Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Mulai Posesif


__ADS_3

Ocha tak menjawab pertanyaan suaminya karena perutnya terasa sangat mual.


Wanita itu memilih pergi ke kamar mandi di dekat dapur.


Adrian berdiri dan mengikuti langkah istrinya ke kamar mandi.


Hoek hoek


Ocha kembali memuntahkan susu yang ia minum barusan.


"Sayang kamu muntah lagi?"tanya adrian lalu memijat tengkuk ocha dengan telaten.


"Iya mas,aku suka sih rasa susunya tapi gak tau aja tiba-tiba mual banget perutku"jawab ocha setelah mulai merasa lega.


Adrian kembali menuntun ocha ke ruang tamu.


"Kamu istirahat saja ya nak di kamar?"ucap bunda nur.


"Aku buatkan teh hangat saja ya sayang,siapa tau bayi kita mau menerima teh manis.


Kamu mau makan apa,biar aku masakin terus nanti kamu minum vitamin dan obat mualnya"ujar adrian khawatir.


"Aku pengen rujak petis mas yang agak pedas sih,di depan perempatan sana enak biasa aku beli"ujar ocha menginginkan makan yang segar dan pedas.


"Baiklah sayang,kamu tunggu di sini dulu ya.


Aku pergi cari makanan yang kamu inginkan"ucap adrian pergi ke dapur terlebih dulu lalu segera keluar mencari rujak yang di inginkan istrinya.


Ocha hanya mengangguk sembari mengusapkan minyak telon pada perutnya.


"Ocha, untuk urusan perusahaan biar ayah aja yang handle ya.


Kamu istirahat di rumah saja di temenin sama bundamu"ucap ayah bastian.


"Baik yah,kalau aku kangen ke kantor aku boleh ke sana ya".


"Tentu saja boleh asal kamu gak kecapekan, kehamilan pertama ini rawan.


Ayah harap kamu menjaga baik-baik kandungan kamu, karena dia adalah cucu pertama keluarga bastian"terang ayah bastian.


"Pasti ayah,ocha akan menjadi calon bayiku dengan baik"jawab ocha tersenyum.


"Ayah gak perlu khawatir ada bunda nanti yang ikut jaga ocha, setidaknya bunda sudah punya pengalaman hamil walaupun baru sekali"timpal bunda nur.


"Apa bunda ingin hamil lagi,ayah siap kok?"tanya ayah bastian berbinar.


"Siapa bilang begitu yah,ingat umur kita berdua.


Kita lebih pantas mempunyai cucu daripada punya bayi lagi.


"Aku jadi keinget sama aulia yah,gak tau aja tiba-tiba keinget dia"ujar bunda nur.


"Ayah dengar dia sekarang bekerja di kantor regan"jawab ayah bastian.


Bunda nur mengangguk ia dan keluarganya masih merasa kecewa dengan sikap aulia yang sudah aulia lakukan dulu.


"Biarkan saja anak itu,anak gak tau diri aku hampir mati gara-gara ulahnya"ucap ayah bastian geram.


"Sudah yah jangan di ingat lagi masalah itu".

__ADS_1


Bunda nur mencoba untuk menenangkan suaminya.


"Sayang ini teh untukmu,aku tadi lihat buah pisang coba kamu makan sedikit siapa tau gak mual?"ucap adrian sambil membawa teh hangat buatannya.


"Terima kasih mas"ucap ocha meniup teh hangat itu dan meminumnya.


"Sayang aku keluar dulu ya beli rujak,ada lagi yang kamu pengenin biar sekalian aku belikan?"tanya adrian.


"Gak mas itu aja,aku tunggu ya.


Mas hati-hati di jalan"ucap ocha tersenyum.


Adrian mengangguk sebelum pergi ia mengecup puncak kepala istri terlebih dulu.


Bunda seneng lihat kedekatan kalian seperti ini, bunda bisa lihat adrian sangat menyayangi kamu nak"ucap bunda nur tersenyum.


"Iya bunda,mas adrian perhatian banget sama ocha dari dulu"jawab ocha senang.


"Tidak salah ayah menyetujui lamaran adrian waktu itu.


Karena ayah yakin adrian pria baik dan setia.


Terbukti sekarang dia berhasil menjaga putriku dengan baik"timpal ayah bastian.


"Apa keluarga adrian sudah mengetahui kehamilanmu nak?"tanya bunda nur.


"Sudah bun, kemarin mas adrian memberitahu mereka lewat telepon".


**Regan telah sampai di rumahnya,ia langsung mencari keberadaan sang istri.


"Seva,seva kamu di mana?"panggil regan tak menemukan istrinya di dalam kamar.


"Regan kenapa kamu teriak-teriak begitu,ayah kamu sedang istirahat?"tanya siti.


"Coba kamu lihat di kamar risma".


Regan mengangguk berjalan menuju kamar anak bungsunya.


Tok tok tok


Pintu itu tidak terkunci regan segera masuk kedalam.


"Seva,aku ingin bicara padamu?"ujar regan.


"Iya mas, tunggu sebentar biar risma tidur lelap dulu"ucap seva sedang menepuk-nepuk pelan pantat putri kecilnya.


"Baiklah,aku tunggu di kamar ya.


Sekalian aku mau ganti baju dulu"jawab regan segera pergi menuju kamarnya.


Setelah berganti pakaian sembari menunggu istrinya untuk rebahan di kasur.


Pintu kamar terbuka seva pun datang dan menghampiri suaminya di kasur.


"Ada apa mas?"tanya seva.


"Apa risma sudah tidur?"tanya regan balik.


"Sudah mas,mas mau bicara apa?".

__ADS_1


"Sayang,aku pinjam dulu ya kartu kredit yang kamu bawa itu?"ucap regan lirih.


"Untuk apa mas, bukankah baru kemarin mas ambil uang"tanya seva penasaran.


"Ehmm aku butuh uang untuk biaya operasi karyawanku yang sakit sayang?".


"Siapa mas, memang sakit apa dia kok pakai operasi segala?"tanya seva menyelidik.


"Aulia,adek angkat ocha kamu pasti tahu kan?"ucap regan.


"Oh aulia,dia sakit apa mas?"tanya seva penasaran.


"Rahimnya harus di angkat sayang,soalnya ada gumpalan di dalam rahimnya yang cukup parah"terang regan.


"Berarti aulia gak akan pernah punya anak dong,mau hamil lewat mana coba?".


"Ya begitulah sayang,biar itu jadi urusan di sendiri"ujar regan.


"Mungkin ini karma yang aulia dapatkan karena merebut suami orang bahkan mengatai ocha mandul"ucap seva terkekeh.


"Tidak usah ikut campur masalah mereka sayang,mana kartu kredit itu aku butuh sekarang?"pinta regan.


"Kenapa kamu repot-repot biayain operasi aulia mas,kamu bantuin bayar rumah sakit aja udah cukup sebenernya"timpal seva.


"Aku cuma kasian sayang sama dia,arman di penjara biaya rumah sakit tidak murah.


Apalagi dia juga baru sebulan bekerja di kantorku"terang regan.


"Iya mas,aku ambilkan dulu kartu kreditnya"putus seva mencari dompet yang ia letakkan di dalam tas miliknya.


"Ini mas,pakai dulu kalau kamu perlukan"ucap seva menyodorkan kartu kredit atas nama suaminya itu.


"Iya sayang terima kasih,aku langsung ke rumah sakit ya urus semuanya dulu"pamit regan.


"Iya mas,apa kamu harus memberitahu soal ini pada keluarga ocha?"tanya seva.


"Aku rasa tidak perlu sayang,lagian aulia itu sudah memutuskan hidup sendiri bersama arman"jawab regan.


"Kamu benar mas,aulia itu memang wanita gak tau diri.


Sudah hidup enak malah bikin ulah,rasain kan sekarang dia sendiri yang menderita"ucap seva geram.


"Itu urusan dia sayang,biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri"timpal regan.


**Tiga puluh menit kemudian adrian datang dengan membawa beberapa bungkus rujak di tangannya.


"Sayang aku kembali,maaf lama ya aku ambilkan piring dulu"ucap adrian yang baru sampai.


"Kamu di sini aja nak adrian, biar bunda yang ambil piringnya"ucap bunda nur lalu melihat banyak bungkusan yang adrian bawa.


"Mas,kok banyak banget kamu beli berapa?"tanya ocha membuka kresek berisi makanan itu.


"Aku beli empat sayang,biar semua ikut merasakan juga.


Rujak petis ini ramai yang beli,aku yakin rasa enak"jawab adrian tersenyum.


"Kamu memang menantu pengertian adrian,tau saja kalau ayah juga laper dan sudah gak di ragukan lagi rujak di sana rasanya enak"timpal ayah bastian.


Tak lama bunda nur datang membawakan piring dan sendok.

__ADS_1


"Wah bunda sudah lama gak makan rujak petis di perempatan sana, pasti enak nih".


"Sayang mau aku suapin atau makan berdua saja".


__ADS_2