Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Kado Terindah


__ADS_3

Satu bulan berlalu, akhir-akhir ini ocha merasa tak enak badan.


Ia berfikir hanya kecapekan saja karena beberapa hari ini ia sibuk melakukan giat promosi untuk mengeluarkan produk baru lagi.


Hoekkk!


Hoekkk!


Ocha sedang berdiri di depan wastafel ketika merasakan mual pada perutnya.


"Ya ampun sayang,kamu kenapa sejak tadi pagi tadi muntah terus?"tanya adrian khawatir sambil mengurut pelan pundak istrinya.


"Aku gak tau mas,aku laper tapi pada saat makanan masuk ke dalam mulut malah tenggorokan menolak dan perutku langsung mual mas".


"Kamu belum makan apa-apa sayang,kamu mau makan apa aku buatkan bubur ya?"ujar adrian cemas.


Hoekkk!


Syurrrrr..


Dan benar saja semua isi perut ocha keluar.


Tetapi karena ia belum sempat makan apapun hanya cairan bening yang membuat mulutnya merasakan pahit.


Dengan telaten adrian terus memijat tengkuk dan pundak ocha.


Pria itu tak tega melihat wajah pucat istrinya.


"Aku gak kuat mas,badanku rasanya lemas sekali"lirih ocha setelah merasa perutnya tidak mual lagi.


Tanpa menjawab adrian segera menggendong istrinya keluar dari dalam kamar mandi.


Lantas ia merebahkan ocha di atas tempat tidur dan membuka lemari untuk mengambil baju ocha.


"Sayang,mas gantikan baju kamu dan kita ke rumah sakit?"ucap adrian seraya membuka kancing baju istrinya.


Ocha yang merasa lemas hanya mengangguk dan kepala saja.


Dengan cepat adrian segera mengganti baju istrinya yang basah karena kena muntahan.


Kulit putih mulus milik sang istri tak membuat adrian tergoda untuk sekarang.


Karena yang terpenting dirinya harus segera membawa istrinya ke rumah sakit.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya sayang?"ucap adrian kembali menggendong ocha ala bridal style.


Adrian menggendong istri sampai ke dalam mobil dan mendudukkannya di kursi depan bersebelahan dengan dirinya.


Tanpa menunggu lama ia segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit sambil mengusap perut istrinya.


Sepuluh menit kemudian adrian sampai di rumah sakit terdekat.


Ia langsung mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam rumah sakit itu.


"Suster, tolong istri saya"teriak adrian panik sambil menggendong ocha.


Suster yang berada di lobby rumah sakit segera mengambil kursi roda dan mengantar ocha masuk ke ruang UGD.


"Bapak mohon tunggu di sini saja"ucap suster itu ketika mereka sudah sampai di depan ruang UGD.


"Tapi sus saya..

__ADS_1


"Mohon maaf pak,lebih baik anda menunggu di luar biar dokter segera menangani istri bapak".


"Baiklah"lirih adrian seraya mengelus lembut tangan sang istri sebelum masuk ke ruangan tersebut.


Setelah pintu tertutup hening tidak terdengar suara apapun dari dalam.


Adrian semakin gelisah dan terus mondar mandir di depan pintu.


Ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang lemah tak berdaya.


Ia takut jika istrinya mengalami keracunan makanan.


Karena semalam ia dan ocha makan sate madura cukup banyak yang ia beli di pinggir jalan.


Tak berselang lama pintu UGD nampak terbuka.


Adrian segera menghampiri dokter paruh baya yang baru keluar ruangan.


"Bagiamana keadaan istri saya dokter?"tanya adrian cemas.


"Bisa kita bicara di ruangan saya saja?".


"Tapi dok, boleh saya melihat keadaan istri saya dulu".


"Baiklah jangan lama-lama,saya tunggu di ruangan saya di sebelah sana"tunjuk dokter itu pada satu ruangan yang berada di pojokan.


"Baik dokter"ucap adrian singkat.


Adrian segera masuk ke ruang UGD untuk melihat keadaan istrinya dahulu.


Ia membuka pintu perlahan lalu melihat istrinya terbaring di ranjang dengan infus di tangan kirinya.


"Sayang"panggil adrian sambi mengelus tangan istrinya.


Lalu ia kembali mengingat ucapan dokter tadi membuatnya tersenyum.


Senyum yang mengembang mengartikan arti sebuah kebahagiaan.


Tetapi berbeda dengan adrian yang begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya.


"Mas,kenapa cemberut gitu senyum dong"lirih ocha.


"Bagaimana aku bisa tersenyum jika melihat keadaanmu seperti ini sayang".


"Aku baik-baik saja mas,jangan terlalu khawatir ya"ucap ocha tersenyum.


"Aku takut kamu kenapa-napa.


Dokter tidak mengatakan apapun,dia menyuruhku untuk menemui di ruangannya"terang adrian tanpa melepaskan genggaman tangan istrinya.


"Lalu kenapa kamu malah menemui ku mas?".


"Aku ingin memastikan kamu baik-baik saja di sini sayang".


"Baiklah, lebih baik kamu segera menemui dokter itu mas".


"Iya sayang,aku tinggal sebentar ya.


Aku gak akan lama"ucap adrian sebelum pergi tak lupa ia mencium kening ocha.


Adrian pun segera keluar dari ruang UGD dan berjalan menuju ruangan dokter tadi.

__ADS_1


Pria itu berjalan dan melewati koridor rumah sakit,hingga ia sampai di pojok ruangan bertuliskan" Ruang Kandungan".


Hati adrian seketika berdebar dengan ragu ia mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok tok tok


Masuk!.


Perlahan adrian membuka pintu dan masuk kedalam ruangan yang bersuhu dingin karena ada AC di dalamnya.


"Pak adrian silahkan duduk dulu"ucap dokter paruh baya itu.


"Anda harus tau,jika saat ini kondisi tubuh istri anda sangat sensitif terhadap makanan tertentu"terang sang dokter.


Adrian telah menduga jika istrinya keracunan akibat makanan yang ia beli semalam.


"Istri anda tidak dapat makan sembarangan dalam jangka waktu yang tidak dapat di tentukan".


"Kenapa dokter,apa yang terjadi dengan istri saya?".


"Jika istri anda terus saja muntah di saat makanan masuk ke dalam mulutnya,anda tidak perlu khawatir".


"Kenapa dokter, tolong jelaskan apa yang terjadi pada istri saya?"tanya adrian karena sang dokter tak kunjung memberitahu keadaan istrinya.


"Itu karena efek dari hormon tubuhnya".


"Maksudnya apa dokter,saya tidak mengerti.tolong katakan dengan jelas jangan bertele-tele seperti ini?"tanya adrian sedikit kesal.


Dokter itu hanya tersenyum melihat adrian sedikit terbawa emosi.


"Selamat pak adrian,anda akan menjadi seorang ayah".


"Jadi maksud dokter istri saya hami?"tanya adrian menyakinkan.


"Benar pak, istri anda hamil dua minggu!".


"Alhamdulillah ini benar-benar kado terindah yang engkau berikan ya tuhan"seru adrian dengan mata berbinar.


Adrian tak bisa berkata apapun, suaranya seakan tersekat dalam tenggorokan.


Keyakinannya benar ocha tidaklah mandul seperti yang di tuduhkan oleh mantan suaminya.


"Sekali lagi selamat ya pak,dan jangan lupa untuk selalu menjagamu kesehatan istrinya"pinta dokter.


"Baik dokter, terima kasih banyak"ucap adrian seraya menjabat tangan dokter itu.


Adrian pun bangkit dan bergegas pergi dari ruangan tersebut.


"Saya permisi dokter"ucap adrian ketika sudah memegang handel pintu.


"Tunggu dulu pak".


Adrian menghentikan langkahnya dan berbalik badan kembali menatap dokter itu.


"Ada apa dokter?"tanya adrian dengan dahi berkerut.


"Karena kondisi fisik istri anda sangat lemah, sebaiknya di rawat inap di sini dulu.


"Baik dokter"jawab adrian tersenyum.


"Satu lagi yang harus saya sampaikan pak,saya lihat kehamilan istri anda bukanlah kehamilan biasa"terang dokter paruh baya itu.

__ADS_1


"Maksudnya apa dokter"tanya adrian khawatir kalau dokter akan mengatakan kandungan ocha lemah.


__ADS_2