Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Terlalu Egois


__ADS_3

Siti membawa regan ke sebuah rumah sakit khusus menangani kejiwaan.


Ia membawa regan ke sebuah ruangan untuk melakukan pemeriksaan.


"Pak regan sepertinya hanya mengalami stress yang berlebihan bu.


Apa dia masih memiliki keluarga lain seperti istri atau anak-anaknya?"tanya dokter.


"Ada dokter tapi mereka sudah berpisah"jawab siti.


"Beliau sangat membutuhkan dukungan moral dari orang yang berharga dalam hidupnya.


Usahakan beliau bertemu dengan istri dan anak-anaknya.


Sering ajak dia ngobrol agar ia lebih merespon dan menerima keadaan"jelas dokter.


Siti mengangguk lantas pergi keluar menemui suaminya.


"Mas kita harus menghubungi seva.


Kita butuh bantuan seva dan cucu kita untuk membuat regan kembali normal"ucap siti lantas mengambil ponselnya.


"Iya mah,aku setuju aku gak mau regan seperti ini terus"timpal hendro.


Tanpa menunggu lama siti menghubungi seva lalu seva menjawab panggilannya.


"Halo bu".


"Halo seva,maaf kalau aku mengganggu kamu.


Ibu minta tolong sama kamu untuk memberikan semangat dan motivasi pada regan.


Kondisi regan saat ini saat memprihatinkan".


"Besok pagi seva akan datang menemui mas regan".


"Terima kasih seva ajak cucu mamah juga ya".


"Baik bu".


Panggilan pun terputus siti merasa lega seva memang perempuan yang baik.


"Mah kita pulang dulu ya,besok pagi kita ke sini lagi.


Kamu butuh istirahat juga kita seharian perjalanan dari bandung ke jakarta"ajak hendro pada sang istri.


"Tapi mas,aku ingin menemani regan di sini".


"Regan juga butuh waktu untuk sendiri mah.


Besok pagi kita ke sini lagi ya".


Siti mengangguk sejujurnya ia berat meninggalkan putranya sendirian di sini walaupun ada suster dan dokter yang berjaga.


**Di dalam kamar seva tak kuasa menahan air matanya.


"Maafkan aku mas, mungkin aku egois terlalu membatasi anak-anak untuk bertemu denganmu.


Sejujurnya aku sakit harus berpisah denganmu tapi aku lebih takut kamu akan melakukan kesalahan-kesalahanmu lagi.


Hatiku sudah terlanjur sakit atas pengkhianatan yang kamu lakukan"gumam seva sambil mengusap air matanya.


Ia melihat jam yang terpasang di dinding kamarnya.


Ternyata sudah pukul sepuluh malam ia berjalan menuju kamar putri kecilnya.


Seva membuka pintu kamar dengan hati-hati tak ingin membuat putrinya yang tengah terlelap menjadi terbangun.

__ADS_1


Wanita itu berjalan perlahan menuju ranjang putri kecilnya lalu melihat foto kebersamaannya bersama regan dan kedua anaknya.


Di dalam foto mereka terlihat sangat bahagia.


Seva tersenyum kembali teringat saat bersamanya dengan mantan suaminya itu.


"Ayah ayah jangan pergi,risma kangen?"ucap risma menginggau dalam tidurnya.


"Risma sayang maafkan bunda,kamu pasti merindukan ayah"gumam seva lalu mengusap kepala putrinya yang masih terlelap.


"Besok kita akan bertemu dengan ayah, bunda janji tidak akan membatasi pertemuan kalian lagi"ucap seva sendu.


**Tak terasa hari ini adalah tepat acara tujuh bulanan ocha di lakukan.


Nanti malam akan di lakukan pengajian bersama anak yatim piatu.


Ocha saat ini tengah berbelanja beberapa kebutuhan rumah tangga untuk ia bagikan pada pengemis dan pengamen di pinggir jalan.


"Sayang kalau kamu capek bilang ya.


Kita pulang dulu biar aku suruh orang lain untuk membagikan ini semua"ucap adrian setelah selesai membayar semua belanjaannya.


"Tidak mas,aku sudah sangat cukup istirahat.


Di rumah aku hanya makan dan tidur mas".


"Siapa bilang kamu cuma makan dan tidur sayang, terus yang masak dan beresin rumah siapa kalau bukan kamu"timpal adrian.


"Aku hanya membantu bik yati mas, kalau aku capek pasti istirahat"jawab ocha.


"Iya sayang pokoknya kamu gak boleh kelelahan ya.


Kamu pengen makan sesuatu gak sayang?".


"Aku pengan es degan kayaknya seger deh siang-siang gini.


"Siap sayang ayo kita berangkat sekarang".


Adrian menautkan jemari mereka menuju mobil.


Sesampainya di lampu merah terlihat banyak pengemis dan pengamen berjejer.


Adrian menepikan mobilnya lalu turun membukakan pintu untuk istrinya.


Namun sayangnya ocha sudah terlanjur turun terlebih dahulu.


"Sayang kenapa turun duluan,aku takut ada orang lain yang menyenggol kamu di sini cukup ramai"ucap adrian mulai posesif.


"Maaf ya mas,kita langsung bagikan bingkisan pada mereka ya mas"ajak ocha.


Adrian mengangguk mengambil bingkisan yang di letakkan di belakang mobilnya dan membagikan pada orang yang ada di sana.


Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang putus sekolah.


"Kasian sekali mereka mas,harus bekerja seperti ini demi sesuap nasi"ucap ocha merasa iba.


"Iya sayang nasib mereka kurang beruntung".


"Mas masih ada satu lagi bingkisannya, biar aku yang kasih pada nenek itu ya"tunjuk ocha pada seorang wanita renta sedang berjualan tisu.


"Hati-hati sayang".


Ocha mengangguk berjalan mendekati wanita tua itu yang tengah menawarkan dagangannya.


"Buk permisi ini saya ada bingkisan untuk ibu.


Semoga bermanfaat ya"ucap ocha sambil menyerahkan bingkisan itu pada nenek tua di depannya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak nak,nenek dari kemarin belum makan karena dagangan nenek belum laku sama sekali".


"Kasian sekali,saya beli semua tisunya ya bu.


Berapa harganya bu?"tanya ocha.


"Semua 300 ribu nak?".


"Ini uangnya bu".


Ocha mengambil beberapa lembar uang seratusan di dalam dompetnya.


"Ini kebanyakan nak,harganya 300ribu?"ucap sang nenek.


"Itu rejeki buat ibu ya,saya permisi semoga ibu sehat selalu"ucap ocha sebelum berjalan meninggalkan nenek tua itu.


"Terima kasih banyak nak,semoga di lancarkan sampai melahirkan nanti ya.


Dan di lancarkan segala urusannya"ucap nenek itu memberikan doa terbaik untuk ocha.


"Amin terima kasih doanya ibu".


Ocha berjalan mendekati sang suami dengan membawa tisu dan tengah berjalan ke arahnya juga.


"Mas adrian kenapa nyusul ke sini?"tanya ocha.


"Aku ingin membantu kamu membawa tisu itu, kenapa kamu beli tisu banyak sekali sayang?".


"Iya mas aku kasian pada nenek tadi dagangannya belum laku sama sekali".


"Mulia sekali hati kamu sayang,ya udah ayo kita cari es degan dulu terus pulang".


**Pagi ini seva berangkat ke jakarta bersama yoga dan anak-anaknya.


Karena sang ayah tak mengijinkan pergi sendiri.


Oleh karena itu ia mengajak yoga untuk menemaninya.


Sesampainya di dalam ruangan regan ia menatap datar ke arah seva lalu perhatikan tertuju pada risma dan yura yang berjalan memeluknya.


"Yura,risma ayah sangat merindukanmu"gumam regan memeluk kedua putrinya.


"Kami juga sangat merindukan ayah"jawab kedua serempak.


"Mas aku minta maaf telah membatasi kamu bertemu dengan anak-anak.


Aku egois selama ini mas,aku salah sekali lagi maafkan aku.


Mulai saat ini aku akan mengijinkan mereka untuk tinggal denganmu juga mas.


Mereka sangat merindukan kehadiran kamu"tutur seva lirih.


"Terima kasih seva,tapi apakah kita bisa bersama kembali"pinta regan lalu ia menangkap keberadaan yoga di sini.


"Tidak mas,kita tidak mungkin bisa bersama kembali.


Tapi kamu bebas untuk menemui anak-anak"putus seva.


Regan tersenyum hati dan pikirannya terasa lebih tenang.


"Bapak dan ibu bisa lihat sendiri,pak regan sangat membutuhkan kehadiran seseorang yang sangat ia sayangi seperti anak-anaknya.


Dan kita lihat pak regan sudah mulai tenang.


Obat paling ampuh adalah kehadiran dari kedua putrinya"ucap dokter.


Kedua orang tua regan mengangguk dan tersenyum membenarkan ucapan dokter.

__ADS_1


__ADS_2