
Adrian membangun istrinya secara perlahan dengan mengecupi seluruh wajah ocha.
"Mas adrian"ucap ocha perlahan membuka kedua matanya.
"Akhirnya kamu bangun sayang,maaf ya mas bangunin kamu.
Ini minum dulu susunya nanti lanjut tidur lagi ya?"ucap adrian menyodorkan gelas berisi susu yang ia buat.
Ocha bangun dan duduk menyenderkan kepalanya pada dashboard tempat tidur.
"Terima kasih mas".
Ocha menerima susu buatan suaminya yang menurutnya sangat nikmat daripada susu yang ia buat sendiri.
Adrian mengelus perut istrinya lembut lalu entah kenapa ia teringat dengan video yang di kirimkan oleh sahabat laknatnya itu.
Perlahan tangan adrian menyelusup masuk kedalam piyama tidur istrinya.
Tetap mengelus perut istrinya dari dalam baju tidur sang istri.
"Mas"panggil ocha lirih karena tangan adrian sudah bergerak menyentuh dadanya.
"Iya sayang"jawab adrian dengan suara serak dan mata yang sudah berkabut.
"Sayang boleh kan aku menengok baby twin?"tanya adrian mengusap bibir ranum ocha.
Ocha mengangguk sejujurnya dirinya juga merindukan sentuhan lembut dari suaminya itu.
"Lakukan dengan lembut mas"pinta ocha.
Adrian mengangguk perlahan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Mencium seluruh wajah istrinya yang sangat cantik.
Terakhir ia mencium bibir ranum milik istrinya yang sudah menjadi candu baginya.
Ciuman itu lembut namun menuntut.
Entah karena apa adrian seperti orang yang lama berpuasa dan sangat bersemangat melakukan permainan dengan ocha.
Yang biasa adrian melakukan itu dengan lembut namun lama-kelamaan ritme permainan semakin cepat.
Ocha merasa kelelahan tak dapat lagi mengimbangi permainan suaminya.
"Sayang kamu lelah,kita istirahat ya?"ucap adrian menghentikan aktivitasnya lalu mengajak ocha untuk tidur di dalam pelukannya.
Tepat pukul sebelas malam ocha terbangun dan merasakan perutnya terasa sakit.
Perlahan ocha melepaskan tangan adrian yang melingkar di perutnya.
"Akkhhh sakit"rintih ocha.
"Sayang kamu kenapa?"tanya adrian panik.
"Perutku sakit banget mas".
Adrian langsung mengangkat tubuh istrinya terlihat ada sedikit darah di sprei.
Pikiran adrian kacau tanpa menunggu lama ia membawa istrinya menuju mobil.
__ADS_1
"Sayang kita ke rumah sakit sekarang ya?"ucap adrian tergesa-gesa menjalankan mobilnya.
Ocha hanya mengangguk dan terus memegangi perutnya.
Sesampainya di rumah sakit adrian segera menggendong ocha menuju ruang UGD.
"Dokter tolong istri saya?"ucap adrian meletakkan ocha di ranjang rumah sakit.
"Baik lebih baik anda tunggu di luar"pinta suster mendorong ranjang ocha masuk ke dalam ruangan itu.
"Sayang maafkan aku, mungkin aku tadi bermain dengan kasar.
Ah sialan kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku.
Kalau sampai terjadi apa-apa sama istri dan calon anakku,aku tidak akan memaafkan diriku sendiri"ucap adrian menyesal.
Tiga puluh menit pintu UGD terbuka ada seorang dokter dan suster yang keluar dari ruangan itu.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?"tanya adrian cemas.
"Beruntung anda segera membawa istri anda ke rumah sakit pak,jadi kami masih bisa menyelamatkan bayi dalam kandungan bu ocha"terang dokter itu.
Adrian menghembuskan nafasnya lega mendengar istri dan bayi dalam perut sang istri.
"Mari ikut saya ke ruangan pak,saya ingin berbicara dan bertanya pada anda?"pinta sang dokter.
Adrian dengan ragu mengikuti dokter itu sebenarnya ia ingin sekali melihat keadaan istrinya di dalam lebih dulu.
"Pak adrian tidak perlu khawatir kandungan bu ocha baik-baik saja.
Sebaiknya bu ocha di rawat di sini dulu"ucap dokter seolah mengerti apa yang di rasakan oleh adrian.
"Iya dokter terima kasih".
"Silahkan duduk pak adrian,saya ingin menanyakan sesuatu pada anda?".
"Apa pak adrian tadi malam melakukan hubungan suami istri dengan bu ocha?"tanya dokter itu sedikit ragu.
"Iya dok,ini kesalahan saya karena itu saya hampir kehilangan bayi saya".
"Baik saya mengerti pak,saya paham sebagai seorang suami itu sangat manusiawi.
Tapi saya sarankan anda menunggu sampai usia kandungannya bu ocha masuk ke trimester kedua.
Karena kehamilan muda ini masih rawan apalagi bu ocha mengandung bayi kembar"tutur dokter kandungan itu.
"Iya dokter saya paham,saya berjanji tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi"jawab adrian lirih.
"Iya pak, jangan buat bu ocha kelelahan juga ya setelah ini tolong biarkan bu ocha agar sering istirahat yang cukup.
Pola makan dan nutrisi sangat di butuhkan untuk ibu dan bayinya.
Saya akan memberikan obat penguat kandungan dan beberapa vitamin untuk mengurangi mual yang masih bu ocha alami".
"Iya dok,saya akan lakukan semua yang dokter katakan.
Kalau begitu saya permisi"pamit adrian segera keluar dari ruangan itu.
"Suster apa istri saya sudah di bawa ke kamar perawatan?"tanya adrian pada seorang suster yang baru keluar dari ruang UGD.
__ADS_1
"Oh bu ocha baru saja kami pindahkan ke kamar VIP anggrek nomer 3 pak".
"Kenapa tidak di ruang VVIP saja sus?"tanya adrian heran padahal sebelumnya ia menyuruh suster itu memindahkan istrinya ke kamar yang bagus agar istrinya bisa beristirahat dengan nyaman.
"Mohon maaf pak, ruang VVIP sudah penuh dan hany tersisa ruangan VIP dan kelas dua"terang suster.
"Oh begitu baiklah terima kasih suster".
Adrian segera mencari ruang perawatan istrinya.
Sampai di depan pintu ia melihat istrinya berbaring di atas ranjang dengan mata terpejam.
Dengan langkah gontai ia mendekati ranjang istrinya.
Dengan perasaan salah yang sangat mendalam adrian sampai melukai perasaan istrinya saat ini.
"Maafkan aku sayang"gumam adrian lirih sambil mengenggam tangan istrinya.
Ocha membuka matanya melihat adrian tertunduk dan terlihat meneteskan air matanya.
"Mas adrian kenapa?"tanya ocha mengelus lengan suaminya.
"Sayang maafkan aku, gara-gara perbuatanku aku hampir membuatmu dan bayi kita celaka.
Aku bodoh sekali sayang"ucap adrian menangis sesenggukan.
"Mas ini bukan salah kamu,kamu pasti gak sengaja melakukan hal ini.
Tapi baby kuat kok di dalam sini".
Ocha meraih tangan adrian untuk mengelus perutnya.
"Maafkan papah sayang,papah hampir membuat kalian celaka"ucap adrian lalu mengecup perut sang istri.
**Hari ini seva mengantar putri sulungnya untuk pindah ke sekolah baru yang ada di bandung.
"Mah,kita tinggal di rumah kakek nenek sampai kapan?.
Kok aku harus pindah sekolah juga?"tanya sang anak pertamanya bersama yuna.
"Mamah belum tau yuna sayang, sepertinya memang kita akan menetap tinggal di sini"ujar seva.
"Lalu papah bagaimana mah,kan kantor papah ada di jakarta.
Pasti jauh kalau papah harus pulang pergi dari bandung ke jakarta.
Kasian papah pasti capek?"cerocos yuna yang masih polos tak mengetahui masalah rumah tangganya dengan suaminya.
"Papah akan tetap di jakarta, kamu gak usah khawatir ya.
Ada mamah,adek kamu,nenek dan kakek juga di sini"terang seva mencoba memberikan pengertian pada putrinya.
Yuna mengangguk,gadis kecil itu hanya mengira kalau dia dan ibunya sedang berkunjung dengan kakek dan neneknya di sini.
Untuk pemindahan sekolahnya mungkin karena sang ibu tak ingin dirinya ketinggalan pelajaran selama mereka tinggal di bandung.
Bahkan saat ini sang ibu belum memberi tahu apa yang terjadi karena usia mereka masih terlalu kecil.
Biarkan ini menjadi urusan orang tuanya.
__ADS_1
Yuna sendiri sangat menyayangi kedua orang tuanya terutama regan sangat memanjakan yuna sejak kecil.
Berharap mereka akan kembali tinggal bersama seperti dulu.