Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Tak Mau Mati Konyol


__ADS_3

Arman menelangkupkan tangannya memohon ampun.


"Baiklah,baiklah saya akan menuruti permintaan kalian.


Tapi tolong jangan apa apakan saya,saya mohon"ucap arman berusaha memelas.


Arman terpaksa menuruti para tahanan di sana karena ia tak mau mati konyol di dalam penjara itu.


"Ya sudah sekarang kamu pijitin saya!"pinta ketua tahanan itu.


Arman segera beranjak dan memijatnya dengan perlahan.


"Kau ini sudah makan apa belum sih?.


Pijit kok gak kerasa,kamu ini seorang pria tapi tenaga lemah kayak wanita"protes sang ketua tahanan.


Arman awalnya diam lalu mulai geram dengan ucapan orang yang ada di depannya saat ini.


"Rasakan ini,awas saja akan aku balas kalian nantinya"batin arman lalu memijat dengan keras dan penuh emosi.


"Woy,kamu sengaja mau membunuhku ya?"bentak ketua tahanan sambil mengibaskan tangan arman dan malayangkan tinju ke ujung bibir arman.


Ia merasa kesakitan karena arman sengaja meminjat dengan kencang bahkan mencengkram bahunya dengan kuat.


"Maafkan saya,saya tidak sengaja"ujar arman sambil memegangi ujung bibirnya yang tersa perih akibat pukulan sang ketua tahanan itu.


"Baru pijat aja gak becus,cuih!".


Ketua tahanan itu beranjak meninggalkan arman lalu seusai meludahi wajahnya.


Arman yang emosi hanya diam sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Tunggu saja,aku akan menghabisi kalian semua,jangan panggil aku arman jika aku tak bisa mengalahkan kalian"gumam arman lirih sehingga hanya dia sendiri yang mendengarnya.


Karena merasa jijik arman segera membilas wajahnya dengan air bersih.


***Tut tut tut


"Duh mas arman kemana sih?.


Dari tadi pagi nomernya tidak bisa di hubungi,ini sudah sore gak mungkin belum selesai


acaranya"cerocos aulia kebingungan mencari arman.


"Giliran istrinya mau ikut aja gak di bolehin, enakan dia di sana pasti lagi makan enak dan pasti ketemu cewek-cewek cantik.


Awas aja kamu mas kalau sampai tergoda sama wanita cantik di sana?"ucap aulia geram lalu melemparkan ponselnya di ranjang.


**Selesai acara ocha masuk ke kamar lalu menuju kamar mandi.


"Lisa tolong bantuin saya lepas resleting di belakang baju saya dong"ucap ocha yang keluar dari kamar mandi.


Ocha mematung saat melihat adrian yang masuk.


"Eh,adrian aku kira lisa.


Soalnya tadi lisa ada di sini menemaniku"ucap ocha berbalik kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Adrian berjalan menyusul ocha ke kamar mandi.

__ADS_1


"Adrian kamu ngapain di sini?"tanya ocha.


"Mau bantuin kamu melepas resleting belakang bajumu"tutur adrian membuat ocha menyilangkan tangannya di depan dada.


Adrian tersenyum melihat reaksi ocha.


"Kenapa,aku hanya bantu turunkan resletingmu tidak lebih"ujar adrian yang berjalan ke arah ocha.


Ocha terdiam saat adrian pelan-pelan menurunkan resleting bajunya.


Adrian kemudian mengecup punggung ocha yang sangat mulus dan dia pun segera keluar dari dalam kamar mandi.


Ocha menghembuskan nafas lega saat adrian telah keluar dan dengan segera ia mengunci pintu kamar mandi.


Adrian menunggu ocha dengan duduk di sofa sembari bermain ponselnya.


Beruntung ocha telah membawa peralatan untuk menghapus make up di kamar mandi.


Adrian memang sengaja memerintahkan MUA atau siapapun untuk tak membantu ocha setelah selesai acara.


Ia melakukan itu karena ingin membantu ocha namun melihat ocha yang sudah keluar dengan rapi ia membiarkan ocha melakukannya sendiri.


"Adrian kamu mau mandi?"tanya ocha.


"Aku sudah mandi kok,barusan di kamar mandi bawah"jawab adrian.


"Oh maaf adrian aku mandi terlalu lama ya tadi?".


"Tidak apa-apa cha,lelah ya kita tidur yuk nanti malam akan ada acara makan malam keluarga.


Kamu harus beristirahat dulu"ujar adrian bangkit dari sofa.


"Kamu lapar tidak,apa kamu mau makan lagi sebelum tidur?"tanya adrian.


"Ya sudah ayo tidur,tidur di sini kamu gak perlu takut"ucap adrian yang sudah berada di atas tempat tidur.


Dengan ragu ocha naik ke tempat tidur,ia merebahkan tubuhnya di samping adrian.


Adrian memiringkan tubunya menghadap ocha lalu mengusap kepala ocha perlahan.


Pria itu memeluk ocha membuat ocha tegang.


"Kenapa kamu tegang begitu cha,aku tidak akan macam-macam sebelum kamu mengijinkanku".


Ocha tersenyum lalu tidur memeluk guling yang membuatnya nyaman.


"Aku sudah mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu cha,jangan pernah tinggalkan aku ya"ujar adrian kemudian mengecup bibir ocha membuat ocha melotot.


"Tidak boleh marah,kita sudah menikah".


"Ayo tidur kenapa malah melihatku seperti itu mau aku cium lagi".


"No"pekik ocha segera menutupi bibirnya.


"Lucu sekali istriku,ayo kita tidur kalau kamu tidak tidur aku yang akan nidurin kamu"gumam adrian yang langsung di cubit oleh ocha.


Ocha pun akhirnya memejamkan matanya sedangkan adrian masih memperhatikan wajah ocha.


Ia merasa beruntung bisa menikahi perempuan seperti ocha, perjuangannya saat ini tidak sia-sia walaupun terlihat dirinya terlalu cepat untuk membuat ocha menerimanya.

__ADS_1


Melihat ocha terlelap dengan nyenyak adrian pun mengecup kening istrinya itu kemudian menyusul ke alam mimpi.


**Pagi hari ocha pergi ke kantor tentu di antar oleh suaminya adrian.


Adrian sepanjang perjalanan menggandeng tangan ocha mengantarnya sampai ke dalam ruangannya.


Terdengar para karyawan sedang membicarakan kasus arman yang telah di tangkap oleh pihak polisi.


Mereka tak menyangka arman melakukan hal itu dengan rapi dan berhasil mengambil uang perusahaan yang cukup besar.


Suara ponsel miliknya membuyarkan ocha yang sedang sibuk memeriksa file penting untuk presentasi nanti.


Yang akan di lakukan setelah jam makan siang yang membahas kerja sama dengan klien baru.


Ocha meraih ponselnya dan ia lihat ada nama hendra di sana.


Tanpa menunggu lama ocha segera menerima panggilan itu.


"Halo cantik,kamu pasti sedang sibuk ya?".


Maaf ya aku mengganggu waktumu sebentar.


"Ada apa hen?".


"Kemarin kamu lihat kan,arman di jemput oleh polisi itu karena aku tau arman ingin mengacaukan acara pernikahanmu dengan adrian".


"Apa kamu ingin melihat arman mendekam di penjara saat ini?".


"Tidak hen,kita juga akan bertemu di persidangan nanti".


"Kamu benar buat apa,nengokin pria gak tau malu kayak si arman nanti yang ada bikin dia besar kepala"ujar hendra.


"Kapan persidangan itu di laksanakan?".


"Dua minggu lagi cha,nanti aku pasti kabarin kamu lagi.


Oh ya aku ucapkan selamat atas pernikahanmu dengan adrian.


Sudah kamu buka hadiah dariku"ujar hendra.


"Apa hadiah kamu sebuah baju kurang bahan berwarna merah?"tanya ocha terkekeh.


"Dengan pakaian itu,aku yakin adrian akan lebih menyukaimu cha.


Coba aja deh"ledek hendra.


"Iya,lain kali aku pakai terima kasih hadiahnya".


"Sama-sama cantik,doain aku cepet nyusul nikah kayak kalian ya".


"Pasti aku doain hen,yang penting kamu serius jangan mempermainkan hati wanita"ujar ocha.


"Aku gak begitu kok cha,kamu jangan percaya sama ucapan adrian dia itu takut kalah saing sama aku buat dapatin kamu".


"Cha kamu lagi teleponan sama siapa?"tanya lisa yang baru masuk ke dalam ruangannya.


Sebelum ocha menjawab lisa yang penasaran lalu mendekatkan diri pada ocha.


Matanya membulat melihat siapa yang berada di layar ponsel.

__ADS_1


"Jadi kamu,pengacara genit.


Jangan berani godain istri orang".


__ADS_2