
Seorang perempuan paruh baya langsung masuk ke dalam rumah kontrakan aulia yang terlihat sangat berantakan.
"Tante yunita"ucap aulia ketika tengah sibuk merapikan lemarinya.
"Apa yang terjadi aulia, kenapa rumah kamu berantakan seperti ini?"tanya yunita.
"Apa perempuan tadi pemilik kontrakan di sini, kenapa dia sampai mengacak-acak rumah kamu kayak gini?".
"Itu karena aku telat bayar kontrakan dua bulan"jawab aulia lirih.
"Bukankah kamu juga bekerja?.
Mana mungkin kamu buat bayar kontrakan aja gak mampu"ucap yunita.
"Uang saya habis untuk bayar arisan dan kebutuhan saya?".
"Kamu pasti gunakan uang itu untuk foya-foya kan".
"Saya hanya bekerja sebagai karyawan swasta tante,jadi uang saya pas-pasan".
"Oh iya kata arman kamu hamil kok perut kamu terlihat kecil.
Memangnya masih berapa bulan?"tanya yunita menatap ke arah perut aulia.
"Aku lupa belum kasih tau mas arman kalau aku sudah keguguran beberapa bulan yang lalu?".
"Apa bagaimana bisa kamu keguguran?"tanya yunita tak percaya.
"Itu terpeleset di kamar mandi waktu itu.
Dan mas arman sudah ada di dalam penjara".
"Kamu bahkan tidak pernah menjenguk suamimu di penjara.
Dia sangat berharap kamu datang ke sana untuk menemuinya"terang yunita.
"Aku sedang sibuk bekerja tante, sampai di rumah aku harus mengerjakan pekerjaan rumah sendirian dan harus istirahat juga"ungkap aulia.
"Sering-seringlah jenguk arman di dalam penjara,dia merindukan kamu dan membutuhkan semangat dari kamu.
Aku pulang dulu"pamit yunita sebelum pergi meninggalkan rumah aulia.
Aulia hanya mengangguk dan menatap kepergian yunita yang menghilang di balik pintu.
"Untuk apa aku menjenguk mas arman di penjara,aku membutuhkan banyak uang sekarang.
Tapi bagaimana caranya ya,apa aku pinjem aja sama yuni?.
Aulia terus berfikir lalu mengambil tasnya untuk mencari sisa uang yang ia simpan.
"Ini kan kartu nama perempuan waktu itu".
Aulia menemukan kartu nama bernama eva agustina yang masih ia simpan di dalam tasnya.
"Apa lebih baik aku menghubungi nomer ini ya,siapa tau kan dia bisa memberikan aku pekerjaan tambahan?"gumam aulia sambil tersenyum.
Aulia segera merogoh ponsel di saku celananya.
"Nasib baik ponselku tidak ikut di ambil.
Hanya tersisa uang segini aja.
Bagaimana untuk makan minggu depan sedangkan gajianku masih lama"gumam aulia lalu menekan tombol untuk melakukan panggilan ke nomer tersebut.
__ADS_1
"Halo selamat siang".
"Selamat siang,ini siapa ya?".
"Saya aulia,kita pernah bertemu di warung makan beberapa hari yang lalu".
"Oh kamu perempuan yang makan hanya dengan lauk sayur dan telur dadar itu ya".
"Iya bu,saya ingin bertanya apa ada pekerjaan untuk saya?.
Waktu itu anda menawarkan pekerjaan untuk saya ya?"ucap aulia.
"Oh iya untuk lebih jelasnya kamu kita ketemu aja besok malam".
"Baik terima kasih banyak".
Tut Tut Tut
Panggilan pun terputus aulia berjingkrak senang karena akan mendapatkan pekerjaan baru.
"Yes akhirnya aku bisa bekerja dengan gaji yang tinggi,gak perlu pusing mikirin bayar kontrakan lagi"ucap aulia tersenyum merekah.
"Ah sialan aku harus merapikan ini semua, gara-gara ulah emak-emak judes itu rumah kontrakan aku jadi kayak kapal pecah"umpat aulia melihat kamarnya sangat berantakan.
**Sudah dua hari ini regan tidak bekerja di kantor.
Sejak seva memutuskan ingin bercerai dunianya terasa runtuh dan tak bersemangat melakukan apapun.
Dua hari yang lalu ia kembali membujuk seva namun tetap gagal karena seva sudah terlanjur sakit hati.
Tok tok tok
"Revan apa kamu belum bangun?"panggil sang ibu dari luar kamar.
Revan berjalan dengan lesu untuk membuka pintu.
"Apa kamu baru bangun revan, kenapa kamu kelihatan tidak bersemangat begitu?"tanya siti heran.
"Aku bahkan belum tidur sejak semalam,aku hari ini akan pergi ke bandung lagi"ujar regan dengan mata sembab.
"Untuk apa kamu pergi ke bandung lagi, bukankah dua hari yang lalu kamu baru ke sana?".
"Aku akan terus berjuang mempertahankan rumah tanggaku dengan seva mah?".
"Sepertinya keputusan seva untuk berpisah denganmu sudah bulat regan.
Mandilah dulu terus sarapan.
Ada yang ingin mamah bicarakan padamu"titah siti seraya mengusap lengan regan sebelum pergi.
Revan mengangguk dan segera mengambil handuk menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian regan turun untuk sarapan bersama papah dan mamahnya.
Terlihat banyak makanan yang tersaji di meja makan.
"Wah mamah tumben masak sebanyak ini?"puji hendro.
"Iya karena mamah sengaja masakin untuk regan.
Regan ini untuk kamu?"ucap siti menyerahkan sebuah amplop kepada regan setelah mereka selesai makan.
"Apa ini mah?"tanya regan penasaran lalu menerima surat itu.
__ADS_1
"Kamu yang kuat,ini sudah menjadi keputusan bagi seva"tutur sang ibu.
Mata regan berkaca-kaca melihat ternyata amplop itu berisi undangan persidangan dari pihak penggugat sang istri.
"Aku tidak mau berpisah denganmu seva"gumam regan sendu.
"Seva lagi hamil jadi mau tidak mau kalian harus menunggu sampai seva melahirkan.
Kamu masih memiliki waktu untuk membujuk seva kembali regan"terang sang ibu.
"Tapi yang bersalah di sini regan.
Bahkan seva mengatakan regan telah berselingkuh dua kali dengan wanita lain.
Kemungkinan perceraian itu tetap bisa di lakukan"timpal hendro.
"Apa kamu berminat untuk menyewa pengacara regan?"tanya siti.
"Iya mah,aku akan meminta bantuan reza tapi aku ragu dia mau membantuku menyelesaikan masalah ini soalnya dia adalah mantan kekasih seva sewaktu masih SMA dulu"terang regan sambil memukul kepalanya pelan dan merasa sangat pusing.
"Masih ada proses mediasi jadi semoga kalian bisa memikirkan ini lebih matang lagi sebelum kalian berdua sama-sama menyesal"tutur siti.
"Mamah sudah menyayangi seva seperti putriku sendiri.
Apalagi sama kedua cucu-cucuku,rumah ini semakin sepi semenjak mereka tinggal di bandung bersama ibunya"tutur siti sendu.
"Ini memang salah regan mah,aku benar-benar menyesal.
Aku gak bisa hidup tanpa mereka, mereka segala bagi regan".
"Lebih baik kamu segera pergi ke kantor bukankah hari ini kamu akan bertemu seseorang".
Siti mengusap punggung putra semata wayangnya itu.
Ikut merasakan kesedihan regan, walaupun dirinya sudah berusaha membujuk seva untuk memikirkan ini baik-baik.
Tapi sepertinya seva lebih memilih berpisah dengan regan.
**Di rumah seva sedang mengantar anak-anak pergi ke sekolah.
Dengan mengendarai sepeda motor seva mengantar sekolah putri pertamanya terlebih dahulu.
Seva hanya mengantar yura sampai di depan sekolah saja.
"Yura kamu yang semangat belajarnya ya.
Mamah tinggal dulu ya.
Nanti siang mamah akan jemput kamu lagi?"ujar seva menyodorkan punggung tangan agar di cium oleh putri sulungnya.
"Iya mah, pasti hati-hati di jalan"jawab yura melambaikan tangan ke arah sang ibu.
Tak berselang lama ada dua teman yura yang menghampiri.
"Kok aku lihat kamu tiap hari di antar oleh ibumu terus.
Ayahmu kemana ra?".
"Ayahku sedang bekerja di jakarta"jawab yura lirih sejujurnya ia sangat merindukan kehadiran sang ayah.
"Oh aku kira kamu tidak punya ayah,soalnya aku gak pernah lihat kamu di antar ayahmu sih".
"Iya beda sama dila tuh tiap hari di antar oleh kedua orang tua sebelum berangkat bekerja"tunjuk salah satu temannya ke arah sebuah mobil yang baru berhenti tak jauh dari mereka.
__ADS_1
Rasa iri tentu saja di rasakan oleh yura saat ini.
Ia sangat ingin memiliki keluarga yang utuh seperti dulu.