Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Istri Lebih Penting


__ADS_3

Dahi seva berkerut melihat suaminya malah terdiam.


"Mas bagaimana apa kamu bisa menemaniku ke dokter nanti malam?"tanya seva lagi.


"Maaf sayang,aku gak bisa menemani kamu ke dokter untuk periksa.


Siapa nanti yang jagain risma?.


Sementara bik inem sudah pulang"ujar regan.


"Ada ayah dan mamah mas di rumah?".


"Mamah pasti sibuk jagain papah sayang.


Kamu tau sendiri papah ada aja maunya"ucap regan memberikan alasan yang tepat.


Seva terpaksa mengangguk dan pergi sendiri ke dokter untuk memeriksakan diri.


Ia berharap tidak hamil dalam waktu dekat ini karena ia juga harus membantu mengurus ayah mertua yang sedang sakit.


**Di dalam sel tahanan seorang sipir sedang berulang tahun hari ini dan membagikan nasi kuning kepada seluruh narapidana di sana.


Arman hanya menatap nasi kuning yang ada di depannya.


Ia teringat dengan aulia tepat pada ini adalah ulang tahunnya.


Dia dan aulia belum resmi bercerai bahkan aulia hanya beberapa kali mengunjunginya di dalam rutan.


"Sedang apa kamu aulia,apa kau masih ingat saat kita merayakan ulang tahunmu di puncak.


Aku sengaja menyiapkan kue spesial dan kamu meniup lilin itu.


Kita bahkan menyalakan kembang api sambil melihat bintang di langit"batin arman membayangkan saat-saat indah bersama aulia.


"Hey kenapa kamu hanya diam menatap nasi di depanmu?.


Apa kamu tidak mau,biar aku saja yang makan?"ucap teman arman satu sel merebut nasi kotak itu.


"Berikan padaku,aku juga lapar"ucap arman berusaha mengambilnya kembali.


"Nih, makanya jangan bengong nikmati saja hari-hari kita selama di sini tidak memikirkan pekerjaan dan masalah di luar".


**Waktu tengah malam aulia sudah bersiap untuk pergi ke sebuah restoran.


Ia sudah menghubungi regan dan pria itu akan datang menemuinya di restoran.


Sementara di rumah regan sengaja menunggu istrinya untuk berangkat ke dokter dulu baru dirinya bisa menemui aulia.


"Kamu hati-hati ya sayang di jalan?"ucap regan mengantar istrinya sampai di depan rumah.


"Kamu di rumah aja ya mas jagain risma,kalau sewaktu-waktu dia cari aku.


Kamu bilang aja aku masih pergi sebentar?"ucap seva sebelum pergi.


Setelah melihat kepergian mobil taksi yang seva tumpangi regan segera masuk kembali ke dalam rumahnya.


Di dalam kamar ia sengaja berganti pakaian dan tak lupa menyemprotkan parfum cukup banyak pada bajunya.


Setelah memakai jaket regan segera berjalan keluar namun ia malah menemukan sang ibu ada di ruang tamu.

__ADS_1


"Regan kamu mau kemana kok rapi begitu?"tanya siti.


"Ehmm aku mau keluar sebentar mah,mau beli martabak di depan sana"jawab regan.


"Bukannya kamu tadi menemani seva untuk ke dokter?".


"Tidak mah,seva memilih untuk pergi sendiri naik taksi"jawab regan tersenyum.


"Oh begitu,ya sudah kamu hati-hati di jalan?".


"Regan titip risma ya bun kalau risma bangun, mamah bilang aja bundanya sebentar lagi pulang"ucap regan sebelum pergi dan mencium punggung tangan ibunya.


"Dimana sih mas regan kenapa belum datang juga?"ucap aulia tak sabar karena harus menunggu lama.


"Apa aku telpon aja ya,tapi kalau dia sudah di jalan gimana?"gumam aulia.


Tak lama ia melihat seorang yang ia tunggu akhirnya datang.


"Mas regan?"panggil aulia.


"Malam aulia,maaf aku lama ya?"ucap regan berdiri di dekat aulia sembari menyembunyikan tangan sebelahnya di belakang tubuhnya.


"Tidak lama kok mas,aku juga baru sampai.


Aku pikir mas regan tidak datang"ucap aulia tersenyum manis.


"Oh ya selamat ulang tahun ya aulia,ini bunga untukmu?"ucap regan memberikan bunga yang sengaja ia beli sebelumnya.


"Wah terima kasih mas regan, bunganya cantik dan harum lagi"jawab aulia terlihat sangat senang.


"Kamu belum memesan makanan?"tanya regan melihat meja di depannya aulia kosong.


"Oh baiklah lebih baik kita segera memesan makanan,aku sudah lapar"ucap regan lalu duduk di kursi depan aulia.


"Sebelum ini kamu bekerja dimana aulia?"tanya regan.


"Aku bekerja di bank swasta mas,cukup lama sih tapi karena ada karyawan baru yang menyukaiku akhirnya aku memilih keluar saja"jelas aulia.


"Dia hanya karyawan baru, kenapa kamu harus takut?"tanya regan heran.


"Ehmm itu karena,dia memiliki jabatan di atasku mas jadi berbuat semena-mena terhadapku"ucap aulia berbohong.


"Oh jadi begitu,mulai besok aku bekerja di kantor ayah.


Apa kamu mau bekerja di kantorku?"tawar regan yang mulai tertarik dengan aulia.


Selain aulia cantik,regan merasa nyaman berbicara dengan aulia sangat nyambung ia ajak bicara apapun tak peduli ia adik angkat ocha karena mereka tak memiliki ikatan darah.


"Aku mau mas,kapan aku mulai bekerja?.


Aku akan segera menyiapkan berkas lamaran kerja?"tanya aulia antusias.


Aulia sangat membutuhkan pekerjaan ini, karena uang di rekeningnya sudah menipis.


Ia bahkan harus menunda untuk membeli barang keluaran baru yang ia incar.


Selesai makan,aulia mengeluarkan dompet untuk membayar makanan itu.


"Aulia kamu mau apa?"tanya regan.

__ADS_1


"Aku mau bayar semua makanan ini mas"ucap aulia akan mengambil beberapa lembar uang di dompetnya.


"Tidak perlu biar aku saja yang membayarnya"jawab regan.


"Tidak mas,kan aku sudah bilang akan mentraktir kamu makan".


"Biar aku saja aulia,simpan uang kamu untuk keperluan lain"ucap regan tak ingin di bantah.


Ketika akan pulang regan mendapat pesan dari istrinya untuk menjemputnya karena hari sudah cukup larut.


Karena tak mendapat balasan dari regan,seva lantas menghubungi suaminya.


"Kenapa seva menelpon ku ya ada apa?"batin regan.


"Telpon dari siapa mas, kenapa gak di angkat?"tanya aulia heran.


"Dari istriku aulia,aku angkat sebentar ya?"ucap regan berjalan menjauhi aulia untuk mengangkat telepon dari istrinya.


"Halo mas,kamu di mana?".


"Ada apa seva,apa kamu sudah selesai?".


"Sudah mas,kamu pasti gak baca pesan aku ya.


Kamu sedang apa sih kayaknya sibuk banget?".


"Aku keluar sebentar cari martabak pesanan mamah".


"Oh,bisa jemput aku sekarang gak mas.


Aku udah selesai,aku tunggu ya?".


"Baiklah kamu tunggu dulu,aku berangkat sekarang"ucap regan segera mematikan panggilan itu.


"Kenapa mas,apa ada sesuatu?"tanya aulia penasaran.


"Maaf aulia aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang ke rumah,aku harus menjemput istriku dulu.


Kamu gak apa-apa kan pulang sendiri"ucap regan tak enak hati.


"Iya mas gak apa-apa, nanti aku pulang naik taksi aja"jawab aulia datar.


"Oke aku pergi dulu, kamu hati-hati di jalan kalau sudah sampai rumah kabarin aku di via pesan saja ya.bye!"ucap regan lalu berjalan lebih dulu keluar restoran.


"Ah sialan kenapa dia lebih memilih menjemput istrinya, padahal aku ingin mengajaknya mampir dulu ke rumah.


Males banget harus naik taksi,tau gitu tadi aku bawa mobil sendiri ke sini"ucap aulia sebal.


Tiga puluh menit kemudian regan telah sampai di tempat istrinya melakukan pemeriksaan.


"Sayang maaf ya lama?"ucap regan berjalan setengah berlari menghampiri sang istri yang sedang duduk menunggui dirinya di luar.


"Iya mas,ayo kita pulang sekarang"ucap seva seraya menggandeng tangan suaminya menuju mobil.


"Bagaimana keadaan kamu sayang,apa dokter bilang?"tanya regan saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Seva menatap ke arah suaminya sambil tersenyum.


"Kenapa sayang,apa yang terjadi?"tanya regan lagi sambil mengusap pucak kepala sang istri.

__ADS_1


__ADS_2