Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Lahirnya Kebahagiaan


__ADS_3

Dokter rahma tersenyum tipis ia sangat paham perasaan adrian saat ini.


"Kenapa harus operasi?.


Semua kondisi tubuh bu ocha normal dan jalan lahir sekarang sudah lengkap.


Bapak tidak usah khawatir saya akan membantu persalinan bu ocha dengan baik"tutur dokter rahma.


"Aku ingin lahiran normal aja mas,aku kuat kok"ucap ocha lirih.


"Bagaimana bu ocha, apakah rasa sakitnya masih bisa di tahan?".


Ocha menggelengkan kepalanya pelan.


"Rasanya mules dok, seperti ingin buang air besar".


"Baiklah itu artinya ibu akan segera melahirkan karena pembukaan sudah lengkap.


Adrian dan ocha selama sembilan bulan ini kompak tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi mereka.


Dokter rahma menyuntikkan berupa cairan yang akan membantu proses persalinan ocha.


Selang beberapa menit,ocha mengalami kontraksi yang sakitnya begitu luar biasa.


Tiara sudah memasangkan oksigen pada ocha untuk membantu mengatur pernapasannya.


"Sakit sekali dokter"rintih ocha merasakan sakit berkali-kali lipat dari sebelumnya.


"Dok apa tidak bisa operasi saja,saya gak tega lihat istri saya kesakitan seperti ini"pinta adrian.


"Tidak perlu khawatir pak adrian ini normal di alami ibu yang akan melahirkan.


Tolong beri dukungan dan doakan istrinya saja ya"terang dokter rahma.


"Kamu yang kuat ya sayang,andai aku bisa menggantikan kamu merasakan sakitnya"gumam adrian seraya menggenggam tangan istrinya erat sambil mengecup puncak kepala istrinya berkali-kali.


Ini saatnya ocha mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menyambut kedatangan bayinya ke dunia.


"Atur nafasnya bu, pinggulnya jangan di angkat ya agar tidak robek".


Ocha tak menjawab ingin sekali rasanya ia mengejan.


Huh huh huh!


Kedua kaki ocha di posisi yang pas ada dua orang suster yang membantu persalinan ocha juga.


Sementara adrian menunggu di sebelah tubuh istrinya seraya memegang jemari ocha.


"Kalau di rasa ingin mengejan jangan di tahan ya bu.


Tapi kalau belum ada rasa mules jangan mengejan dulu, takutnya bu ocha kehabisan tenaga"ucap bu rahma walaupun ocha juga di pasangkan selang infus karena hanya makan sedikit.


Keringat sudah mulai bercucuran membasahi kening ocha.


Tangannya juga terasa dingin.


Ia tak tahu rasa yang disebutkan oleh dokter tetapi rasanya ia ingin sekali buang air besar.


"Mas rasanya aku kayak mau pup?".


Mendengar ucapan ocha,bu rahma langsung memberi aba-aba kepada ocha.


"Ikuti saja rasa mau buang air besarnya!.


Tarik nafas dan hembuskan perlahan.


Ayo ulangi lagi,tarik nafas terus hembuskan perlahan!".


"Ayo bu kepalanya sudah terlihat".

__ADS_1


Ocha mengejan dan akhirnya anak pertamanya keluar.


Oek oek!


Adrian pun ikut lega namun itu baru anak pertama masih ada satu bayinya yang belum keluar.


Tak berselang lama ocha merasakan hal yang sama ia mengatur nafasnya kembali dan mulai mengejan.


Oek oek!


Tangis bayi kedua ikut bersahutan di dalam ruangan itu.


Ocha merasa sangat lega dan menangis haru.


Adrian tak henti-hentinya mengecupi seluruh wajah istrinya sambil menyeka keringat dan air mata pada pipi istrinya.


"Selamat bu ocha bayinya kembar sepasang laki-laki dan perempuan"ucap sang dokter.


Ocha hanya mengangguk dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya.


Begitu pun dengan suaminya yang tak hentinya terus mencium jemari istrinya.


"Ini bayinya bu,biarkan ia merasakan kehangatan dan mengenali aroma ibunya"ucap dokter rahma itu seraya meletakkan satu persatu bayi kembar itu di atas tubuh ocha.


"Ya tuhan terima kasih atas nikmat yang telah engkau berikan.


Alhamdulillah kedua anak dan istriku selamat dan sehat tanpa kurang suatu apapun.


Terima kasih sayang sudah berjuang bersama anak-anak kita.


Mereka lucu sekali"ungkap adrian seraya mengusap lembut kepala kedua bayinya secara bergantian.


Setelah lima menit, dokter menyuruh adrian untuk mengadzani kedua anaknya.


Adrian mengangguk dan menghapus air matanya terlebih dahulu.


Dengan sedikit gugup adrian yang baru pertama kali menggendong bayi kecil itu tersenyum lalu mengadzani tepat di telinga sebelah kanan putranya yang terdengar merdu.


"Aakkhhh seperti ada yang mau keluar dokter?"rintih ocha.


"Itu pasti ari-arinya bu,ayo keluarkan dulu baru nanti saya jahit sedikit karena ada robekan di bawah jalan lahir"tutur dokter rahma.


"Waktu di jahit di kasih obat bius kan dok?"tanya adrian cemas.


"Iya pak pasti kami suntik bius dulu agar bu ocha tidak merasa sakit".


Tak lama ari-ari keluar lalu dokter meletakkan pada sebuah wadah agar di bawa pulang oleh keluarga ocha.


Adrian menyerahkan kembali kedua bayinya agar di bersihkan oleh tiara dan satu suster lainnya.


Sementara dokter rahma baru saja menyuntikan bius.


"Bu ocha saya mau tanya mau sekalian pasang spiral tidak?.


Untuk menunda kehamilan dalam jarak dekat"tanya dokter rahma.


"Kami sudah sepakat untuk pasang spriral dokter, lakukan dengan hati-hati ya?"pinta adrian.


"Baik pak akan saya lakukan,nanti dalam jangka waktu 3-4 tahun bisa di lepas dan bisa program anak kembali"terang dokter.


Ocha dan adrian mengangguk kemudian adrian meminta izin pada ocha untuk keluar mengabari kedua orang tuanya.


"Adrian apa cucuku sudah lahir?"tanya bunda diana.


"Bagaimana keadaan ocha dan bayinya?.


"Bayinya perempuan atau laki-laki?".


Adrian tersenyum mendengar pertanyaan dari orang tuanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah semuanya sehat, sebentar lagi ocha akan di pindahkan ke ruang perawatan jadi ayah dan bunda bisa melihat keadaan ocha dan bayi kami"tutur adrian.


**Beberapa menit kemudian ocha sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


Kedua orang tua mereka segera masuk ke dalam ruangan itu.


Mereka sangat tak sabar melihat keadaan ocha dan bayinya.


Ayah bastian dan bunda nur tersenyum lalu mendekati adrian yang tengah menggendong putrinya yang terlelap habis menyusu.


Sementara ocha giliran menyusui putranya yang nampak nyaman dalam pelukan ibunya.


"Ocha kenapa bayinya ada dua, jadi kamu melahirkan anak kembar?"tanya bunda diana yang memang tidak mengetahui sebelumnya.


"Iya bunda,kami sengaja kasih kejutan kelahiran anak kembar kami pada kalian"jawab adrian.


"Alhamdulillah kita punya dua cucu yah"ucap bunda diana memeluk suaminya.


"Iya bunda,ayah seneng banget rumah kita bakal rame dengan kehadiran mereka"timpal ayah baskoro.


"Gak nyangka ya jeng nur kita udah tua udah punya dua cucu"ucap bunda diana terkekeh.


"Iya jeng,tapi kita harus bersyukur masih di berikan kesehatan dan panjang umur untuk ikut merawat cucu-cucu kita nanti"terang bunda nur.


"Kamu hebat ocha melahirkan dua anak dalam satu waktu,dulu bunda lahir adrian sakitnya minta ampun"celetuk diana.


"Istriku memang sangat luar biasa bun,dia berjuang mati-matian untuk melahirkan adrian dan ocha junior ke dunia"jawab adrian tersenyum.


"Sayang sepertinya putra kita sudah kenyang kita,sini aku letakkan di box bayi sebelah putri kita".


"Iya mas".


Ocha menyerahkan bayi mungil itu kepada suaminya untuk di tidurkan ke box bayi.


Kedua orang tua mereka sibuk mengamati kedua cucunya yang sedang terlelap.


"Ocha kamu mau makan apa nak, kamu pasti lapar kan?"tanya bunda nur.


"Aku mau nasi padang aja ya bu".


"Biar ayah aja yang belikan,kamu temani istrimu di sini saja adrian"ucap ayah bastian.


"Kalian sudah siapkan nama untuk mereka?"tanya diana.


"Belum bunda,kami belum memikirkan namanya"jawab ocha.


"Aku punya nama yang bagus untuk kedua bayi kita sayang"timpal adrian.


"Siapa mas?".


"Rian putra anggara untuk bayi laki-laki dan riana putri anggara untuk bayi perempuan kita.


Gimana sayang kamu setuju?".


"Nama yang bagus mas,aku setuju".


"Kami juga setuju, semoga mereka jadi anak yang sholeh dan sholehah serta berbakti kepada kedua orang tuanya"ucap bunda nur.


Keluarga itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


Melihat dua bayi mungil yang di nantikan telah memberi warna dan menambah kebahagiaan di dalam rumah tangga ocha dan adrian.


Kebahagiaan yang tak dapat di ukur oleh apapun dan tidak dapat di nilai dengan apapun termasuk dengan uang.


Karena kebahagiaan akan datang bagi orang yang mensyukuri atas nikmat dan takdir yang diberikan oleh yang maha kuasa.


***END***


Jangan lupa baca karya baru autor berjudul "Istri Cantik Satu Milyar".

__ADS_1


Berkisah tentang seorang wanita yang bekerja di Korea terpaksa mengikuti sayembara berhadiah uang satu milyar untuk menikah dengan seorang pria lumpuh anak dari keluarga yang sangat kaya.


Hal itu terpaksa ia lakukan untuk melunasi hutang sang ayah di masa lalu.


__ADS_2