
Selama sebulan ini regan sudah jarang menghubungi aulia karena akhir-akhir ini ia lebih fokus dengan kehamilan sang istri.
Regan sangat mengharapkan kehadiran anak laki-laki karena mereka sudah memiliki dua anak perempuan yang sangat cantik.
"Sayang aku berangkat kerja dulu ya,kamu jangan kecapean di rumah.
Ada bik inem yang urus rumah"ucap regan sebelum pergi ke kantornya.
"Iya mas,kamu hati-hati di jalan ya"ucap seva mencium punggung tangan suaminya.
"Iya sayang".
Regan menunduk mensejajarkan wajahnya di depan perut istrinya.
"Baby kamu jangan nakal ya di dalam sana kasian ibu mu"bisik regan lalu mengelus perut istrinya di balik daster.
Seva tersenyum,ia bahagia regan bisa perhatian begini sama dirinya.
Sesampainya di kantor ia melihat aulia sedang bekerja seperti biasa.
Aulia terlihat sangat acuh kepadanya karena regan lebih mementingkan istrinya di bandingkan dirinya.
Di jam makan siang aulia merasakan bagian bawah perutnya sangat sakit.
Ia berfikir karena perutnya belum makan seharian ini.
"Aduh kenapa sakit sekali"rintih aulia sambil memegang perutnya.
"Kamu kenapa aulia?"tanya rekan kerjanya.
"Perutku rasanya sakit sekali?"ucap aulia lirih.
Ketika ia akan berdiri namun lebih merasakan sakit yang luar biasa sampai tak dapat menahannya lagi.
Bruk!
Aulia pingsan di lantai, membuat rekan kerja yang lain berkumpul melihat keadaan aulia.
Regan baru keluar dari ruangannya lalu melihat karyawan berkumpul lantas menghampirinya.
"Ada apa ini?.
Kenapa kalian berkumpul di sini?"tanya regan berjalan mendekati mereka.
"Aulia pingsan pak?"jawab salah satu dari mereka.
"Apa,kenapa bisa aulia pingsan.
Apa dia sakit,ayo angkat dia ke dalam mobilku.
Biar aku bawa ke rumah sakit?"titah regan menyuruh karyawannya mengangkat tubuh aulia menuju mobilnya.
Sementara regan berjalan lebih dulu ke parkiran ke depan halaman kantor agar para karyawannya lebih mudah mengangkat aulia ke dalam mobilnya.
"Yuni kamu ikut saya ke rumah sakit?"pinta regan tak ingin membuat kesalahan pahaman di antara mereka.
"Baik pak"ucap yuni masuk ke dalam kursi belakang menemani aulia.
Regan segera bergegas melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit seorang suster datang membawa brankar lalu mengangkat tubuh aulia.
Mereka segera membawa aulia ke ruang UGD.
__ADS_1
Regan dan yuni masih menunggu di depan ruang UGD.
"Yuni kamu tau apa yang terjadi pada aulia.
Kenapa di sampai pingsan begitu?"tanya regan.
"Saya gak tau pak,tadi lina bilang aulia mengeluh sakit pada perutnya.
Ia pikir aulia hanya terkena maag soalnya ia sering melihat aulia meminum obat asam lambung.
"Oh begitu baiklah kita tunggu hasil pemeriksaan dokter saja"jawab regan.
**Adrian masih menunggu penjelasan dari dokter tentang keadaan ocha.
"Jadi begini, setelah saya periksa ukuran rahim istri anda jauh lebih besar dibandingkan dengan perkiraan usia kehamilannya".
"Terus apa artinya dokter, istri saya baik-baik saja kan?"tanya adrian tak sabar.
"Kemungkinan besar istri anda mengalami kehamilan kembar".
"Apa dokter kembar?"ucap adrian tertegun.
"Iya pak,agar tubuhnya cepat pulih rutinkan minum vitamin dan istirahat yang cukup.
Jangan banyak pikiran pak soalnya hamil kembar ini cukup beresiko apalagi ini kehamilan pertama untuk bu ocha"terang dokter.
"Baik dokter saya mengerti".
Ia tak ingin berlama-lama di ruangan ini karena ingin secepatnya menemui sang istri.
"Kalau begitu saya permisi dulu?"pamit adrian.
Dokter paruh baya itu mengangguk lalu tersenyum turut merasakan kebahagiaan yang sedang di rasakan oleh pasangan suami istri itu.
Adrian segera kembali ke ruang UGD untuk menemui istrinya di sana.
Ia memperhatikan di dalam ruangan itu istrinya tidak ada di sana.
"Sayang kamu di mana?".
Suster dimana istri saya, kenapa tidak ada di sini?"tanya adrian kepada seorang perawat yang sedang membereskan peralatan medisnya.
"Istri bapak sudah kami pindahkan ke ruang perawatan".
"Dimana kamarnya sus?"tanya adrian lagi.
"Di ruang tulip nomer tiga pak".
Tanpa berkata apapun,adrian segera pergi ruangan UGD untuk mencari ruangan yang di maksud oleh perawat tadi.
"Ruang tulip nomer tiga"lirih adrian membaca satu persatu ruangan yang ia lewati.
"Oh itu dia".
Adrian akhirnya menemukan ruangan yang di maksud.
Sudah cukup lama ocha menunggu kedatangan suaminya itu.
"Mas kok lama sekali"ucap ocha yang masih berbaring di tempat tidur pasien.
"Maaf ya sayang tadi aku ngobrol sama dokter dan mencarimu di ruang UGD ternyata kamu sudah di pindahkan ke ruangan ini"terang adrian.
Adrian teringat dengan ucapan dokter tadi lalu berjalan mendekati istrinya.
__ADS_1
Perlahan tangan kekar itu meraba-raba perut istrinya yang masih rata.
"Mas geli ih"seru ocha sedikit kaget dengan sentuhan yang suaminya lakukan.
"Mas".
"Sayang".
Ucap mereka secara bersamaan.
"Mas duluan mau bicara apa?".
"Terima kasih sayang,aku sebentar lagi akan menjadi ayah"ucap adrian dengan mata berkaca-kaca.
"Aku juga senang mas, ternyata apa yang aku alami ini adalah tanda-tanda orang hamil"jawab ocha tersenyum bahagia.
Adrian mendekap istrinya erat untuk meluapkan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini.
Mereka saling bertatapan secara intens sambil terus tersenyum.
Wajah adrian kian mendekat hingga hidung mancung mereka saling menempel.
Bibir manis itu perlahan mulai menempel pada bibir ranum istrinya yang terlihat pucat.
Cup..
Satu kecupan berhasil mendarat dengan sempurna.
Melihat ekspresi istrinya adrian tak ragu untuk ******* bibir ranum yang sudah menjadi candu baginya.
"Ehmm"lirih ocha merasa sangat nyaman dengan perlakuan suaminya.
Adegan mesra itu tak berlangsung lama karena adrian bisa mengendalikan diri tak ingin membuat istri kesakitan lagi.
Adrian mengelap sisa saliva yang menempel pada bibirnya dan bibir istrinya itu.
Pria itu menatap lekat wajah istrinya tetap terlihat sangat cantik walaupun tanpa make up.
"Mulai sekarang kamu tidak perlu terlalu capek memikirkan perusahaan.
Aku yang akan handle semuanya,kamu di rumah aja ya untuk istirahat.
Jaga baik-baik bayi kita di dalam sini"ucap adrian kembali mengelus perut istrinya.
"Aku nanti bosen gak ada kegiatan di rumah mas,kalau kamu kerja.
Aku tetap ke kantor ya,ada lisa nanti yang bantu pekerjaanku"ucap ocha.
"Baiklah sayang,asal kamu jangan terlalu lelah ya?"ucap adrian.
**Beberapa menit regan dan yuni menunggu dokter keluar dari ruangan UGD.
"Bagaimana keadaan aulia dokter?"tanya regan mendekati dokter itu.
"Apa anda keluarga dari pasien di dalam?"tanya dokter.
"Kami rekan kerjanya dokter, karena aulia pingsan di tempat kerja"ujar regan.
"Ada masalah pada rahim beliau, kami akan melakukan pemeriksaan selanjutnya untuk segera mengambil tindakan".
"Apa ada masalah serius dokter?".
"Iya pak, sepertinya efek dari keguguran yang dulu di alami oleh pasien karena tidak di lakukan pembersihan secara medis".
__ADS_1
"Tolong lakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien dokter, untuk biaya administrasi biar saya yang urus"ujar regan.
"Kasian aulia, suaminya masuk penjara sementara dia harus merasakan sakit seperti ini".