Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Kritis


__ADS_3

Regan dan sang ibu saling berpandangan,mereka takut kehilangan hendro tapi di sisi lain mereka juga tau operasi di kepala itu memang sangat beresiko.


"Bagaimana ibu dan masnya,apa pihak keluarga setuju untuk melakukan operasi?"tanya suster.


"Baiklah lakukan yang terbaik untuk kesembuhan suami saya dokter?"putus siti.


Ia berharap operasi suaminya berjalan dengan lancar.


Setelah mengurus semuanya para dokter telah memindahkan hendro ke kamar operasi.


Regan dan siti masih menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan cemas.


Lampu operasi masih menyala namun seorang suster keluar dari ruangan operasi.


"Mohon maaf ibu,kami membutuhkan satu kantong darah lagi untuk golongan darah O.


Karena pasien kehilangan banyak darah dan stok darah di rumah sakit kami hanya tinggal satu kantong saja"ujar dokter.


"Lalu saya harus cari di mana dokter malam-malam begini?"jawab regan bingung.


"Ambil darah saya saja dok?"pinta siti.


"Baiklah mari ikut saya periksa dulu?"ajak suster ke sebuah ruangan.


Di dalam ruangan itu suster melakukan pemeriksaan namun golongan darah siti tak sama dengan suaminya.


"Coba periksa anak saya saja dokter?"ucap siti memberi tahu.


Siti keluar dari ruangan itu lalu menghampiri regan yang tengah tertidur di kursi.


"Regan bisa-bisa kamu tidur di saat genting seperti ini"bentak sang ibu.


"Mata regan gak bisa di ajak kompromi mah, bagaimana hasilnya darah mamah cocok kan dengan ayah"tanya regan.


"Tidak regan, golongan darah mamah A.


Jadi kita harus mencari golongan darah yang sama".


"Mamah kan tau golongan darah regan sama dengan mamah"jawab regan.


"Iya mamah hampir lupa,coba kamu hubungi seva tanyakan padanya memiliki golongan darah apa?"pinta siti.


**Adrian malam ini harus bergadang karena pekerjaan yang cukup banyak.


Ia melihat ke arah istri yang sudah terlelap di atas ranjang.


Ocha sempat menemani suaminya bekerja namun adrian menyuruhnya untuk tidur duluan karena ia tahu ocha pasti juga capek bekerja.


Adrian menutup laptopnya dan meletakkan di atas nakas.


Pria itu naik ke atas ranjang mengusap pucak kepalanya ocha lalu perlahan tangannya turun meraba perut istrinya yang masih rata karena belum pernah mengandung bahkan kulitnya terasa begitu mulus.


"Ya tuhan ridhoi pernikahan kami.


Kami sudah berusaha dan saya meminta titipkan anak pada kami kelak.


Aku yakin tidak ada usaha dan doa yang sia-sia.

__ADS_1


Aku sungguh berharap engkau mengabulkan permintaanku.amin"ucap adrian seraya terus mengelus perut istrinya.


"Amin, semoga semua doa kita di jawab oleh yang maha kuasa mas"sahut ocha.


"Sayang kamu belum tidur?"tanya adrian melihat mata ocha terbuka sempurna.


"Belum mas,maafkan aku mas masih belum memberikan keturunan yang kamu inginkan.


Kalau aku bisa aku akan memberikan banyak anak untukmu mas"ucap ocha lirih.


Mendengar hal itu,adrian langsung menarik ocha kedalam pelukannya dan mengusap lembut pucak kepala ocha.


"Sayang,kamu dengar sedari dulu aku tidak menuntutmu untuk memberikan keturunan.


Kita jalani saja hidup ini dengan santai.


Kita sudah berusaha dan berdoa serahkan semua hasilnya pada yang maha kuasa.


Tapi aku yakin sayang,suatu saat nanti kamu bisa hamil bahkan bisa hamil anak kembar lima"ucap adrian mencoba untuk menghibur sang istri.


"Terima kasih mas,aku beruntung mendapatkan suami yang baik dan sangat pengertian seperti mas adrian"ucap ocha.


"Aku sangat beruntung memiliki istri cantik dan baik seperti dirimu sayang.


Ayo kita tidur atau mau usaha buat bayi lagi"ajak adrian mengoda istrinya.


"Bukannya tiap hari kita sudah berusaha untuk membuat bayi mas"jawab ocha terkekeh.


"Tubuhmu membuatku candu sayang, bagaimana mungkin aku tidak menginginkan terus".


Adrian pun langsung bergerak cepat mengajak istrinya mengambil wudhu terlebih dahulu sebelum memulai pertempuran yang hampir tiap malam mereka lakukan.


Beberapa kali panggilan yang ia lakukan tak ada jawaban.


Kerena kemungkinan istrinya sudah tidur karena hari sudah larut malam.


Setelah panggilan ke lima akhirnya panggilan itu di jawab oleh seva.


"Halo mas".


"Sayang kamu dari mana saja,aku telpon dari tadi gak di angkat".


"Maaf mas,tadi aku ketiduran.


Bagaimana keadaan ayah mas?"tanya seva khawatir.


"Ayah masih kritis,seva apa golongan darah kamu?".


"Golongan darahku B mas,kenapa?".


"Aduh bagaimana ini,ayah membutuhkan darah O sayang.


Aku harus mencarinya kemana.


Pihak rumah sakit sudah tidak memiliki stok darah O".


"Mas,aku baru ingat bukankah om bastian memiliki golongan darah yang sama dengan ayah"ujar seva.

__ADS_1


"Kamu benar sayang,aku akan ke rumah om bastian meminta bantuannya.


Semoga om bastian mau menolong ayah".


"Pasti mau mas,om bastian itu orang baik apalagi ini menyangkut nyawa adik kandungnya sendiri"jelas seva.


Panggilan itu berakhir regan segera bergegas menuju rumah bastian meskipun harus tengah malam begini dan yang pasti om bastian sudah tidur.


"Kamu mau kemana regan?"tanya siti.


"Aku akan ke rumah om bastian mah,aku yakin om bastian memiliki golongan sama dengan ayah".


"Baiklah cepat kembali".


Tak membutuhkan waktu lama regan sampai di rumah bastian.


Tok tok tok


"Regan ada apa malam-malam ke sini?"tanya bunda nur yang terbangun dari tidurnya.


"Maafkan regan mengganggu waktu om dan tante malam-malam begini.


Regan butuh bantuan om bastian untuk menolong ayah di rumah sakit?"terang regan.


"Apa yang terjadi dengan hendro?"tanya bunda nur.


Regan pun menceritakan semua kejadian yang menimpa ayahnya.


"Maafkan tante dan om tidak tau berita itu regan, baiklah kamu duduk dulu tante bangunkan mas bastian dulu".


Tak lama bastian turun dari tangga sudah memakai kemeja.


"Ayo regan kita berangkat sekarang, golongan darah om dan ayah kamu sama"ujar bastian juga merasa khawatir dengan keadaan adiknya itu.


"Om ikut sedih atas kejadian yang menimpa ayahmu regan, semoga ayahmu segera sembuh"ucap bastian sedang mengobrol di dalam mobil.


"Terima kasih banyak,om bastian baik sekali sama keluarga saya walaupun sikap ayah sama om..


"Sudah regan tidak perlu membahas hal itu"ucap bastian memotong ucapan regan.


"Ya tuhan betapa bodoh aku dulu, hampir saja aku membuat keluarga om bastian menderita.


Mungkin ini teguran untuk ayah dan aku karena sikap om bastian yang begitu baik"batin regan menyesali perbuatannya.


**Regan memarkirkan mobilnya sementara bastian lebih dulu turun menuju ruangan untuk pemeriksaan dan pengambilan darahnya.


"Regan bagaimana apa bastian mau mendonorkan darahnya pada ayahmu?"tanya siti gelisah.


"Iya mah,om bastian sedang di ambil darahnya di dalam"jawab regan.


Siti bernafas lega lalu menunggu operasi suaminya selesai dan berharap suaminya selamat.


"Bastian, terima kasih kamu sudah mau membantu mas hendro"ucap siti melihat kedatangan bastian di sana.


"Kamu tidak perlu berterima kasih padaku siti,hendro itu adekku jadi aku pasti membantunya saat ia kesusahan"ujar bastian tersenyum.


Pintu operasi terbuka dokter keluar bergantian dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Dokter bagaimana keadaan suami saya,apa operasinya berhasil?"cecar siti cemas.


"Mohon maaf ibu,kami tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik untuk pasien tapi.


__ADS_2