
Masih teringat dalam ingatan Kanaya bagaimana dulu dirinya ketakutan saat menghadapi persalinan. Sekalipun itu adalah persalinan Caesar, tetapi Kanaya masih merasakan rasa sakit yang dia alami, dan pemulihan pasca operasi. Kendati demikian, wanita itu tetap berbahagia karena dia bisa bertemu dengan buah hatinya yang sudah dinantikan selama 9 bulan 10 hari lamanya.
Jikalau dulu, hampir setiap bulan usai memeriksakan kandungan secara rutin, Kanaya akan mengamati hasil foto USG dan melihat di aplikasi kehamilan mengenai tumbuh kembang bayi setiap minggunya. Kini, bayi yang rasanya baru dia lahirkan ternyata esok sudah berusia satu tahun.
“Enggak nyangka besok Aksara sudah satu tahun ya Mas?” tanya Kanaya kepada suaminya itu.
Perlahan Bisma pun mengangguk, “Iya, rasanya aku belum lama mendampingimu di meja operasi, sekarang Aksara sudah berusia satu tahun aja. Enggak kerasa ya Sayang,” sahut Bisma sembari memperhatikan Aksara yang tengah tidur.
“Acara besok jadi kan Mas?” tanya Kanaya memastikan lagi kepada suaminya.
Sebab, Kanaya dan Bisma tengah merencanakan untuk merayakan ulang tahun Aksara di kediaman Bunda Hesti dan Ayah Tirta, selain itu mereka akan membagikan kue dan makanan kecil untuk pasien di Klinik Dokter Bisma.
Bisma pun mengangguk, “Jadi … aku sudah pesankan kuenya untuk Aksara, besok kita tinggal ke rumah Eyangnya saja. Bawa baju ganti Sayang, nanti kita menginap di rumah Eyang satu malam,” ucap Bisma yang mengingatkan istrinya untuk sekalian membawa baju ganti.
“Iya, sudah aku packing kok, Mas … tinggal besok dimasukkan ke dalam mobil saja. Dulu, di jam seperti ini aku sudah puasa, enggak boleh makan karena mau operasi ya Mas,” kenang Kanaya kepada waktu satu tahun yang lalu saat dirinya hendak melahirkan Aksara.
“Iya, bener banget. Kamu puasa, dan aku pun menemani kamu. Sebenarnya waktu itu aku panik, pengalaman pertama lihat proses operasi Caesar seperti itu,” jawab Bisma.
Dirinya memanglah seorang Dokter, tetapi Dokter Spesialis Anak yang lebih banyak memegang anak-anak yang sakit dan juga memberikan imunisasi kepada bayi dan anak-anak. Sementara untuk proses operasi melahirkan secara Caesar baru itu kali pertama bagi Bisma untuk melihatnya.
“Dokternya bisa panik ya Mas?” tanya Kanaya lagi.
Bisma mengangguk, “Dokter juga manusia biasa Sayang, apalagi lihat kamu yang menangis dan berlinangan air mata. Namun, semua itu terbayar saat Dokter Indri angkat Aksara dari dalam perut kamu, menunjukkan bayi kita untuk kali pertama, itu juga luar biasa banget,” cerita Bisma lagi mengenang saat-saat lahirnya Aksara.
“Sama, saat sayup-sayup mendengar tangisannya, aku bahagia banget.” Kanaya menjawab dengan mengangguk, dia masih bisa mengingat tangisan Aksara yang begitu kencangnya saat dia dilahirkan.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Kanaya dan Bisma bersiap untuk mengunjungi kediaman Bunda Hesti dan Ayah Tirta. Ulang tahun Aksara yang pertama akan dilangsungkan di sana. Ketiganya memilih berangkat menjelang sore karena mereka hanya sebatas meniup lilin dan potong roti, tidak ada acara besar-besaran.
Keluarga kecil itu kompak mengenakan pakaian dengan warna navy. Keluarga kecil yang terlihat kompak dan bahagia.
Begitu sudah sampai di kediaman Bunda Hesti dan Ayah Tirta, ketiga pun segera turun dari mobil dengan Kanaya yang menggendong Aksara.
“Selamat sore Eyang Kakung dan Eyang Putri,” sapa Kanaya begitu memasuki kediaman mertuanya.
Wanita itu cukup terkejut, ternyata di ruang tamu terdapat dekorasi yang bertuliskan ‘AKSARA is Turning One’ dengan hiasan berupa karakter superhero. Di ruang tamu itu, juga ada beberapa anak kecil yang sudah duduk memenuhi ruang tamu keluarga Pradana itu.
Bunda Hesti pun menyambut kedatangan Bisma, Kanaya, dan juga Mas Bayi Aksara pun dengan tersenyum bahagia.
“Wah, Cucunya Eyang, Mas Bayi Aksara sudah datang … kita rayakan ulang tahunmu ya, Mas Bayi,” ucap Bunda Hesti sembari menggendong Aksara.
“Iya, mereka adalah anak-anak yang ikut orang tuanya periksa di tempat praktik Bunda, di samping rumah itu. Bunda undang saja kemari, untuk merayakan ulang tahun Aksara. Hanya potong kue dan tiup lilin kan? Akan tetapi, biar anak-anak itu ikut menyanyi. Biar seru. Bunda juga sudah siapkan makanan dan snack untuk nanti dibawa pulang.” jelas Bunda Hesti dengan panjang lebar.
Sementara Kanaya dan Bisma hanya turut mengikuti apa yang direncanakan oleh mertuanya saja.
Hingga akhirnya, Bunda Hesti sendiri yang memimpin berjalannya acara ulang tahun itu. Meminta anak-anak yang jumlahnya hampir 15 orang itu untuk menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, Tiup Lilinnya, dan juga turun mendoakan untuk Aksara.
Di depan Bisma lah yang menggendong Aksara, ketiganya kini berdiri di hadapan sebuah kue ulang tahun yang cukup besar dengan dekorasi superhero itu. Wajah keduanya sangat berbahagia mendampingi Aksara yang merayakan ulang tahunnya.
“Yeay, Selamat Ulang Tahun Mas Bayi Aksara,” ucap Bunda Hesti yang juga diikuti oleh para anak yang lain.
__ADS_1
Sore itu, kediaman keluarga Pradana seolah menjadi riuh dengan kehadiran anak-anak. Kanaya dan Bisma pun juga berbahagia karena tidak menyangka bahwa ulang tahun yang direncanakan hanya bersama keluarga, justru menjadi begitu meriah dengan kehadiran anak-anak yang diundang oleh Bunda Hesti.
Kanaya dan Bisma pun berganti mencium pipi putranya itu, “Selamat ulang tahun, Aksaranya Bunda … harta berharga yang Bunda miliki. Semoga panjang umur, sehat selalu, menjadi anak yang menjadi penyejuk hati Ayah dan Bunda,” ucap Kanaya dengan memperhatikan ekspresi wajah Aksara yang begitu lucu.
“Selamat ulang tahun, putranya Ayah … di ulang tahunmu yang pertama kiranya Allah limpahkan semua berkah dan kebaikannya untukmu. Ayah sayang kamu,” ucap Bisma yang juga kembali melabuhkan ciumannya untuk Aksara.
Usai meniup lilin dan memotong kue, Kanaya pun membagikan kue ulang tahun itu kepada anak-anak yang di sana. Rasanya Kanaya sendiri juga bahagia karena bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak kecil itu. Pun hal yang sama, anak-anak itu juga berdoa untuk Aksara.
Hampir satu jam acara berlangsung, dan sekarang acara ulang tahun Aksara pun telah berakhir. Akan tetapi, semua orang di rumah itu masih begitu bahagia.
“Mas Bayi mau kado apa dari Eyang Kakung dan Eyang Putri?” tanya Ayah Tirta kepada cucunya itu.
“Kadonya doa saja Eyang, biar Aksara tumbuh sehat dan kuat. Menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, menjadi anak yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” sahut Bisma dengan mengusap puncak kepala Aksara.
Ayah Tirta kemudian tersenyum, pria paruh baya itu lantas menyerahkan sebuah buku tabungan Junior untuk Aksara, “Ini, dari Eyang Kakung dan Eyang Putri ya. Buat sekolahnya Aksara besok. Biar Aksara sekolah yang pintar, sekolah yang tinggi, biar membanggakan kedua orang tua,” ucap Ayah Tirta.
Kanaya dan Bisma sama-sama berpandang-pandangannya, tidak mengira jika Ayah Tirta akan memberikan tabungan untuk Aksara. Padahal juga sebenarnya, Kanaya dan Bisma sudah mempersiapkan juga untuk tabungan pendidikan Aksara.
“Ayah, apa ini tidak berlebihan? Maaf, Bisma dan Kanaya kan juga bekerja, jadi kami bisa untuk terus membiayai Aksara hingga sekolah nanti,” ucap Bisma yang sebenarnya tidak enak dengan Ayahnya.
Akan tetapi, Ayah Bisma segera menggelengkan kepalanya, “Ayah tahu, kalian berdua sama-sama bekerja. Memiliki profesi yang tinggi dan Rupiah yang besar juga setiap bulannya. Namun, biarkan kami Eyangnya memberikan untuk Aksara. Lagian anak kami hanya kamu, cucu kami sekarang ini hanya Aksara, jadi terima ya. Ini tidak seberapa,” jawab Ayah Tirta.
Memang terkadang para Eyang akan memberikan sesuatu yang berharga untuk cucunya. Sama seperti Eyang Tirta dan Eyang Hesti yang justru memberikan tabungan pendidikan bernilai cukup fantastis di ulang tahun pertama Aksara.
Perlahan Bisma pun mengangguk, “Baiklah Ayah, terima kasih. Bisma dan Kanaya berterima kasih untuk pemberian Eyangnya ini. Pasti nanti kami gunakan untuk menyekolahkan Aksara,” jawabnya dengan mengangguk.
__ADS_1
“Makasih Ayah,” Kanaya pun mengucapkan terima kasih untuk hadiah yang diberikan Ayah Tirta dan Bunda Hesti untuk Aksara itu.