Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Si Penyebar Hoax


__ADS_3

Berbekal kemampuan di bidang Teknologi Informasi yang dia kuasai, Tama pun berhasil melacak akun yang menyebarkan hoax terhadap Kanaya. Sebelumnya memang Bisma yang meminta kepada Tama untuk terus mencari tahu siapa yang telah tega menyebarkan foto-foto masa lalu Kanaya dan menggiring opini publik bahwa Kanaya bisa sampai menjadi Direktur Keuangan di Jaya Corp karena orang dalam, yaitu CEO Jaya Corp sendiri.


Beberapa hari sebelumnya …


Pada jam makan siang, Bisma rupanya berniat menemui Tama di kampusnya. Tama memang merupakan mahasiswa baru, tetapi rupanya pria itu memiliki kemampuan di atas rata-rata terkait hat hacker.


Hacker sendiri adalah mereka yang mempunyai skills dan sangat memahami komputer, pemrograman, serta jaringan. Kemudian, mereka menggunakan skills yang mereka miliki untuk meningkatkan sistem keaman, melindungi data, mau pun mengembangkan aplikasi. Tama sendiri merupakan Green Hat Hacker, karena dia baru saja terjun dan mengasah kemampuannya di bidang hacking.


“Bagaimana Tam, sudah ketemu belum siapa pemilik akun itu?” tanya Bisma kepada Tama.


“Analisa Mas Bisma sendiri gimana?” tanya Tama kepada Bisma terlebih dahulu. Kendati bukan oleh yang berkecimpung dalam dunia teknologi, tetapi Bisma setidaknya bisa mengemukakan pendapatnya terlebih dahulu.


Bisma pun mengernyitkan keningnya, “Kalau menurutku itu fake account, karena yang diunggah hanya unggahan kebencian tentang Istriku saja, jumlah yang dia follow (ikuti) juga tidak ada, aktivitasnya juga sedikit banget. Jadi, menurutku itu fake account.” jawab Bisma.


Mendengar penuturan Bisma, Tama pun mengangguk. "Iya, itu benar Mas … dan yang memiliki akun itu adalah orang yang benci dengan Mbak Naya. Emang selama ini Mbak Naya punya musuh ya Mas?" tanya Tama kepada Bisma.


Berbicara tentang musuh, sontak saja Bisma mengernyitkan keningnya. Mulai berpikir siapa yang menjadi musuh istrinya, sehingga orang tersebut berusaha untuk menjatuhkan Kanaya dengan cara yang licik. Menurut Bisma, circle pertemanan istrinya itu sangat sedikit. Bahkan Kanaya sendiri bisa dikatakan tidak benar-benar memiliki teman dekat. Namun, seketika dia teringat pada sosok Sandra yang beberapa waktu lalu beradu mulut dengan Kanaya.


Mungkinkah dia Sandra? 


Bisma pun mengetuk-etukkan jarinya di atas meja kayu itu, perlahan dia itu menatap Tama. "Keliatannya ada satu orang yang memang suka dengan Kanaya. Mungkinkah dia?" tanyanya setelah menganalisa setiap peristiwa dan mencoba menemukan jawabannya.


Tama pun menghela napasnya sesaat sebelum menjawab Bisma, "Iya, benar Mas? Sandra Angelina, seorang Model dan dulu dia adalah kekasihnya Pak Darren, anak pemilik Jaya Corp." sahut Tama.


Seolah Bisma pun tidak terkejut dengan jawaban Tama. Justru jawaban Tama itu semakin menguatkan tebakannya sebelumnya. Sekarang dia sudah tahu siapa penyebar hoax tersebut. Tugasnya sekarang adalah menjaga Kanaya tentunya. Kali ini mungkin Bisma akan meloloskan Sandra, tetapi di lain kali bila Sandra kembali berulah, dia sendiri tidak akan segan-segan untuk melaporkan Sandra ke pihak berwajib dengan Undang Undang ITE dan pencemaran nama baik.

__ADS_1


"Langkah selanjutnya apa Mas?" tanya Tama.


"Aku akan meloloskannya kali ini, tetapi jika dia mencoba mengusik Istriku lagi, aku tidak akan segan-segan menyeretnya ke ranah hukum. Semua bukti yang memberatkan Sandra, tolong emailkan kepadaku ya Tama. Aku akan membutuhkannya di lain waktu." ucapnya dengan sungguh-sungguh.


Tama pun mengangguk, "Baik Mas … Siap."


***


Sementara itu, di Jaya Corp Kanaya tengah dipanggil Papa Jaya untuk datang ke ruangannya dengan maksud apa yang harus dia sampaikan kepada Kanaya.


"Nay, Papa kemarin meminta seorang yang ahli di bidang hacking untuk mencari tahu siapa yang membuat cyber bullying (merundung secara online/kejahatan cyber) kepada kamu. Papa sudah menemukan siapa pelakunya, Nay." jelas Papa Jaya secara to the point kepada Kanaya.


"Siapa Pa?" tanya Kanaya yang tertarik siapa orang yang sengaja melakukan semua itu.


"Sandra, mantan kekasih Darren." sahut Papa Jaya. "Papa akan suruh orang untuk menyelesaikan semua ini. Kamu tenang saja, Nay … sebab Papa akan selalu melindungi kamu."


Kendati demikian Kanaya pun sesungguhnya tidak menyangka bahwa Sandra yang akan melakukannya. Namun, Kanaya pun mengingat bahwa mereka sebelumnya terlibat adu mulut saat berada di pusat perbelanjaan. Kanaya juga mengingat bahwa Sandra menuduhnya bahwa dialah yang menjadi penyebab Darren tidak mau kembali lagi dengannya.


Semua ini adalah sebuah bukti bahwa jika wanita sedang terluka, apa saja bisa dilakukan untuk membalaskan luka di hatinya tersebut. Entah itu ucapan kasar, sumpah serapah, atau tindakan-tindakan lainnya.


"Beberapa waktu yang lalu, Naya bertemu Sandra, Pa… dia menuduh Naya katanya gara-gara Naya, Darren meninggalkannya." ceritanya kali ini kepada Papa Jaya.


Papa Jaya pun tertegun mendengar cerita dari Kanaya, tidak mengira bahwa masalah antara Darren, Sandra, dan juga Kanaya sendiri begitu peluk.


"Papa harap, kamu sabar ya Nay … semua ini cobaan, Papa yakin kamu adalah wanita yang kuat." ucap Papa Jaya kali ini.

__ADS_1


Sementara Kanaya hanya tersenyum, "Kanaya hanya berusaha untuk kuat, Pa … lagipula sekarang Naya punya Mas Bisma yang akan selalu mensupport dan melindungi Naya juga." ucapnya kali ini dengan mata yang berbinar.


Tidak dipungkiri bahwa suaminya menjadi selalu ada dan selalu mensupportnya. Oleh karena itu, Kanaya pun mengatakan itu secara langsung kepada Papa Jaya.


Di sisi lain, Papa Jaya pun ada rasa penyesalan karena wanita yang berada di depannya ini sebelumnya diperlakukan buruk oleh putranya sendiri. Andai saja, dulu rencananya untuk menjodohkan Kanaya dan Darren berhasil, mungkin saja Darren tidak akan tersandung dalam masalah hukum seperti ini.


***


Sore harinya di apartemen Kanaya dan Bisma, sepasang sejoli tengah menikmati senja yang sebentar lagi akan menyapa dan menghiasi langit ibukota.


Berbeda dari biasanya, kali ini Bisma tampak sibuk dengan sebuah ipad di tangannya. Penasaran, Kanaya pun bertanya kepada suaminya itu.


"Ada apa sih Mas? Sibuk ya?" tanyanya sembari berusaha melihat ipad di tangan suaminya. Hal apa yang membuat suaminya itu harus terlihat begitu sibuk.


Tak mengelak, Bisma justru memperlihatkan ipadnya itu kepada istrinya, "Sedikit pekerjaan saja Sayang … karena Tama sudah menemukan siapa yang sudah menyebarkan hoax tentangmu."


Sebelum Bisma melanjutkan ucapannya, Kanaya sudah terlebih dahulu bersuara.


"Sandra." ucapnya singkat sembari tangannya kembali menyerahkan ipad itu ke tangan suaminya.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Bisma kepada istrinya itu.


"Papa Jaya juga meminta seorang yang ahli dalam bidang hacking untuk melacaknya." jawab Kanaya.


Ternyata di luar pengetahuan Bisma, Papa Jaya juga sudah bertindak. Setelah itu, pria itu tampak menaruh ipadnya di atas meja dengan satu tangan yang merangkul bahu istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu tenang saja ya, ada aku. Bersamaku, kamu akan aman." ucapnya yang seakan menenangkan dan menyatakan bahwa dirinya akan selalu menjamin keamanan istrinya itu.


__ADS_2