Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Memulai Aksinya


__ADS_3

Dua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu tengah duduk bersantai di pinggir kolam renang yang berada di kamar hotel yang mereka sewa.


"Pak feri,tadi siapa yang nelpon?.


Kok kayaknya kamu gugup dan ketakutan gitu jawabnya"tanya aulia yang sedang asyik duduk di atas pangkuan feri.


"Tadi nia yang meneleponku"jawab feri sembari menyeruput jus jeruk yang di bawa aulia tadi.


"Siapa nia,apa kamu punya gundik lain di luar?"tanya aulia beranjak bangkit dari pangkuan feri dengan tatapan curiga padanya.


"Tidak aulia sayang,kamu tenang saja.


Nia itu anak perempuanku kira-kira dia berumur 3 tahun di bawahmu.


Di baru pulang dari paris untuk menyelesaikan S2 nya di sana"jelas feri dengan merangkul aulia lalu menidurkannya di atas pangkuannya.


"Kamu gak bohong kan?"tanya aulia lagi.


"Tentu saja tidak,cuma kamu yang aku inginkan saat ini tidak ada yang lain yang bisa menandingi mu aulia?".


"Lalu bagaimana dengan istri pak feri sendiri?".


Pertanyaan aulia membuat feri kaget.


"A-pa?aku sudah bosan dengannya.


Dia selalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai lupa untuk mengurusi ku.


Di juga tak pandai merawat diri padahal tiap bulan aku sudah memberikan jatah bulanan yang tidak sedikit"terang feri.


Feri yang sedari kemarin memendam hasratnya akhirnya hari ini tak dapat menahannya lagi.


Kamar hotel dan kolam renang private serta hanya mereka berdua dan tentu saja yang ketiga adalah setan.


**Hari ini adalah acara launching produk dan peresmian store baru.


Para jajaran direksi,suami dan para undangan dan orang tua ocha serta pak hendro adik kandung dari ayah bastian sengaja datang karena di undang oleh sang ayah.


Pak hendro datang dengan istri dan anaknya bernama regan.


"Terima kasih paman dan keluarga sudah hadir memenuhi undangan ayah.


Sebuah kehormatan buat kami"ucap ocha sambil menjabat tangan mereka secara bergantian.


"Kamu tidak bermaksud pamer pencapaian kepada kami kan ocha?"ucap hendro sinis.


"Pak jangan bicara seperti itu,tidak enak di dengar orang lain"tegur istrinya.


Hendro yang selalu merasa di abaikan sejak kecil oleh orang tuanya.


Ia mudah tersinggung dan selalu iri atas kesuksesan saudara-saudaranya.


"Hendro mari kita duduk di sana?"ajak ayah bastian.


"Ternyata ocha sudah menikah lagi,kenapa kalian tidak mengundangku?"tanya hendro pada pak bastian.


"Mereka hanya menikah dengan sederhana saja tidak ada acara mewah.


Dan di lakukan di rumah kami saja"jawab bastian.


"Kenapa begitu,kamu kaya dan mantumu juga orang kaya .

__ADS_1


Pelit sekali menyewa gedung saja tidak mau"cibir hendro.


"Bukannya kami tidak mau,tapi ini atas permintaan ocha sendiri"jawab bastian sudah hafal dengan sikap adeknya itu.


"Oh aku tau,mungkin ocha malu karena menikah yang ke dua baru jadi janda beberapa bulan saja sudah menikah lagi.


Perempuan gak tau malu"cibir hendro lagi.


"Kami justru senang ocha mau menerima lamaran adrian,karena dia pria baik dan kami sebagai orang tua hanya mendukung keputusan mereka dan mendoakan mereka bahagia"terang bastian.


Acara peresmian produk dan store baru berjalan dengan lancar.


Acara tersebut di liput oleh banyak media.


Sebelum acara itu selesai hendro mengajak istrinya untuk pulang lebih dulu tanpa berpamitan dengan bastian ataupun ocha.


Usai acara pemotongan pita,para tamu undangan di persilahkan menikmati hidangan yang tersedia.


"Regan di mana orang tuamu?"tanya pak bastian.


"Oh iya kemana mereka ya om?"ucap regan tak melihat keberadaan ayah dan ibunya.


Regan pun segera berpamitan lalu mencari orang tuanya.


Sampai di luar regan mengambil ponsel dan menghubungi ayahnya.


"Halo ayah?".


"Halo,ada apa regan?".


"Ayah dan ibu dimana?.


"Ayah sudah pulang.


Memangnya untuk apa ayah di sana.


Hanya untuk menyaksikan kesombongan mereka saja.


Ayah tunggu di rumahmu,ada yang ingin ayah bicarakan".


Pak hendro langsung mematikan panggilan itu sepihak.


Regan pun pasrah dan segera menuju mobilnya untuk pergi menemui ayah dan ibunya di rumahnya.


Untuk sampai di rumahnya,rega memerlukan waktu sekitar 20 menit.


Setelah memarkirkan mobilnya ke dalam garasi,ia melihat mobil ayahnya juga berada di sana.


Regan bergegas masuk ke dalam rumah karena ia yakin ayah dan ibunya sudah menunggu di dalam.


"Papah sudah pulang?"ucap seva anak perempuannya yang menyambut kedatangannya.


"Iya nak,dimana kakek dan nenek?"tanya regan.


"Mereka ada di ruang tengah bersama mamah pah"jawab seva berjalan mengikuti ayahnya.


Hendro sebenarnya tak terima perusahaan milik bastian itu harus di jadikan satu oleh perusahaan ocha.


Dulu ia dan regan juga ikut membangun dan mengurusi perusahaan itu dari nol.


Namun sekarang perusahaan itu justru jatuh di tangan ocha.

__ADS_1


Sedang dirinya tidak mendapatkan apapun,itu yang menimbulkan keirian hendro pada ocha.


"Apa ayah baik-baik saja?"tanya regan pada hendro.


"Regan,mau berapa lama lagi kamu mau jadi bawahan ocha?"tanya hendro menatap tajam ke arah sang putra.


"Yah itu sekarang perusahaan milik ocha,aku bersyukur om bastian masih menerima aku kerja di sana setelah apa yang papah lakukan pada mereka dulu?"ucap regan.


"Asal kamu tahu regan,ayah dulu selalu mengalah pada kakak-kakakku yang sombong itu.


Memang Surya Corp itu di rintis oleh bastian dari nol tapi aku yang ikut membantu mengembangkan sampai sekarang"sanggah hendro.


Hendro dulu memang membantu mengurus perusahaan kakaknya itu bahkan di percaya untuk menjalankan perusahaan itu sewaktu kakaknya itu berada di luar kota.


Namun seiring waktu hendro mulai lalai dengan pekerjaannya dan sering menggunakan uang perusahaan untuk keperluan pribadinya.


Itu yang membuat bastian memberhentikan hendro dari perusahaannya.


Namun hendro bersedia berhenti asal sang putra yaitu regan bisa bekerja di sana.


"Kamu harus membawakan Surya Corp padaku regan,itu semua seharusnya jadi milikku"ucap hendro tersenyum licik.


"Tapi yah,regan tidak bisa melakukan itu"ucap regan yang tak setuju dengan rencana ayahnya.


"Pikiran dan turuti perintah ayah,atua kau akan menyesal regan!"bisikan hendro membuat regan terdiam.


**Sesuai rencana nia ia kemarin sudah mendaftar diri sebagai karyawan di tempat ayahnya berkerja.


Karena memang sedang membutuhkan karyawan di bagian kantor.


Nia langsung di terima bekerja di bank itu.


Sudah beberapa hari nia bekerja di sana tanpa ada yang tau kalau ia adalah anak pak feri.


Tepat pada hari ini feri dan aulia usai melaksanakan tugas di bali.


Mereka langsung menuju ke kantornya tanpa pulang terlebih dulu.


Feri masuk lebih dulu ke dalam kantor di susul oleh aulia.


Mereka sengaja masuk secara bergantian agar tidak ada orang lain yang curiga.


Apa lagi karyawan di sana sudah tau kalau aulia dan feri sama-sama sudah menikah.


Waktu jam makan siang nia keluar untuk mencari makan.


Lalu ia mendapati mobil sang ayah sedang terparkir di luar.


"Ini kan mobil ayah, sudah pulang ternyata?"gumam nia.


Waktu pulang telah tiba nia sengaja menunggu kepulangan ayahnya.


Ia membawa motor mengikuti mobil sang ayah yang baru keluar.


Di tengah jalan aulia baru turun taksi dan masuk ke dalam mobil feri yang sudah menunggunya.


Mobil ayahnya terus melaju hingga sampai di sebuah hotel bintang lima.


Nia ikut turun dan melihat mereka menyewa kamar hotel di lantai 4 nomer 56.


Sebuah ide terlintas di pikiran nia yaitu ia akan pura-pura saling kenal dengan sang ayah untuk membuat aulia cemburu.

__ADS_1


__ADS_2