Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Hanya Masa Lalu


__ADS_3

Orang itu adalah adek kandung adrian yang sedang melanjutkan study di new york.


"Revan,kapan kamu datang?"tanya adrian memeluk tubuh sang adek.


"Tadi malam aku baru sampek bang?"ucap revan juga membalas pelukan kakaknya.


"Kenalin ini istriku, namanya ocha?"ucap adrian memperkenalkan istri pada revan.


"Aku ocha"ucap ocha.


"Oh hai kakak ipar,aku revan.


Adek tersayang dari bang adrian"ucap revan terkekeh.


Revan memperhatikan istri dari kakaknya itu, pantas saja adrian menyukai wanita itu sejak pertama bertemu ternyata ocha memang sangat cantik.


"Jadi ini bang, perempuan yang abang ceritain dulu sampai buat abang bisa kembali jatuh cinta"tanya revan tersenyum.


"Iya dek,ini ocha yang abang sering abang ceritain dulu"jawab adrian.


"Mas adrian emangnya cerita apaan sih?"tanya ocha penasaran.


"Gak sayang itu..


"Bang adrian bilang tertarik pada saat pertama kali bertemu dengan kamu kak ocha?"sambung revan memotong ucapan kakaknya.


"Udah dek jangan cerita lagi abang malu?".


"Malu kenapa bang, orang sekarang udah jadi istrimu kok malah udah mengandung calon anakmu kan"terang revan.


"Halo revan sayang?".


Panggilan seseorang yang baru datang mengalihkan pandangan mereka.


"Oh,hera kamu sudah sampai.


Kamu bawa mobil sendiri?"tanya revan kepada wanita bernama hera itu.


"Iya revan,itu aku baru parkirkan mobilku di sana"tunjuk hera pada sebuah mobil hinda jazz berwarna merah.


Adrian hanya diam melihat wanita di depannya saat ini.


Sudah cukup lama ia dan hera tak saling bertemu setelah mereka putus.


Ya hera adalah mantan kekasih adrian, mereka putus karena hera berselingkuh dengan temannya sendiri.


Alasannya tentu karena sikap adrian yang cuek dan kurang perhatian padanya.


Sejak saat itu adrian berusaha memperbaiki diri untuk lebih menyayangi dan perhatian terhadap ocha yang sudah menjadi istri dan calon ibu bagi anak-anak nanti.


"Hay adrian apa kabar?"tanya hera tersenyum lalu memperhatikan ocha yang sejak tadi bergandengan tangan pada adrian.


"Seperti yang kamu lihat aku baik"jawab adrian ketus.


"Haha kamu dari dulu gak berubah ya,masih saja dingin?"ucap hera tersenyum smirk.


"Jadi itu istri adrian,cantik sih.


Tapi aku dengar dari revan,dia seorang janda.


Adrian-adrian kamu itu tampan dan sukses kenapa harus menikah janda"batin hera menatap tak suka ke arah ocha.

__ADS_1


"Untuk apa kamu ke sini her?"tanya adrian dengan wajah datar.


"Aku yang undang dia kesini kak,mau aku kenalin sama bunda dan ayah"timpal revan.


"Untuk apa kamu memperkenalkan dia pada orang tua kita.


Mereka sudah kenal hera sejak dulu"terang adrian tak suka.


"Apa kamu menyukai hera?".


"Iya kak,aku dan hera sudah pacaran cukup lama"jawab revan yang membuat mata adrian melotot tak menyangka adeknya itu bisa menyukai hera yang sudah tau dia itu tipe wanita yang tak setia.


"Kamu yakin pacaran sama dia?"tanya adrian.


"Kamu kenapa sih adrian,ini urusanku dengan revan.


Kita bahkan saling mencintai ya kan revan sayang?".


Hera tersenyum sambil menyenderkan kepalanya pada bahu revan.


"Kamu tau sikap dia seperti apa.


Jadi jangan sampai kamu menyesal nantinya?"ucap adrian memperingatkan adeknya itu lalu menarik tangan ocha untuk segera masuk ke dalam rumah ayah dan bundanya.


"Sialan si adrian, sepertinya dia tak menyetujui hubunganku dengan revan"gerutu hera dalam hati.


"Gak usah di dengerin bang adrian, mungkin dia hanya keinget masa lalunya saja.


Ayo kita masuk, orang tuaku pasti ada di dalam?"ajak revan menggandeng tangan hera.


"Wah ocha sayang kamu sudah datang?"sambut bunda diana lantas memeluk ocha.


"Kok cuma ocha aja bun yang di sambut,ocha kan ke sini datangnya sama aku.


Anak bunda juga"celetuk adrian tersenyum.


"Iya iya anak bunda yang paling tampan sudah datang seneng ya bentar lagi mau jadi ayah".


"Jelas dong bun,ini semua berkat doa bunda dan ayah juga"jawab adrian.


"Iya berkat usaha dan doa kalian juga,wah bunda rasanya seneng banget bentar lagi memiliki cucu".


Bunda diana yang gemas lantas mengusap perut rata ocha.


"Bunda jangan pegang-pegang perut istriku?"celetuk adrian tak terima.


"Memangnya kenapa, orang bunda cuma mengusap pelan aja kok"jawab sang ibu.


"Gak boleh cuma adrian dan ocha saja yang boleh pegang perut istriku".


"Cie yang udah mulai posesif mirip sekali dengan ayahnya dulu"celetuk bunda diana terkekeh.


"Kok bawa ayah segala memangnya ada apa?"tanya baskoro yang baru datang.


"Itu loh adrian mulai posesif banget sama istrinya, padahal bunda cuma mengusap perut ocha sebentar kok".


"Oh begitu, namanya itu gak posesif sih bun tapi berusaha menjaga istri dengan baik"sambung baskoro.


"Ehmm ayah dan anak sama aja".


"Mana revan katanya udah sampai kok belum kelihatan?"tanya bunda diana.

__ADS_1


"Halo bunda,ayah?"sapa revan.


"Kamu?".


"Iya hera ini pacar aku bunda?"terang revan.


"Apa bunda gak salah dengar kamu pacaran sama perempuan ini.


Dia yang membuat kakak kamu hampir depresi karena tega bermain api dengan sahabatnya sendiri"ucap bunda diana merasa tak suka melihat hera di sana.


"Itu hanya masa lalu bunda,aku dan hera sudah kenal cukup lama kok.


Kak ferdi dan hera juga udah putus lama sekali"terang revan.


"Bunda gak setuju kamu pacaran sama wanita itu?"ucap bunda diana tetap tak memperbolehkan revan menjalin hubungan dengan hera.


"Kita saling mencintai bunda dan ayah tolong merestui kami.


Rencananya minggu depan aku akan menikah dengan hera"ucap revan.


"Apa kamu sudah gila revan,kamu jangan mengambil keputusan sendiri.


Pokoknya bunda tidak setuju apalagi sampai menikah segala".


Bunda diana sangat membenci hera karena wanita itu yang membuat adrian hampir depresi dan menjadi pria dingin.


Tapi untunglah adrian bertemu dengan ocha perempuan yang membuat hati adrian kembali luluh dan bersemangat menjalani kehidupan mendatang.


"Tanpa restu dari ayah maupun bunda aku akan tetap menikahi hera karena sekarang hera sedang hamil anakku"ungkap revan yang membuat jantung orang tuanya seakan berhenti berdetak.


Plak!


Sebuah tamparan tangan dari baskoro mendarat pada pipi mulus revan.


Revan meringis memegang pipinya yang memerah.


"Siapa yang mengajari kamu menjadi seorang pecundang revan.


Kamu sudah berani menghamili perempuan sebelum menikahinya"teriak baskoro kesal.


"Itu memang kesalahan revan yah, waktu kita berdua ke acara party di new york.


Kami minum-minum dan membuat kamu tak sadar melakukan itu"jelas revan sambil menunduk.


Tangan baskoro kembali akan menampar pipi revan namun di cegah oleh adrian.


"Cukup yah, biarkan revan bertanggung jawab apa yang sudah ia lakukan.


Apa lagi ini semua sudah terlanjur,kita tidak mungkin menyuruh hera untuk mengugurkan kandungannya"timpal adrian.


"Dasar bodoh kamu revan, terserah apa yang kamu lakukan"putus baskoro memilih pergi ke dalam kamarnya.


"Bunda maafkan revan?"ucap revan memohon menahan lengan ibunya sebelum ibunya menyusul sang ayah.


Bunda diana hanya diam dan melepaskan tangan revan pada lengannya.


"Semoga kamu tidak menyesal atas apa yang kamu lakukan dek?"ucap adrian pada sang adek.


"Aku hanya khilaf bang,kita berdua melakukan itu sama-sama dalam keadaan mabuk berat"jawab revan.


Ocha sedari tadi diam ia tak ingin ikut campur urusan keluarga adrian.

__ADS_1


__ADS_2