Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Keputusan Revan


__ADS_3

Revan sengaja menunggu hera yang masih menebus resep yang di berikan oleh dokter.


Begitu sampai di dalam mobil revan menatap tajam ke arah hera.


"Jadi kamu selama ini membohongiku,bilang kalau kamu hamil?"tanya revan murka.


"Aku tidak bermaksud membohongimu revan sungguh,aku baru kemarin datang bulan.


Karena haid ku pun terlambat seminggu lebih,jadi aku pikir aku hamil"tutur hera.


Revan tak menghiraukan ucapan hera memilih melanjutkan mobilnya menuju apartemennya.


Pria itu keluar lebih dulu dan berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya.


Mengambil koper dan membuka lemari pakaian.


Ia lalu memasukkan semua baju-baju milik hera ke dalam koper itu.


"Kamu apa-apaan regan,apa yang kamu lakukan?"tanya hera mulai kesal.


"Apa kamu buta,aku sedang mengemasi semua pakaianmu"jawab revan ketus.


"Jadi kamu mau mengusir aku dari sini?".


"Iya lebih baik kamu tinggalkan apartemen ini,mulai sekarang kita tidak punya hubungan apa-apa"putus revan mantap.


"Semudah itu kamu meninggalkan aku revan, setelah apa yang sudah kita lakukan selama ini?"ucap hera tak terima.


"Aku udah terlanjur kecewa dengan kamu hera,aku akan menuruti semua perkataan orang tua ku.


Aku masih membutuhkan mereka saat ini karena aku gak mau hidup terlantar"terang revan.


"Dasar pria lemah,mau aja kamu sebagai seorang pria di setir sama orang tua kamu.


Percuma kamu kuliah jauh-jauh ke luar negeri kalau hidup kamu hanya bergantung dengan orang tua mu saja"umpat hera dengan mata memicing.


"Tutup mulutmu hera,kalau kamu tidak tau apa-apa lebih baik kamu diam.


Tidak usah ikut campur urusanku lagi.


Sekarang pergi dari sini?"ucap revan melempar koper itu di depan hera.


"Pria pengecut kamu revan,aku tidak akan tinggal diam".


Hera mengambil koper miliknya lalu segera keluar dari apartemen itu sambil membanting pintu dengan kasar.


Revan menghembuskan nafasnya perlahan ia berharap ini keputusan yang terbaik karena ia yakin hera hanya memanfaatkannya saja.


Di luar hera terus menggerutu sambil berjalan menggeret kopernya.


"Aku harus kemana lagi sekarang,aku sudah tidak punya siapapun di jakarta.


Lebih baik aku pulang ke surabaya dulu"gumam hera sambil berjalan menuju halte bus yang tak jauh dari sana.


Revan memilih untuk kembali ke rumah sakit menemui orang tuanya di sana.


Ia melirik ke arah halte bus ketika mengetahui hera masih ada di sana.


Namun ia acuh dan tak memperdulikan tatapan tajam dari hera.

__ADS_1


Hera mengepalkan kedua tangannya melihat mobil revan yang melewatinya begitu saja.


"Sialan kamu revan,akan aku adukan kamu kepada kedua orang tuaku"batin hera kesal.


Sampai ada sebuah bus yang berhenti namun hera tak kunjung naik.


"Mbak jadi naik gak?"tanya seorang penumpang yang akan masuk kedalam bus itu.


"Oh iya jadi?"jawab hera membuyarkan lamunannya.


Dengan terpaksa hera harus pulang ke surabaya tanpa revan.


Karena orang tua hera sudah mendesaknya untuk segera menikah.


Masih ada sedikit sisa uang dari rekeningnya,jadi ia masih bisa untuk membayar transportasi dan makan selama di perjalanan.


**Hari ini ocha sudah pulang dari rumah sakit di antar oleh suaminya.


Namun suaminya pergi lagi ke kantor karena ada meeting bersama klien baru.


"Ocha sayang kenapa kamu turun,kamu lapar?"tanya bunda nur melihat putrinya menuruni tangga.


"Aku pengen buat rujak serut bunda,ayo kita beli buah di pasar?"ajak ocha pada sang ibu.


"Biar bunda aja ya yang beli ke pasar,jam segini pasar pasti ramai"ucap bunda nur.


"Biarkan ocha keluar kan ada bunda yang jagain,ayo ayah antar?"timpal ayah bastian.


"Baiklah,bunda ambil dompet dulu".


Mereka kini sudah sampai di dalam mobil.


"Di rumah adrian ada lift yah,tapi harus muter lewat samping rumah"sambar bunda nur.


"Nanti habis kamu lahiran kamu tinggal di rumah ayah sama bunda aja ya.


Bair kamu gak kecapekan mengurus bayi kamu sendirian"ujar ayah bastian.


Ocha mengangguk melihat mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki area pasar.


"Ayo kita turun nak,biar ayah nunggu di mobil aja?"ajak bunda nur.


"Tidak bisa begitu bun,ayah ikut masuk ke pasar juga?"timpal ayah bastian.


"Memangnya ayah mau ngapain ikut ke pasar,mau belanja?"tanya bunda nur dengan dahi berkerut.


"Udah ayo masuk bunda gak usah banyak nanya dulu"ucap ayah bastian menarik tangan ocha menuju toko buah di dalam pasar.


"Wah itu ada kue kesukaan ayah"ucap ayah bastian berbinar melihat kue putu ayu berwarna hijau yang di jual dengan berbagai makanan lain.


Ayah bastian mendekati penjual kue itu bahkan memilih berbagai jenis kue dan camilan juga.


"Ini yang ngidam ayah atau ocha sih kok malah ayah yang dapat duluan?"ucap bunda nur heran.


"Ayah lama gak makan kue tradisional ini bunda sejak kita tinggal di jakarta,bunda sering buat kue atau kukis di rumah"jawab ayah bastian.


"Lain kali bunda bikin spesial buat ayah deh,tapi nanti di habisin ya".


"Oke bunda sayang".

__ADS_1


"Eh ocha kemana bunda kok gak ada di sini?"tanya ayah bastian tak melihat ocha di belakangnya.


"Oh iya kemana ocha kok gak ada, jangan-jangan ocha hilang yah?"ucap bunda nur cemas.


"Ocha udah besar bunda gak mungkin ocha hilang,kita telpon aja deh".


"Gimana bun di angkat gak?"tanya ayah bastian.


Bunda nur menggelengkan kepalanya lalu terlihat dari kejauhan ocha berjalan menenteng kresek di tangannya.


"Itu ocha yah?"ucap bunda nur memberitahu.


"Oh iya,ocha kamu dari mana nak?"tanya ayah bastian cemas.


"Ocha tadi lihat buah mangga muda di toko sebelah sana yah,jadi aku beli sebentar.


Maaf ya buat kalian khawatir"ucap ocha tersenyum.


"Oh baiklah kalau gitu kita pulang aja,adrian barusan kirim pesan dia udah sampai rumah.


Hubungi kamu gak di angkat"tutur bunda nur.


"Ponsel ocha mode senyap bun,jadi gak tau mas adrian dan bunda telepon tadi".


Merasa sangat khawatir adrian sampai menyusul istrinya ke pasar.


"Sayang aku di sini?"panggil adrian melihat ocha keluar dari pasar.


"Mas adrian ngapain ke sini?".


"Aku sengaja nyusul kamu sayang,papahku baru pulang ke rumah dan pengen ketemu kamu.


Kita ke rumahku sekarang ya"ucap adrian.


Mereka akhirnya berpamitan dengan ayah bastian dan bunda nur untuk segera pergi ke rumah adrian.


**Lima belas menit perjalanan mereka sampai di rumah orang tua adrian.


Ia melihat revan sedang duduk di ruang tamu sambil menyesap kopi hitam.


"Bukannya revan hari ini menikah mas?"tanya ocha.


"Gak jadi sayang, ternyata hera telah membohongi revan kalau dirinya ternyata gak hamil"terang adrian.


"Tapi kalau di lihat sepertinya revan kelihatan sedih mas,apa revan benar-benar menyukai hera?"tanya ocha melihat raut wajah revan yang masam.


"Biarkan saja sayang,itu memang keputusan yang tepat.


Hera itu hanya memanfaatkan revan aja,di hanya terobsesi dengan harta kita"terang adrian.


Mata ocha melebar mendengar ucapan adrian kenapa sikap hera tak jauh dengan mas arman yang gila harta.


Padahal mereka masih muda dan masih bisa berkerja mencari uang sendiri tanpa melakukan cara licik.


"Kamu tidak perlu bersedih dan memikirkan perempuan licik itu revan.


Buang jauh-jauh perasaan kamu itu,lebih baik kamu sekarang fokus menjalankan bisnis bersama kakakmu"ucap diana.


"Jangan jadi pria lembek tindakan kamu ini sudah benar, untuk apa mempertahankan hubungan dengan wanita licik seperti hera".

__ADS_1


__ADS_2