
Ocha tersenyum bu reni ini tak henti-hentinya merendahkannya namun ia tak ingin memancing keributan di tempat pernikahan sahabatnya.
"Kalau saya ada di sini bersama suami saya, otomatis saya di undang bu sama yang punya acara.
Karin itu dulu teman saya kuliah"terang ocha berusaha agar tak terpancing emosi.
"Ah mana mungkin karin itu punya teman kayak kamu,kemarin ngaku-ngaku punya perusahaan sendiri sekarang ngaku-ngaku jadi temannya karin.hahaha.
Mana ada saya percaya dasar penipu"ucap bu reni keras sehingga menjadi pusat perhatian para tamu.
"Ibu ini apa-apaan jangan bikin malu,bu ocha ini memang atasan aku bu.
Dia pemilik perusahaan yura bekerja"ucap yura anak dari bu reni merasa sangat malu dengan tingkah ibunya sendiri.
Sang ibu pun kaget dengan pernyataan sang putri.
"Apa kamu bilang atasan kamu,ocha atasan kamu.
Dia ceo perusahaan Surya Corp?"tanya bu reni gugup.
Matanya melirik kanan dan ke kiri sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Iya bu,bu ocha ceo perusahaan tempatku bekerja.
Jangan bilang gak sopan kayak gitu ke bu ocha bu.
Aku gak mau di pecat dari kantor gara-gara kelakuan ibu"ucap yura merasa kesal.
"Maafkan ucapan dan sikap ibu saya ya bu ocha, tolong jangan pecat saya dari kantor"ucap yura merasa tak enak hati pada atasannya itu.
"Apa-apaan sih kamu yura,jangan bikin ibu malu"ucap bu reni tak terima dengan tindakan anaknya.
"Lebih baik kita pulang mah,dari pada bikin malu di sini?"ucap suami bun reni menarik tangan istrinya dengan kasar.
"Sekali lagi maafkan kelakuan istri saya ya mbak,saya akan menasehatinya lagi nanti agar menjaga ucapan pada orang lain.
Saya permisi dulu"ucap suami bu reni melenggang pergi.
"Sayang ada apa?.
Apa yang terjadi aku habis dari toilet tadi maaf ya ninggalin kamu di sini lama"ucap adrian berdiri di samping ocha.
"Gak ada mas,cuma ada salah paham dikit.
Tapi sudah selesai kok.
Ayo makan mas,kita makan dulu"ucap ocha mengajak suaminya duduk di kursi kosong.
"Kamu panggil aku mas,aku seneng sayang.
Gak apa kan kalau aku panggil kamu sayang?"tanya adrian memastikan.
"Aku gak keberatan kok mas".
Setelah acara makan-makan di lanjutkan sesi foto bersama keluarga pengantin.
**Di dalam tahanan penjara arman terlihat sangat kurus, rambut berantakan,kumis dan jambang yang mulai tubuh namun di biarkan begitu saja.
Wajahnya pun terlihat kusam seperti tak ada semangat hidup.
Meskipun sudah tidak jadi bulan-bulanan tahanan lain karena arman menuruti perintah mereka.
Arman pun teringat bahwa ia memiliki rekening tabungan dan aset rahasia yang bernilai cukup besar hasil dari penjualan perusahaannya dulu.
__ADS_1
Arman berniat untuk menghubungi aulia.
Jujur ia merasa sangat rindu dengan aulia dan calon anaknya.
Ia menyuruh aulia untuk menyewa pengacara agar dirinya tidak mendekam di sini terlalu lama atau bahkan bisa bebas.
Setelah dirinya bebas ia akan meninggalkan kota jakarta dan memulai kehidupan baru bersama keluarga kecilnya nanti.
"Maaf apa kalian ada yang punya ponsel?.
Ponselku di sita waktu aku masuk penjara kemarin"tanya arman kepada teman tahanan lain.
"Memangnya kau pikir kita koruptor yang bisa mempunyai barang-barang mewah di penjara"jawab salah satu dari mereka.
"Di sini ada peraturan tidak boleh memegang ponsel dalam penjara".
"Kamu membutuhkan ponsel untuk apa,apa kamu merindukan istrimu?"tanya tahanan yang paling muda.
"Iya aku ingin menghubungi istriku, pasti istriku sedang mencari dan mencemaskan ku.
Aku ingin menyewa pengacara agar bisa keluar dari sini"ucap arman gugup.
"Pinjam lah pada sipir.
Bilang saja ingin menghubungi keluargamu agar di jenguk".
"Baiklah,aku akan coba meminjam pada sipir"ucap arman lalu berteriak memanggil sipir penjaga.
"Pak ,pak sipir!!".
Teriak arman cukup keras sehingga datang seorang sipir dengan ekspresi datar dan tegas menghampirinya.
"Ada apa,kamu berteriak keras sekali?"tanya sipir itu bernama supri.
"Saya ingin meminjam ponsel pak,apa boleh?.
"Baiklah ayo ikut saya,tapi tangan kamu tetap saya borgol"ucap supri memborgol kedua tangan arman dan membuka pintu tahanan.
Lalu menguncinya kembali sambil menggiring arman masuk dalam sebuah ruangan.
Supri memanggil kedua temannya agar berjaga di depan ruangan tersebut.
"Ini telpon yang kamu minta, silahkan menghubungi pihak keluargamu.
Saya beri waktu 10 menit dari sekarang"ucap supri melepaskan borgol arman terlebih dulu lalu menyerah hp jadul miliknya.
"Baik pak terima kasih".
Tanpa menunggu lama arman segera menekan nomor dan melakukan panggilan ke nomer aulia.
"Halo ini siapa?"tanya aulia melihat nomer baru memanggil.
"Halo sayang ini,aku arman?".
"Mas arman,kamu di mana mas kenapa gak ada kabar.
Aku cemas dan mencarimu kemana-mana".
"Maafkan aku sayang,saat ini aku ada di penjara".
"Apa mas,penjaga?.
Mas arman buat kesalahan apa sampai bisa masuk penjara?"tanya aulia panik.
__ADS_1
"Aku di tangkap polisi karena ketahuan menggelapkan uang perusahaan milik ocha".
"Apa jadi kamu banyak uang dari hasil gak halal mas?".
"Mas terpaksa lakukan itu untuk mencukupi kebutuhan hidup kita dan calon anak kita aulia.
Aku minta tolong sama kamu"ucap arman.
"Mau minta tolong apa mas,aku bisa bantu apa?"tanya aulia.
"Mas ada uang di tabungan cukup untuk menyewa pengacara agar aku bisa bebas dari sini".
"Tapi kan mas,sewa pengacara itu mahal"ucap aulia merasa keberatan.
"Kamu tenang aja sayang,ini nomer pin ku kamu ambil aja uangnya buat sewa pengacara aku yakin uang itu lebih dari cukup"ucap arman sambil membacakan pin tabungannya dan menunjukkan tempat dirinya menyimpan atm beserta surat berharga lainnya.
"Baiklah mas,aku akan membantumu keluar dari penjara.
Kamu gak perlu khawatir,nanti aku kasih kabar segera".
"Terima kasih sayang,aku sangat mengharapkan mu.
Hubungi aku segera sebelum sidang di mulai".
Aulia tak menjawab memilih langsung mematikan panggilan itu sepihak.
"Kenapa aku harus repot-repot membantunya?
Biarkan saja dia membusuk di penjara.
Dari dulu kamu itu bodoh mas, melakukan apa-apa selalu gagal.
Malas aku lama-lama hidup denganmu.
Lebih baik aku liburan ke luar negeri,aku bisa terbebas dari mas arman dan bayi sialan ini"ucap aulia tersenyum membayangkan kebahagiaan yang akan ia dapatkan.
##Flash back on##
Satu hari setelah arman masuk penjara aulia mencari keberadaan arman di kantor ocha.
"Maaf mbak cari siapa ya?"tanya OB pria bernama bagus.
Karena hari sudah sore jadi para pegawai sudah pulang.
"Pak arman apa masih ada di dalam?"tanya aulia.
"Saya tidak tau,yang saya tahu para karyawan di perusahaan ini sudah pulang semua satu jam yang lalu".
Aulia mengangguk berkali-kali ia mencoba menghubungi ponsel arman tapi tetap tidak bisa di hubungi.
"Kamu kemana sih mas,kamu tega ya ninggalin aku gitu aja.
Awas aja nanti kalau ketemu aku pastikan kamu tidur di luar malam ini"gumam aulia terus berjalan tapi tak memperhatikan jalan sekitar.
Brukk!!
"Aduh perutku"rintih aulia memegangi perutnya yang terasa sangat sakit lalu pingsan.
Sebuah mobil menabrak tubuh aulia membuatnya tak sadarkan diri.
Hingga aulia di bawa ke rumah sakit terdekat beruntung ia tak mengalami luka serius.
Hanya mengalami lecet pada kaki dan tangannya.
__ADS_1
Namun naas ia harus kehilangan bayi yang ada di perutnya.
"anakku sayang anakku malang".