Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Hamil


__ADS_3

Mata arman melotot mendengar ucapan dokter adel.


"Apa aulia sedang hamil?"tanyanya lagi.


"Iya pak arman, selamat ya istri anda hamil dan usia kandungannya saat ini empat minggu"terang dokter adel.


Arman tersenyum memang ini yang ia nantikan,ia senang akhirnya keinginannya untuk menjadi seorang ayah akan terwujud.


"Iya dokter,terima kasih".


"Sama-sama pak arman,tolong di jaga pola makan bu aulia ya.


Usia kandungannya masih rentan dan jangan biarkan bu aulia banyak pikiran.


Saya permisi dulu"pamit sang dokter.


Arman mengangguk mengantarkan dokter adel sampai depan lalu kembali melihat aulia masih berbaring di ranjang dengan mata terpejam.


Perlahan aulia membuka matanya merasakan kepalanya sedikit pusing.


"Aku dimana ini?"tanyanya mencoba duduk bersandar di ranjang sambil memegang kepalanya.


"Aulia kamu sudah sadar?"tanya arman duduk di dekat aulia.


"Iya mas,maafkan aku ya mas aku benar-benar khilaf"ucap aulia lirih.


"Iya, sudah kamu jangan banyak pikiran dulu.


Kasian sama janin yang ada di perut kamu?"ujar arman.


"Mas arman tau aku hamil?"tanya aulia terkejut.


"Ya barusan kamu di periksa sama dokter adel,dia bilang kamu sedang hamil".


"Iya mas,aku hamil anak kamu karena waktu kita berhubungan itu pas masa suburku"terang aulia.


"Bukan anak dari pria tua itu?"tanya arman mengintimidasi.


"Bukan mas,aku baru satu kali berhubungan dengannya pas kamu pergoki kemarin"ucap aulia berusaha menyakinkan arman.


Arman mengangguk dan memeluk tubuh aulia erat perasaan bahagia ia rasakan saat ini.


Aulia menghembuskan nafas lega, akhirnya arman mempercayai ucapannya dan mengakui ini anaknya.


Itu mungkin karena arman sudah di butakan oleh cintanya pada aulia.


**Hari ini pak baskoro sudah keluar dari rumah sakit adrian dan ocha membantunya berjalan sampai ke dalam mobil.


Di sepanjang perjalanan mereka hanya berbicara secukupnya saja sampai tiba di rumah keluarga baskoro.


"Cha terima kasih ya sudah nemenin aku jemput ayah di rumah sakit"ujar adrian.


"Iya adrian sama-sama".


"Nak ocha ayo mampir makan siang dulu sebelum kembali ke kantor"ajak pak baskoro.


Ocha mengangguk tak enak hati menolak ajakan pria itu.


Hanya mereka bertiga yang makan siang bersama karena bu diana hari ini ada pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan.


Ponsel ocha bergetar terdapat sebuah pesan dari lisa.

__ADS_1


Ocha segera mengambil benda pipih itu yang ia taruh di atas meja.


Lisa :(cha aku dan doni sudah memeriksa semua laporan keuangan dan ada satu orang yang kita curigai.


Kamu di mana bisa kembali ke kantor sekarang kita mau menunjukkan sesuatu padamu).


Ocha pun membalas pesan dari lisa.


Ocha : (aku di rumah adrian, baiklah aku akan segera kembali ke kantor).


"Ada apa cha?"tanya adrian melihat raut wajah ocha terlihat gelisah.


"Ehmm adrian aku harus kembali ke kantor sekarang ada hal penting yang harus aku selesaikan?"ucap ocha.


"Baiklah, biar aku antar?"ucap adrian ingin mengantarkan ocha ke kantor karena tadi siang ia yang menjemput ocha dari kantornya.


"Tidak usah adrian,aku naik taksi aja.


Lebih baik kamu jaga om baskoro di sini kalau ia memerlukan sesuatu".


"Om,ocha kembali ke kantor dulu.


Semoga om segera pulih"pamit ocha.


Om baskoro mengangguk melihat ocha dan adrian berjalan keluar rumah.


"Adrian aku duluan ya,bye?"ucap ocha melambaikan tangan pada adrian sebelum masuk ke dalam taksi.


Adrian mengangguk berjalan lesu menghampiri sang ayah yang duduk di sofa.


"Kamu kenapa nak,kok mukanya sedih?"tanya ayahnya.


"Aku ingin tanyakan jawaban ocha kemarin yah,apa dia mau menerima lamaranku?".


"Tapi ayah baru keluar dari rumah sakit hari ini,ayah butuh istirahat dulu?".


"Ayah baik-baik saja,aku sudah merasa baikan kok.


Jangan sedih berdoa saja ocha mau menerimamu"ucap ayah baskoro terkekeh.


**Ocha sudah sampai di kantornya lalu berjalan menuju ruangannya.


Tak lama pintu di ketuk ada lisa dan doni yang datang menghampirinya.


"Bagaimana lis, kira-kira siapa pelaku orang yang menggelapkan uang perusahaan?"tanya ocha.


"Kalau di lihat dari laporan dan bukti CCTV,kami menduga pak yudi orangnya karena di bagian keuangan hanya pak yudi dan arman.


Tapi menurut data laporan pak yudi kuat dugaan pelakunya.


Lebih baik kita tanya arman karena mereka satu divisi"terang lisa.


"Biar aku panggil arman ke sini?"ucap doni.


Ocha dan lisa mengangguk sembari memperhatikan rekaman video CCTV secara mendetail.


Tak lama pintu ruangan ocha kembali terbuka arman dan doni masuk secara bersamaan.


"Cha ini arman sudah di sini?"ujar doni.


"Ada apa cha kamu memanggilku ke sini?"tanya arman .

__ADS_1


"Lebih baik kamu duduk dulu,ada yang mau aku tanyakan padamu?"ujar ocha.


Arman menarik kursi di depannya lalu duduk sambil menatap ocha sembari tersenyum.


"Aku mau tanya soal pengeluaran besar untuk bulan kemarin apa kamu tau soal hal ini?"tanya ocha menatap tajam ke arah arman.


"Ehmm aku tidak tau,yang merekap semua pengeluaran dan pemasukan kantor kan pak yudi?"jelas arman.


"Apa kamu yakin tidak tau soal ini,kalian tidak sedang berkerja sama kan untuk melakukan kecurangan di perusahaan?"tanya lisa.


"Kak doni lebih baik kita panggil pak yudi untuk menanyakan langsung hal ini?"pinta ocha.


Doni mengangguk dan segera keluar memanggil pak yudi di ruangannya.


Yudi yang berada di ruangannya terkejut melihat doni menyuruhnya ke ruangan ceo.


Apa ini ada hubungannya dengan pengeluaran perusahaan yang besar?.


Yudi berjalan menuju ke ruangan ceo dengan perasaan gugup bagaimana dirinya harus menjelaskan nanti pada ocha.


Sedangkan dirinya sendiri tak tahu karena sepertinya akun perusahaan itu di retas oleh seseorang yang tak ia ketahui.


"Maaf bu ocha anda memanggil saya?"tanya pak yudi ketika masuk ke dalam ruangan ocha.


"Iya pak yudi silahkan duduk?".


Pak yudi mengangguk berusaha untuk bersikap tenang.


Arman menatap yudi dengan tersenyum smirk.


Rencananya kali ini berhasil,tapi ia harus lebih berhati-hati.


Dengan berbagai pertimbangan akhirnya pak yudi keluarkan dari perusahaan ocha karena semua bukti mengarah padanya.


Sedangkan yudi sendiri menerima keputusan atasannya karena memang ini salahnya juga tidak berhati-hati menjaga data perusahaan.


Tentu saja ocha dan para team yang lain lebih berhati-hati menyelidiki semua kebenarannya sampai tak ada lagi orang yang bekerja di perusahaannya melakukan kecurangan lagi.


**Ocha pulang agak lambat karena kasus di perusahaan akhir-akhir ini membuat dirinya berfikir keras.


Begitu sampai di rumah ia melihat mobil adrian terparkir di depan rumahnya.


"Apa adrian ada di dalam?"gumam ocha yang baru turun dari mobil lalu berjalan ke dalam rumah.


Dahi ocha berkerut melihat kedatangan adrian dan keluarganya ke rumahnya lagi.


"Selamat malam semua?"sapa ocha sopan.


Ia bergantian mencium punggung tangan orang tuanya dan juga orang tua adrian.


"Bagaimana keadaan om baskoro?"tanya ocha.


"Saya baik ocha,kamu baru pulang ya?"tanya pak baskoro.


"Iya om,ada sedikit masalah di kantor"ujar ocha.


"Cha,apa kamu sudah mengetahui siapa orang yang menggelapkan uang perusahaan?"tanya ayah bastian.


"Sudah yah,pak yudi orangnya tadi sudah ocha keluarkan dari perusahaan tapi ocha yakin ada orang lain yang terlibat.


Kami sedang mencari tau lagi"ujar ocha.

__ADS_1


"Entah kenapa ayah tiba-tiba keingat arman,atau mungkin arman juga terlibat?".


__ADS_2