Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Kesialan


__ADS_3

Aulia baru saja terbangun dari tidurnya,lalu ia segera meraih ponsel miliknya dan melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Apa sudah jam 9 pagi?"ucap aulia dengan mata membulat dan segera bangkit dari ranjangnya.


"Aku harus mampir ke atm juga,apa waktunya cukup.


Aku pasti sudah terlambat ke kantor".


Aulia segera mengambil handuk dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Yang biasanya ia mandi selama 20 menit kini ia hanya mandi 5 menit saja karena terburu-buru.


Bahkan ia tak sempat untuk berdandan segera keluar menuju mobilnya.


Di sepanjang perjalanan ia melihat di mana atm yang cukup sepi.


Ia akan mengambil uang tunai untuk mengganti uang setoran dari nasabah kemarin.


Aulia terpaksa mengambil uang dari rekening tabungannya karena gajinya sudah habis untuk liburan kemarin.


"Huft mau untung malah buntung, tabunganku juga semakin menipis.


Pak feri sudah tidak bisa di hubungi bagaimana aku bisa mendapatkan tambahan uang"gumam aulia sambil terus berfikir.


Lalu bles,ban mobilnya tiba-tiba bocor di perjalanan.


"Ah sialan kenapa lagi nih mobil butut"gerutu aulia segera turun menuju dari mobilnya.


Kemudian ia membuka bagasi belakang mobilnya untuk mengambil ban cadangan.


"Biasanya mas arman yang menggantikan ban mobil kalau bocor kayak gini.


Terus aku minta tolong siapa mana di sini jalannya cukup sepi lagi"gerutu aulia sambil memukul mobilnya karena kesal.


Aulia mencoba untuk mengambil ponselnya


Tak lama ada sebuah mobil melintas,aulia terpaksa menghentikan mobil itu untuk meminta bantuan.


"Stop"teriak aulia berdiri di tengah jalan menghadang mobil itu.


Mobil berwarna hitam itu berhenti lalu sang pemilik mobil membuka kaca mobil.


"Woy, kenapa berdiri di tengah jalan.


Mau mati ya?"teriak seorang pria.


Aulia mendekat dan segera meminta bantuan pada pria tersebut.


"Pak,tolong saya.


Ban mobil saja bocor,bapak bisa bantu saya ganti ban mobil baru"pinta aulia dengan wajah memelas.


Pria itu lalu turun dan memperhatikan penampilan aulia dari atas sampai bawah.


"Cukup cantik dan tubuhnya lumayan menggoda"gumam pria itu tersenyum smirk.


"Pak,tolong saya?"ucap aulia menyadarkan lamunan pria itu.


"Oh baiklah nona biar saya bantu?"ucap pria itu.


Pria itu segera mengambil dongkrak dan dengan cekatan mengganti dengan ban mobil baru.


30 menit pria itu selesai membantu aulia mengganti ban mobilnya.


"Sudah selesai nona?"ucap pria itu lalu mengelap tangannya yang kotor.

__ADS_1


"Terima kasih pak,ini ada sedikit uang karena bapak telah membantu saya"ucap aulia menyodorkan uang seratus ribuan.


"Tidak perlu nona,saya bukan orang miskin.


Oh ya kenalkan nama saya hendro"ucap hendro menjabat tangan aulia.


"Saya aulia"jawab aulia tersenyum.


Aulia senang sepertinya pria tua di depannya ini adalah orang kaya.


Lebih baik ia berhenti mengejar feri yang sudah jelas menjauhinya dan tidak bisa di harapkan lagi.


"Nona,bisakah kita bertemu lagi lain waktu?"pinta hendro.


"Tentu saja pak hendro,saya akan traktir bapak makan sebagai tanda terima kasih saya".


Setelah itu mereka berdua bertukar nomer ponsel.


Aulia segera berjalan kembali menuju kantornya.


Di dalam perjalanan terdengar suara ponselnya berdering.


"Siapa sih?"ucap aulia terpaksa menepikan mobilnya kembali.


Ternyata itu adalah panggilan dari pak rudi atasannya.


"Halo pak?".


"Halo aulia dari mana saja kamu,saya hubungi dari tadi tidak tersambung.


Kamu tau ini jam berapa?.


Atau kamu sengaja menghindar untuk mengganti uang setoran kemarin"cerocos rudi.


"Bukan pak,saya lagi di perjalanan ke kantor tapi mobil saya bannya kempes jadi saya telat sampai di kantor"jawab aulia.


"Bawel banget sih jadi atasan.


Emang aku lagi sial,memang siapa yang mau ban mobil bocor pada saat begini"sewot aulia.


Aulia datang lebih lambat dari waktu yang di tentukan pak rudi.


Tok tok tok


Aulia mengetuk pintu ruangan pak rudi dengan perasaan cemas, pasti dia akan kena semprot lagi.


"Masuk".


"Kamu, kenapa di sini mana pak rudi?"tanya aulia ketus melihat nia yang berada di ruangan pak rudi.


"Pak rudi lagi ada hal penting jadi dia menyuruhku untuk menunggumu di sini.


Mana uangnya?"tanya nia.


"Nih,ambil uang yang kamu mau?"ucap aulia melempar uang itu di atas meja kerja.


"Heh apa maksud kamu melempar uang seperti itu.


Kamu bisa bersikap lebih sopan sama saya,ingat aulia saya ini atasan kamu?"ujar nia tak terima.


"Cih, baru jadi atasan saja sombong.


Makan tuh uang haram?"cibir aulia lalu segera keluar dari ruangan itu.


"Astaga kelakuan wanita itu sama sekali tak memiliki etika yang baik"ucap nia seraya mengelus dadanya.

__ADS_1


**Saat adrian keluar dari kamar mandi melihat ocha sedang duduk sambil menatap ke arah ponselnya.


Adrian naik ke tempat tidur lalu ia meraih ponsel milik ocha.


"Sudah malam sayang, lebih baik kita istirahat dulu ya?"tutur adrian lembut.


"Tunggu sebentar mas,aku lagi baca berita penting?"ucap ocha mengambil ponsel itu pada tangan suaminya.


"Memangnya ada apa sayang?"tanya adrian dengan dahi berkerut.


"Ini ada berita di internet ada sebuah perusahaan melakukan pengiriman barang dari luar negeri mas"tunjuk ocha pada adrian.


Adrian membaca berita itu dan memperhatikan dengan detail.


"Kayaknya ini perusahaan saingan kamu sayang?".


"Kamu benar mas,jadi mereka berbuat curang?".


"Yang pasti aku gak tau sayang, detektif yang aku sewa sedang menyelidiki masalah yang terjadi di perusahaanmu?"terang adrian.


"Lebih baik kamu segera mandi dan istirahat".


**Di sisi lain hendro dan regan sedang bertemu dengan 2 orang dari perusahan kosmetik yang cukup terkenal.


"Selamat siang pak bara dan pak faris?"sapa hendro sambil menjabat tangan kedua orang yang baru saja datang.


"Selamat siang,apa benar anda pak hendro?"tanya pak bara.


"Benar,saya yang menghubungi anda kemarin.


Perkenalan ini putraku regan?"ucap hendro memperkenalkan sang putra.


"Kamu bilang regan ini bekerja di perusahaan ocha?"tanya bara setelah berjabat tangan dengan regan.


"Betul om,saya sudah lama kerja di sana.


Sebenarnya saya tidak ingin berkhianat di perusahaan ocha tapi semua karena keinginan ayah"terang regan.


"Apa yang kau katakan, harusnya kau tidak berkata seperti itu.


Dasar bodoh?"bisik hendro geram pada regan.


"Maafkan putra saya,dia terlalu polos dan mudah di tindas.


Seharusnya dia yang memimpin perusahaan itu bukan ocha"ujar hendro.


"Sepertinya anda memiliki dendam dengan keluarga bastian?.


Tapi saya tidak peduli,yang saya inginkan perusahaan ocha itu down"timpal faris.


"Itu juga salah satu tujuan kita,makanya saya meminta kerjasama dengan anda"jawab hendro.


"Bagaimana apa pak hendro puas dengan kinerja kami?"tanya bara.


"Tentu saja kami puas pak bara dan pak faris.


Kalian hebat bisa mengeluarkan produk dengan jenis yang sama dengan harga yang lebih murah"ucap hendro kepada kedua pria itu lalu menghisap rokoknya.


"Tentu saja,dengan harga yang lebih murah banyak konsumen yang membeli produk kecantikan dari perusahaan kami"ujar bara.


"Tapi,apa pak bara dan pak faris tidak rugi menjual produk tersebut dengan harga di bawah pasaran?"tanya regan ingin tau.


"Tentu saja kami sangat untung pak regan, karena kami mengambil bahan dan kosmetik jadi tersebut dari china.


Kosmetik dari china di jual murah dan berkualitas"terang bara lalu mengedipkan matanya pada faris.

__ADS_1


"Tentu saja perusahaan kami untung banyak,karena produk di china sangat murah dan tanpa bea cukai"batin faris tersenyum smirk.


__ADS_2