
Keesokan harinya, rupanya orang-orang kepercayaan Papa Jaya sudah meminta sehelai rambut Aksara kepada Ibu Lisa, kepala Panti Asuhan Kasih Ibu untuk melakukan prosedur tes DNA. Helai rambut itu akan dikirimkan ke Rumah Sakit terlebih dahulu, sehingga saat Bisma dan Kanaya tiba di Jakarta, mereka bisa langsung menuju ke Rumah Sakit untuk melakukan tes DNA untuk Bisma.
Pagi hari waktu Singapura, Kanaya dan Bisma sudah bersama-sama di Changi International Airport untuk terbang ke Jakarta. Keduanya sebenarnya harap-harap cemas, mendapatkan kabar semalam saja, rasanya mereka ingin pulang ke Jakarta saat itu juga. Akan tetapi, berkendala dengan pesawat udara, baru pagi ini keduanya bisa kembali ke Jakarta.
“Kamu deg-degan Mas?” tanya Kanaya kali ini kepada suaminya itu.
“Iya, deg-degan,” balasnya.
Kemudian Kanaya mengeluarkan handphonenya yang terasa bergetar, kemudian melihat apa yang ada di handphonenya rupanya terdapat pesan dari Papa Jaya.
[To: Kanaya]
[Naya, nanti kamu dan Bisma langsung menuju Rumah Sakit saja yah.]
[Segera lakukan tes DNA secepatnya.]
[Lebih cepat, lebih bagus]
Kanaya membaca pesan itu terlebih dahulu dan menunjukkan kepada suaminya, “Papa Jaya meminta kita menuju Rumah Sakit begitu tiba di Jakarta nanti,” ucap Kanaya,
Bisma pun mengangguk setuju, kemudian pria itu bersuara, “Sayang, tolong telepon Papa Jaya sekarang. Jika menunggu hasil tes DNA, hasilnya bisa sangat lama … kisaran dua hingga empat minggu. Jika memang Aksara sudah terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit, minta Rumah Sakit mengecek golongan darahnya juga. Jika dia putra kita, dia akan memiliki golongan darah sepertiku,” ucap Bisma.
Mendengar apa yang disampaikan suaminya, Kanaya pun mengangguk dan kemudian mulai melakukan panggilan seluler kepada Papa Jaya.
“Halo Papa,” panggil Kanaya melalui panggilan telepon itu.
“Halo Naya, bagaimana?” tanya Papa Jaya.
“Pa, apakah anak bernama Aksara itu sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk melakukan prosedur tes DNA? Tolong Pa, minta pihak Rumah Sakit untuk melakukan tes golongan darah sekaligus. Mas Bisma berkata kalau menunggu hasil tes DNA bisa sampai dua hingga empat minggu. Itu terlalu lama bagi kami,” jelas Kanaya.
Mendengarkan apa yang diucapkan Kanaya, Papa Jaya pun menganggukkan kepalanya. “Baik Naya, Papa akan meminta pihak Rumah Sakit untuk melakukan tes golongan darah keapda Aksara. Naya, apakah kamu masih mempunyai foto terakhir sebelum Aksara hilang? Tolong siapkan itu, kita bisa mengklaim dan membawa Aksara terlebih dahulu sebelum hasil tes DNA keluar. Lagi Bu Lisa untuk bisa bekerja sama dengan baik,” jelas Papa Jaya.
“Iya Pa … Naya punya, sekarang pun Naya membawa foto cetak Aksara waktu kecil,” balas Kanaya.
__ADS_1
“Baiklah Kanaya, hati-hati dalam perjalanan. Usai dari Rumah Sakit, Papa akan menjemput kalian dan membawa kalian ke Panti Asuhan,” balas Papa Jaya.
Usai menutup teleponnya, Kanaya pun menghela nafasnya dan menatap suaminya itu.
“Sudah Mas … rasanya aku ingin segera tiba di Jakarta. Akan tetapi, masih panjang perjalanan kita. Papa Jaya memintaku untuk membawa foto terakhir sebelum Aksara hilang dan juga foto masa kecil Aksara, dengan bukti itu kita bisa mengklaim dan mengambil Aksara terlebih dahulu. Katanya Bu Lisa orangnya baik dan kooperatif, jadi aku berharap hari ini juga bisa menemui Aksara,” balas Kanaya.
“Iya Sayang … semoga semua terjadi sesuai dengan yang kita rencanakan,” balas Bisma.
Hingga akhirnya waktu boarding pun tiba. Para penumpang dipersilakan untuk memasuki pesawat. Jarak tempuh Singapura menuju Jakarta selama dua jam perjalanan berharap bisa dipersingkat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama mereka akan segera tiba di Jakarta.
“Aku sudah tidak sabar,” ucap Kanaya begitu pesawat telah lepas landas dan kini telah berada di awan-awan.
“Iya Sayang … sebentar lagi kita juga akan tiba di Jakarta,” balas Bisma.
Hingga tepat setelah mengudara selama 2 jam. Mereka telah landing di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Sebagaimana pesan dari Papa Jaya, Kanaya dan Bisma pun langsung menuju ke Rumah Sakit untuk melakukan Tes DNA. Perlu diketahui bahwa tes DNA bukan hanya untuk mengetahui seorang anak memiliki riwayat genetik sesuai dengan Ayahnya. Tes DNA menyimpan seluruh riwayat genetik seseorang hingga penyakit yang diidap seseorang. Sedangkan kali ini, Bisma dan Aksara sama-sama melakukan parenity test yang bertujuan untuk mendapatkan kejelasan bahwa seorang anak yang sudah terpisah lama dari kedua orang tuanya benar-benar adalah keturunan dari pihak orang tua.
Bahkan di dalam mobil pun, Kanaya dan Bisma harap-harap cemas. Ingin segera tiba di Rumah Sakit tanpa mengalami kemacetan di jalan raya.
Lebih baik mereka bersabar. Sedikit bersabar dan melakukan semua prosedur dengan benar. Sehingga mereka bisa mendapatkan anak yang diduga sebagai Aksara mereka itu.
Kurang lebih hampir satu jam waktu berlalu, Kanaya dan Bisma telah tiba di Rumah Sakit. Petugas mulai mengambil sampel dari akar rambut Bisma. Sekaligus melakukan tes golongan darah lagi. Sekalipun jelas bahwa Bisma memiliki golongan darah B, tetapi kali ini Bisma kembali melakukan tes golongan darah.
"Tes golongan darah lagi Mas?" tanya
"Iya Sayang, biar lebih jelas," sahut Bisma.
Kemudian Kanaya pun tampak bertanya kepada suaminya itu. "Golongan darah tidak bisa untuk sampel tes DNA ya Mas?"
" Sel darah merah tidak bisa dijadikan untuk sampel pengambilan DNA karena tidak memiliki inti sel," jelas Bisma.
Kanaya pun mengangguk mendengar penjelasan dari suaminya itu. Tidak mengira bahwa tes DNA yang terlihat begitu sederhana di beberapa sinema dan novel, ternyata memiliki prosedur serumit itu.
__ADS_1
Beberapa saat menunggu akhirnya Papa Jaya datang untuk menjemput Kanaya dan Bisma di Rumah Sakit tersebut.
"Kalian sudah selesai?" tanya Papa Jaya yang berjalan menghampiri keduanya.
"Iya sudah Pa," jawab Bisma dan Kanaya bersamaan.
"Baiklah, sekarang ayo kita ke Panti Asuhan Kasih Ibu. Kalian pasti pengen ketemu dengan Aksara kan? Sekalipun hasil tes DNA masih menunggu lama, tetapi ikatan hati dan batin tidak bisa hilang bukan?" ucap Papa Jaya.
Keduanya pun sama-sama mengangguk, "Benar Papa … jika dia adalah Aksara kami, sudah pasti hati kami akan merasakan semuanya. Besarnya kasih sayang untuk dia dan lamanya penantian kami. Semoga saja dia bisa menerimanya," balas Bisma.
Semua yang disampaikan Bisma begitu benar. Kendati hasil Tes DNA masih lama dengan ikatan hati yang terjalin antara mereka dengan Aksara tidak akan hilang. Sudah pasti ada sesuatu yang terjadi, kali pertama mereka akan bertemu dengan seorang anak yang diyakini adalah Aksara.
...🍃🍃🍃...
Dear My Bestie,
Sembari menunggu update selanjutnya, mampir yuk ke karya temannya Author ini ya...
Ternyata Aku Hamil karya Author Syasyi
Cerita ini lanjutan dari Cerpen "Aku Hamil Anak Mantan Pacarku."
Dina Aurelia, seorang wanita berusia 24 tahun yang harus menerima sebuah kenyataan pahit, mengetahui kalau dirinya hamil anak mantan pacarnya. Lebih menyakitkan lagi, Dina mengetahui kehamilannya, disaat Nando telah resmi menikahi wanita lain. Hal itu terjadi disaat malam pengantin Nando dan Mira.
Dina mencoba untuk meminta pertanggung jawaban kepada Ernando Ari, mantan kekasihnya. Namun, sebuah tamparan penolakan Dina dapatkan dari Nando. Nando tak mengakui kalau anak itu anaknya dan menuduh Dina bermain dengan pria lain.
Bagaimana nasib Dina? Jalan apa yang akan Dina pilih? Iklhas atau berjuang mendapatkan ayah dari anaknya?
Silakan mampir ya..
Love U All,
__ADS_1
Kirana🧡