Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Tersiksa Penyakitku


__ADS_3

Aulia hanya berbaring sendirian di ruang perawatan rumah sakit.


Ia sedang menanti kedatangan dokter membawa hasil pemeriksaan beberapa menit yang lalu.


"Ah perutku sakit sekali?"rintih aulia lalu ia melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Ternyata sudah pukul sembilan malam seharusnya ia pergi bekerja malam ini.


Dan benar saja tak beberapa lama kemudian ponselnya berdering.


Ia merogoh ponselnya lalu melihat ada panggilan yang membuatnya membulatkan matanya.


"Mampus ini pasti bu eva nyariin aku"gumam aulia sebelum mengangkat panggilan itu.


Karena tak ingin membuat bu eva semakin marah ia dengan terpaksa menekan tombol hijau.


"Halo bu eva?".


"Halo aulia kamu dimana,jam berapa ini kenapa kamu belum datang ke bar?"tanya bu eva.


"Maaf bu saya libur kerja beberapa hari ke depan".


"Apa kamu bilang,saya bisa rugi para pelanggan banyak yang menanyakan kamu di sini mereka ingin di temani minum sama kamu aulia".


"Saya lagi sakit bu,jadi saya tidak bisa bekerja".


"Saya gak terima alasan kamu,besok kamu harus tetap bekerja sesuai perjanjian yang kita sepakati sebelumnya".


Tut Tut tut


Panggilan pun di matikan sepihak oleh bu eva.


##flash back on##


Kini aulia telah sampai di sebuah bar yang cukup besar di daerah jakarta.


"Apa benar ini alamat yang di berikan oleh bu eva?"tanya aulia lalu mengambil kartu nama di dalam tasnya untuk lebih memastikan.


"Benar ini tempatnya,apa beliau pemilik bar ini.


Berarti dia benar-benar kaya secara banyak mobil yang terparkir di halaman bar itu.


Pasti di dalam banyak pelanggan yang datang"gumam aulia lalu berjalan dengan ragu untuk masuk ke dalam bar itu.


Aulia masuk ke dalam bar terlihat lampu kerlap-kerlip yang menyilaukan mata dan musik yang di putar sangat keras.


"Di mana bu eva katanya dia berada di sini kok belum kelihatan?"gumam aulia melihat sekelilingnya.


Tak lama eva datang dengan seorang perempuan yang berpakaian sexy menghampiri aulia.


"Aulia kamu sudah datang,di tempat ini kamu akan bekerja sebagai pemandu lagu.


Jadi kamu tidak usah takut,kamu tidak perlu menjual diri kalau kamu tidak mau"terang eva.


"Kamu siap kerja kapan?"tanyanya lagi.


"Sekarang saya siap bu"jawab aulia mantap.

__ADS_1


"Oh baiklah lebih baik kamu segera berganti pakaian yang sesuai biar riska yang mengajarkan dan mengantar kamu berkerja di sini"tutur eva.


Eva memberi kode pada riska agar segera mengajak aulia pergi ke sebuah ruangan tertutup.


"Ayo ikut aku"ajak riska.


Aulia berjalan melewati banyak orang yang tengah oleng dan berjoget menikmati musik dari seorang DJ.


Riska membuka sebuah ruangan terdapat sebuah lemari baju lalu ia mengambil salah satunya untuk di berikan kepada aulia.


"Ganti bajumu sekarang dan ikut denganku?"titah riska.


Aulia hanya mengangguk tak berani membantah karena riska senior di sana.


Riska cukup takjub melihat penampilan aulia yang terlihat sangat sexy dengan balutan dress warna merah di atas lutut.


"Kamu memiliki body yang bagus aulia,sayang sekali kalau kamu hanya menemani para lelaki kaya untuk minum saja.


Kalau mereka mengajak kamu untuk keperluan berkencan,aku yakin mereka akan membayar kamu dengan mahal"terang riska.


Sebelumnya aulia juga sempat meminjam uang pada yuni untuk membayar kontrakan.


Namun yuni heran karena tiba-tiba besok paginya aulia sudah memberikan uangnya kembali.


Entah darimana aulia memiliki uang secepat itu padahal kemarin aulia mengeluh hanya memegang uang sedikit.


Bahkan aulia terlihat memakai tas dan sepatu bermerek yang ia pakai bekerja.


##flash back off##


Tak berselang lama seorang dokter masuk ke dalam ruangan aulia.


"Bagaimana kondisi saya dokter,saya sakit apa?".


"Maaf bu aulia saya harus menyampaikan hal ini pada anda.


Organ kewanitaan anda terinfeksi virus aids bu"ujar sang dokter.


"Apa itu tidak mungkin dokter,saya selalu menjaga organ kewanitaan saya dengan baik"tutur aulia.


"Apa bu aulia pernah mengalami nyeri saat buang air kecil dan saat berhubungan intim dengan pasangan"tanya dokter.


"Iya terkadang ada rasa nyeri dokter dan sekarang perut bawah saya sakit".


"Itu karena infeksi ****** yang membuat keluhan radang panggul bagi penderita aids.


"Tapi saya tetap bisa sembuh kan dokter"tanya aulia dengan mata sudah berkaca-kaca.


"Kemungkinan sembuh kecil bu, apalagi virus infeksi pada anda sudah mulai menyebar ke organ lain"tutur sang dokter.


"Saya sarankan anda beristirahat dengan cukup dan jangan melakukan aktivitas seksual dulu untuk menghindari penyebaran virus pada orang lain".


Aulia merasa sangat terpuruk dengan keadaannya sekarang apalagi dirinya sudah di vonis dokter tidak akan sembuh meskipun meminum obat secara teratur.


**Di dalam sel tahanan arman sedang tak enak badan.


"Bagaimana keadaanmu arman?"tanya salah satu teman selnya.

__ADS_1


Arman hanya diam dengan mata terpejam dan bibir bergetar.


"Lebih baik kita panggilkan sipir agar arman segera di tangani oleh dokter?".


Tak berselang lama seorang sipir datang melihat keadaan arman.


"Badannya panas,sejak kapan dia sakit?"tanya sipir pada teman satu sel arman.


"Baru tadi pagi pak,dia tidak mau makan sejak pagi"jawabnya.


"Baiklah saya akan panggilkan dokter".


Teman satu sel arman merasa khawatir dengan keadaan temannya itu.


Sipir datang dengan seorang dokter dan memeriksa arman.


"Badannya sangat panas,saat ini pak arman terkena tipes.


Jadi lebih baik di rawat inap di rumah sakit"ujar dokter itu.


Sipir itu mengangguk lalu di bantu seorang temannya untuk memapah arman menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit arman di jaga ketat oleh beberapa petugas tahanan.


Ia sengaja di tempatkan di ruang perawatan khusus para narapidana.


Untuk menjaga agar tahanan tidak kabur saat perawatan di rumah sakit.


Suster tengah memasangkan infus pada arman karena badannya terasa lemas.


"Lebih baik kita menghubungi pihak keluarganya agar menjenguknya di sini?"ucap salah satu petugas.


Pertama petugas itu menghubungi aulia selaku istri sah arman.


**Arman dan aulia di rawat di rumah sakit yang sama namun kamar mereka berbeda.


Aulia yang tengah terpejam mendengar suara ponselnya berdering.


"Siapa sih malam-malam gini telpon, ganggu orang lagi istirahat aja"gerutu aulia lalu meraih ponsel yang ia simpan di atas meja.


Terdapat panggilan dari nomer asing yang tak ia simpan.


"Nomer baru siapa ya,apa jangan-jangan pelanggan baru di bar?"ucap aulia mencoba menebak.


"Halo selamat malam".


"Iya selamat malam"jawab aulia.


"Apa benar ini saudara aulia?"


Aulia hanya diam ia takut telpon itu dari pinjol penagihan utang dan langsung mematikan panggilannya.


"Apa itu peneror dari pinjol, perasaan aku udah bayar utang kok masih telpon sih".


"Ah aku lapar sekali lebih baik aku segera makan"ujar aulia mengambil nampan makan yang di letakkan oleh petugas rumah sakit yang belum sempat ia makan.


Di saat seperti ini aulia teringat dengan arman yang selalu menjaganya di kala dia sedang sakit.

__ADS_1


Namun saat ini ia hanya sendirian di rumah sakit tanpa ada pihak keluarga yang menemaninya.


__ADS_2