
Hendro terus menuduh ocha yang membuatnya geram.
"Ayah jangan bicara seperti itu?"ucap regan.
"Untuk apa kamu membela mereka regan,ayah sekarang lagi menderita dengan keadaan ayah sekarang"ucap hendro ketus.
"Cukup om hendro, kedatangan saya dan mas adrian ke sini hanya untuk melihat keadaan om.
Kalau om tidak suka kami datang ke sini kami permisi"ucap ocha menarik tangan adrian untuk keluar ruang perawatan hendro.
"Ocha aku minta maaf atas sikap ayah"ucap regan mengejar langkah ocha dan adrian.
Ocha mengangguk segera berjalan meninggalkan rumah sakit.
"Sikap om hendro tidak berubah sama sekali sayang"ucap adrian.
"Entahlah mas,om hendro seperti membenci keluargaku dari dulu"jawab ocha.
**Di dalam ruangan regan baru masuk kembali ke ruang perawatan ayahnya.
"Dari mana kamu regan?"tanya hendro memberikan tatapan tajam kearah putranya.
"Jangan bilang kamu mengejar mereka,jangan bikin ayah malu regan?".
"Sikap ayah sudah keterlaluan,ocha dan adrian ke sini untuk melihat keadaan ayah tapi malah ayah menuduh yang tidak-tidak.
Apalagi om bastian dia orang yang memberikan darahnya pada ayah waktu ayah kritis pasca operasi"terang regan.
"Kamu pasti bercanda kan regan?"tanya hendro tak percaya.
"Aku bicara apa adanya yah,tanpa bantuan om bastian aku gak tau lagi gimana keadaan ayah saat itu".
"Jadi kak bastian yang menyelamatkan hidupku"jelas
"Benar yah,lebih baik ayah minta maaf kepada mereka terutama sama om bastian"ucap regan memperingatkan ayahnya.
Hendro hanya terdiam tak menjawab apapun lagi.
"Yah,regan akan memutuskan untuk keluar dari kantor ocha saja.
Aku akan meneruskan usaha ayah,ayah butuh istirahat di rumah saja"ucap regan.
"Kamu itu bodoh atau gimana regan,kalau kamu keluar bagaimana dengan rencana kita merebut perusahaan ocha"ucap hendro kembali mengingatkan rencana busuk mereka.
"Regan tidak berniat untuk melakukan itu lagi yah,regan akan fokus mengembangkan bisnis yang kita punya saja"jawab regan tegas.
"Dasar keras kepala".
**keesokan harinya hendro sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.
Untuk sementara orang tua regan akan tinggal serumah di rumah regan.
Anak-anak regan pun setuju karena mereka senang di rumah ada sang kakek dan nenek yang menemaninya.
"Regan belum datang mah?"tanya hendro sedang bersiap untuk pulang tapi malah regan belum sampai.
"Belum mas, mungkin masih di jalan.
Dia kan lagi kerja ini juga baru masuk jam istirahat?"jelas sang istri.
__ADS_1
Sebelum berangkat ke rumah sakit regan terlebih dulu membuat surat pengunduran dirinya.
Ia sebenarnya berat untuk meninggalkan pekerjaannya,karena posisinya di kantor sudah cukup tinggi dan gaji yang ia dapat juga sudah mencukupi kebutuhan keluarga dan sekolah kedua putrinya.
Tok tok tok
Regan menuju ke ruangan ocha untuk menyerahkan surat pengunduran diri.
"Masuk,regan ada apa?"ucap ocha.
"Ini surat pengunduran diri dariku cha"ucap regan lirih.
"Kamu mau resign dari kantorku,kenapa regan?"tanya ocha ingin mendengarkan alasan regan.
"Aku akan melanjutkan bisnis arah cha,biar ayah di rumah untuk beristirahat apalagi dengan keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk bekerja sendiri"terang regan.
"Baiklah,kalau itu keputusan kamu.
Nanti kamu akan saya kirim uang untuk dedikasi kamu selama bekerja di perusahaan ini"jawab ocha.
"Aku yakin cha, tanpa aku di sini perusahaanmu pasti akan tetap berkembang seperti ini.
Ada lisa,doni,om bastian dan adrian tentunya yang selalu support kamu"ucap regan sebelum pergi meninggalkan ruangan ceo.
Ketika sampai di parkiran teleponnya berbunyi terdapat panggilan dari istrinya.
"Halo sayang ada apa?"tanya regan.
"Halo mas jadi jemput ayah siang ini?".
"Iya sayang,kamu gak keberatan kan mereka tinggal sama kita dulu".
"Baik terima atas pengertiannya sayang,aku berangkat ke rumah sakit dulu.
Sampai jumpa di rumah".
"Iya mas, hati-hati di jalan"jawab seva kemudian panggilan itu berakhir.
**Aulia merasa ogah-ogahan untuk bekerja hari ini apalagi ini giliran dirinya untuk mengunjungi nasabah ke rumahnya.
"Ah malas banget aku harus wara-wiri ke rumah nasabah kayak gini.
Apa lagi kalau nanti ada minus sama data di kantor.
Aku harus ganti rugi lagi, bisa-bisa gajiku habis hanya untuk itu".
"Coba aja kalau aku punya pria tajir kayak pak feri dulu,apapun keinginanku pasti di turuti.
Apa aku cari sugar daddy kaya lagi ya,tapi siapa?"gumam aulia memikirkan cara lain.
"Ah iya pak regan,dia cukup tampan dan kaya juga.
Aku harus membuatnya mencintaiku,gak peduli kalau dia sudah beristri aku harus main rapi mulai saat ini.
Jangan sampai kejadian seperti pak feri terulang kembali"ucap aulia tersenyum smirk.
"Aku kirim pesan ke pak regan dulu, semoga aja dia mau makan malam denganku"batin aulia berharap.
**Regan sudah sampai di rumah sakit ia melihat ponsel ada notifikasi pesan.
__ADS_1
"Pesan dari siapa?"gumam regan.
Karena penasaran ia segera membuka pesan itu.
Aulia : mas regan,nanti malam jadi kan malam malam di restoran X.
Aku yang akan traktir makan malam soalnya aku hari ini ulang tahun.
Regan : aku belum tahu,tapi aku usahakan untuk datang.
Nanti aku kabari lagi.
"Regan kenapa kamu baru sampai,ayah sudah menunggu dari tadi?"gerutu hendro.
"Regan menyelesaikan urusan regan di kantor dulu yah, hari ini regan resmi keluar dari kantor ocha".
"Ah bagus itu keputusan yang kamu inginkan bukan,kamu bahkan tidak mendengarkan ayahmu".
"Sudah jangan berdebat lagi, lebih baik kita segera pulang ke rumah.
Ibu khawatir dengan keadaan seva di rumah karena dari pagi dia mual-mual"ucap siti.
"Istrimu sakit apa regan?"tanya hendro.
"Seva seperti kecapekan yah".
"Ibu curiga seva hamil lagi,nanti coba kamu ajak seva untuk periksa ke dokter kandungan?"ujar siti.
Regan mengangguk dan segera melajukan mobilnya menuju ke rumah.
Sesampainya di depan rumah terlihat seorang gadi kecil sedang berjalan menghampiri mereka yang baru tiba.
"Kakek sudah pulang, kenapa kakek duduk di kursi roda?"tanya risma anak bungsu regan.
"Kaki kakek risma,ayo masuk.
Dimana bunda?"tanya regan tak melihat istrinya di sana.
"Bunda baru aja istirahat di kamar yah,bunda kelihatan lemas dan risma suruh makan gak mau"ujar gadis kecil berusia 3 tahunan itu.
Regan membantu ayahnya menuju kamar sementara istrinya segera menyiapkan makan siang untuk suaminya.
Melihat risma sibuk bermain dengan bik inem lalu regan segera ke kamar melihat keadaan istrinya.
Setelah pintu kamar terbuka dapat regan lihat seva sedang tertidur dengan perasaan gelisah.
"Seva sayang kamu kenapa,apa perutmu masih terasa sakit?"tanya regan duduk di dekat istrinya.
"Iya mas, perut sedikit nyeri mungkin karena aku tadi pagi tidak makan".
"Kenapa tidak makan,kamu punya riwayat penyakit maag.
Aku ambilkan makan siang ya,biar aku suapi"ucap regan akan bangkit namun di cegah oleh seva.
"Kamu ingin ke dokter,biar aku antar sekarang?"tanya regan.
"Aku sudah menghubungi dokter mas,nanti pukul tujuh temani aku periksa ya"pinta seva penuh harap.
Regan merasa bingung di sisi lain ia memiliki janji dengan aulia untuk makan malam tapi melihat keadaan seva.
__ADS_1
Ia juga tak tega membiarkannya pergi sendirian ke dokter.