Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Cerita Bisma kepada Keluarganya


__ADS_3

Sore hari saat Bisma telah tiba di rumah, pria itu memilih mandi terlebih dahulu. Pekerjaannya sebagai seorang Dokter memungkinkan ada kuman maupun virus yang tak terlihat bisa menempel di badannya. Sementara di rumah ada Aksara yang masih kecil dan istrinya yang hamil. Untuk itu, Bisma memilih untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah bersih dan segar, barulah Bisma bergabung dengan Kanaya dan Aksara yang saat itu tengah menikmati kartun bersama di ruang keluarga.


“Sudah pulang Ayah?” tanya Kanaya kini kepada suaminya itu.


“Iya, sudah Bunda,” balas Bisma sembari mengambil tempat duduk di samping Kanaya.


“Gimana pekerjaannya hari ini Ayah?” tanya Aksara yang kini sekilas menatap ke Ayahnya.


Perlahan Bisma pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Baik … tadi Ayah mendapatkan pasien kecil yang pinter banget. Dia baru berusia 4 tahun, tetapi sudah begitu pintar membaca. Bahkan dia bisa membaca nama Ayah yang terpasang di pintu masuk ruang pemeriksaan,” cerita Bisma kali ini kepada istri dan anaknya.


“Oh, ya … pinter banget dong. Baru 4 tahun sudah bisa membaca. Cewek atau cowok Yah?” tanya Aksara kepada Ayahnya.


“Cewek … dia pasien Ayah sejak bayi. Jadi, Ayah tahulah sejak anak itu dilahirkan karena yang visiting babynya itu Ayah waktu di Rumah Sakit. Setelah itu, dia rutin vaksinasi bersama Ayah. Anaknya cantik, lucu, dan pintar,” cerita Bisma lagi.


Kanaya yang mendengarkan cerita suaminya itu pun turut tersenyum. Tidak menyangka sebenarnya bahwa suaminya akan bercerita mengenai pasiennya. Sebagai Dokter Spesialis Anak sudah pasti pasien Bisma adalah anak-anak, sehingga Kanaya merasa cukup santai. Akan tetapi, jika Dokter Umum atau Dokter lainnya yang memiliki pasien cewek cantik-cantik pasti Kanaya cemburu. Akan tetapi, Kanaya tahu bahwa pasien suaminya adalah anak-anak kecil.


“Namanya siapa Yah?” tanya Aksara kini kepada Ayahnya.


“Namanya Arsyilla, Aksara,” balas Bisma.


Mendengar nama Arsyilla disebut, Aksara tampak diam. Dalam hatinya, Aksara berpikir bahwa mungkinkah Arsyilla yang menjadi pasien Ayahnya itu adalah Arsyillanya? Adik kecil yang begitu disayanginya?


Melihat Aksara yang diam, Kanaya dan Bisma pun lantas saling pandang. Sebab, kenapa pasien kecil itu juga bernama Arsyilla.

__ADS_1


“Kenapa namanya seperti Arsyillanya Aksara,” gumam Aksara.


Rupanya sedari kecil, Aksara sudah mengklaim bahwa Arsyilla adalah miliknya. Ya, anak itu memiliki satu pemikiran bahwa Arsyilla adalah adiknya, miliknya. Sementara Kanaya juga memandang ke arah suaminya.


“Kenapa namanya mirip dengan adik kecilnya Aksara?” tanya Kanaya kini.


Terlihat Bisma yang diam dan perlahan mengedikkan bahunya. “Entahlah, Sayang … mereka orang yang sama atau berbeda. Gadis kecil itu sangat lucu dan begitu pintar. Dia tadi menyebut namaku, ‘Dokter Bisma Adi, S.Pa’ dengan lancar sekali,” ucap Bisma kali ini.


“Arsyillaku juga sudah pandai membaca loh Ayah … bisa membaca buku dongeng sendiri,” sahut Aksara kini. “Arsyilla, pasiennya Ayah sakit apa?” tanya Aksara kini kepada Ayahnya.


“Terkena Flu Singapura, Nak … ada ruam di mulut, tangan, dan kakinya. Akan tetapi, anaknya masih ceria kok. Jadi hanya minum penurun demam dan oral suspensi juga akan sembuh,” jelas Bisma.


Setelah membahas mengenai pasiennya yang bernama Arsyilla itu, lantas Aksara berpamitan untuk ke kamar karena dia hendak mengerjakan tugas sekolahnya terlebih dahulu. Sementara Bisma masih duduk di ruang tamu bersama dengan istrinya.


“Gimana kehamilan kamu Sayang?” tanya Bisma kali ini sembari mengusapi perut Kanaya yang sudah begitu membuncit.


“Enggak nyangka yah … kehamilan kamu sudah sebesar ini. Tidak lama lagi, kita akan segera menyambutnya ya Sayang,” ucap Bisma kali ini.


Kanaya pun menganggukkan kepalanya, dan perlahan menatap suaminya itu. “Si baby akan dikasih nama apa Mas?” tanya Kanaya.


Bisma lantas tersenyum, “Nanti aku pikirkan … baby boy biar aku saja yang memberikan nama yah?” ucap Bisma kali ini.


Perlahan Kanaya pun menganggukkan kepalanya, “Iya … kali ini giliran Ayah saja yang memberikan nama untuk si baby boy. Nama yang bagus ya Ayah … yang menyematkan doa-doa kita berdua,” pinta Kanaya kali ini kepada Bisma.

__ADS_1


“Iya Sayang … kamu tenang saja. Aku pasti aku memberikan nama yang bagus dan menyematkan doa serta harapan kita berdua,” balas Bisma.


Kanaya pun tersenyum, wanita itu lantas memeluk suaminya dengan begitu eratnya. Sembari sesekali memejamkan matanya dan menghirupi aroma maskulin yang begitu segar dari parfum yang dikenakan suaminya itu.


“Mas, aku kangen,” ucap Kanaya dengan tiba-tiba.


Bisma pun tersenyum, pria itu menghadiahi kecupan sayang di kening istrinya, dan sesekali mengusapi puncak kepala Kanaya dengan penuh kasih sayang.


“Bumilku manja yah?” tanya Bisma kali ini.


“Si baby yang mau dimanjain Ayahnya,” jawab Kanaya sembari terkekeh geli.


Bisma kemudian turut tertawa, “Ya sudah … nanti malam Ayah manjain. Sebelum nanti kalau lahiran, bakalan puasa lama,” ucap Bisma dengan tiba-tiba.


Kanaya hanya tersenyum dan tetap melingkari pinggang suaminya itu. “Untung aku hamil dua kali anti ribet semuanya ya Mas … malahan kehamilan yang kedua ini enggak nyangka udah mau lahiran,” jelas Kanaya kali ini.


“Benar Sayang … kamu hamil dua kali semuanya mudah. Allah benar-benar mempermudah semuanya, sehingga bisa berjalan dengan lancar. Aku bersyukur banget, kamu kalau hamil tidak sakit, tidak ngidam yang aneh-aneh. Itu sungguh luar biasa, Sayang,”


jawab Bisma kali ini.


“Aku sebenarnya ngidam kok Mas … cuma kamu aja yang enggak tahu,” sahut Kanaya dengan cepat.


“Ngidam apa Sayang?” tanya Bisma.

__ADS_1


“Nempelin kamu kayak gini … seneng banget aku hamil ini bisa menempelin kamu, mungkin babynya bakalan jadi anak Papa nih,” balas Kanaya kali ini.


“Bukan Papa, Sayang … tetapi anaknya Ayah dan Bunda. Anak kita berdua,” sahut Bisma mempertegas bahwa babynya nanti adalah anak mereka berdua. Anak yang di dalam darahnya mengalir perpaduan genetik antara dirinya dan juga Kanaya. Anak yang kian melengkapi kebahagiaan rumah tangga keduanya. Anak yang akan menghiasi rumah tangga mereka dengan kisahnya sendiri.


__ADS_2