Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Menerima Nasib


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya sedang duduk lalu tersenyum ke arahnya.


"Mamah?"panggil arman.


Wanita yang datang mengunjungi arman adalah yunita ibu angkat arman yang tinggal di surabaya.


Kebetulan suaminya di di tugaskan di jakarta jadi sekalian ia ingin menengok keadaan arman di penjara.


Arman berjalan mendekati ibu angkatnya itu ada rasa rindu karena beberapa tahun tidak bertemu.


Yunita datang ke jakarta untuk menemuinya waktu dirinya menikah dengan ocha.


"Bagaimana keadaan arman?"tanya yunita melihat tubuh arman yang tak terurus dan terlihat kurus.


"Seperti yang mamah lihat,aku ingin sekali keluar dari penjara ini.


Makanan di sini tidak enak,dan tidak ada kasur empuk untuk tidur"ucap arman merengek.


Wanita itu mengusap bahu arman,ia sangat paham apa yang di rasakan putranya itu.


Tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak bisa berbuat banyak, karena memang arman yang bersalah atas kasus yang ia lakukan sendiri.


"Mamah dengar kamu sudah menikah lagi dengan aulia.


Apa istrimu itu sering mengunjungimu di sini?"tanya yunita.


"Hanya beberapa kali saja mah,aku juga tak yakin aulia masih mencintai.


Apalagi dia harus hidup sendiri di luar sana, sementara aku hanya bisa diam di sini tak bisa melakukan apapun"lirih arman.


"Aulia tinggal dimana,bisa kamu berikan alamat rumah kalian tinggal?"tanya yunita.


Arman menyebut alamat kontrakan yang ia tinggali dengan aulia dulu.


"Tapi arman gak tau pah,aulia sudah pindah rumah atau belum?.


Soalnya kami hanya tinggal di rumah kontrakan".


Yunita mengangguk dan menyodorkan kotak nasi ia bawa dari rumah.


"Ini makanlah,mamah sengaja buatkan makanan kesukaan kamu arman?"ujar yunita tersenyum.


"Terima kasih mah,arman jarang sekali makan enak seperti ini".


Arman membuka kotak nasi itu tercium bau enak dari masakan mamahnya.


"Mamah akan menyempatkan diri untuk menemui aulia dan mengajaknya ke sini untuk menemui mu.


Aku tahu kamu pasti merindukan istrimu?"ujar yunita tersenyum.


"Iya mah,aku kira yang tadi ke sini tadi aulia?"jawab arman.


"Jadi kamu gak suka kalau mamah datang ke sini?".


"Ehmm bukan begitu mah,aku senang banget malah sering-sering ya mah jenguk ke sini dan bawain makanan enak untuk arman"jawab arman tersenyum.


"Aku pernah bertemu ocha beberapa bulan lalu ternyata dia sudah menikah juga".

__ADS_1


"Mamah benar,ocha itu gak jauh beda sama aku"ujar arman.


"Maksud kamu apa?".


"Aku tau sebenarnya adrian menyukai ocha sejak saat mereka bertemu dan aku yakin ocha juga menyukai adrian makan sekarang mereka menikah".


"Bukankah ocha mandul,apa suami barunya itu tahu?"tanya yunita.


"Adrian sudah tau,dan dia dengan bodohnya masih tetap mau menikahi ocha yang jelas-jelas tidak bisa mempunyai anak.


Terbukti aku sudah menikah dengan ocha selama beberapa tahun.


Kami juga sangat sering melakukan itu tapi sampai ocha tak kunjung hamil juga"terang arman mengingat masa lalunya dengan sang mantan istri.


"Biarin aja sih,itu derita mereka.


Masih syukur ada pria yang mau menikahi ocha"ucap yunita


"Adrian memang pria bodoh,memang dia kaya dan pandai berbisnis tapi mau aja di bodohi sama cinta"ucap arman tersenyum meledek.


**Beberapa menit kemudian pintu ruang perawatan aulia di ketuk oleh seseorang.


"Permisi pak regan?"sapa yuni yang baru datang.


"Oh iya yun,kamu sudah datang"ucap regan berjalan menjauhi ranjang aulia dan memberikan kode pada yuni untuk mendekati aulia.


"Aulia kamu sudah makan?"tanya yuni sambil mengusap pundak aulia.


Aku gak nafsu makan,hatiku benar-benar sedih yun.


Aku gak bisa hamil selamanya,kenapa kalian mengijinkan dokter untuk mengangkat rahimku"teriak aulia frustasi.


"Gak semudah itu yun,mas arman pasti akan menceraikan ku seperti mantan istrinya dulu tak kunjung hamil"jawab aulia lirih.


"Lebih baik kamu makan dulu ya terus minum obat agar jahitan bekas operasi kamu cepat pulih"ujar yuni sambil mengambil nampan berisi makanan yang belum aulia sentuh sama sekali.


"Aku gak mau makan yun,jangan memaksaku"tolak aulia.


"Apa kamu ingin terus berada di rumah sakit ini, bukankah kamu juga membutuhkan biaya untuk hidupmu ke depannya aulia"terang yuni mencoba membujuk aulia yang bebal.


Aulia diam dan berfikir sejenak,apa yang di katakan yuni memang benar.


Kalau dia tidak bekerja bagaimana ia bisa hidup sementara dirinya tidak memiliki siapapun.


Hanya arman suami yang tidak berguna itu sekarang masih mendekam di dalam penjara.


Aulia terpaksa menerima nampan berisi makanan itu.


Walaupun hati dan pikirannya tak karuan ia berusaha menelan makanan itu.


"Besok aku pengen segera pulang yun,aku gak mau lama-lama di sini.


Bagaimana aku harus membayar biaya rumah sakitnya"ucap aulia cemas memikirkan tabungannya yang semakin menipis.


"Kamu tidak perlu khawatir semua biaya kamu selama di rumah sakit sudah di tanggung oleh pak regan"jelas yuni memberitahu.


"Benarkah?".

__ADS_1


Aulia lantas menoleh ke arah regan yang sedang tersenyum kepadanya.


"Terima kasih banyak pak regan,anda bisa memotong gaji saya tiap bulan"ujar aulia merasa tak enak hati.


"Tidak perlu aulia,saya sebagai atasan kamu juga ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada karyawanku.


Apalagi kamu sakit waktu jam berkerja"terang regan.


"Terima kasih pak"ucap aulia.


"Pak regan memang bos yang peduli dan baik"puji yuni.


**Hari ini adalah acara syukuran atas kehamilan ocha yang akan di lakukan di rumah keluarga adrian.


Orang tua ocha sudah berangkat lebih dulu untuk mengambil sejumlah makanan yang di pesan sebelumnya.


"Sayang kamu gak apa-apa aku tinggal sendiri di rumah?"tanya adrian tentu saja khawatir dengan keadaan istrinya saat ini.


"Aku baik-baik aja kok mas, lagian aku tadi pagi juga gak mual"jawab ocha tersenyum.


"Lebih baik kamu ikut aku ke kantor aja ya sayang,aku khawatir kamu sendiri di rumah.


Nanti aku habis meeting langsung ke rumah orang tuaku"ujar adrian.


"Aku di rumah aja ya mas,aku mau istirahat aja dulu".


Adrian mengangguk dan akan langsung pulang setelah meeting selesai.


Setelah kepergian suaminya,ocha memilih menuju dapur untuk membuat dimsum ayam.


Entah kenapa ia ingin sekali makanan itu dengan di cocol saus pedas pasti sangat nikmat.


Karena asyik membuat dimsum tak terasa suaminya sudah kembali.


Pria itu tersenyum melihat istrinya sedang asyik di dapur.


"Sayang kamu lagi buat apa?"tanya adrian memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil menempelkan dagu pada bahu istrinya.


"Mas adrian,sejak kapan kamu pulang.


Aku sampai gak tau?"ucap ocha menghentikan kegiatannya sebentar.


"Baru saja sayang, baunya enak boleh aku coba sayang?"ucap adrian langsung mencomot dimsum yang sudah matang itu.


"Ehmm enak banget sayang".


Kini adrian justru memakan dimsum itu dengan lahap sedangkan ocha hanya mencicipi 2 buah saja.


"Mas kamu kelihatan sangat kelaparan ya".


"Iya sayang tadi siang aku habis meeting belum makan, soalnya kepikiran kamu terus".


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di depan rumah orang tua adrian.


Adrian turun dari mobil terlebih dulu dan berjalan untuk membukakan pintu mobil istrinya.


"Adrian!".

__ADS_1


Seseorang memanggil pria itu lalu menghentikan langkahnya.


Adrian menoleh ke arah samping matanya membulat melihat seseorang yang lama tak ia temui.


__ADS_2