
Dua sejoli yang sedang berjalan-jalan sembari saling bercanda dan bergenggaman tangan itu terlihat bagai pasangan yang romantis. Dokter muda dengan wajah tampan, dan wanita yang berwajah cantik beberapa kali menjadi perhatian bagi pengunjung Mall yang lainnya. Bahkan tawa keduanya, yang seakan tampak riuh terdengar, juga membuat beberapa pengunjung Mall memperhatikan keduanya.
“Udahlah Mas, jangan bercanda. Aduh, perutku sakit sejak tadi kamu ajak bercanda terus.” ucap Kanaya sembari terus berjalan dan satu tangannya seolah mengipasi wajahnya yang memerah lantaran terlalu banyak tertawa.
“Bumil memang harus banyak tertawa dong Sayang, biar bahagia.” ucapnya sembari terus berjalan menggenggam erat tangan istrinya itu. “Kamu enggak pengen makan atau minum sesuatu dulu gitu Sayang?” tanyanya kali ini kepada istrinya.
Kanaya tampak memperhatikan beberapa restoran yang berada di Mall tersebut, mengamati satu per satu mungkin saja ada salah satu dari banyaknya restoran di tempat itu yang akan menjadi pilihannya untuk sekadar istirahat dan meminum sesuatu yang menghilangkan hausnya.
“Aku sebenarnya pengen Sushi itu, Mas … tetapi kan Ibu Hamil gak boleh makan Sushi ya Mas? Bener enggak sih?” tanyanya kepada suaminya itu.
Seolah Kanaya benar-benar beruntung, suaminya yang Dokter ternyata memang bisa dia manfaatkan kapan saja dengan bertanya banyak hal kepada suaminya itu. Ibarat kata konsultasi gratis.
“Bener Sayang. Ibu hamil sebaiknya hindari dulu protein yang mentah, bisa menyebabkan tokso pada janin. Makan telor pun harus digoreng sampai benar-benar matang Sayang, jangan lagi makan telor setengah matang ya.” ucapnya sembari mengingatkan supaya istrinya itu tidak memakan telor setengah matang.
“Iya-iya Mas Dokter … karena Sushi enggak boleh, makan Udon boleh enggak Mas?” tanyanya sembari menunjuk restoran yang menjual Udon itu.
Udon sendiri adalah salah satu jenis mie yang terkenal dari Jepang, dibuat dari tepung terigu dan berbentuk agak tebal dan lebar. Di Indonesia sendiri, Udon menjadi salah satu jenis makanan khas Jepang yang populer di lidah masyarakat Indonesia.
Melihat pilihan dari istrinya, Bisma pun mengangguk, “Oke boleh … mau yang apa?” tanyanya sembari melihat beberapa menu di depan restoran Udon itu.
__ADS_1
“Niku Udon ya Mas, pakai beef kan ini. Aku mau itu.” ucapnya dengan semangat.
Bisma pun mengangguk, “Oke … aku pesankan ya, kamu duduk dulu saja. Mau minum apa?”
“Lemon tea dingin, Mas.” ucapnya sembari memilih tempat duduk yang akan dia tempati bersama suaminya itu.
Lantaran weekend, sudah pasti beberapa tempat duduk di restoran pun penuh. Akan tetapi, Kanaya masih beruntung karena dia bisa mendapatkan tempat duduk.
Tidak berselang lama, Bisma pun datang dengan membawa pesanan mereka berdua di atas sebuah nampan berwarna hitam.
“Silakan Bumilku … pesanannya sudah datang.” ucapnya sembari mengangkat semangkok Niku Udon yang merupakan pesanan dari istrinya itu.
“Makasih Mas Dogan …” jawabnya sembari tersenyum kepada suaminya itu.
Mungkin karena lapar, atau karena ngidam, seporsi Niku Udon dihabiskan Kanaya dengan cukup cepat. Hingga Bisma tersenyum melihatnya.
“Pelan-pelan makannya Sayang … aku justru seneng liat kamu yang makan enggak pilih-pilih selama hamil. Hanya saja, makanan seperti ini enggak boleh sering-sering ya Sayang. Perbanyak sayur dan buah. Oh, iya … nanti mampir ke supermarket Sayang, aku akan membelikanmu susu kehamilan.” ucapnya kepada Kanaya.
Wanita itu justru dengan cepat menggelengkan kepalanya, “Aku enggak suka susu, Mas … eneg kalau minum susu.” sahutnya dengan cepat.
__ADS_1
“Harus Sayang … nanti aku yang bikinkan deh susunya. Konon, kalau suami yang membuatkan susu untuk istrinya yang sedang hamil itu rasanya jauh lebih enak.” ungkapnya sembari tersenyum.
Mendengar ucapan suaminya, Kanaya pun mengangguk. Mau tidak mau, dia akan meminum susu kehamilan yang dibuatkan suaminya nanti, walaupun dirinya memang tidak terlalu menyukai susu karena menurutnya rasanya eneg.
Usai mengisi perut dan beristirahat sebentar, Kanaya dan Bisma mulai kembali berjalan menuju supermarket. Di sana Bisma membeli berkotak-kotak susu kehamilan untuk istrinya itu. Tidak hanya susu, pria itu juga membeli cookies dan jus pomegranate untuk Kanaya.
“Kamu cinta banget sama aku ya Mas? Sampai kamu belikan sebanyak ini.” ucap Kanaya yang tidak menyangka bahwa suaminya akan memborong susu kehamilan, cookies, dan jus pomegranate untuk dirinya.
Bisma pun tertawa, “Buat stok dua hingga tiga minggu Sayang. Nanti kalau abis, aku belikan lagi.”
Saat mereka sedang bercanda dan memperhatikan beberapa kantong plastik yang ditenteng suaminya itu seorang wanita tampak menepuk bahu Kanaya dari belakang.
“Hei Kalkun jelek …” sapa wanita itu.
Sapaan yang Kanaya tahu pasti dari siapa. Hanya dua orang yang memanggilnya demikian, pertama Darren, dan kedua Sandra.
Perlahan Kanaya menghela napasnya saat Sandra kini sudah berdiri di hadapannya. Wanita itu tersenyum licik menatap Kanaya dari atas hingga ke bawah.
“O … jadi yang ini lo lakukan setelah berhasil membuat Darren bangkrut dan akhirnya ninggalin gue. Haa?” tanya wanita itu sembari memincingkan matanya menatap Kanaya.
__ADS_1
Merasa jengah, Kanaya memutar bola matanya dengan malas. Baru beberapa menit yang lalu dia merasa bahagia jalan-jalan dengan suaminya dan bercanda bersama, kini dia harus berhadapan lagi dengan Sandra. Bahkan jika Kanaya bisa memilih, dia akan memilih untuk tidak pernah melihat Sandra lagi. Wanita yang menurutnya hanya sebagai Iblis yang tersembunyi di balik wajah ayu wanita yang berprofesi sebagai model itu.
Mood Kanaya yang sebelumnya bagus, harus berubah drastis saat harus berhadapan dengan wanita tersebut. Rasa jengah mendominasi, hingga membuat Kanaya seolah ingin segera meninggalkan tempat tersebut. Sungguh sangat tidak ingin rasanya kembali bertemu Sandra.