
Bisma kemudian mengangguk, "Iya, karena sekarang orang-orang yang menyambangi kafe tidak hanya sekadar membeli makanan dan minuman, Sayang. Mereka juga mencari tempat yang cozy, instagramable, dan nyaman, juga kalau bisa free jaringan internet. Tanpa semua itu, kafe akan susah untuk menggaet pelanggan," jelas Bisma kali ini kepada Kanaya.
"Ah, pantas saja. Sekarang orang-orang, apalagi anak-anak muda suka nongkrong di kafe karena semua alasan itu ya Mas … makan enak, free jaringan internet, terus bisa foto-foto cantik karena setiap kafe memiliki spot foto instagramable," sahut Kanaya.
"Yup, benar sekali Sayang. Jadi ya seperti itu, jika kafe tidak mengikuti trend ini ya mereka bisa ditinggal pelanggan yang kebanyakan dari kalangan milenial ini," jelas Bisma lagi.
Kemudian Kanaya tampak melihat handphonenya yang bergetar, di sana terpampang nama Giselle yang tengah menelponnya. Untuk itu, Kanaya meminta izin terlebih dahulu kepada Bisma untuk menerima telepon tersebut.
Giselle
Berdering
"Ya, halo Sell, ada apa?" tanya Kanaya begitu telah menggeser ikon bergambar telepon warna hijau di layar handphonenya.
"Kak, jadi ke Bandung kah?" tanya Giselle kepada Kanaya.
Kanaya pun mengangguk, seolah-olah Giselle sedang ada di hadapannya saat ini, "Iya, jadi dong. Kamu di Jakarta atau di Bandung?" tanya Kanaya.
"Aku dan Mas Gibran sedang di Bandung kok Kak. Boleh dong, kita ketemuan. Onty kangen nih sama Mas Aksara," ucapnya.
"Boleh-boleh. Aku dan Mas Bisma ada di Cakrawala Sparkling Restaurant nih, kamu ke sini aja. Kami tungguin," jawab Kanaya.
"Oke, Kak … kami langsung ke situ ya. OTW, jangan ditinggal balik dulu loh Kak," ucap Giselle melalui sambungan teleponnya.
Setelah menutup teleponnya, Kanaya lantas kembali menatap suaminya itu, "Giselle dan Gibran mau nyamperin kita ke sini. Katanya mereka kangen sama Aksara," ucap Kanaya kepada suaminya.
__ADS_1
Bisma pun mengangguk, "Oke, gak apa-apa. Mumpung kita juga ada di Bandung. Kita tunggu aja di sini, sambil istirahat."
Kanaya pun mengangguk perlahan, "Iya Mas … mumpung baru di Bandung juga sih," jawabnya.
Setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya Giselle dan Gibran pun tiba. Keduanya tampak bahagia melihat keluarga Bisma dan Kanaya.
"Halo Kak, Mas …," sapa Giselle dan Gibran nyaris bersamaan.
"Wah, akhirnya datang juga. Kalian gimana kabarnya?" Kali ini Bisma yang bertanya kepada mereka berdua.
"Baik Mas, Mas Bisma dan keluarga gimana kabarnya?" tanya Gibran.
Bisma pun tersenyum, "Baik dan sehat. Alhamdulillah," jawabnya.
Setelah itu Giselle dan Gibran juga turut memesan menu makanan untuk keduanya. Kanaya tersenyum karena Gibran terlihat tulus mencintai Giselle. Sekalipun, tubuh Giselle masih gemuk, agaknya Gibran memang bukan tipikal suami yang mempermasalahkan berat badan sang istri.
Sebab, memang Kanaya bahagia melihat Giselle dan Gibran. Pasangan muda yang juga terlihat rukun dan saling menyayangi.
"Makasih Kak," jawab Giselle dengan tersenyum.
Setelah itu, Giselle tampak menowel-nowel pipi chubby Aksara, "Ya ampun Mas Bayinya Onty Giselle, kamu cakep banget sih Sayang … pengen deh punya baby kayak kamu," celetuk Giselle dengan tiba-tiba.
Setelah mengatakan itu, terlihat raut wajah Giselle yang terlihat berbeda. "Kak Naya, aku boleh cerita sedikit," ucap Giselle kini dengan memandang wajah Kanaya.
Kanaya pun mengangguk, "Boleh … mau cerita apa? Kalau aku tidak bisa memberikanmu solusi, aku kan bisa memberikan kedua telingaku untuk mendengarkannya."
Giselle lantas menghela nafasnya perlahan, wanita itu lantas melihat Kanaya lagi, "Dokter bilang aku kena PCOS, Kak," akunya kali ini.
Mendengar PCOS sendiri wajah Kanaya terlihat sedih. Sebab dia tahu bahwa PCOS berkaitan dengan organ reproduksi wanita. PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) adalah gangguan hormonal yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista kecil di tepi luar. PCOS sendiri ditandai dengan gangguan menstruasi dan hormon androgen yang berlebih. Hormon androgen yang berlebihan pada penderita PCOS bis mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel telur tidak berkembang dengan sempurna dan gagal di lepaskan dengan teratur.
__ADS_1
"Kamu sudah berobat, Sell?" kali ini terlihat Bisma yang serius menimpali.
Mungkin karena latar belakang Bisma yang merupakan dari dunia medis, setidaknya Bisma cukup tahu perihal PCOS itu.
"Sudah, Mas … hanya saja Dokter bilang proses penyembuhannya tidak bisa instans. Harus berobat dan aku juga harus diet," jawab Giselle.
Seolah ingin membesarkan hati Giselle, Kanaya pun menepuki punggung Giselle perlahan, "Tidak apa-apa, berobat saja dulu yang rutin. Aku pernah dengar, karyawan di Jaya Corp juga terkena PCOS, setelah rutin berobat dan minum obat yang menekan Hormon Androgen itu, sekarang karyawan itu sudah hamil."
Giselle kemudian mengangguk, "Iya sih Kak, hanya saja aku merasa sedih," akunya kini.
Sebagai seorang wanita, memang tidak dipungkiri bahwa saat Dokter mendiagnosis dirinya terkena PCOS yang membuatnya sulit hamil, Giselle pun merasa sedih.
"Kalau mau pengobatan di Rumah Sakit tempatku bekerja saja. Dokter Indri, salah satu Dokter Obgyn terbaik baru-baru ini dia mengambil konsentrasi bagian fertilisasi dan program kehamilan. Jadi kamu bisa datang ke sana, Sell," jelas Bisma kepada Giselle.
Kanaya pun mendengarkan penjelasan dari suaminya itu, perihal info Obgyn terbaik sudah pasti Bisma tahu karena memang rekannya itu merupakan Obgyn terbaik di Ibukota.
"Benar Sell, aku dulu waktu hamil Aksara juga periksanya sama Dokter Indri. Dokternya ramah, memberi penjelasannya detail, juga enak diajak konsultasi. Kamu coba pengobatan rutin dulu, pasti bisa kok. Selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha," ucap Kanaya.
Kali ini Kanaya seolah teringat dengan ucapan dari suaminya dahulu yang memotivasinya untuk berubah. Ya, dulu Bisma pernah mengatakan bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha.
Bisma sendiri tersenyum saat Kanaya mengucapkan kalimat itu. Tidak menyangka istrinya benar-benar mengingat ucapannya.
"Benar Sell, selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha. Sekali pun usaha kita gagal, jangan menyerah. Tetap berusaha lagi sampai jalan itu terbuka," sahut Bisma.
Setelah itu, Bisma kemudian melihat Gibran yang duduk di hadapannya, "Kalau aku boleh memberi saran. Dampingi Giselle dulu. Seorang wanita membutuhkan suami yang mendampingi mereka. Sebab, saat didiagnosis seperti itu bukan hanya fisiknya yang merasa lemah, tetapi wanita bisa juga mengalami kelemahan secara psikis atau mental. Temani dan dampingi Giselle dulu, Bran … aku yakin kok, kalau berdua sama-sama bergandengan tangan dan bersabar. InsyaAllah, hasilnya akan maksimal," nasihat Bisma kali ini.
Gibran pun kemudian mengangguk, "Iya Mas … aku juga sudah bilang kok sama Giselle bahwa kami akan melalui ini bersama-sama. Tidak masalah kalau seorang anak agak terlambat, yang penting berusaha terlebih dulu. Makasih support dan nasihatnya ya Mas. Dengan begini, kami juga tambah semangat untuk berobat," ucapnya.
"Iya Gibran, tidak apa-apa. Usaha dulu. Kalau kita belum berusaha dan kita juga salah. Usaha menempuh jalur pengobatan medis dan jangan lupa berdoa, sertakan Tuhan dalam setiap langkah dan rencanamu," imbuh Kanaya.
__ADS_1